Sofia hamil anak dari Jabez suaminya namun Layla merebut kebahagian itu dari Sofia dengan mencuri Test Pack milik Sofia, dan Layla mengaku-ngaku bahwa dia lah yang hamil anak dari Jabez.
Mendengar kabar baik atas kehamilan Layla, tentu saja membuat Jabez menjadi senang karena selama ini, dia sangat mendambakan seorang anak untuknya sebagai penerus keturunan Gurita kerajaan perusahaan EZAZ RAYA.
Layla merupakan istri pertama dari Jabez Ezaz yang digadang-gadang semua orang untuk meneruskan garis keturunan keluarga Ezaz Raya.
Mampukah Sofia menjalani pernikahan ini bersama Jabez serta membuktikan pada semua orang bahwa Layla berbohong akan kehamilannya. Dan kembali merebut hati suaminya agar Jabez mencintainya lagi serta menendang kekuasaan Layla dari istana Alhambra.
Mohon dukungannya ya pemirsa yang budiman 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reny Rizky Aryati, SE., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 14 PERTEMUAN YANG BERBAHAYA DENGAN PUTRI CALISTA
Sofia menoleh ke arah pintu dan melihat salah satu pelayannya, Nora, berdiri di sana dengan wajah yang khawatir.
"Apa yang terjadi, Nora ?" Sofia bertanya, merasa sedikit khawatir.
"Maaf, Nyonya. Ada seseorang yang ingin bertemu dengan Anda," Nora menjawab dengan suara yang lembut.
Sofia mengangkat alisnya, penasaran. "Siapa itu?"
Nora ragu-ragu sejenak sebelum menjawab, "Dia tidak mau menyebutkan namanya, Nyonya. Tapi dia bilang bahwa ini sangat penting dan hanya bisa dibicarakan dengan Anda secara langsung."
Sofia merasa sedikit penasaran dan khawatir. Siapa orang yang ingin bertemu dengannya? Dan apa yang ingin dibicarakan?
"Baiklah, Nora. Bawa dia ke sini," Sofia memerintahkan.
Nora mengangguk dan pergi untuk membawa orang tersebut. Sofia menunggu dengan sabar, mencoba menebak siapa orang yang ingin bertemu dengannya.
Tak lama kemudian Nora kembali ke ruangan dengan seorang wanita cantik yang memiliki wajah yang familiar, tapi Sofia tidak bisa langsung mengingat siapa dia.
"Siapa ini, Nora ?" Sofia bertanya, mencoba menebak identitas wanita tersebut.
Wanita itu tersenyum dan melangkah maju, matanya terpaku pada Sofia. "Sofia, aku tidak percaya kamu tidak mengenalkanku," katanya dengan suara yang manis.
Sofia merasa sedikit tidak nyaman, merasa bahwa dia seharusnya mengenali wanita itu. "Maaf, aku... aku tidak ingat," Sofia mengakui.
Wanita itu tertawa dan melangkah lebih dekat ke Sofia. "Aku adalah adik perempuan Jabez Ezaz, Putri Calista," katanya dengan senyum yang manis.
Sofia merasa seperti terpukul oleh petir. Adik perempuan Jabez Ezaz? Dia tidak tahu bahwa Jabez Ezaz memiliki adik perempuan!
"Selamat datang, Putri Calista," Sofia mencoba untuk menyambut Putri Calista dengan sopan, meskipun dia merasa sedikit terkejut. "Apa yang membawa Anda ke sini?"
Putri Calista tersenyum dan duduk di sebelah Sofia, matanya yang tajam memandang Sofia dengan intens.
"Aku datang karena aku ingin tahu lebih banyak tentangmu, Sofia," Putri Calista berkata dengan suara yang lembut, tapi ada nada yang tidak terucapkan di balik kata-katanya.
Sofia merasa sedikit tidak nyaman dengan tatapan Putri Calista, tapi dia mencoba untuk tetap tenang. "Apa yang ingin Anda ketahui tentang saya?" Sofia bertanya dengan sopan.
Putri Calista tersenyum lagi, tapi kali ini ada sedikit kegetiran di balik senyumnya. "Aku ingin tahu apa yang kamu inginkan dari Jabez Ezaz," Putri Calista berkata dengan suara yang lebih serius.
Sofia merasa seperti diserang oleh pertanyaan itu, tapi dia mencoba untuk tidak menunjukkan reaksi apa pun. "Saya hanya ingin menjadi istri yang baik untuk Jabez Ezaz dan melahirkan anak yang sehat," Sofia menjawab dengan jujur.
Putri Calista memandang Sofia dengan intens, seolah-olah dia sedang mencoba untuk membaca pikiran Sofia. "Aku tidak percaya itu," Putri Calista berkata dengan suara yang rendah. "Kamu pasti ingin lebih dari itu."
Sofia merasa sedikit terintimidasi oleh Putri Calista, tapi dia tidak ingin menunjukkan kelemahan. "Apa yang Anda maksud?" Sofia bertanya dengan hati-hati.
Putri Calista tersenyum lagi, tapi kali ini ada sedikit ejekan di balik senyumnya. "Kamu tidak perlu berpura-pura dengan aku, Sofia. Aku tahu kamu tidak hanya ingin menjadi istri yang baik dan melahirkan anak. Kamu pasti memiliki ambisi lain."
