NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Paman Suamiku

Terjerat Cinta Paman Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Saling selingkuh / Cinta Terlarang / Menikah dengan Kerabat Mantan / Penyesalan Suami
Popularitas:12k
Nilai: 5
Nama Author: FT.Zira

"Ketika cinta datang disituasi yang salah"

Rieta Ervina tidak pernah menyangka, jika keputusannya untuk bekerja pada Arlan Avalon, pria yang menjadi paman dari suaminya justru membuat ia terjebak dalam lingkaran cinta yang seharusnya tidak ia masuki.

Pernikahan tanpa cinta yang awalnya ia terima setulus hati berubah menjadi perlawanan saat Rieta menyaksikan sendiri perselingkuhan suaminya bersama wanita yang menjadi rekan kerjanya. Dan di saat yang sama, paman dari suaminya justru menyatakan peraasaannya pada Rieta.

"Cinta ini adalah cinta yang salah, tapi aku tidak peduli." Arlan.

Apa yang akan Rieta lakukan setelahnya? Akankah ia menerima cinta yang datang? Atau tetap bertahan pada pernikahan bersama suami yang sudah mengkhianati dirinya?

Ikuti kisah mereka...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FT.Zira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14. Di titik rendah.

"Rieta, kamu diminta untuk datang ke ruang CEO sekarang juga."

'Burr...!

"Uhuuk... Apa?"

Rieta menyemburkan kopi yang baru saja ia minum dan berakhir tersedak. Satu tangannya bergerak menepuk dadanya sendiri, sementara Rihana menepuk pelan punggung Rieta.

"Kenapa kamu seterkejut itu? Hari ini adalah penentuan siapa yang akan menjadi sekretaris tuan CEO, kamu lupa?" supervisor bertanya heran.

Rieta menggeleng sambil mengibaskan kedua tangannya. "Bukan begitu. Aku hanya ... Kaget."

Supervisor mengerutkan kening, tapi kemudian dia mengangguk dan kembali meminta Rieta untuk segera pergi ke ruang CEO.

"Semoga beruntung, Rieta," ucap Rihana memberikan kedipan mata.

Rieta mengangguk dengan senyum kaku. Benaknya memaksa ia untuk melupakan sejenak asumsinya tentang Rihana. Ia perlu fokus bekerja, setidaknya ... untuk saat ini.

Dengan satu tarikan napas, Rieta mengetuk pintu ruang kerja Arlan begitu ia sudah berada di depan pintu, menunggu sejenak sampai terdengar suara sahutan dari dalam.

"Masuk."

Suara rendah Arlan yang tidak ia dengar sejak pagi baru saja menggema, menuntun Rieta untuk membuka pintu dan melangkah masuk, hanya untuk mendapati tiga wanita dengan pakaian formal sama seperti dirinya sudah berada di dalam. Lima langkah di depan para wanita itu, Arlan berdiri dengan posisi setengah bersandar pada meja, kedua tangannya terlipat, dan tidak mengatakan apapun. Sementara Liam berdiri di samping pria itu dengan dokumen di tangan.

Rieta mengangguk sopan, menunjukkan sikap profesional dengan segera memposisikan dirinya di barisan para wanita yang ia ketahui sebagai kandidat sekretaris yang akan Arlan rekrut.

Liam melangkah maju, menyebutkan semua kekurangan dan kelebihan semua orang termasuk Rieta. Menyebutkan apa saja yang berhasil mereka capai selama masa percobaan, hingga memutuskan memilih satu yang terbaik dilihat dari kualifikasi kerja.

"Nona, Rieta Ervina. Selamat, Anda diterima sebagai sekretaris Tuan Arlan Avalon," ungkap Liam.

Ketiga wanita yang menjadi kandidat segera mengarahkan pandangan mereka pada Rieta, tersenyum seraya mengucapkan selamat meski raut kekecewaan mereka terlihat jelas. Mereka sadar, kemampuan mereka berada di bawah Rieta meski Rieta lebih muda dari mereka.

"Terima kasih." sambut Rieta sembari membungkukkan badan.

"Mulai hari ini, Anda bisa pindah ke ruang kerja yang sudah disiapkan," ucap Liam lagi.

"Baik."

Rieta mengangguk, melirik sekilas pada Arlan yang masih tetap diam, bahkan terlihat enggan menatapnya.

"Kalian bisa keluar."

Tak perlu diminta dua kali, empat wanita itu segera meninggalkan ruangan Arlan setelah mereka memutuskan untuk tetap bekerja di AVA Corp dengan penempatan departemen yang Liam tentukan sesuai kemamuan yang mereka miliki.

.

.

.

