NovelToon NovelToon
DxD : Phenex Rebirth

DxD : Phenex Rebirth

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Sistem / Fantasi / Tamat
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: RavMoon

Terlahir kembali sebagai Riser Phenex—bangsawan iblis paling dibenci dengan reputasi sampah—bukanlah pilihan yang buruk bagi seorang pemuda dari dunia modern. Dengan sistem "Yui" yang bermulut tajam namun setia, serta kekuatan terlarang dari masa lalu yang terkubur (Meliodas), Riser memutuskan untuk berhenti mengejar wanita yang tidak menginginkannya. Di hari Rating Game yang seharusnya menjadi kehancurannya, dia justru membakar naskah takdir. Dia membatalkan pertunangan, melepaskan gelar "pecundang", dan mulai membangun "keluarga" sejatinya sendiri. Dari pedang Saeko Busujima hingga kesetiaan Yasaka, Riser tidak hanya ingin bertahan hidup; dia ingin mendominasi dunia supranatural dengan gaya yang elegan, sarkastik, dan tak terbantahkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RavMoon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kesadaran dan Ketenangan

Sinar matahari pagi yang lembut menembus tirai sutra berwarna biru pucat di salah satu kamar tamu paling mewah di kastel Phenex. Kamar ini dirancang khusus dengan isolasi suara sihir tingkat tinggi, menciptakan keheningan yang hampir mutlak—sebuah lingkungan yang sengaja dipersiapkan Riser untuk menenangkan saraf Ingvild yang baru saja bangkit.

Ingvild Leviathan perlahan membuka matanya. Hal pertama yang ia rasakan bukanlah lantai batu yang dingin atau bau lembap dari distrik kumuh, melainkan kelembutan kasur bulu angsa dan aroma terapi lavendel yang menenangkan. Ia mengerjapkan mata, menatap langit-langit kamar yang dihiasi ukiran burung phoenix yang sedang menari di antara awan-awan perak.

"Kau sudah bangun, Ratu Tidur?"

Suara itu lembut namun memiliki ketegasan yang khas. Ingvild menoleh dan mendapati Shizuka Marikawa sedang duduk di kursi samping tempat tidur, memegang papan catatan medis. Di belakangnya, Ayaka Kamizato berdiri dengan tenang, memegang nampan berisi air hangat dan kain bersih.

"Di mana... aku?" bisik Ingvild, suaranya masih parau. Ia mencoba duduk, namun rasa pening langsung menyerang kepalanya.

"Jangan dipaksa dulu," Shizuka segera bangkit dan menahan bahu Ingvild dengan lembut. "Kau berada di kediaman Riser-kun. Kau mengalami kelelahan mana yang cukup parah setelah 'ledakan' kecilmu di ibukota kemarin."

Ayaka melangkah maju, memeras kain hangat dan menyerahkannya kepada Ingvild. "Tuan Riser sendiri yang membawa Anda ke sini. Saya Ayaka Kamizato, ksatria di bawah panji Tuan Riser. Dan ini adalah Shizuka-san, tabib kami."

Ingvild menerima kain itu dengan tangan gemetar. Ia menatap kedua wanita di depannya dengan rasa heran. Keduanya sangat cantik dan memancarkan aura kekuatan yang luar biasa, namun mereka menatapnya dengan keramahan yang tulus—sesuatu yang hampir tidak pernah ia dapatkan selama hidup di distrik bawah.

"Tuan... Riser..." Ingvild mengingat pria itu. Pria yang tidak takut pada suaranya. Pria yang memeluknya di tengah kehancuran. "Kenapa dia menolongku? Aku hanya... sampah dari klan yang jatuh."

[ Status Subjek: Ingvild Leviathan ]

[ Kondisi: Stabil ]

[ Stabilisasi Mana: 92% ]

[ Respon Emosional: Bingung/Terharu ]

"Sampah?" Shizuka tertawa kecil sambil memeriksa denyut nadi Ingvild. "Riser-kun tidak pernah memungut sampah, Manis. Dia hanya mengumpulkan permata yang orang lain terlalu bodoh untuk melihatnya. Dan menurut diagnosaku, kau adalah permata yang sangat langka."

Ayaka mengangguk setuju. "Tuan kami melihat potensi dalam diri Anda yang melampaui silsilah keluarga. Di kastel ini, masa lalu Anda tidak penting. Yang penting adalah apa yang akan Anda lakukan dengan suara Anda di masa depan."