Sofia merasa seperti sedang diinterogasi, tapi dia mencoba untuk tetap tenang. "Saya tidak tahu apa yang Anda maksud," Sofia menjawab dengan hati-hati.
Putri Calista tertawa, suara yang rendah dan menggigit. "Jangan main-main dengan aku, Sofia. Aku tahu kamu memiliki motif tersembunyi. Dan aku akan mencari tahu apa itu."
Sofia merasa seperti ada ancaman tersembunyi di balik kata-kata Putri Calista. Apakah dia benar-benar memiliki motif tersembunyi? Atau apakah Putri Calista hanya mencoba untuk memanipulasinya? Sofia tidak tahu, tapi dia yakin bahwa dia harus berhati-hati.
Sofia mencoba untuk tidak menunjukkan rasa takutnya, tapi dia bisa merasakan jantungnya berdetak lebih cepat. Dia tahu bahwa dia harus berhati-hati dalam menghadapi Putri Calista, karena dia tidak tahu apa yang sebenarnya diinginkan oleh adik perempuan Jabez Ezaz itu.
"Aku tidak tahu apa yang Anda maksud, Putri Calista," Sofia menjawab dengan suara yang tetap tenang. "Aku hanya ingin menjadi istri yang baik untuk Jabez Ezaz dan melahirkan anak yang sehat."
Putri Calista memandang Sofia dengan mata yang tajam, seolah-olah dia sedang mencoba untuk membaca pikiran Sofia. Lalu, dia tersenyum lagi, tapi kali ini ada sesuatu yang berbeda dalam senyumnya. Sesuatu yang membuat Sofia merasa tidak nyaman.
"Aku akan menunggu," Putri Calista berkata dengan suara yang rendah. "Aku akan menunggu sampai kamu menunjukkan wajah aslimu."
Sofia merasa seperti ada ancaman tersembunyi di balik kata-kata Putri Calista. Dia tidak tahu apa yang sebenarnya diinginkan oleh Putri Calista, tapi dia tahu bahwa dia harus berhati-hati.
"Tidak ada yang perlu ditunggu, Putri Calista," Sofia menjawab dengan suara yang tetap tenang. "Aku sudah menunjukkan siapa aku sebenarnya. Aku adalah istri Jabez Ezaz dan calon ibu anaknya."
Putri Calista tertawa lagi, suara yang rendah dan menggigit. "Kita lihat saja," katanya dengan senyum yang misterius.
Setelah itu, Putri Calista berdiri dan berjalan menuju pintu. "Aku sudah cukup lama di sini," katanya sambil menoleh ke arah Sofia. "Aku akan pergi sekarang. Tapi kita belum selesai, Sofia."
Sofia merasa seperti ada gelombang ketakutan yang mengalir melalui tubuhnya. Dia tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, tapi dia tahu bahwa dia harus siap untuk menghadapi apa pun yang akan datang.
Setelah Putri Calista pergi, Sofia merasa seperti dia bisa bernapas lagi. Dia tidak tahu apa yang diinginkan oleh Putri Calista, tapi dia tahu bahwa dia harus berhati-hati. Jabez Ezaz harus tahu tentang ini.
Sofia memutuskan untuk memberitahu Jabez Ezaz tentang kunjungan Putri Calista dan percakapan mereka. Tapi bagaimana jika Jabez Ezaz tidak percaya padanya? Atau bagaimana jika dia tahu tentang perasaan Sofia yang sebenarnya? Sofia merasa seperti dia sedang berjalan di atas tali yang tipis.
Sofia memutuskan untuk tidak menunggu lagi dan mencari Jabez Ezaz untuk memberitahu dia tentang kunjungan Putri Calista. Dia meminta Nora untuk mencarikan Jabez Ezaz dan memberitahu dia bahwa Sofia ingin bertemu dengannya.
Setelah beberapa menit, Nora kembali dan memberitahu Sofia bahwa Jabez Ezaz sedang sibuk dengan rapat di ruang kerja dan tidak bisa diganggu. Sofia merasa sedikit kecewa, tapi dia tahu bahwa dia harus menunggu.
Sofia memutuskan untuk menggunakan waktu ini untuk mencari informasi tentang Putri Calista. Dia meminta Nora untuk mencarikan informasi tentang adik perempuan Jabez Ezaz itu.
Nora kembali dengan beberapa informasi tentang Putri Calista. "Putri Calista adalah adik perempuan Jabez Ezaz yang paling kecil," Nora berkata. "Dia dikenal sebagai orang yang cerdas dan cantik, tapi juga sangat keras kepala dan suka mendapatkan apa yang dia inginkan."
Sofia merasa seperti dia sudah mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang Putri Calista. Dia tahu bahwa dia harus berhati-hati dalam menghadapi adik perempuan Jabez Ezaz itu.
Tiba-tiba, pintu terbuka dan Jabez Ezaz masuk ke ruangan. "Apa yang terjadi, Sofia?" dia bertanya dengan khawatir. "Nora bilang kamu ingin bertemu denganku."
Sofia berdiri dan berjalan menuju Jabez Ezaz. "Putri Calista datang ke sini," dia berkata dengan suara yang tenang. "Dia ingin tahu tentang aku dan apa yang aku inginkan."