NovelToon NovelToon
JALAN MENUJU KEABADIAN

JALAN MENUJU KEABADIAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Spiritual / Fantasi / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Romansa / Mengubah Takdir
Popularitas:33.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Shen Yu hanyalah seorang anak petani fana dari Desa Qinghe. Hidupnya sederhana membantu di ladang, membaca buku-buku tua, dan memendam mimpi yang dianggap mustahil: menjadi kultivator, manusia yang menentang langit dan mencapai keabadian.
Ketika ia bertanya polos tentang kultivator, ayahnya hanya menegur jalan itu bukan untuk orang seperti mereka.
Namun takdir tidak pernah meminta izin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CH.28

Shen Yu melangkah keluar dari lorong gelap menuju arena Kandang Besi.

Cahaya obor yang menyilaukan langsung menyergap matanya, diikuti oleh raungan ratusan penonton yang memekakkan telinga. Arena itu berbentuk lingkaran berpagar besi setinggi tiga meter, lantainya berupa pasir yang sudah berubah warna menjadi cokelat kehitaman karena sisa darah yang mengering selama bertahun-tahun.

"Dan inilah penantang kita! Budak baru dari Tabib Gui! Si Bahu Berdarah!" teriak pembawa acara, seorang pria kerdil dengan suara cempreng yang berdiri di balkon aman di atas arena.

"BOOOO!" Penonton melempar kulit kacang dan sampah ke arah Shen Yu.

"Lihat dia! Dia bahkan sudah setengah mati sebelum bertarung!" "Aku bertaruh dia mati dalam sepuluh detik!"

Shen Yu berdiri diam di tengah arena, mengabaikan cemoohan itu. Matanya tertuju pada pintu besi di seberangnya.

Klang!

Pintu itu terbuka. Lawannya melangkah keluar.

Seorang pria kekar dengan rambut liar dan gigi yang dikikir runcing. Dia mengenakan cakar besi di kedua tangannya. Aura membunuh yang liar menguar dari tubuhnya.

Fang Lie (Serigala Liar). Kultivator Liar, Pemurnian Qi Tahap 3 Puncak.

"Daging segar," Fang Lie menjilat bibirnya, menatap Shen Yu dengan mata kuningnya. "Sayang sekali kau kurus. Tidak banyak daging untuk digigit."

Pembawa acara tertawa gila. "Penonton sekalian! Karena pertandingan ini terlihat terlalu mudah bagi Juara kita Fang Lie, bandar memutuskan untuk menaikkan taruhan!"

Ia menarik sebuah tuas besar di balkon.

"Malam ini... kita main BUTA!"

Fuh! Fuh! Fuh!

Satu per satu, obor-obor di dinding arena dimatikan oleh mekanisme angin.

Dalam hitungan detik, Kandang Besi tenggelam dalam kegelapan total. Hitam pekat. Tidak ada cahaya bulan, tidak ada pantulan. Hanya suara napas penonton yang menahan diri, menunggu suara jeritan pertama.

"Hahaha!" Tawa Fang Lie terdengar menggema di kegelapan. "Kau pikir gelap bisa menyelamatkanmu, Bocah? Aku menghabiskan lima tahun berburu di gua malam! Hidung dan Indra Roh ku tidak bisa ditipu!"

Shen Yu berdiri mematung di kegelapan.

Bagi orang biasa, ini adalah situasi putus asa. Tapi bagi Shen Yu, ini adalah panggung yang sempurna.

Ia menutup matanya. Tidak ada gunanya membukanya di sini.

Ingat pelajaran di perpustakaan, suara Su Ling bergema di ingatannya. "Duniaku gelap, Shen Yu. Tapi dalam gelap, suara menjadi bentuk."

Shen Yu menarik napas panjang, lalu menahannya.

Teknik Pernapasan Penyu (Turtle Breathing)

Detak jantungnya melambat hingga hampir berhenti. Pori-porinya menutup. Sirkulasi Qi di tubuhnya ditekan hingga titik nol. Di mata kultivator lain, Shen Yu baru saja "menghilang" dari keberadaan. Dia menjadi sedingin batu, sehening bayangan.

Di seberang arena, Fang Lie mengendus udara, bingung.

"Hah?"

Bau darah Shen Yu yang tadi menyengat tiba-tiba samar, tertutup oleh bau darah lama di pasir arena. Dan yang lebih membingungkan, Indra Roh Fang Lie tidak bisa menemukan aura Shen Yu.

"Ke mana kau lari, Tikus?!" teriak Fang Lie, mencakar udara kosong. "Kau tidak bisa sembunyi selamanya!"

Shen Yu tidak menjawab.

Ia mendengar.

