NovelToon NovelToon
Kultivator Pengembara

Kultivator Pengembara

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Romantis / Fantasi Timur / Balas Dendam / Epik Petualangan
Popularitas:50.6k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

​Jian Feng, seorang anak haram dari keluarga bejat, dipaksa menikahi Lin Xue, gadis cantik namun cacat dan sekarat.

​Dipertemukan oleh takdir pahit dan dibuang oleh keluarga mereka sendiri, Jian Feng menemukan satu-satunya alasan untuk hidup: menyelamatkan Lin Xue. Ketika penyakit istrinya memburuk, Jian Feng, yang menyimpan bakat terpendam, harus bangkit dalam kultivasi. Ia berjanji: akan menemukan obat, atau ia akan menuntut darah dari setiap orang yang telah membuang mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14- Duel petir dan api

​Suasana di restoran menjadi tegang. Semua orang yang sedang menikmati makanannya tahu betul siapa Hon Fei.

​"Bukannya dia Tuan Muda dari Sekte Api Merah?"

​"Iya, dia Tuan Muda Hon Fei. Bagaimana ini? Kudengar-dengar dia memang sering melakukan kerusuhan dan membunuh tanpa pandang bulu. Aku jadi merasa kasihan dengan pria asing itu." bisik-bisik ketakutan terdengar dari kalangan orang.

​Hon Fei, dengan penuh keangkuhan, maju dengan pelan. "Sayang sekali, seharusnya kau memilih ikut saja dengan kami, jalang! Agar suamimu selamat. Tapi sekarang kau sudah kehilangan kesempatan."

​Jian Feng tidak mendengarkan perkataannya. Matanya hanya fokus pada darah di tangan Lin Xue yang tergores. Ia jongkok dan menggendong Lin Xue, lalu berjalan ke belakang. "Nyonya" ia memohon pada seorang wanita tua di sudut ruangan, "saya mohon jaga sebentar istri saya."

​"Jika kau ingin bertarung. Ayo keluar! Kasihan pemilik restoran ini jika kita bertarung di sini." tantang Jian Feng dengan amarah yang dingin. Amarahnya tidak lagi buta, tetapi terfokus.

​Hon Fei tersenyum sinis. "Ha, siapa takut? Kau hanya menunda kematianmu!" Mereka berdua pun keluar, menjadikan alun-alun yang luas sebagai arena bertarung.

​Mereka bersiap dengan banyaknya penonton yang membentuk lingkaran lebar, didorong oleh rasa takut dan keingintahuan.

​"Aku tidak tahu kau siapa. Tapi kau telah melukai istriku dan itu adalah kesalahan fatalmu." Jian Feng mengeluarkan pedang Guru Luo. Pedang itu tampak biasa, namun sarungnya diselimuti Qi Petir tipis yang tak terlihat.

​Hon Fei cukup terkejut ketika melihat Jian Feng memiliki Cincin Penyimpanan dan pedang. "Tidak kusangka kau memiliki sebuah artefak harta karun. Tapi aku tidak peduli karena aku bahkan memiliki yang lebih bagus dari milikmu."

​Mereka saling tatap dengan amarah membara. Dengan cepat, Hon Fei melesat dengan efek api samar di tubuhnya. Pedangnya dipenuhi oleh elemen api merah yang panas.

​Jian Feng tidak bergeming. Ia menggunakan Langkah Kilat dan membalas serangan Hon Fei.

​TING! TANG!

​Mereka saling beradu serangan dengan kecepatan luar biasa. Api berbenturan dengan kilatan biru. Energi Pedang Api Hon Fei terasa panas dan liar, sementara Pedang Jian Feng bergerak dengan kecepatan yang membelah udara.

​Semua penonton dibuat tegang dan kagum. Mereka hanya melihat kilatan energi saja.

​"Tidak kusangka kau dapat menandingi kecepatanku." Hon Fei terkesan, nafasnya sedikit tersengal.

​TEKNIK PEDANG API: TIGA TEBASAN MEMBARA!

​Hon Fei melakukan beberapa tebasan cepat yang membentuk simbol aneh di udara. Tebasan itu melesat ke arah Jian Feng.

​Melihat itu, Jian Feng mendarat di tanah lalu melompat ke atas dengan kuat, menghindari serangan itu.

​Di atas, ia mengangkat pedangnya di depan wajahnya, lalu menarik napas dalam-dalam dengan Teknik Pernapasan Petir Emas. Qi Petir bergolak di dantian-nya, siap dilepaskan.

​TEKNIK PEDANG KILATAN PETIR!

​Jian Feng, didorong oleh Qi Petir, bergerak dengan sangat cepat, berpindah-pindah di udara seolah berteleportasi, menerjang maju. Kecepatannya membuat Hon Fei terkejut. "Apa-apaan dia? Kenapa dia semakin cepat?"

