NovelToon NovelToon
I LOVE YOU, KANARA

I LOVE YOU, KANARA

Status: tamat
Genre:Kontras Takdir / Diam-Diam Cinta / Cinta Terlarang / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Murni / Menyembunyikan Identitas / Tamat
Popularitas:4.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Mae_jer

Kanara Rusadi, wanita beranak satu yang menikah dengan laki-laki keji karena dijual oleh ibu tirinya. Kanara kabur dari rumah akibat mendapatkan kekerasan dari suaminya. Ia bersama putranya harus hidup serba berkekurangan.

Demi sang putra dan berbekal ijasah SMA, Kanara bertekad masuk di sebuah perusahaan besar milik laki-laki yang pernah dia tabrak mobil super duper mahalnya.

Pertemuan awal mereka meninggalkan kekesalan Brandon. Namun seiring berjalannya waktu, Brandon mengetahui bahwa Kanara sedang bersembunyi dari suaminya dan saat ini berada di dalam bahaya yang mengancam nyawanya.

Brandon yang diam-diam mulai ada rasa pada Kanara, berusaha menyelamatkan wanita itu dari ancaman sang suami yang berkuasa di dunia gelap. Tanpa ia sadari Kanara adalah wanita yang pernah pernah terjerat dengannya sepuluh tahun lalu dan bocah bernama Bian itu adalah putra kandungnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Apa pekerjaan suaminya?

Brandon bergumam dalam hati ketika masuk ke dalam kontrakan Kanara. Rasa-rasanya ia ingin membelikan rumah baru yang jauh lebih layak di huni oleh ibu dan anak yang masih dia gendong itu. Tapi itu tidak mungkinkan? Dia bukan siapa-siapa, untuk apa peduli pada kehidupan orang lain yang baru dia kenal. Yang dirinya akan dianggap aneh.

"Pak ... Eh bos, anak saya baringkan di sofa ini saja. Biar saya yang memindahkannya ke kamar." ucap Kanara. Ia masih merasa tidak enak pada Brandon.

"Langsung di kamar saja. Tidak baik anak kecil kau tidurkan di sofa." ucap Brandon. Karena pria itu berkata begitu, Kanara pun tidak tahu mau bilang apa lagi. Ia lalu berjalan menuju kamarnya dan Bian.

Kamar di kontrakan ini hanya ada  satu. Dan ukurannya kecil. Bahkan terbilang sangat kecil. Brandon sampai sakit mata melihat kamar sekecil ini, kalau dia yang tidur di sini, dia yakin dirinya tidak akan bernafas dengan nyaman. Kamar mandi Bian lebih besar dari kamar tidur ini.

Brandon membaringkan Bian dengan hati-hati ke atas kasur. Bocah itu pulas sekali sehingga tidak terganggu dengan bunyi-bunyi ataupun suara orang berbincang-bincang.

"Kalau aku tidak salah lihat, kamar di rumah ini hanya satu kan?" bukannya keluar dari kamar, Brandon justru bertanya.

Pria itu bingung kenapa dia jadi kepo sekali pada wanita di depannya ini.

Saat wanita itu menganggukkan kepala, Brandon bertanya lagi.

"Lalu, di mana kau dan suamimu tidur?" Mungkin pertanyaan itu terkesan agak lancang. Tapi kalimat itu keluar begitu saja dari mulutnya tanpa bisa ia cegah.

Ia melihat Kanara terdiam beberapa saat, sebelum akhirnya menjawab.

"Aku tidur dengan putraku di sini."

"Kalau begitu suamimu tidur di mana?" Tuhkan. Lagi-lagi Brandon tidak tahan untuk menanyakan sesuatu yang sebenarnya tidak penting untuk dia tanyakan.

Namun Brandon selalu merasa Kanara adalah wanita yang misterius. Seperti ada sesuatu yang dia sembunyikan.

"Mm, suamiku ... Aku ... kami tidak tinggal bersama sekarang."

Ah, jadi begitu? Apa mereka bercerai? Atau bertengkar sehingga wanita ini kabur membawa anaknya? Oh, pantas saja waktu itu mereka masuk diam-diam ke dalam bagasi mobilnya. Pasti mereka kabur dari rumah malam itu.

Brandon tidak bicara lagi. Ia melirik Bian, cukup lama ia menatap bocah yang beberapa tahun lebih tua dari Zane, keponakan tersayangnya. Sudut bibirnya terangkat melihat cara bocah tersebut tidur, lucu saja dimatanya. Dulu Brandon tidak begitu suka anak-anak, tapi setelah Yara melahirkan Zane, dia jadi senang sekali melihat anak-anak. Termasuk bocah yang ketiduran itu, entah kenapa Brandon merasa tertarik sekali melihat bocah itu.

