Desakan mama yang menginginkan agar Kevin segera menikah membuat ia dipertemukan dengan seorang wanita penuh akan misteri, atau lebih tepatnya masalah.
Hubungannya dengan sang kekasih memang tidak bisa dipertahankan lagi dengan pengkhianatan yang dilakukan Fira dibelakang Kevin. Sehingga itu pula yang membuat Kevin yakin membawa Nayla masuk ke dalam bagian hidupnya.
Bersama wanita yang dipilihnya itu, Kevin akan membuktikan pada sang mantan bahwa ia bisa hidup tanpa Fira, juga membalas pengkhianat Fira akan hubungan mereka yang lalu.
2021 direvisi ulang 2026
@nyanalyn_
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nyana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
. Bab 14 Penjara Hati Sang Ceo
Lama Nayla mengurung diri dikamar ini, karena mulai bosan iapun berinisiatif menelpon Kevin, siapa tahu saat menelepon Kevin rasa bosan yang menggerayangi akan hilang, tergantikan dengan rasa jengkelnya setiap dihadapkan dengan makhluk seperti Kevin.
Drett.. drett... suara dering telepon di sebrang sana yang tak lain adalah kamar Kevin.
Kevin terkesiap saat mendengar dering ponselnya berbunyi, iapun segera mengambil benda pipih itu di atas nakas dan melihat ID si penelpon yang ia beri nama "wanitaku." Ia tertawa setelah melihat keterangan nama yang tercetak jelas di layar ponselnya, entah apa yang membuat ia memberikan nickname itu untuk ID nomor handphone Nayla.
“Ada apa?..” Tanya Kevin.
“Kevin a-a-ku bosan.” Ucap Nayla canggung.
“Lalu?..” Selidik Kevin.
“Bisa ajak aku jalan-jalan?” Minta Nayla ramah.
“Bisa tapi ada syaratnya?, gimana?” Titah Kevin.
“Apa?..” Tanya Nayla
“Bersiaplah, aku menunggu mu di bawah.” Ucap Kevin lalu menyudahi pembicaraan dengan Nayla, dan ia segera bersiap-siap mencuci wajah, berganti pakaian kemudian menunggu Nayla dibawah.
Setelah sambungan telepon terputus Nayla langsung bersiap mengganti pakaian kemudian mengoles make up natural diwajahnya agar tidak terlihat pucat. Selesai dengan kesibukannya, iapun lantas segera turun dan menghampiri Kevin yang sudah menunggunya di lantai bawah.
“Kevin..” Sapa Nayla setelah turun dan berpapasan dengan Kevin.
“Hmmm..” Dehem Kevin membalas sapa'an Nayla.
“Beneran jalan-jalan kan?” Tanya Nayla memastikan.
“Iya, mau berangkat sekarang? terus ini mau kemana?” Tanya Kevin bertubi-tubi.
“Terserah..” Balas Nayla.
“Oke..” Sahut Kevin langsung berlalu keluar dari dalam rumah dan masuk ke dalam mobil di ikuti dengan Nayla yang mengekor di belakangnya.
Mereka berdua masuk dan langsung duduk di kursi depan mobil. Setelah itu Kevin langsung melanjutkan mobilnya dengan kecepatan sedang, untuk membawa Nayla jalan-jalan mengelilingi kota Bogor.
Nayla duduk anteng dan antusias menikmati perjalanan kemanapun Kevin membawanya, toh yang dipikirkan Nayla asalkan ia tak merasa bosan lagi, maka ia pasrah kemanapun Kevin membawanya.
Setelah puas di ajak mengelilingi kota Bogor, lantas Nayla mengajak Kevin untuk berhenti sejenak melepas lelah dan lapar di kedai makanan kaki lima. Nayla sangat antusias dan ngiler melihat jajanan yang berjejer rapi di pinggiran jalan. Karena lapar dan ngiler menjadi satu tanpa malu-malu iapun meminta persetujuan Kevin untuk makan ditempat itu.
“Kevin berhenti sebentar, aku mau makan itu?” Ucap Nayla sambil menunjuk makanan yang dijual pedagang kaki lima.
“Nggak boleh!!...” Larang Kevin dingin.
“Vin aku mau, malahan ngiler banget.” Lirih Nayla memelas agar di izinkan.
“Nggak boleh Nayla, itu makanya kurang sehat dan higienis.” Ucap Kevin melarang.
“Vin please bolehin yah, aku mau banget.” Ucap Nayla memohon sambil memperlihatkan Popy eyes nya agar Kevin luluh.
“Oke tapi dikit aja yah, nggak boleh banyak-banyak entar sakit, terus juga makanannya dibungkus aja entar kemalaman.” Ucap Kevin terpaksa mengijinkan Nayla membeli makanan pedagang kaki lima.
Nayla yang mendapatkan izin dari Kevin langsung membuka pintu mobil kemudian keluar untuk membeli makanan itu. Nayla membeli beberapa makanan yang menggugah seleranya seperti batagor, cireng, cimol, pentol, dan lumpia. Setelah semuanya terbeli lantas Nayla langsung kembali dan masuk ke dalam mobil dengan menjinjing beberapa kantong plastik makanan.
“Udah?..” Tanya Kevin setelah Nayla masuk dan duduk kembali di kursi mobil.
“Iya udah Vin,, makasih.” Sahut Nayla berterimakasih.
Kevin tak lagi menggubris ucapan Nayla malahan ia langsung melajukan mobil menuju kediaman keluarga nya, karena mengingat hari semakin gelap jadi ia tidak mau melewatkan makan malam bersama keluarganya, sekaligus ia juga mau mengenalkan Nayla kepada sang ayah yang hanya bisa ditemuinya saat malam hari sepulang sang ayah bekerja.
Sesampainya di rumah lantas mereka berdua turun dari mobil dengan menjinjing kantong keresek makanan yang tadi dibeli Nayla. Mereka berdua masuk saling beriringan dengan tangan penuh dengan belanjaan jajanan khas kota Bogor.
Bu Linda yang melihat anak dan calon menantunya datang sehabis jajan sambil membawa kantong keresek langsung menghampiri kemudian bertanya tentang apa yang mereka bawa.
“Eh udah pulang rupanya.” Sapa Linda menghampiri Kevin dan Nayla yang berdiri di ruang tamu.
“Iya tante.” Sahut Nayla ramah.
“Itu apa?..” Tanya Linda basa-basi sambil menunjuk kantor keresek yang dibawa Nayla dan Kevin.
“Makanan mah, tadi Nayla minta di ajakin jalan-jalan terus mampir sebentar beli ini semua.” Ujar Kevin menjelaskan.
“Owh sini biar mamah sajikan di tempat makan.” Sahut Linda yang langsung mengambil alih kantong keresek berisi makanan dari tangan Nayla dan Kevin kemudian menyajikan ditempat makan untuk makan malam.
Bersambung....
kyak novel sblumx tapi sayang pake koin.🤦🏻akux masih penasaran sih...ama ceritax