NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Musuh Lama

Terpaksa Menikahi Musuh Lama

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Menikah dengan Musuhku / Dijodohkan Orang Tua / Nikah Kontrak
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Cimai

Definisi takdir yang tidak bisa kita tebak.

Kehidupan terus berjalan, hanya bersama ketika bersekolah di sekolah menengah pertama, itupun menjadi musuh yang tidak berujung damai meskipun sudah lulus.

Lama tak jumpa, tanpa kabar, tanpa melihat sosial media, karena sama-sama merasa tidak perlu.

Suatu hari seperti biasanya, gadis bernama Kenzie itu pulang ke rumah ibunya karena libur akhir pekan, namun, kepulangannya kali ini justru berbeda, ia harus menerima pernikahan yang tidak ia inginkan, karena dijodohkan dengan musuhnya saat SMP.

Keduanya sama-sama memiliki kekasih, apa mereka menerima pernikahan tanpa cinta itu?

Kalaupun pernikahan itu terjadi, bagaimana kelanjutan hubungan mereka dengan kekasihnya masing-masing?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cimai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17 : Nggak Sopan Sama Suami!

Kenzie baru saja keluar dari ruang kerjanya, ia langsung menuju ke toilet untuk mencuci wajahnya yang sudah terasa sangat kering dan berat.

Baru saja mengaktifkan mode data, beberapa pesan langsung masuk secara beruntun membuat Kenzie mengernyitkan keningnya.

"Menang undian apa gimana nih, notif rame bener." canda temannya yang juga sedang mencuci wajah.

"Palingan juga operator atau chat dari grup-grup," jawab Kenzie menebak karena ponselnya masih di saku.

Setelah selesai mencuci muka, dengan santai sembari bersandar di dinding, Kenzie langsung memeriksa ponselnya, sedetik kemudian ekspresi wajahnya menjadi berubah tidak santai karena muncul nama kontak, "SI SONGONG".

"Ayo ke kantin!" ajak teman-temannya.

"Eh, iya, kalian duluan aja, aku masih ada keperluan, mau nelpon balik ibuku." jawab Kenzie sambil menutup ponselnya karena tengah berbohong.

"Keperluan sama ibumu atau pacarmu, hayooo?"

Kenzie hanya nyengir karena justru seseorang yang sudah lebih dari sekedar pacar.

Setelah memastikan teman-temannya ke kantin, Kenzie juga pindah tempat mencari tempat yang sepi. Meskipun salah satunya terdapat pesan dari Vito, pesan dari Kenzo membuatnya lebih jantungan.

"Gil4 aja! baru juga bahagia 2 malam balik ke kontrakan, eh, sudah di suruh kesana lagi ngikutin dramanya!" omel Kenzie meninju layar ponselnya karena sangat kesal.

Saat Kenzie membuka pesan dari Kenzo, terlihat tulisan online di atas. Tidak lama kemudian, Kenzo meneleponnya sehingga membuat Kenzie kelabakan harus bagaimana.

(ANGKAT TELPONNYA!)

Kenzie membaca pesan dari Kenzo dengan penuh penekanan karena diketik menggunakan huruf kapital. Kenzie memang tidak langsung menjawab karena masih berpikir mengenai jawabannya.

Belum sempat ia mengetik, Kenzo sudah menelepon lagi sehingga Kenzie buru-buru mencari tempat yang lebih aman dan jauh dari jangkauan tempat nongkrong teman-temannya ketika istirahat.

"Kenapa sih? aku baru aja istirahat mau makan!" protes Kenzie.

(Baca WA-ku apa nggak?! tanya Kenzo.)

"IYA-IYA SUDAH TAK BACA," jawab Kenzie kesal.

(Awas kalau lupa!)

Kenzie langsung menekan-nekan keningnya yang tiba-tiba sangat pusing.

(Kodenya sudah ku kirim, pokoknya selama ada mereka, kamu harus pulang ke rumah dan bersikap selayaknya sebagai istriku!)

Kenzie langsung berdecih.

Kenzo pun menelepon Kenzie dengan sembunyi-sembunyi, ia tengah meninjau lokasi yang akan dijadikan arena balap motor trail bersama kedua orang tuanya.

