"JANGAN GERAK!"
"Siapa!?"
"SHH!! Diam atau kita mati konyol!"
Pertemuan tidak sengaja Noah Christian dengan Billie Ashton di saat hidup kedua nya berada di ujung tanduk ternyata membuat Noah penasaran dan mencari identitas gadis yang membekap mulut nya di malam gelap itu.
Wajah nya tidak begitu terlihat, hanya suara parau dan tangan gemetar serta bau wangi yang membuat Noah tidak bisa melupakan nya. Dia terus mencari, keberadaan gadis yang sembrono dan misterius itu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna Jumillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPS. 14. Situasi macam apa ini.
Noah menggendong Billie yang masih setengah sadar, dia sangat panik sepanjang jalan padahal Billie masih bisa dia ajak bicara. Billie bahkan sempat - sempat nya melambaikan tangan pada Noah sebelum Billie langsung di tangani, Noah gemetar melihat darah gadis yang di sukainya itu memenuhi tangan nya.
"Shit! Siapa yang bikin dia gitu." Gumam Noah. Noah langsung menghubungi anggota nya untuk menyelidiki apa yang terjadi di tempat saat dia menemukan Billie.
"Halo, tolong selidiki apa yang terjadi di tanah kosong di jalan xx, beri aku hasil secepatnya. Oh ya, dan hapus cctv di sana." Ucap Noah.
Sementara itu di tempat lain..
Zico kembali ke tempat kejadian tadi tapip kali ini bersama orang - orang nya, tapi dia tidak menemukan Billie di sana. Darah nya mendidih melihat jejak pertarungan di sana, ada dua lagi jasad orang yang tertembak yang artinya Billie telah melawan semua orang itu.
"Cari! Cari BIllie sampai ketemu!!" Teriak Zico.
'Billie, kamu nggak boleh mati..' Batin Zico.
Zico menatap ke segala arah dan dia masih ingat dengan jelas bagai mana Billie mengorbankan dirinya dengan membuat tanah di sana mengebul sehingga mengaburkan pandangan lawan, Zico masih enak bagaimana brutal nya Billie menghajar lawan untuk melindunginya, dia seorang perempuan.. mampu melawan mereka semua.
"Nggak ada Billie di sekitar pak, nggak ada jejak lagi." Ucap pengawal Billie.
"Cek cctv setempat." Ucap Zico dan pengawal nya mengangguk dan segera menghubungi tim mereka.
Zico mengepalkan tangan nya, dia marah karena ada yang terang - terangan mengincar nyawa nya. Untung nya Billie ikut dengan nya, kalau tidak.. entahlah. Zico sangat tersentuh dengan pengorbanan Billie yang mengorbankan diri sendirian.
"Pak, maaf.. cctv nya sudah di hapus seseorang." Ucap pengawal Zico.
"BRENGSEK!! Sebenar nya siapa yang ngincer aku! Ayo pergi, kasih tau tim buat pulihkan cctv nya, atau jari mereka semua aku potong!" Ucap Zico dengan marah.
"B- baik, pak!" Ucap bawahan nya, lalu Zico pun pergi dari sana.
_______________________________
Billie membuka matanya dengan tiba - tiba, dia langsung duduk sambil melihat kesekeliling nya sambil terkejut dan baru merasakan sakit di lengan nya, Billie melihat lengan nya yang rupanya sudah di tangani, dan dia ingat.. Noah menolong nya.
"Untung ketemu Noah..'' Gumam Billie.
Pintu di buka dan Billie melihat Noah masuk dengan wajah dingin nya, tapi wajah dingin itu seketika hilang dan berubah menjadi lembut ketika Noah melihat Billie sudah duduk.
"Hey, kamu kapan sadar?" Tanya Noah, dia mengeluarkan hp nya dan menelepon seseorang.
"Ke sini!" Ucapnya lalu mematikan panggilan itu, dan menghampiri Billie.
"Barusan, hehe. Noah makasih udah nolong gue." Ucap Billie, Noah tersenyum.
"Jangan sungkan, kan kita tetangga." Ucap Noah ramah, dia lega melihat Billie sadar dan masih bertenaga.
Tak lama Guntur, teman Noah masuk kedalam dengan pakaian dokter nya dan menghampiri Billie sambil terkejut. Terkejut karena melihat wajah Sun Go Kong yang biasanya sedingin bongkahan es itu sangat ramah, Guntur lalu menoleh pada pasien yang sudah duduk menatap nya.
'Eh, Dia.. Wahh.. cepet banget progres nya ni orang.. Pantesan muka nya berubah sok polos, tau - tau udah jadi pahlawan aja.' Batin Guntur.
"Siang Billie, saya datang untuk periksa luka kamu." Ucap Guntur, Billie mengangguk.
Hanya saja Billie bingung, Guntur bukan dokter yang bertugas di daerah itu. Billie tahu Guntur, Guntur adalah salah satu dokter terbaik yang kesibukan nya begitu padat dan hanya ada di satu rumah sakit di pusat kota, kenapa bisa ada Guntur di rumah sakit itu pikir nya.
Sementara Guntur yang memeriksa kondisi Billie, dia terkejut dengan kondisi Billie. Jika orang biasa yang tertembak maka bisa jadi orang itu tidak akan bangun dengan keadaan segar.. Tapi Billie, dia bangun seolah tidak terjadi apapun.
'Dia manusia apa bukan si?' Batin Guntur.
"Gimana, dok?" Tanya Noah, Guntur nyaris tersedak di panggil dok oleh Noah.
'Hih, merinding gue.' Batin Guntur.
"Ehem! Dia- dia punya daya tahan yang bagus, luka nya jangan sampai terkena air dulu kalo bisa jangan banyak gerak dulu. Selain itu sisa nya dia baik - baik saja." Ucap Guntur.
