NovelToon NovelToon
Choose The Antagonist

Choose The Antagonist

Status: tamat
Genre:Obsesi / Transmigrasi ke Dalam Novel / Mafia / Tamat
Popularitas:145.4k
Nilai: 5
Nama Author: Agnes Fetrika

-Dark Romance
-Bukan untuk anak-anak.
-Adegan kekerasan dan darah.


Sherly gadis berusia 21 tahun, yang mengalami kematian setelah tertabrak mobil. Kini jiwanya justru memasuki sebuah novel, dan masuk ke dalam raga dari sang tokoh utama yang memiliki nama depan sama sepertinya.

Sherly Agda Yeremia, tokoh utama perempuan bodoh dan lemah yang tidak pernah dianggap, bahkan diselingkuhi beberapa kali oleh Vincent suaminya.

Tapi dengan jiwa baru, semua cerita berubah. Sherly yang baru tidak peduli dan mengabaikan Vincent. Bahkan Sherly memilih untuk melindungi, Jeremy Christ Chadwick, tokoh antagonis favoritnya yang akan mati pada akhir cerita.

Di balik wajah tampan penuh pesona, Sherly tidak pernah menduga jika Jeremy memiliki sisi gelap dan obsesi tersembunyi pada tokoh utama.

“Setelah ini, kau tidak akan bisa lari dariku, Sherly sayang~ Kau adalah milikku, tidak peduli jika kau sudah memiliki suami.”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnes Fetrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11 : Berhadapan dengan Damiel

“Ugh !! Benar-benar tidak mengerti situasi sama sekali.” Ujar Sherly pada dirinya sendiri. Di saat tegang seperti ini, dirinya malah mendapat panggilan alam, untuk buang air kecil. Sherly takut jika dirinya akan bertemu Vincent disini. Ya sebenarnya cepat atau lambat, Vincent akan mengetahui fakta pahit ini. Tapi Sherly masih ingin menikmati semua ini, sebelum perang besar antara dirinya dan Vincent nantinya.

Tapi sayang, Sherly tidak bisa menahan keinginannya lebih lama. Karena Sherly tahu, jika dia menahan terlalu lama, maka bagian bawahnya akan terasa sakit. Jadilah, Sherly memilih menuruti keinginan tubuhnya.

Sherly kemudian keluar dari ruangan Ana, dan menolehkan kepalanya ke kanan dan ke kiri, hingga mendapati tulisan toilet. Tanpa lama, Sherly langsung melangkah masuk ke dalamnya, dan mengambil bagian kanan, dimana ada tulisan women.

Sherly langsung memasuki salah satu bilik, dan meluangkan hasratnya. Setelah beberapa menit, Sherly bisa menyelesaikan panggilannya, dan mencuci tangannya di wastafel bagian depan. Sherly mengangkat kepalanya dan melihat di bayangannya pada cermin.

“Wajah ini cantik sekali~ pantas saja, Jeremy begitu tergila-gila pada Sherly.. Tapi apakah Jeremy juga bisa terpincut wanita lain yang lebih cantik dariku ?? Eh kenapa aku berpikiran buruk seperti itu !!” Sherly menggelengkan kepalanya, seakan menghilangkan pikiran negatifnya kepada Jeremy.

“Lebih baik aku kembali sekarang.” Ujar Sherly menutup keran air, dan meraih tissue untuk mengeringkan tangannya. Takut, tetesan air hanya akan membasahi dokumen di ruangan Ana nanti. Setelah itu, dia membuang bekas tissue ke dalam tempat sampah, dan melangkah keluar dengan sedikit terburu-buru.

Bruk !!

“Aw~” Sherly tidak melihat ke depan, hingga tubuhnya menabrak seseorang di depan pintu masuk Toilet. Sherly mengusap kepalanya yang sedikit sakit, karena menabrak tubuh seseorang yang ada di depannya.

“Aku bantu..”

“Tidak usah, terima kasih.” Sherly segera bangkit dari posisinya, dan membersihkan pakaiannya dari debu, kemudian dia meminta maaf dan melihat ke sosok yang dia tabrak.

“Aku minta maaf-”

Sherly terdiam menatap wajah di depannya. Lelaki tinggi, dengan rambut hitam, dan mata berwarna cokelat gelap menatap tajam dan tersenyum ke arahnya. Terlihat ada garis luka, di bagian mata kanannya, Sherly teringat dengan ciri-ciri lelaki di depannya, dia.. Damiel.

“Aku ada pekerjaan-”

“Kenapa harus terburu-buru, hmm~ ??” Damiel mencekal tangan Sherly yang hendak melarikan diri darinya. Sherly semakin takut menatap wajah lelaki itu, sepertinya Damiel jauh lebih berbahaya daripada Jeremy ?? Atau mungkin sama ??

“Lepaskan sekretarisku, Tuan Damiel Chard !!”

Sebuah suara penuh penekanan dan begitu berat, terdengar dari arah lain. Jeremy menatap tidak suka, pada Damiel yang memegang tangan Sherly, seketika Jeremy mendekati Sherly, dan menarik wanita itu hingga jatuh di pelukannya.