Seiring dengan sinar mentari yang mulai meredup, hari berganti malam dengan begitu cepatnya. Langit yang sebelumnya diterangi cahaya rembulan dengan taburan bintang berubah gelap dengan gulungan hitam. Suara gemuruh angin kencang disertai guntur yang saling bersahutan membuat sebagian orang bergegas pulang ke rumah masing-masing.

Namun, hal itu tidak berlaku bagi Rieta. Wanita itu masih berada di kantor meski tempat itu sudah berubah sunyi karena semua orang sudah pulang.

Jlegar... Jraszz...

Suara guntur memekakan telinga diikuti suara hujan lebat membuat Rieta terperanjat, netranya menatap jendela dan melihat langit hitam pekat menurunkan hujan begitu lebatnya.

"Haahh..."

Rieta mendesah pelan, menatap layar komputer yang berisi pekerjaan yang seolah tidak memiliki akhir dengan sorot lelah, lalu menjatuhkan kepalanya ke meja.

"Rieta..."

Panggilan pelan disertai usapan lembut di bahunya membuat Rieta mengangkat wajah, lalu tersenyum mendapati Rihana berdiri di depan meja kerjanya sembari meletakkan segelas air hangat di meja.

"Kamu masih belum selesai?" tanya Rihana.

"Masih belum, sebentar lagi," jawab Rieta.

"Mau aku bantu?" tawar Rihana.

"Tidak perlu, kakak juga tentu lelah setelah seharian bekerja," tolak Rieta.

"Kalau begitu, aku pesankan taksi?" tawar Rihana lagi.

Rieta menggeleng. "Tidak usah, aku bisa memesan taksi sendiri. Lagipula, aku belum menyelesaikan pekerjaanku. Tidak enak rasanya jika membiarkan sopir taksi menunggu lama. Kakak pulang saja, aku akan pulang sebentar lagi."

Hanya sekilas, terlalu sebentar sampai Rieta sendiri tidak menyadari jika Rihana sempat tersenyum. Senyum misterius yang terbentuk di bibir Rihana saat wanita itu menatap layar komputer dimana Rieta mengerjakan data proyek untuk presentasi besok pagi, sesaat kemudian tatapannya kembali pada Rieta seolah tidak melihat apapun.

"Baiklah, kalau begitu aku tinggal. Kekasihku sudah menjemput," ucap Rihana.

Kekasih.

Satu kata itu seolah menjadi tekanan tersendiri bagi Rieta. Wanita itu tetap tersenyum, lalu memberikan anggukan pelan, tetapi memiliki pertanyaan besar di hatinya. Hingga, ia memutuskan untuk mencari sendiri jawaban dari pertanyaan yang mengganggu hatinya.

Setelah mengatur jeda waktu, Rieta beranjak dari duduknya, mengikuti Rihana dalam jarak aman dan melihat wanita itu masuk ke dalam mobil yang sudah menunggu.

Untuk kesekian kalinya, Rieta terpaku menyaksikan apa yang terjadi di depan matanya. Mobil itu adalah mobil Evan, dan Rihana yang masuk tanpa ragu ke mobi itu menjadi tamparan keras bagi Rieta. Dengan tangan sedikit gemetar, Rieta mengeluarkan ponsel dari saku blazernya menggulirnya sejenak, dan menggeser layar saat nama Evan muncul di layar untuk melakukan panggilan.

"Ya? Ada apa, Rie?" suara Evan terdengar dari seberang sana.

Rieta mengatur suaranya sejenak, netranya masih terpaku pada mobil suaminya yang perlahan mulai berjalan meninggalkan kantor.

"Bisakah kamu menjemputku, Evan?" pinta Rieta penuh harap. "Hujannya sangat deras, dan Paman sepertinya sudah pulang sejak tadi. Aku..."

"Maaf, Rie. Aku masih di kantor sekarang, pekerjaanku masih cukup banyak. Jadi aku tidak bisa menjemputmu."

"Tapi, aku akan kesulitan mendapatkan taksi jika hujannya selebat ini," sanggah Rieta.

"Akan aku pesankan taksi untukmu, tunggulah di sana sebentar saja," ucap Evan.

"Tapi-... Evan?"

Rieta menurunkan ponsel dari telinganya, menatap layar ponsel selama beberapa saat, lalu tersenyum getir sambil menatap kosong tempat di mana mobil suaminya menghilang. Panggilannya diputus secara sepihak. Ia bisa mendengar suara hujan melalui ponselnya saat panggilan masih berlangsung, tetapi samar-samar ia juga mendengar suara deru mobil.

Sekarang ia paham, mengapa Evan menolak pernikahan sejak awal. Pria itu sudah memiliki kekasih.

Rieta kembali menggeser layar, mencoba menghubungi Evan sekali lagi, sayangnya tidak dijawab oleh suaminya.