'Lah, luka gini doang. Gue bahkan pernah ke panah sampe nembus punggung dan sekarang masih hidup.' Batin Billie.
"Terimakasih, dok." Ucap Noah.
"Makasih dok, aku sudah boleh pulang?" Tanya Billie, baik Dokter dan Noah terkejut.
"Kamu mau pulang? Kamu masih butuh perawatan." Ucap Noah.
"Betul, apa yang di bilang pacarmu betul. Kamu belum boleh pulang, harus menjalani perawatan beberapa hari kedepan." Ucap Guntur, Noah yang mendengar itu nyaris tidak bisa menyembunyikan senyum nya.
'Seneng dia, dasar bujang lapuk. Anggap saja lagi gelitikin pohon uang, hehehe' Batin Guntur.
"Beberapa hari?! Dokter ini cuma luka kecil doang, aku banyak urusan yang belum kelar." Ucap Billie.
"Eh bentar, dia juga bukan pacarku." Ucap Billie lagi, seketika Noah melirik Guntur dengan kilatan di matanya.
'Aduh, Billie.. pohon uangku ngambek.' Batin Guntur.
"Itu- minta pacarmu saja kerjakan, lagi pula.. Kalo dia bukan pacarmu masa dia sangat khawatir sama kondisimu. Waktu kamu operasi, dia sampai mondar - mandir di depan pintu ruangan." Ucap Guntur, Noah malah makin komat - kamit.
Billie tertegun mendengar itu, dia lalu menoleh menatap Noah yang sejak tadi berdiri di samping nya. Saat Billie menoleh pada Noah, Noah tersenyum sangat tulus.
'Dia khawatirin gue?? Apa karena kita tetangga?' Batin Billie.
"Itu, tapi kami bukan pacaran dokter." Ucap Billie, masih terus mengelak.
"Ooo, saya tau. Dia bukan pacarmu, dia suamimu??" Ucap Guntur, Noah sampai tersedak.
"Uhuk! Uhuk!" Noah menatap Guntur penuh kesal.
'Lah, ini dokter makin di jelasin malah makin kesasar.' Batin Billie menepuk jidat nya.
"Hehehe, pokoknya dok saya mau keluar hari ini juga." Ucap Billie.
"Kalo gitu tanya suamimu." Ucap Guntur.
"Dokter, saya bukan suaminya tapi teman nya." Ucap Noah, dia tidak mau Billie jadi risih dengan nya.
"Nahh.. Itu." Ucap Billie membenarkan.
'Teman.. Kita mulai dari teman dulu, aku akan kejar kamu Billie.' Batin Noah.
"Oh teman, oke lah.. Tapi tetap kamu belum boleh pulang dulu malam ini." Ucap Guntur, Billie menghela nafas lemas.
"Makasih dokter." Ucap Billie.
"Ya sudah, saya permisi dulu." Ucap Guntur lalu pergi.
Billie menunduk, pikiran nya saat ini memikirkan supir Zico dan anak nya. Zico sangat kejam, ucapan nya tidak pernah tidak terjadi. Apalagi supir Zico hari ini melakukan kesalahan meski terpaksa karena anak nya di sandera.
Noah melihat Billie tidak tenang, dia duduk lalu menatap Billie dengan khawatir.
"Kenapa? Ada yang di rasa?" Tanya Noah.
"Bukan, hari ini kalo gue nggak pulang.." Billie nyaris bicara tapi langsung menggigit bibir bawah nya, dia lupa pekerjaan nya itu bukan semua orang bisa mengerti.
"Haissh!!" Billie kesal.
"Kamu butuh bantuan? Bilang aja, kalo aku bisa bantu aku bantuin." Ucap Noah, Billie mantap Noah..
"Eem, boleh pinjem hp nggak?" Tanya Billie, Noah langsung menyodorkan hp nya.
"Pake aja.." Ucap Noah tanpa ragu.
Billie hendak menghubungi Zico dari hp Noah tapi Billie khawatir nanti Noah bisa terseret dengan masalah nya, tapi kemudian Billie mendapat ide.
"Nggak jadi, hehe." Ucap Billie, dia mengembalikan hp Noah.
"Tapi boleh nggak minta tolong pihak rumah sakit kabarin ke atasan gue, gue yakin sekarang dia lagi nyari gue." Ucap Billie, Noah sempat terdiam tapi akhir nya mengangguk.
"Sure." Ucap Noah.
"Makasih Noah, dan.. Sorry, setelah kasih kabar ke atasan gue, mending kamu jangan ke sini lagi." Ucap Billie.
'Kenapa dia sampai setakut ini? Apa sebener nya yang di lakuin Zico ke Billie.' Batin Noah.
"Kamu butuh dukungan?" Tanya Noah, Billie mengernyit.
"Kalo bosmu galak, aku bisa jaga kamu di sini." Ucap Noah, Billie tersenyum canggung sendiri.
"Bukan, nggak galak kok dia." Ucap Billie sambil senyum.
'Kalo dia liat Noah, bisa bisa hidup Noah nggak tenang.' Batin Billie.
"Oke.." Sahut Noah, Billie tersenyum.
"Makasih Noah, makasih banyak." Ucap Billie.
"Jangan sungkan, kalo gitu aku pergi dulu, aku minta pihak rumah sakit kabari atasanmu." Ucap Noah, Billie mengangguk.
'Tapi aku akan pantau kamu dari jauh, kalo sampe Zico nyakitin kamu.. Dia akan nyesel hidup.' Batin Noah.
...BERSAMBUNG!...
kaya 5 rebu beli kerupuk
ampunn kelakuan horang kayahh
😅