NovelToon NovelToon
Pendekar Pedang Naga Bumi: Jejak Darah Di Tanah Majapahit

Pendekar Pedang Naga Bumi: Jejak Darah Di Tanah Majapahit

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Kelahiran kembali menjadi kuat / Perperangan / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Ilmu Kanuragan / Penyelamat
Popularitas:365
Nilai: 5
Nama Author: Zaenal 1992

Lin Feng, pendekar tampan berilmu tinggi, menjadi buronan kekaisaran setelah difitnah membunuh seorang pejabat oleh Menteri Wei Zhong. Padahal, pembunuhan itu dilakukan Wei Zhong untuk melenyapkan bukti korupsi besar miliknya. Menjadi kambing hitam dalam konspirasi politik, Lin Feng melarikan diri melintasi samudra hingga ke jantung Kerajaan Majapahit.
​Di tanah Jawa, Lin Feng berusaha menyembunyikan identitasnya di bawah bayang-bayang kejayaan Wilwatikta. Namun, kaki tangan Wei Zhong terus memburunya hingga ke Nusantara. Kini, sang "Pedang Pualam" harus bertarung di negeri asing, memadukan ilmu pedang timur dengan kearifan lokal demi membersihkan namanya dan menuntut keadilan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zaenal 1992, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perburuan tujuh pedang naga part 11

Setelah pertemuan yang menegangkan dengan Mahapatih Gajah Mada, Lin Feng melangkah keluar dari bangsal keraton untuk menghirup udara malam Trowulan yang sejuk. Pikirannya masih dipenuhi oleh peringatan Antaboga.

​Namun, langkahnya terhenti di sebuah jembatan batu kecil di area taman keputren. Dari arah berlawanan, muncul seorang gadis lokal yang mengenakan pakaian ringkas khas pendekar Jawa berwarna putih bersih dengan sulaman emas di tepiannya.

​Gadis itu membawa sebuah pedang panjang yang dibungkus kain sutra putih. Kecantikannya luar biasa; kulitnya kuning langsat sehalus pualam, dengan mata yang tajam namun teduh seperti telaga di pegunungan. Rambut hitamnya yang panjang diikat tinggi, menonjolkan lehernya yang jenjang dan lekuk tubuhnya yang atletis namun sangat proporsional—khas seorang pendekar aliran putih yang telah melatih raga dan batinnya hingga mencapai kesempurnaan fisik.

​Saat mereka berpapasan, angin berhembus pelan membawa aroma bunga melati yang alami dari rambut sang gadis. Tatapan mata mereka bertemu selama beberapa detik. Gadis itu memberikan anggukan hormat yang anggun, sebuah senyum tipis terukir di bibirnya yang kemerahan.

​"Semoga keselamatan menyertaimu, Pendekar dari Utara," ucapnya dengan suara lembut namun bertenaga.

​Lin Feng terpaku. Lidahnya yang biasanya tangkas mendadak kelu. Ia hanya mampu membalas dengan anggukan kaku saat gadis itu berjalan melewatinya dengan langkah yang sangat ringan, seolah-olah kakinya tidak menyentuh tanah.

​Lin Feng masih berdiri mematung, menatap punggung gadis itu yang perlahan menghilang di balik gerbang taman. Tanpa ia sadari, wajahnya yang biasanya pucat dan tenang kini berubah menjadi merah padam hingga ke telinga.

​"Ehem! Sepertinya ada yang sedang melihat bidadari jatuh dari khayangan, ya?" suara cempreng Joko tiba-tiba meledak di belakangnya.

​Lin Feng tersentak dan hampir melompat. Di sana sudah berdiri Joko, Rangga Satya Anugara, dan Ki Ageng Bang Wetan yang rupanya sudah mengamati dari jauh.

​"Wah, Mas Lin... wajahmu lebih merah daripada bara api naga!" goda Joko sambil tertawa terpingkal-pingkal. "Siapa tadi itu? Cantik sekali, bukan? Tubuhnya... wah, kalau aku jadi Mas Lin, aku sudah lupa cara bernapas!"

​Rangga Satya Anugara menyikut lengan Lin Feng sambil tersenyum nakal. "Itu tadi adalah Dyah Ayu Kirana, murid terbaik dari perguruan aliran putih Merpati Salju. Dia tidak hanya cantik, Lin Feng, tapi jurus pedangnya bisa membuat pendekar paling tangguh sekalipun bertekuk lutut. Sepertinya Pedang Naga Bumi sudah menemukan pasangan 'sarungnya'?"

​Ki Ageng Bang Wetan hanya terkekeh pelan sambil mengelus jenggotnya. "Hati yang keras seperti batu pun bisa retak oleh setetes embun pagi, ya Lin? Jangan terlalu tegang, menjaga dunia itu penting, tapi menjaga hati juga bagian dari keseimbangan."

​Lin Feng berdeham berkali-kali, mencoba mengatur napasnya yang tidak beraturan. "Kalian... jangan bicara sembarangan. Kita punya tugas besar. Ayo, kita harus segera kembali ke penginapan!"