Kenzie langsung menutup telepon itu dan terdiam, namun, pikirannya sangat berisik tentang pernikahan ini.

"Aku harus segera menghapus video itu! aku harus cepat-cepat mengakhiri pernikahan drama ini!"

Kepala Kenzie terasa sangat berat, ia menekankan kepalanya ke tembok seraya menangis teringat ancaman Kenzo pada malam itu saat meminta kesepakatan menikah.

"BENAR-BENAR JAHAT! LICIK!"

Kenzie menarik napas panjang berkali-kali, sekalipun dalam pikiran yang kacau, ia tidak ingin menunjukkan itu didepan teman-temannya karena khawatir akan menimbulkan rasa curiga.

Agar pikirannya sedikit teralihkan, Kenzie membuka pesan dari Vito yang mengatakan rindu dan ingin bertemu di akhir pekan ini. Dengan senang hati Kenzie langsung mengiyakan agar ia tidak semakin stress gara-gara Kenzo.

Setelah hatinya sudah lebih baik, Kenzie langsung menyusul teman-temannya yang sudah selesai makan siang. Komunikasinya dengan Kenzo terasa menguras pikiran dan waktu.

Sedangkan Kenzo langsung meremas ponselnya setelah Kenzie mematikan telepon, padahal ia belum ingin menyudahinya, karena masih ada hal yang harus ia bicarakan.

"Dasar nggak sopan sama suami!" gerutu Kenzo.

"Kenapa kamu ngomel-ngomel sendiri?" tanya Mia yang mengejutkan Kenzo.

"Siapa yang ngomel-ngomel sih, Ma. Biasa aja tuh, soal game aja." jawab Kenzo beralasan.

"Oo,"

Kenzo langsung teringat dengan Kenzie yang kesal saat ia menjawab "O". Dan, ternyata benar, ia sekarang merasakan hal itu, namun, yang membedakan adalah ia tidak merespon seperti Kenzie.

"Aku baru nelpon Kenzie," ujar Kenzo.

"Ciee, perhatian sekali pengantin baru," puji Mia menggoda putranya.

"Apa sih, Ma. Biasa aja, katanya suruh membangun komunikasi." balas Kenzo.

Tidak merasa ada hal yang perlu dipuji, Kenzo langsung meninggalkan Mia dan bergabung dengan Zaky. Mereka akan makan siang terlebih dahulu di rumah makan yang tidak jauh dari lokasi tersebut.

Saat menunggu pesanan, Kenzo membaca pesan dari Kenzie, ia langsung segera membalas sebelum jam istirahat Kenzie berakhir.

(Perkiraan sampai rumah jam berapa? perlu masak apa nggak?)

Kenzo membaca pesan itu secara berulang-ulang.

"Serius banget, lagi chatingan sama Kenzie?" tanya Zaky penasaran.

Dengan kepala menunduk, Kenzo langsung mengangguk membuat Zaky dan Mia saling menatap penuh senyuman.

"Perlahan, asal pasti." bathin Mia senang.

Kenzo sedang fokus mengetik pesan balasan untuk Kenzie.

(Perkiraan sampai rumah mungkin jam 7 malam. Kalau kamu nggak keberatan, masak aja, beli juga nggak papa biar nggak buru-buru)

Kenzie langsung membuka pesan dari Kenzo dan belum sempat membalasnya karena harus buru-buru dengan jam istirahat yang terbatas.

"Si tengil ini kebiasaan cuma di baca aja!" bathin Kenzo.

"Kenzo, makan dulu, jangan dianggurin makanannya nanti keburu dingin," ujar Mia mengingatkan.

"Iya Ma, bentar."

Setelah beberapa menit menunggu balasan yang tak kunjung dibalas, Kenzo langsung mengambil nasi karena sudah sangat lapar.

Sementara itu, fokus Kenzie sedikit pecah gara-gara mengikuti drama Kenzo. Ia baru pulang jam 4 sore dan harus pulang ke kontrakan dulu untuk mengambil beberapa keperluan yang menurutnya sangat penting untuk ia bawa.

Baru membayangkan saja sudah sangat melelahkan. Mungkin jika bukan kebohongan, Kenzie tidak seberat ini ketika membayangkan.

"Lagi sakit kah?" tanya Neneng teman kerjanya.