Ingvild terdiam, meresapi kata-kata itu. Ia menyentuh dadanya, merasakan aliran mana yang sekarang mengalir lebih teratur, tidak lagi seperti badai yang menusuk-nusuk jiwanya. Ini adalah pertama kalinya ia merasa 'penuh' dan tidak merasa sakit hanya karena bernapas.

Tiba-tiba, pintu kamar terbuka pelan. Riser Phenex masuk dengan langkah yang mantap. Ia tidak lagi mengenakan kemeja sederhana, melainkan jubah hitam formal yang memberikan kesan otoritas yang sangat kuat. Namun, begitu matanya bertemu dengan mata Ingvild, ekspresinya melunak.

"Bagaimana keadaannya, Shizuka?" tanya Riser tanpa mengalihkan pandangan dari Ingvild.

"Dia kuat, Riser-kun. Jauh lebih kuat dari dugaanku. Garis keturunan Leviathan di dalam dirinya sudah mulai menyatu dengan sirkuit energinya berkat bantuan mana milikmu kemarin," lapor Shizuka dengan bangga.

Riser mendekat ke sisi tempat tidur. Ayaka dan Shizuka memberikan ruang baginya, berdiri sedikit di belakang dengan sikap hormat. Riser menatap Ingvild, lalu mengulurkan tangannya—gestur yang sama seperti di gang sempit itu.

"Selamat datang di kenyataan yang baru, Ingvild," ucap Riser. "Kau sudah tidur cukup lama dalam kegelapan. Sekarang, saatnya dunia mendengar apa yang ingin kau nyanyikan."

Ingvild menatap tangan itu, lalu menatap wajah Riser. Tidak ada kebohongan di sana, hanya keyakinan yang absolut. Dengan perlahan, ia meletakkan tangannya di atas tangan Riser, merasakan kehangatan yang sekali lagi menyapu keraguannya.

"Aku... aku tidak tahu cara bernyanyi untuk dunia," bisik Ingvild. "Tapi jika itu untuk Anda... aku ingin mencoba."

[ Hubungan Variabel: Ingvild Leviathan ]

[ Loyalitas: 50% ]

[ Status: Pengikut Baru Terkonfirmasi ]

Riser tersenyum puas. Dengan masuknya Ingvild ke dalam barisannya, potongan Queen yang selama ini ia cari akhirnya terpenuhi. Masa depan yang ia rencanakan kini memiliki melodi yang akan menghancurkan siapa pun yang berani menghalangi jalannya.

Malam itu, aula makan pribadi di sayap barat kastel Phenex diterangi oleh ratusan lilin aromatik yang melayang secara magis di udara. Meja panjang dari kayu oak hitam telah tertata rapi dengan hidangan kelas atas yang mengepulkan aroma menggugah selera—hasil dari Keahlian Memasak [Master] milik Riser yang ia supervisi langsung sore tadi. Suasana terasa formal namun memiliki kehangatan yang intim, sebuah kontras dari suasana dingin di ruang dewan ibukota.

Riser duduk di kursi utama, memimpin meja dengan karisma yang tenang. Di sisi kanannya duduk Ingvild Leviathan, yang kini telah berganti pakaian dengan gaun sutra berwarna biru malam yang elegan, pemberian dari koleksi pribadi keluarga Phenex yang disesuaikan oleh Ayaka. Di sisi kiri Riser, Yubelluna duduk dengan anggun, matanya yang tajam sesekali mengamati anggota baru mereka.

Saeko, Ayaka, dan Shizuka melengkapi meja tersebut. Kehadiran mereka menciptakan tekanan energi yang sangat stabil; sebuah kombinasi dari pedang, es, medis, dan sihir penghancur.

"Ingvild," Riser memecah keheningan setelah pelayan terakhir keluar dari ruangan. "Ini adalah inti dari kekuatanku. Mereka bukan sekadar bidak, melainkan fondasi dari apa yang akan aku bangun. Dan mulai hari ini, kau menempati posisi Queen di samping Yubelluna dalam struktur barisanku."

Ingvild meletakkan sendok peraknya dengan hati-hati. Ia merasa terintimidasi oleh aura Saeko dan Yubelluna, namun ia berusaha menjaga martabatnya. "Tuan Riser... Anda berbicara seolah-olah kita sedang membangun sesuatu yang jauh lebih besar dari sekadar klan bangsawan."