Jeremy menatap ke arah Damiel, dengan tatapan tajam, seakan mengatakan kau berani sentuh wanitaku, kau akan mati !! Tapi Damiel hanya menatap remeh, dan bahkan tersenyum miring.

“Take care your baby girl, Jeremy~ Or I will steal her from you~” (Jaga kekasihmu, Jeremy~ atau aku akan mencurinya darimu)

“Try it, and I will k*ll you !!” (Cobalah, dan aku akan membunuhmu)

Damiel hanya terkekeh pelan, melirik ke arah Sherly dengan tatapan berbeda, seperti ada sesuatu dari balik bola mata cokelat gelap itu, lalu Damiel melangkah pergi meninggalkan Sherly dan Jeremy.

Jeremy menghela nafasnya lega, dia seketika membalikkan tubuh Sherly menghadap ke arahnya.

“Kau baik-baik saja ?? Apakah dia melukaimu ??” Tanya Jeremy, Sherly menggelengkan kepalanya, keadaannya sedikit lebih tenang dan membaik saat berada di sisi Jeremy.

Jeremy tersenyum kecil, “Baiklah, kalau begitu, ayo kita kembali bekerja. Kau bisa kembali ke ruanganku.”

Sherly tersenyum, “Baiklah, tuan.”

“Panggil Jeremy saja, khusus untukmu.”

“Baiklah, Remy~” Ujar Sherly sembari tersenyum kecil, membuat Jeremy terdiam sejenak mendengarkan panggilan khusus dari Sherly kepadanya. Bukannya tidak senang, melainkan jantungnya yang berdebar tidak karuan, mendengar suara Sherly.

Oh, Jeremy harus menyadari jika kini dirinya sedang ada di dalam perusahaan bukan di tempat tidur atau di kamar mereka, kau harus tahan Jeremy.

...

“Apakah kau benar-benar harus pergi ??”

Sherly menghela nafasnya mendengarkan rengekan dari Jeremy yang terus terdengar sedari mereka selesai bekerja. Disinilah, Sherly harus kembali ke rumahnya. Dan lelaki itu terlihat sangat tidak rela, karena harus ditinggalkan oleh Sherly.

“Bagaimanapun aku masih harus berstatus sebagai istrinya, jadi aku tetap harus kembali.” Ujar Sherly menjelaskan dengan berat, karena dia tahu apa yang akan terjadi pada dirinya setelah ini. Sherly harus mempersiapkan dirinya.

“Tidak bisakah, kau katakan jika ada dinas penting ke luar negeri selama 2 bulan ??” Ujar Jeremy merengek lagi, Sherly kembali menghela nafasnya berat.

“Maafkan aku, Jeremy.. Tapi kita bisa bertemu, besok. Oke ?? Hanya malam ini saja.” Ujar Sherly tersenyum kecil, tapi Jeremy tahu itu bukanlah senyuman tulus, karena terlihat dari mata berwarna biru yang juga menampilkan ekspresi takut dan khawatir.

“Baiklah.. Jaga dirimu.” Ujar Jeremy dengan berat hati, Sherly menganggukkan kepalanya. Lelaki itu sempat mengecup kening Sherly dengan lembut, sebelum wanita itu turun dari mobilnya. Dan kemudian melangkahkan kakinya ke arah gerbang. Karena Jeremy sengaja menurunkan Sherly di dekat pintu gerbang.

“Kenapa firasatku tidak enak ?? Apakah akan terjadi sesuatu pada Sherly ??” Jeremy entah kenapa merasa sangat gelisah, dan tidak ingin meninggalkan wanita itu. Bahkan Jeremy ingin sekali menjaga Sherly hingga masuk ke dalam kamarnya, lelaki itu melihat ke arah Sherly yang sempat berbicara dengan satpam di depan sebelum akhirnya masuk ke dalam.

Jeremy menoleh ke arah sebelahnya, dia mendapati dompet Sherly tertinggal di kursinya. Jeremy tersenyum kecil, setidaknya dia memiliki alasan untuk bisa masuk dan melindungi Sherly. Jeremy meraih dompet itu dan menoleh, ke arah depan. Sherly sudah masuk ke dalam rumah, bersama dengan satpam yang menjaga.

Disisi lain.

“Oh, jadi.. Ibu Cath, dan papa Mark ada di dalam ??” Tanya Sherly kepada Milo.

Cath dan Mark, adalah kedua orang tua dari Vincent. Awalnya mereka sangat menyayangi Sherly, tapi setelah mengetahui jika Sherly mandul, Cath merubah karakternya menjadi sedikit dingin dan tidak suka dengan Sherly, sementara Mark masih menghargai Sherly, dan bahkan beberapa kali meminta maaf pada Sherly, mengenai karakter Cath dan Vincent kepadanya. Itulah yang diingat Sherly di dalam novel.

Di tambah kehadiran Aluna yang hamil, membuat posisi Sherly terpojok, dan entah drama apalagi yang akan di lakukan Aluna saat ini.

“Milo..”

“Ya, Nyonya ??”

“Bisa kau temani aku ??”