"Nggak kok. Tadi malam begadang nonton drama jadinya ngantuk banget," jawab Kenzie berbohong.

"Ohh, kirain lagi sakit abis liburan," balas Nunung.

Kenzie langsung menggelengkan kepalanya lagi untuk meyakinkan bahwa dirinya baik-baik saja.

Tepat pukul 16.00 WIB, karyawan pabrik berhamburan menuju parkiran untuk mendapatkan kendaraan masing-masing.

"Ken, weekend nanti kita jalan yuk," ajak Dinda.

"Aku ada janji juga sih sama kak Vito," balas Kenzie.

"Mau ke mana?" timpal Rianty.

Kenzie mengangkat kedua bahunya karena belum memastikan tempat yang akan dituju.

"Buat menentukan tujuan, kita suka dadakan, hehe." jawab Kenzie.

"Yaaa, kalau Vito ngajaknya hari Minggu, kita hari Sabtunya, gimana?" tanya Dinda.

"Ih, kok jadi nggak enak akunya kalau begini," balas Kenzie.

"Haha, santai aja kali, berkabar ya!" ujar Rianty.

Mereka sudah diatas kendaraan masing-masing dengan tujuan yang berbeda. Sementara Kenzie langsung menuju ke kontrakan untuk mengambil keperluan yang sudah ia catat.

Suara jarum jam dinding itu mengiringi pikiran Kenzie yang sedang pening. Tak lama kemudian, ia mengambil tas ransel dan memasukkan beberapa baju yang diperlukan, serta keperluan lain.

"Sedikit aja yang penting ada! kalau semua dibawa, manusia itu bisa besar kepala! dikiranya aku ngebet banget mau tinggal bareng dia! HIH!" gerutu Kenzie lanjut mengemas dengan kasar dan bibir manyun.

1
Marini Suhendar
thor...bikin cepet pada ketauan dech pacarna pada selingkuh..biar cepet pada bucin tuh anak 2😄
Susi Ermayana
jujur uda sampek gregetan sana si kenzo kemaren yang hampir keblabasan sama si ulet bulu..
klau kemaren sampek terjadi...aku pasti kecewa sama dia....
untung aja gagal...tapi aku gak suka kalau si kenzo masih nyium nyium si cewek itu.
sedang kenzi masih ori..belum tersentu...
Sweet Girl
Udah kayak Mol aja, Panah penunjuk nya.🤭
Sweet Girl
Emang bukan jari kakinya yang sakit Tor...??
Cimai (IG : cimai_author): Bukan Kak, karena lututnya yang kesandung sudut meja 😁
total 1 replies
Sweet Girl
Yakin Pak Zaky... Kenzo putra satu satunya lhooo.
Sweet Girl
Baik benget tu si Lidanya Buaya.
Sweet Girl
Belum Lebaran Zie...🤣
Cimai (IG : cimai_author): Lebih cepat lebih baik, Kak 😄
total 1 replies
Sweet Girl
Udah basahin Kakak lagi tu Zie...
Sweet Girl
Belum waktunya mati, Zie...
Sweet Girl
Mungkin udah punya gebetan baru Ken...
Sweet Girl
Udah kayak Silet tajamnya 🤭
Sweet Girl
Untung masih ada stock sabarnya.
Sweet Girl
Hhaaah!? ini udah Lebaran lagi lhoooo🤪
Cimai (IG : cimai_author): Tidak terasa 😭
total 1 replies
Sweet Girl
Bwahahaha, Ndak ada yang punya Bang... buang aja da...
Cimai (IG : cimai_author): Jangan dong😭
total 1 replies
Marini Suhendar
Awas benci Sama Cinta Setipis Tisu Lho😄
Cimai (IG : cimai_author): Biasanya sih gitu 😄
total 1 replies
Cimai (IG : cimai_author)
Mohon maaf untuk novel sebelumnya yang sudah menghilang (Dinikahi Bos Tampan) 🙏
Karena ada kendala dan saat itu author tidak bisa melanjutkan, akhirnya terpaksa dihapus dulu.
In syaa Allah nanti akan di update lagi, untuk saat ini sekalian mau direvisi dulu dan mau fokus ke judul ini dulu ya 🙏
Terima kasih 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!