Riser menyandarkan tubuhnya, menyesap anggur merah dari gelas kristalnya. "Klan Phenex adalah rumahku, tapi ia juga adalah sangkar. Politik iblis murni saat ini sangat busuk, Ingvild. Mereka terobsesi dengan garis keturunan, namun mereka membiarkan permata seperti kau membusuk di selokan hanya karena ketakutan."

Saeko memotong dagingnya dengan presisi yang menakutkan, senyum tipis menghiasi bibirnya. "Tuan Riser ingin menciptakan faksi yang netral. Sebuah tempat di mana kekuatan dan loyalitas lebih berharga daripada nama keluarga. Aku sudah melihat bagaimana dunia manusia dan dunia iblis bekerja, dan rencana Tuan adalah satu-satunya yang masuk akal."

"Faksi netral?" Ingvild berbisik, matanya membelalak. "Anda ingin memisahkan diri dari pengaruh Empat Raja Iblis?"

[ Analisis Lingkungan: Ketegangan Strategis ]

[ Status: Pengungkapan Visi ]

[ Efek: Penguatan Tekad Kelompok ]

"Bukan secara terang-terangan memberontak," koreksi Riser dengan nada dingin yang analitis. "Tapi menciptakan stabilitas baru. Aku akan memenangkan setiap Rating Game, mengumpulkan setiap artefak yang tercecer, dan merekrut mereka yang dibuang oleh sistem saat ini. Saat mereka menyadari kekuatanku, mereka tidak akan bisa melakukan apa pun selain menerima syarat-syaratku."

Yubelluna menatap Ingvild dengan pandangan yang lebih lembut sekarang. "Kau memiliki suara yang bisa menenangkan atau menghancurkan seluruh pasukan, Ingvild. Tuan Riser menyelamatkanmu karena kau adalah kunci untuk mengendalikan emosi dan energi di medan perang yang lebih luas. Kau adalah pelindung kami."

Ayaka menambahkan dengan suara yang tenang namun meyakinkan. "Di sini, Anda tidak perlu takut akan dicemooh. Kami semua di sini adalah mereka yang 'ditemukan' oleh Tuan Riser dalam kondisi yang berbeda-beda. Kami adalah bukti bahwa visinya bekerja."

Ingvild merasakan gelombang emosi yang hangat menyapu dadanya. Ia menatap satu per satu wanita di meja itu, lalu berakhir pada Riser. Ia menyadari bahwa ia bukan lagi sekadar gadis yatim piatu yang sakit-sakitan. Ia adalah bagian dari sesuatu yang akan mengubah sejarah Underworld.

"Aku mengerti," ucap Ingvild, suaranya kini terdengar lebih jernih dan bergetar dengan kekuatan yang mulai stabil. "Jika lagu saya bisa membantu Anda membangun dunia yang lebih baik, maka saya akan bernyanyi hingga napas terakhir saya."

Riser mengangkat gelasnya ke udara. "Bukan untuk dunia yang lebih baik, Ingvild. Tapi untuk dunia yang lebih bebas bagi kita."

[ Hubungan Variabel: Ingvild Leviathan ]

[ Loyalitas: 60% ]

[ Status: Sinkronisasi Visi Selesai ]

Perjamuan itu berlanjut dengan suasana yang lebih santai. Shizuka mulai menceritakan kejadian-kejadian lucu selama mereka di dunia manusia, membuat Ingvild sesekali melepaskan tawa kecil yang terdengar merdu seperti denting lonceng perak. Riser mengamati interaksi itu dengan puas.

1
SR07
plot nya kok kaya mundur ya?
SR07
bukannya udh gabung sama rias ya? atau di episode awal gue salah baca?
SR07
esdeath kemana dah?
SR07
cemburu Ama bocah🤣
SR07
intinya cemburu
SR07
awokawokawok 🤣
SR07
ada yang cemburu nih🤣
SR07
Yui cemburu 🤣
SR07
up lagi bro
mutia
sistemnya agak serem ya😂
SR07
jir galaknya 🤣
SR07
ngobrol Ama bantal guling gak tuh wkwkwk 🤣
SR07
system nya galak amat dah🤣
Muhd Zulfitri
thor buat anime cheined Soldier /Pray/
RavMoon: saya akan mempertimbangkan nya setelah proyek ini berjalan setengahnya🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!