Milo terdiam sejenak, kemudian menganggukkan kepalanya, meskipun dirinya merasa bingung dengan tingkah dari Sherly.

“Baiklah Nyonya.”

Tuhan tolong aku, jangan sampai aku m*ti setelah ini batin Sherly meraung-raung, sepertinya dia menyesal meninggalkan Jeremy, tapi dia juga tidak bisa berlama-lama tinggal dengan Jeremy dan membuat Vincent curiga, itu akan lebih buruk ke depannya.

Ayo sherly, hadapi !! Semangat kamu pasti bisa batin Sherly memberikan semangat kepada dirinya sendiri.

 🌟🌟🌟🌟

1
Erna Masliana
ngabodor s Sherly
Erna Masliana
segera kan.. musuh mu tidak bisa ditolerir lagi
Agnes Fetrika: Tapi harus main cantik dulu, kalau terlalu buru-buru ntar masalah lagi 😌😌
total 1 replies
Erna Masliana
lembek... nyari masalah
Agnes Fetrika: Itulah kenapa Author lebih suka antagonis cowok, kalau antagonis cewek itu cuma modal ngerayu suami orang, atau enggak jadi pelakor 😌😌 kalau cowok lebih seru antagonisnya
total 1 replies
Erna Masliana
langsung dor jangan diajak ngobrol
Agnes Fetrika: Gak papa, biar agak dramatis dikit 😂😂
total 1 replies
Erna Masliana
harusnya dari dulu
Erna Masliana
itu karena Jeremy terlalu santai pada musuh musuhnya
Nia Nara
Kok jadi ded2an ya 😄
Agnes Fetrika: Santai, novelnya konfliknya enggak banyak kok, alurnya santai hehehehe 😄😄
total 1 replies
Erna Masliana
harusnya buat dia berlutut tendang lalu injak kepalanya.. jangan cuman gampar kurang sadis
Agnes Fetrika: Jangan sadis-sadis juga 😨😨
total 1 replies
Erna Masliana
s Jeremy gak pernah ngebales perbuatan jahat temen lama atau musuh y
Agnes Fetrika: Soalnya Jeremy fokus ngelindungi Sherly aja, makanya dia enggak berniat balas dendam sama mereka. Selagi enggak ngusik berlebihan, Jeremy santai 😌😌
total 1 replies
Erna Masliana
temani.. jangan dibiarkan sendiri.. apalagi musuh dimana mana... Sherly kurang peka situasi
Agnes Fetrika: Sherly pengen belajar menjaga diri sendiri 😌😌 siapa tahu, dia udah bisa menghabisi musuhnya tanpa bantuan suaminya 😄😄
total 1 replies
Erna Masliana
jangan terlalu cuek kalo di hina... lawan..ingat jaga harga diri suamimu
Agnes Fetrika: Bener, Sherly harus lebih berani dan kuat 😌😌
total 1 replies
Erna Masliana
s Mark bapaknya katanya mafia apakah dia akan diem bae melihat anaknya dimanfaatin Demial
Agnes Fetrika: Selagi, bukan di manfaatkan untuk menyakiti keluarganya, Mark diam dulu aja, kecuali kalau Vincent udah keterlaluan, baru dia bertindak 😌😌
total 1 replies
Erna Masliana
wuah banyak y
Agnes Fetrika: Suaminya Kamala juga banyak soalnya 😌😌 jadi hasilnya ya banyak anaknya 😂😂
total 1 replies
Erna Masliana
jangan cuman ngancam... langsung ajalah.. musnahkan hama walau satu
Agnes Fetrika: Jangan dulu, antagonis perempuannya cuma itu 🥲🥲 Ariana langsung di dor, habis nanti antagonis ceweknya 🥲🥲
total 1 replies
Erna Masliana
ya sudah Jeremy kau yang memegang ujung stetoskop.. Rachel yang mendengar dan mengarahkan/Facepalm/
Agnes Fetrika: Oh iya ya, enggak kepikiran sejak awal aku 😂🤣
total 1 replies
Erna Masliana
🤣🤣🤣🤣🤣 betul idiot
Erna Masliana
gak kasian tuh...malah sokooooooorrrr
Agnes Fetrika: Udah terlanjur kesel ya, sama si Vincent itu 😂🤣
total 1 replies
Erna Masliana
kamu ayah yang lumayan hebat lebih memilih memberikan pelajaran kehidupan karena kamu tau anakmu bebal gak bisa dinasehati dari pada memanjakan dg harta dan kekuasaan
Agnes Fetrika: Nah, bener, daripada di bilangin malah debat terus, mending di diemin ajalah 😂🤣
total 1 replies
Erna Masliana
oh Jeremy mengulang waktu dan Sherly ganti jiwa.. bagaimana dg Damiel??
Agnes Fetrika: Enggak, cuma Jeremy aja yang mengulang, kalau Damiel enggak 😄😄
total 1 replies
Erna Masliana
iya cerai aja dulu...soal Jeremy nanti nya jahat atau tidak itu kan nanti.. selamatkan diri dulu
Agnes Fetrika: Bener, itu yang terpenting 😌😌👍 menyelamatkan tubuh dan jiwanya dulu /Smile//Smile/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!