Viona tidak menyangka jika dirinya akan ber transmigrasi menjadi seorang ibu tiri jahat pada tahun sembilan puluhan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurul Senggrong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SISTEM PRESTASI
Vina masuk ke dalam kamarnya untuk beristirahat. Saat matanya hendak terlelap , terdengar suara magnetik di telinganya.
DING!
"Selamat.... anda telah berhasil membuka sistem prestasi. Silahkan memilih salah satu hadiah untuk diterima. "
Sebuah layar kecil muncul didepan Vina. Ada tiga gambar yang lihat di layar tersebut. Sebuah salep, krim pemutih dan juga sebotol pil.
Vina langsung tercengang melihatnya. Dari mana datangnya barang-barang ini. Vian sedikit merinding.
"Ada apa ini? apa maksudnya? " gumamnya dalam hati. Rasa penasaran menggelitik hatinya. Seolah mendengar apa yang ada dipikirannya, sistem itu menjelaskan padanya.
"Anda telah telah berhasil terhubung dengan koin prestasi. Sebagai perkenalan, sistem memberikan satu hadiah untuk Anda pilih. Untuk selanjutnya setiap perbuatan baik yang Anda lakukan akan mendapatkan koin prestasi. Koin prestasi itu bisa Anda tukar dengan berbagai barang yang tersedia di sistem sesuai dengan banyaknya poin yang ingin Anda tukarkan, " kata sistem memberikan penjelasan.
"Wow.... ternyata ada hal sebaik itu! " seru Vina antusias.
"Boleh Aku tahu benda apa saja yang ada digambar itu? " tanya Vina dengan semangat.
"Anda bisa bertanya lewat pikiran. Jadi tidak ada orang lain yang bisa mendengarnya. Sistem akan menjawabnya. Gambar nomer satu disebut salep ajaib. Bisa menyembuhkan berbagai luka yang ada di tubuh. Baik itu luka lama ataupun luka baru niscaya akan sembuh. Namun tergantung dari jenis lukanya. Luka ringan cukup satu kali oles, luka berat tiga kali oles. "
Vina tiba-tiba teringat pada Jaka. Apa mungkin lukanya bisa disembuhkan?
"Apa bisa digunakan untuk mengobati orang yang lumpuh? "
"Tentu saja bisa. Anda cukup mengolesinya selama tiga kali pemakaian. "
"Benarkah!!!
"Tentu saja. Anda bisa membuktikannya. "
"Baguslah kalau begitu Bagaimana dengan dua hadiah lainnya? "
"Yang satu bernama krim salju. Krim itu dioleskan di wajah akan membuat wajah lebih cantik. Segala penyakit kulit bisa disembuhkan. Dan botol kecil itu berisi pil penyembuh. Bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit."
"Apa Aku harus memilih satu diantara ketiganya? "
"Benar."
"Kenapa tidak ketiganya sekaligus? "
"Tidak bisa. Bahkan ketiganya tidak bisa di tukar dengan koin prestasi. "
"Kenapa begitu?"
"Karena itu peraturannya," jawab sistem dengan singkat. Vina tidak puas dengan jawaban itu.
"Jadi selain hari ini kapan lagi Aku bisa mendapatkan hadiah seperti ini lagi?"
"Saat sistem mendapatkan peningkatan atau dalam istilahnya naik ke level selanjutnya."
"Jadi Kamu bisa naik level?" wajah Vina dipenuhi keterkejutan.
Sistem menjelaskan banyak hal pada Vina. Akhirnya Vina memilih satu barang yang benar-benar ia butuhkan untuk saat ini. Apa lagi kalau bukan salep ajaib. Vina akan mengunakan salep itu untuk menyembuhkan Jaka, sehingga Ia bisa beraktifitas seperti sebelumnya.
Malam itu Vina tidur dengan sangat puas.Pagi harinya ia bangun seperti biasanya. Namun wajahnya nampak lebih cerah dari biasanya.
Pagi ini Vina masak nasi jagung dengan lauk sayur rebung. Rebungnya ia ambil dari kebun kopi.
"Hari ini Kakek mau rewang di rumah Pak Tono. Jadi Kamu tidak perlu ke ladang. Kalau boleh Kakek minta Kau jenguk Bian dan juga Adin. Apa kondisi mereka sudah lebih baik dari kemarin."
"Rencananya Aku memang mau ke sana. Tapi nanti agak siangan. Aku pengen ke pasar dulu."
"Kepasar lagi?!"
"Benar. Aku mau menjual ting-ting jahe yag sudah ku buat. Semoga saja ada yang membelinya.."
Kakek Darma hampir melupakan hasil kreasi Vina. Karena memiliki tujuan yang jelas, Kakek Darma tidak menghentikannya. Beliau hanya meminta Vina untuk berhati-hati.
Vina berangkat setelah Kakek Darma berangkat. Vina membawa tingting jahe itu sebanyak tiga toples. Ia tidak berencana untuk menjual ting - ting jahe itu sendiri.
Setibanya di pasar, Vina mencari tempat yang cocok untuk ting-ting jahe tersebut. Dengan gugup ia membawanya ke toko kelontong. Setelah melakukan negosiasi, toko membayar dia ribu per toples.
vina reflek nendang
cie jaka ngambek gk di sapa😁
semangat nulis bab nya😘😘❤️❤️❤️