Hatinya sakit, tapi ia tidak memiliki daya apapun. Bukan karena ia dikhianati oleh suaminya, tetapi karena ketidakberdayaan dirinya yang terjebak dalam lingkaran hutang budi. Kakinya melangkah maju, membiarkan tubuhnya diguyur hujan, menyamarkan air mata yang sudah mengalir.

Tetapi kemudian, ia tidak lagi merasakan hujan mengguyur tubuhnya. Dan saat ia mendongak, ia meilhat payung hitam melindungi dirinya dari hujan.

"Paman," Rieta mendesis pelan, sedikit terkejut melihat Arlan sudah berdiri di sampingnya dengan payung di tangan pria itu.

"Kau bisa sakit jika seperti ini," ucap Arlan datar seraya melepaskan jasnya dan menyampirkannya ke bahu Rieta.

"Kita pulang," putusnya tidak menerima bantahan.

Arlan meraih tangan Rieta, sedikit menarik wanita itu menuju mobilnya yang berhenti beberapa langkah dari tempat ia berdiri, lalu mendorong Rieta masuk tanpa peduli keadaan Rieta yang sudah basah kuyup.

Sementara Rieta, wanita itu hanya diam membisu, netranya menatap ke luar jendela, membiarkan perjalanan panjang itu terjebak dalam keheningan. Bahkan, saat mobil yang keduanya tumpangi berhenti, Rieta turun dari mobil dan berjalan menuju kamar tanpa kata.

Setibanya di kamar, Rieta segera membersihkan diri, duduk di sofa dan menunggu. Tak peduli berapa lama ia akan menunggu, ia hanya ingin memastikan dugaannya dengan bertanya baik-baik pada suaminya.

Sayangnya, semua yang Rieta rencanakan tak berjalan baik setelah ia melihat keadaan suaminya.

. . . .

. . . .

To be continued...

1
Reni Anjarwani
lanjut doubel up
Patrick Khan
untung saja rie gk di sentuh paman..mw ngereg q..klo sampek terjadi🔥🔥😑
Dewi Payang
Si paman gak may kalah sama Wvan di sebelah🙈
Dewi Payang: Ya ampun typo ku untung kaak Zira faham🤣
total 2 replies
Dewi Payang
Jedag jedug nih si Re dengar🤭
Dewi Payang: Nah. iya, jadi si Re lebih mantap mutusin langkah selanjutnya😁
total 2 replies
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
ini juga ngapain nyosor duluan🤣
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
astaga🙄🙄🙄 gak tau tempat banget ya🤣🤣🤣 astagfirullaaaah
〈⎳ FT. Zira: /Shhh//Shhh//Shhh/
total 1 replies
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
ayo mau ngapain ke hotel
〈⎳ FT. Zira: mau nina ninu🤣🤣🤣
total 1 replies
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
ketahuan kan🙄🙄
Zhu Yun💫
Aku ngarepnya adegan panas mereka bukan karena obat malah, biar lebih alami perselingkuhannya, bukan karena salah satu melakukannya karena paksaan 🤭🤣🤣🤣✌️
〈⎳ FT. Zira: oiiik/Curse//Curse//Curse//Curse/
total 9 replies
Zhu Yun💫
Bilang saja kamu yang ingin dimakan 😅😅😅
〈⎳ FT. Zira: /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Zhu Yun💫
Obat nganu 🤣🤣🤣
Zhu Yun💫
Masukkan aja kedalam troli dan dorong, Rie 🤣🤣🤣
〈⎳ FT. Zira: ide bagus
total 1 replies
Zenun
malah memberi keuntungan Buat si paman😁
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo, mlh si paman dapat apem legit, si evan gigit jari, salah sendiri milih kue bolong🤭🤭🤭, kaboooorrrr
total 2 replies
j4v4n3s w0m3n
lalalal kelicikan yg udah biasa di lakukan sama ulat.bulu yg suka menaruh seauatu di minuman orang...ya biarunlah rieta tidur sama.arlan bagus malahan jd gak sama evan udah terlalu sakit rieta sama evan
〈⎳ FT. Zira: /Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat , semoga tfk kejadian arlan dan reta , takut kalau dividio orang tak bertanggung jwb itu
〈⎳ FT. Zira: anuu pokoknya kak🤭🤭
total 1 replies
Dewi Payang
Udah Re, tueuti aja si bos, biar kamu tampil beda nanti, Eihana mah lewat, dah tuir, ups🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Dewi Payang
Ini modus ya kan paman.....🙈
Dewi Payang
Sepeduli itu si Paman....
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
gk usah sungkan rie, ambil aja. si paman itu punya lumbung duit kok🤭
〈⎳ FT. Zira: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
yes, that's a good idea
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!