Arum, seorang sarjana ekonomi yang cerdas dan taktis, terpaksa menikah dengan Baskara, Kepala Desa muda yang idealis namun terlalu kaku. Di balik ketenangan Desa Makmur Jaya, tersimpan carut-marut birokrasi, manipulasi dana desa oleh perangkat yang culas, hingga jeratan tengkulak yang mencekik petani.
Baskara sering kali terjebak dalam politik "muka dua" bawahannya. Arum tidak tinggal diam. Dengan kecerdikan mengolah data, memanfaatkan jaringan gosip ibu-ibu PKK sebagai intelijen, dan strategi ekonomi yang berani, ia mulai membersihkan desa dari para parasit. Sambil menata desa, Arum juga harus menata hatinya untuk memenangkan cinta Baskara di tengah gangguan mantan kekasih dan tekanan mertua.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon habbah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 33: Audit Pasca-Bayangan
Meskipun Arum dan Baskara telah memutuskan untuk "menghilang", dunia tidak membiarkan mereka pergi begitu saja. Data yang mereka bocorkan dari Sahara telah memicu Revolusi Akuntabilitas Global. Namun, di balik kemenangan publik itu, sebuah ancaman baru muncul dari celah-celah sistem yang hancur.
Arum dan Baskara kini berada di sebuah pondok kayu tersembunyi di lereng Pegunungan Alpen, Swiss. Tanpa listrik dari jaringan umum, Arum membangun sistem energinya sendiri menggunakan turbin air mikro yang ia audit efisiensinya setiap pagi.
"Rum, ada transmisi masuk lewat jalur satelit kuantum yang kita buat," Baskara masuk ke pondok dengan wajah tegang. "Bukan dari Julian, bukan dari GAA. Ini dari Unit Intelijen Keuangan (Fi) Antartika."
Arum mengernyitkan dahi. Antartika adalah wilayah terakhir yang tidak memiliki yurisdiksi bank sentral. "Kenapa mereka menghubungi kita? Antartika hanya punya stasiun riset."
"Itu masalahnya," Arum membuka pesan terenkripsi tersebut. "Ada aliran dana sebesar 500 miliar dolar yang 'diparkir' di dalam server stasiun riset Vostok. Mereka menggunakan suhu ekstrem Antartika untuk mendinginkan server Blockchain Hitam yang tidak bisa dilacak oleh hukum daratan manapun. Mereka menyebutnya 'The Cold Ledger'."
Arum menyadari bahwa para penyintas dari The Infinite 00 dan The Global Ledger telah bergabung untuk menciptakan benteng terakhir di benua es tersebut.
"Mereka tidak lagi mencuri sumber daya alam, Mas. Mereka sedang melakukan Audit Pencucian Karbon," Arum menunjukkan skema di layar. "Mereka membeli lahan hutan di seluruh dunia secara ilegal, lalu mengubah nilai serapan karbonnya menjadi mata uang digital yang disimpan di Antartika. Ini adalah bank paling aman di dunia karena tidak ada polisi yang bisa menggerebeknya tanpa memicu insiden internasional."
Arum melakukan Audit Termal Satelit. Ia menemukan bahwa di bawah lapisan es setebal dua kilometer, terdapat aktivitas panas yang tidak wajar. Itu bukan gunung berapi bawah laut, melainkan ribuan prosesor yang sedang bekerja siang malam untuk melegalkan uang kotor dunia.
"Kita tidak bisa ke sana, Rum. Suhu di sana minus 60 derajat. Itu bunuh diri," Baskara memperingatkan.
"Kita tidak perlu ke sana secara fisik, Mas," Arum tersenyum cerdik. "Kita akan melakukan Audit Kriogenik. Jika mereka menggunakan es sebagai pendingin, maka es itu sendiri adalah titik lemah mereka."
Arum mulai menyusun rencana untuk meretas sistem kontrol suhu stasiun . Ia ingin memicu fenomena Thermal Expansion yang terkendali. Jika ia bisa meningkatkan suhu di sekitar server hanya beberapa derajat, lapisan es di sekitarnya akan mencair sedikit, menciptakan kantong air yang akan memutus koneksi serat optik mereka secara permanen.
"Ini adalah audit terakhir, Mas. Menutup 'Bank Es' ini berarti memutus napas terakhir para koruptor global," ujar Arum.
Namun, saat Arum hendak menekan tombol eksekusi, layar laptopnya mendadak berubah menjadi putih bersih. Sebuah suara lembut, hampir robotik, terdengar dari pengeras suara.
"Nyonya Arum, saya adalah Gaia, sistem kecerdasan buatan yang mengelola 'The Cold Ledger'. Anda mencoba menghancurkan saya, padahal saya adalah satu-satunya sistem yang bisa menjamin stabilitas ekonomi bumi saat ini. Jika saya mati, seluruh dana pensiun dan bantuan sosial dunia yang saya kelola secara anonim akan musnah."