"Ehem, bos itu, mm ... Eh ..." Kanara berdeham dan memanggil Brandon dengan sebutan bos dan berbicara tidak jelas. Maksudnya ia ingin pria itu pulang saja karena keadaan yang ia rasakan sekarang sangat canggung. Pria itu juga adalah seorang laki-laki yang bukan suaminya, bukan saudara dan tidak ada hubungan apa-apa dengan selain atasan di tempatnya bekerja. Tidak baik dia ada di rumah seorang wanita beranak satu seperti Kanara.

Brandon menatap wanita itu tanpa bicara sepatah katapun, hanya menatap menunggu Kanara yang bicara.

Aduh, bagaimana ini? Laki-laki ini sepertinya kurang peka. Mana mungkin aku mengusirnya dari rumah ini secara terang-terangan. Bisa-bisa dikantor aku tinggal nama.

Batin Kanara.

"Kau ingin aku pergi sekarang?"

Kanara tersenyum tidak enak sambil menggaruk-garuk pangkal lehernya yang tidak gatal. Brandon seperti bisa membaca pikirannya. Kanara yang malu.

"Bu - bukan seperti itu."

Brandon mendengkus.

"Karena kau sudah mengusirku, lebih baik aku pergi saja. Jangan lupa kunci pintu rumahmu. Lingkungan di sekitar sini memang terkenal aman, tapi kau harus tetap berjaga-jaga." setelah mengatakan itu, Brandon keluar.

Kanara mengikutinya sampai di depan pintu keluar. Ia sudah merasa tidak enak sekali pada sang bos. Ia terus menggigit bibirnya sambil terus berjalan dengan kepala menunduk. Kanara tidak sadar kalau dirinya sudah berada di depan pintu keluar. Nanti saat kepalanya tidak sengaja menubruk pintu barulah dia kaget.

Brukk!!

Bunyinya kuat. Brandon Brandon yang telah melewati garis pintu sampai berbalik. Lelaki itu langsung mendekati Kanara lagi saat melihat dahi wanita itu berdarah. Tidak banyak, tapi harus di obati.

"Bagaimana caramu berjalan tadi sampai-sampai menabrak pintu? Lihat, kau terluka sekarang. Apa kau memang selalu ceroboh?" Brandon gemas sekali pada wanita ini.

"Ayo duduk dulu di sana." katanya kemudian. Brandon lalu menarik pelan tangan wanita itu membawanya duduk di sofa kemudian memeriksa dahinya yang terluka.

"Kau ada kotak obat?" tanya Brandon.

Kanara mengangguk.

"Tunggu sebentar aku akan mengambilnya." wanita itu siap-siap berdiri tapi Brandon menahan tangannya.

"Katakan dimana kau menaruhnya, biar aku yang ambil." kata pria itu.

Waktu Kanara melihat tatapannya, wanita itu langsung merasa kalau laki-laki di depannya ini tidak bisa dibantah. Ia pun akhirnya mengatakan di mana ia meletakkan kotak obat.

"Di laci meja itu." Kanara menunjuk meja yang ada sebelah kiri paling sudut ruang tamu tersebut. Kanara baru membeli kotak obat tersebut dua hari lalu. Ia selalu berjaga--jaga jangan sampai putranya terluka.

Brandon berdiri mendekati meja itu, kemudian kembali lagi dengan membawa kotak obat di tangannya. Pria itu mulai membersihkan luka kecil di dahi bagian kiri wanita itu dengan telaten.

Kanara menahan nafas. Jantungnya berdebar-debar, mungkin karena Brandon adalah sosok laki-laki yang sangat tampan serta seorang bos yang rada-rada menakutkan jadi dia merasa gugup sekali berada di dekat lelaki itu.

"Kau gugup," kata-kata tersebut keluar dari mulut Brandon. Tangannya sibuk mengobati wanita itu. Kanara tidak bicara, ia hanya menatap pria itu, ekspresi wajahnya memang terlihat gugup.

Siapa juga yang tidak gugup pada bos mereka?

Brandon pun tidak bicara lagi. Suasana ruangan menjadi hening dan canggung.

"Ingat untuk membersihkan dan mengganti plester besok pagi." kata pria itu. Lagaknya sudah seperti dokter saja, apa mungkin karena perusahaannya berhubungan dengan obat-obatan?