Tap... Sreeet... (Suara kaki Fang Lie menggeser pasir). Dug-dug... Dug-dug... (Detak jantung Fang Lie yang cepat karena adrenalin). Hhh... Hhh... (Napas kasar dari arah jam 12, jarak 5 meter).

Peta suara terbentuk di benak Shen Yu. Ia bisa "melihat" posisi Fang Lie sejelas siang hari.

Shen Yu bergerak. Langkah kakinya seringan kapas. Sarung Tangan Sutra Bayangan-nya meredam gesekan udara saat ia bergerak.

Fang Lie berputar panik, mencakar ke segala arah. "Keluar kau!"

Shen Yu sudah ada di belakangnya.

Bugh!

Satu pukulan telak mendarat di ginjal kanan Fang Lie.

"ARGH!" Fang Lie menjerit, berbalik dan mengayunkan cakar besinya membabi buta ke belakang.

Sret!

Cakar itu mengenai lengan kiri Shen Yu—lengan yang bahunya sudah dijahit. Daging robek lagi. Darah hangat mengalir.

Secara normal, siapa pun yang terkena serangan itu akan berteriak kaget atau mendesis kesakitan, memberi tahu musuh posisinya.

Tapi Shen Yu bisu.

Tidak ada suara "Akh!". Tidak ada sentakan napas.

Keheningan itu justru yang paling mengerikan bagi Fang Lie.

"Aku... aku mengenaimu, kan?!" teriak Fang Lie panik. "Kenapa... kenapa tidak ada suara?!"

Apakah dia memukul hantu? Apakah dia berhalusinasi? Ketakutan mulai merayap di hati Fang Lie. Musuhnya tidak terasa, tidak terlihat, dan tidak bersuara bahkan saat terluka.

"Di sini," bisik Shen Yu, tepat di telinga kiri Fang Lie.

Fang Lie tersentak, merinding hebat. Ia memutar tubuhnya untuk menyerang.

Terlambat.

Tangan kanan Shen Yu sudah mencengkeram wajah Fang Lie.

Tinju Penghancur Batu: Gema Sunyi.

Shen Yu tidak memukul. Ia menempelkan telapak tangannya di wajah lawan, lalu melepaskan getaran Qi spiral langsung ke dalam tengkorak.

Krak... Splat.

Suara itu terdengar basah dan menjijikkan di keheningan arena.

Tubuh Fang Lie kejang sesaat, lalu jatuh berdebum ke pasir. Otaknya hancur dari dalam tanpa merusak tengkorak luarnya.

Shen Yu berdiri di atas mayat lawannya. Napasnya tetap tenang dan lambat.

Beberapa detik berlalu tanpa suara. Penonton bingung. Siapa yang jatuh?

"Nyalakan api!" teriak bandar judi.

Obor-obor dinyalakan kembali. Cahaya membanjiri arena.

Ribuan penonton menahan napas.

Di tengah arena, Fang Lie tergeletak mati dengan mata melotot dan darah mengalir dari hidung dan telinga.

Dan di sampingnya, berdiri Shen Yu. Wajahnya datar, lengannya berlumuran darah segar dari luka baru, tapi ia berdiri tegak seolah tidak terjadi apa-apa.

"Dia... Dia membunuh Serigala Liar tanpa suara..."

"Bahkan saat terluka dia tidak bersuara..."

"Hantu! Dia Hantu Tanpa Napas!"

Sorakan ngeri bercampur kagum mulai terdengar. Julukan baru lahir malam itu. Hantu Tanpa Napas (Breathless Ghost).

Di balkon VIP yang tersembunyi di balik tirai, Tabib Gui tersenyum lebar hingga gusi hitamnya terlihat. Ia mengelus jenggot kambingnya.

"Sempurna. Boneka mainanku ternyata berlian kasar. Dua pertarungan lagi, dan aku akan kaya raya."

Shen Yu mendongak, menatap balkon Tabib Gui. Tatapannya menyampaikan pesan dingin: Satu selesai. Siapkan obat Su Ling.

1
༄⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Lanjut Up Thor
Salsa Cuy
👍🏻🙏🏻
MyOne
Ⓜ️🔜🆙🔜Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️👍🏻👍🏻👍🏻Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️5️⃣5️⃣5️⃣Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🆗🆗🆗Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🙎🏻🙎🏻🙎🏻Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️👀👀👀Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️😈👿😈Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🤜🏻💥🤛🏻Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️😡🤬😡Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️👻👻👻Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️👿😈👿Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️😯😯😯Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🔜🔜🔜Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🙎‍♂️🙎‍♂️🙎‍♂️Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️😁😁😁Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️👣👣👣Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🙄🙄🙄Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🥹🥹🥹Ⓜ️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!