​Jian Feng menebas ke arah tubuh Hon Fei.

​Hon Fei masih dapat menghindar. Namun, ia tergores di bagian pipi. Darah segar menetes. Penghinaan itu membuat matanya merah.

​Dia kemudian mengeluarkan Qi yang meluap-luap, Qi yang dapat membahayakan warga sekitar. "Akan ku bunuh kau, keparat hina!"

​AMUKAN API NAGA!

​Hon Fei seperti kehilangan kendali. Ia dengan membabi buta melemparkan energi yang berbentuk naga-naga kecil yang mematikan, tidak peduli ke mana arah serangannya.

​"Apa kau gila?! Kau bisa-bisa melukai orang lain!" Jian Feng berteriak. Ia kemudian mengalirkan Qi Petir semakin banyak dan menciptakan sebuah Pelindung Qi Petir di sisi-sisi lingkaran penonton yang paling dekat.

​Dengan itu, banyak penonton yang selamat dari gelombang panas api. Sedangkan Hon Fei semakin mengamuk. "Mati kau! Aku tidak peduli jika semua orang di sini mati!"

​Jian Feng cukup kewalahan karena Hon Fei menggila. Ia tahu ia harus mengakhirinya dengan cepat sebelum Qi Petirnya habis untuk melindungi orang asing. Ia memfokuskan seluruh Qi yang tersisa ke dalam kaki.

​TENDANGAN KILAT PENGHANCUR!

​Jian Feng melompat tinggi, kakinya diselimuti cahaya biru elektrik, dan menghantam kepala Hon Fei sampai ia menghantam tanah, menciptakan kawah kecil.

​DUARR!

​Di area itu terjadi ledakan kecil. Asap dan debu beterbangan.

​"Siapa yang menang?"

​"Lihat itu! Pria itu menang. Dia masih berdiri!"

​Penonton melihat Jian Feng masih berdiri kokoh, walaupun ia tampak kelelahan dan Qi-nya hampir kosong.

​Jian Feng menatap Hon Fei yang pingsan, lalu menatap ke arah Lin Xue yang menatapnya dengan khawatir. "Dasar bajingan rendahan!" Ia berjalan cepat ke arah Lin Xue.

​"Ayo kita pergi, Lin Xue." Ia mengangkat tubuh Lin Xue dan meninggalkan tempat itu.

​Lin Xue tampak merasa bersalah kembali. "M-maaf—" Tapi Jian Feng memotongnya.

​"Ini bukan salahmu atau aku. Tapi ini salah bajingan itu. Kau sudah memberiku alasan untuk bertarung. Aku akan mengobati luka di tanganmu." Mereka pun pergi, tapi sebelum itu, Jian Feng membayar makanan dan mengganti rugi kerusakan restoran yang disebabkan oleh Hon Fei dengan sisa koin peraknya.

​Setelah kepergian Jian Feng. Hon Fei yang sedang diangkat oleh bawahannya sadar. Ia mengingat semua kejadian dan merasa dipermalukan.

​"Bangsat! Awas saja kau! Akan ku balas penghinaan ini secepatnya. Tidak ada yang bisa mempermalukan Tuan Muda Sekte Api Merah!"

1
Membo 69
sompret diliatin Jian feng🤣🤣
Agen One: /CoolGuy/
total 1 replies
Membo 69
ras terkuat dilawan MC 🤣🤣🤣 mana tahan
Membo 69
🤣🤣kata kata yg Mantap
y@y@
🌟👍🏿👍🏼👍🏿🌟
sitanggang
terlalu lambat ,dan banyak buang waktu dgn hal2 gak penting
Membo 69: dramatisir nya berjilid jilid🤣🤣🤣
total 1 replies
echa purin
👍🏻
Agen One
Sekuel menceritakan Feng jangan lupa di baca ya
Deevy Tresiyana
wow 👿👿👎👎😾gila gila gila🤣
Agen One: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Deevy Tresiyana
💪 Thor ceritanya makin mantap saja n kereeeen🤭
Agen One: Makasih
total 1 replies
Eko Lana
alur ceritanya bagus
Agen One: makasih
total 1 replies
y@y@
⭐👍🏾👍🏼👍🏾⭐
saniscara patriawuha.
gasssss polllll mang minnnn
Agen One: /Determined//Determined//Determined//Determined//Determined/
total 1 replies
Dinata Tea
gas terusssss🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
Agen One: siapppp🔥🔥🔥🔥
total 1 replies
Dinata Tea
mantapoo 🔥🔥🔥🔥🔥
Nanik S
untung ada petir kecil
Agen One: 👍👍👍👍👍
total 1 replies
Nanik S
Lanjutkan
Nanik S
Gila bener sisi gelap jika sudah marah
Nanik S
Tenggulu kayak Anak kecil saja
Nanik S
Laba laba Petir
Nanik S
Di dalam Gua mendapat temN yang baik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!