​Lin Feng berjalan cepat mendahului mereka, namun ia tidak bisa menyembunyikan langkahnya yang sedikit goyah karena jantungnya yang masih berdegup kencang. Di belakangnya, suara tawa Joko dan godaan Rangga terus bergema, memecah ketegangan perang yang selama ini menghantui mereka.

Pagi harinya, mentari Trowulan menyapa dengan hangat. Lin Feng, yang masih teringat pertemuan semalam, memutuskan untuk mengunjungi lapangan latihan pusat Pasukan Bhayangkara atas saran Gajah Mada. Ia perlu meregangkan otot sekaligus mengasah kembali koordinasi tubuhnya setelah menggunakan jurus terlarang Zhua Tai.

​Saat ia memasuki area latihan, suara dentingan logam yang beradu menarik perhatiannya. Di tengah lapangan yang masih berembun, seorang gadis sedang bergerak dengan lincah, memutar pedang panjangnya membentuk lingkaran cahaya putih yang indah.

​Itu adalah Dyah Ayu Kirana.

​Kirana menyadari kehadiran Lin Feng. Ia menghentikan gerakannya, menyeka sedikit keringat di keningnya yang justru membuatnya tampak semakin mempesona di bawah sinar matahari pagi. Pakaian latihannya yang ketat memperlihatkan lekuk tubuhnya yang atletis dan sempurna, hasil dari latihan olah napas bertahun-tahun.

​"Pendekar Lin Feng," sapanya dengan senyum menawan. "Kudengar kau adalah pemegang Pedang Naga Bumi. Maukah kau memberi kehormatan padaku untuk berlatih tanding? Aku ingin merasakan sedikit hawa naga yang kau simpan."

​Lin Feng tidak punya alasan untuk menolak, meski jantungnya kembali berdebar. Ia menghunus pedangnya (tanpa membangkitkan kekuatan penuh Antaboga agar tidak merusak area latihan).

​TRANG!

​Pertarungan itu tidak terlihat seperti perkelahian, melainkan tarian yang mematikan. Kirana menyerang dengan gaya Aliran Merpati Salju yang mengutamakan kecepatan dan kelembutan. Gerakannya sangat fleksibel, tubuhnya meliuk dengan indah menghindari tebasan Lin Feng. Setiap kali pedang mereka bersentuhan, Lin Feng bisa merasakan Qi putih yang suci dan murni dari gadis itu.

​Saat sebuah serangan Kirana hampir mengenai bahu Lin Feng, Lin Feng menangkap pergelangan tangan Kirana untuk mengunci gerakannya. Posisi mereka menjadi sangat dekat; Lin Feng bisa merasakan napas hangat Kirana di lehernya. Mata mereka beradu dalam jarak hanya beberapa senti.

​"Gerakanmu... sangat presisi, Kirana," bisik Lin Feng, suaranya sedikit parau.

​"Dan kau... sangat kuat, Lin Feng," balas Kirana dengan tatapan menggoda sebelum melompat mundur dengan anggun.

​Tepat saat itu, suara tepuk tangan riuh terdengar dari tepi lapangan.

​"Luar biasa! Lanjutkan saja! Jangan pedulikan kami yang menonton drama asmara ini!" teriak Joko yang entah sejak kapan sudah duduk di atas pagar bersama Rangga Satya Anugara.

​Joko berpura-pura mengusap air mata haru. "Aduh, romantis sekali. Tadi itu hampir saja mereka berpelukan, ya kan Mas Rangga?"

​Rangga tertawa keras sambil mengunyah tebu. "Iya, Joko! Sepertinya Naga Bumi tidak butuh ubi rebus pagi ini, cukup melihat senyum Nimas Kirana sudah kenyang dia!"

​Lin Feng segera melepaskan kuda-kudanya, wajahnya kembali memerah padam hingga ke leher. Ia berpaling, mencoba terlihat serius namun gagal total. Kirana sendiri hanya tertawa kecil, menyarungkan pedangnya dengan gerakan elegan, lalu berjalan mendekati Lin Feng.

​"Teman-temanmu sangat lucu, Lin Feng," ucap Kirana lembut. Ia kemudian membisikkan sesuatu di telinga Lin Feng sebelum pergi. "Nanti malam, temui aku di paviliun timur. Ada sesuatu tentang 'Sovereigns of the Dragon' yang ingin kusampaikan padamu secara pribadi."

​Lin Feng hanya bisa mematung, sementara di belakangnya, Joko mulai bernyanyi-nyanyi menggoda dengan nada sumbang, membuat suasana Trowulan pagi itu terasa jauh lebih ringan di tengah ancaman badai yang mengintai.

1
anggita
like iklan👍👆 moga novelnya lancar jaya.
anggita
ilmu Tiongkok vs Nusantara Jawa🔥
anggita
ada cerita sejarahnya juga... 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!