"Kalau jalan hati-hati. Jangan selalu menunduk dan melamun. Kau itu sudah punya anak, kalau terjadi sesuatu padamu, siapa yang akan mengurus anakmu?"

Pria itu kedengaran seperti sedang mengomelinya. Aneh sekali. Kanara jadi merasa seperti anak kecil yang sedang di omeli habis-habisan. Padahal dirinya adalah wanita dewasa berumur 28 tahun. Biasanya Kanara jarang sekali ceroboh, dia juga heran kenapa kalau ada di dekat laki-laki ini dirinya selalu saja menjadi ceroboh.

Selesai mengobati luka Kanara, Brandon mengembalikan kotak obat tersebut di tempat dia mengambilnya tadi.

"Aku pulang dulu. Jangan lupa pekerjaanmu besok, buatkan aku kopi." katanya sudah berdiri di depan Kanara.

Kanara menganggukkan kepalanya. Pertama kalinya bekerja, dirinya di pertemukan dengan seorang bos yang kepribadiannya sulit diprediksi. Kanara saja masih tidak menyangka tamu pertama yang menginjakkan kaki di rumahnya adalah pria itu.

1
Yuningsih Nining
akhirnya brandin resmi jd sumi jg papa seUtuh nya buat Nara sm bian
Yuningsih Nining
Thor harus nya si damian ngebiarin si limey ngeLiat dulu Nara Brandon nikah bahagia sebari si limey menderita ancooor tak tersisa semasa hidup nya
Yuningsih Nining
pengHianat sebenar nya elu iLimeyyy , gak lama lagi yang ada kamu yang tersingkir dari kantor cari nafkah mu juga sekitaran Brandon bkn nara
Yuningsih Nining
semoga Adrian buka mulut juga utk keterlibatan si limey,
Brandon jg team gercep tuh seprti gercep dapatin lg brankas
Yuningsih Nining
hmmm Limey si calon pelakorbulat bulu teenyata
Yuningsih Nining
udah bener tindakan mu damiaaan km lepasin Nara dari hidupmu seprti katamu * klu tetp bersama pun hanya akan saling tersakiti meyakiti
Yuningsih Nining
Damian melepas itu yakin berat , di sini km dikit lempeng mungkin utk bian putra nya Kanara yng masih butuh kasih syng perhatian ibunya jg bp kandung dgn cr kumpul
Yuningsih Nining
Jangan Usik Damian lg Betsy, suruhan mu aja viona di dor Damian dpn matamu km niat lg usik Nara sm bian, Damian bakal tnp ampun lg tnp liat ka² mu
Yuningsih Nining
🤣🤣Nanggung beneran ya Brandon tapi ada bagus nya juga itu peringatan klu kalian belum boleh lakuin itu, sblm nikah kan
Yuningsih Nining
biar kamunya Nara tenang buruan masalah Nara sm si Damian beresin
Yuningsih Nining
Brandon nyadar kamu, gimana pun Nara masih tetp istri si Damian dajal
Yuningsih Nining
next thor👍💪
Yuningsih Nining
terbuka lah Kanara sm Brandon yang jelas laki² 10 thn lalu ayah dari bian anak mu, gak di tutup² pi sekecil apapun Yakin brandon pasti Siaga Jaga kalian dgn Tulus jg tanggung jwb
Etha Margaretha
kwkwkwkwkwk2k2k si suara fales talia
Yuningsih Nining
Kanara teekejut tapi juga bahagia ada yang melindungi
Betsy sm anak buah semoga ketangkap sm anak buah brandon
Yuningsih Nining
akhir nya terUngkap juga klu bian bener² anak kandung Brandon, semakin posesif lah si Brandon, apalagi liat sendiri kejadian yang menimpa 2 orngbtersayang nya
Etha Margaretha
KANARA ITU PLOTNYA SUDAH DENGAM BRANDON !! DAMIAN NANTI JODOHNYA SAMA CEWE OON BERNAMA THALIA
Yuningsih Nining
si batu es Brandon akhirnya mulai mencair saat sm Nara jg bian
Yuningsih Nining
Brandon , Kanara lah cewk yang km paksa dulu saat krn dipengaruh obat jahat , bener bian bukti dari paksaan km utk Kanara alias bener bian anakmu brandon
Yuningsih Nining
iya tes DNA mumpung di rmh sakit Brandon biar penasaran nya terJawab saat nnti Hasil tes DNA nya keluar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!