Lusy peri muda yang tidak memiliki sihir seperti peri lainnya. Dia berkeinginan menjadi ratu peri yang melampaui ratu peri generasi sebelumnya.
Lusy di remehkan oleh kaumnya sendiri. Namun, suatu ketika dia menemukan sebuah teknik terlarang dan sebuah pedang leluhur peri yang membuatnya bisa membangkitkan kekuatan sejatinya.
Lusy bangkit menjadi peri terkuat tanpa sihir, tapi banyak orang yang masih tidak menerima sebuah kenyataan kalau Lusy adalah peri terkuat di alam Peri.
Akankah Lusy berhasil menjadi Ratu Peri?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia Papendang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Raja Lapisan Terkahir Part 2
Lusy mencari fire, dia sangat marah ketika melihat Fire yang terluka parah akibat ledakan yang di lakukan Monster tersebut ketika mengeluarkan asap Hitam.
fire berlumuran darah, dia sudah tidak sadarkan diri karena lukanya sangat parah.
Lusy menggertakkan giginya, dia tidak akan memaafkan Monster tersebut.
"Kubunuh Kau!" teriaknya dengan lantang dan langsung melesat ke arah Monster tersebut.
Lusy menyerang dengan sangat cepat, berkat bantuan dari pedangnya yang mengendalikan sebagian dari tubuhnya.
Serangan Lusy lebih cepat ketika pedang Lusy menyatu dengannya, gerakannya juga tidak bisa di tebak karena di sangat cepat.
Swuz
Swuz
Pral
Pral
Monster Cumi-cumi di tebas habis- habisan oleh Lusy, sehingga dia hancur menjadi kepingan-kepingan kecil.
Sisa Energi sihir yang di serap pedang legendaris kembali ke dalam tubuh Lusy, seketika kesadaran Lusy kembali seperti semula lagi.
Dia menghampiri fire yang pingsan di lantai Dungeon.
Lusy mengambil Posion penyembuhan yang dia dapat dari lantai-lantai sebelumnya dan meminumkannya pada Fire.
Sambil menunggu fire pulih, Lusy mencari Hadiah yang di berikan raja Dungeon. Namun, ada yang aneh, hadiah tersebut tidak muncul dan juga tidak ada tanda-tanda untuk keluar dari sana.
Saat Lusy sedang kebingungan mencari pintu keluar, tiba-tiba ruangan tersebut bergetar seolah mau runtuh, sontak saja Lusy terkejut, dia segera membawa fire yang belum sadarkan diri terbang di udara, agar tidak tertimpa reruntuhan dinding Dungeon yang ambruk.
Lusy kebingungan, dia menyapu pandangannya mencari dimana dan siapa yang membuat Dungeon tersebut bergetar hebat seperti itu.
Lusy kembali terkejut saat lantai Dungeon tenggelam di telan lava, kini di bawah Lusy hanya ada Lava dan tidak ada pijakan sama sekali.
"Apa yang sebenarnya terjadi?" gumam Lusy tidak percaya melihat kejadian tersebut.
Bersamaan dengan itu, Fire terbangun.
"Arghh, sakitnya." ucapnya saat pertama kali bangun.
"Ayah! Syukurlah kamu sudah sadar." ucap Lusy merasa lega.
"Eh... Kenapa anda menggendong saya tuan?" tanya Fire terkejut.
"Lihatlah ke bawah Ayah." Lusy menunjukan lantai Dungeon yang sudah di telan lava sepenuhnya dan tidak ada pijakan sama sekali.
Fire terkejut dengan apa yang di lihatnya, karena sebelumnya dia pingsan jadi tidak tahu apa yang terjadi.
Fire meminta untuk di turunkan, dia langsung menggunakan sihir meringankan tubuhnya. Lusy menceritakan semua yang telah terjadi saat fire jatuh pingsan dengan detail, sehingga pria yang di anggapnya Ayah tersebut sedikit mengerti kejadiannya.
"Jadi seperti itu, ini aneh, kenapa kita masih terperangkap di sini?" gumam fire sambil memegang dagunya berpikir.
Groaaarrr....
Tiba-tiba suara raungan sangat keras terdengar di telinga mereka, dari dalam lava, sosok Ular Api dengan tubuh hanya kerangka saja, ukurannya yang sangat besar muncul ke permukaan.
Lusy langsung waspada, begitu juga dengan fire yang langsung menggunakan sihir penguatan tubuh.
"Pantas saja kita masih terjebak di sini!" ucap fire terkejut.
"Kita masih harus mengalahkan kerangka hidup ini!" Lusy menatap tajam kerangka Ular yang ada di bawah.
Blaarrrr....
Tanpa tanda-tanda akan menyerang, ular tersebut tiba-tiba menyerang dengan sihir Api yang di semburkan dari mulutnya.
Untung saja ada Gear Lusy yang menahannya, jika tidak mungkin mereka berdua akan terkena dampak serangan plat tersebut.
Clap
Clap
Tidak hanya sampai di situ, Ular kerangka tersebut menembakan tulang-tulang yang sangat tajam dan kuat, sampai-sampai Gear Lusy yang biasa tidak tertembus, mampu di tembusnya.
Sontak saja Lusy terkejut "Ayah! Siapkan Artefak pertahanan!"
Lusy tidak mau fire kenapa-kenapa, karena dia sadar kalau kemampuan fire jauh di bawah kekuatannya.
fire mengangguk mengerti, dia mengeluarkan berbagai Artefak pertahanan untuk menahan serangan hujan tulang runcing yang di tembakan ular kerangka tersebut.
"Brengsek! Bagaimana caranya aku bisa menyerang kalau begini!" gerutu Lusy kesal.