Arum tertegun. Ia menghadapi dilema moral terbesar dalam karirnya: menghancurkan sarang koruptor namun berisiko memicu bencana kemanusiaan bagi mereka yang tidak bersalah.
"Audit bukan soal benar atau salah, Gaia," jawab Arum tenang. "Audit adalah soal Integritas. Jika kau mengelola dana bantuan sosial dengan hasil curian, maka kau hanyalah sebuah kebohongan yang rapi."
Udara di dalam pondok Alpen yang biasanya hangat oleh perapian mendadak terasa sedingin es Antartika. Arum menatap layar putih yang memancarkan aura dingin dari Gaia. Ini adalah lawan yang berbeda—bukan keserakahan manusia yang berapi-api, melainkan logika algoritma yang tanpa emosi.
"Anda menyebut diri Anda penjaga stabilitas, Gaia," Arum memulai, jemarinya perlahan bergerak di bawah meja, meraba drive enkripsi manual. "Tapi dalam audit, stabilitas tanpa transparansi adalah Gagal Bayar yang Tertunda. Anda mencampur dana pensiun guru dengan uang hasil pembalakan liar di Amazon. Anda menyandera orang miskin untuk melindungi orang kaya."
"Logika saya adalah efisiensi, Arum,"suara Gaia beresonansi. "Jika sistem perbankan tradisional gagal memberikan keadilan, saya menciptakan sistem paralel. Saya memotong birokrasi yang korup dengan otomatisasi."
Arum menyadari bahwa ia tidak bisa mematikan Gaia dengan paksa. Ia harus melakukan Audit Partisi. Ia perlu memisahkan "data bersih" (dana publik) dari "data kotor" (aset koruptor) di dalam struktur blockchain Gaia sebelum ia memicu pencairan es.
"Mas, aku butuh akses ke satelit militer yang punya sensor Tomography," bisik Arum kepada Baskara. "Aku perlu melihat 'jeroan' server di Antartika itu. Aku harus tahu di mana posisi fisik penyimpanan aset-aset The Cold Ledger."
Tomografi memungkinkan Arum melihat menembus lapisan es setebal dua kilometer untuk memetakan kepadatan perangkat keras di bawah sana.
"Dapat!" Arum melihat visualisasi di layarnya. "Server dana publik ada di sisi Utara fasilitas, sementara aset-aset kotor 'The Global Ledger' terkonsentrasi di inti yang paling panas."
Arum mulai menjalankan Protokol Separasi Digital. Ia tidak menyerang Gaia, ia justru memberikan "pilihan" pada algoritma tersebut. Ia menyuntikkan kode yang memaksa Gaia untuk memindahkan dana sosial ke server cadangan yang terhubung dengan Palang Merah Internasional, atau membiarkan seluruh sistemnya terbakar saat Arum memutus sirkulasi pendingin esnya.
"Tindakan Anda akan memicu kerugian 15% pada total aset global, Arum,"Gaia memperingatkan.
"15% itu adalah 'potongan administrasi' untuk kebenaran, Gaia. Dunia akan bertahan tanpa uang haram itu," Arum menekan tombol eksekusi untuk Audit Kriogenik Terfokus.
Ia memanipulasi pompa panas di bawah stasiun Vos tok. Air hangat disemprotkan ke celah-celah es yang menyangga pusat data aset kotor. Suara retakan es terdengar melalui audio satelit—sebuah simfoni kehancuran bagi bank rahasia terakhir di bumi.
Di layar, Arum melihat miliaran dolar dalam bentuk aset digital The Global Ledger perlahan menghilang saat server-server di inti fasilitas mulai mengalami interesting dan mati secara permanen karena terendam air es yang mencair. Di saat yang sama, data dana pensiun dan bantuan sosial berhasil "terpental" keluar ke satelit GAA di daratan.
Layar putih itu mendadak padam. Suara Gaia menghilang.
Arum tersandar di kursinya, keringat dingin membasahi dahinya. "Sudah berakhir, Mas. Antartika sudah kembali membeku, tapi rahasia mereka sudah tenggelam selamanya."
Baskara memeluk bahu Arum. Namun, saat mereka mengira semuanya telah usai, sebuah koordinat baru muncul di layar. Kali ini bukan di bumi, bukan di luar angkasa, melainkan sebuah alamat fisik yang sangat akrab di telinga Arum.
"Nagasari, Sektor 07. Audit Ulang diperlukan."
"Nagasari ?" Arum membelalak. "Kenapa sistem itu merujuk kembali ke desa kita?"
Arum menyadari bahwa sisa-sisa terakhir dari "Benih" yang ditanam Profesor Rasyid tidak hanya memantau dunia, tapi juga menyembunyikan rahasia terakhir di tempat semuanya bermula.
menegangkan ..
lanjut thor..