"Kau harus menikah denganku.!"
"Apa?!! Kenapa tuan? Kenapa saya harus menikah dengan tuan?."
"Karena, dengan cara inilah Kamu bisa melunasi segala kerugian yang Ayahmu perbuat."
"T-tapi kenapa harus menikah tuan? Saya bisa menjadi pelayan dirumah ini saja. Tidak usah digaji, saya akan bekerja keras."
"Cih, kau fikir aku kekurangan pelayan disini ha? Berani sekali kau menolak ucapanku."
"M-maaf tuan, saya tidak menolak ucapan tuan. Baiklah, jika itu yang tuan inginkan."
"Baik, besok kita akan menikah. Dan, Ayahmu juga akan datang."
"Apa? Tapi, kenapa begitu cepat tuan?."
"Diam! Dan jangan banyak tanya. Sekarang, pergilah ke kamarmu.!"
Haduh, penasaran g sih sama ceritanya?
Jangan lupa tinggalin jejak :')
Selamat Membaca, semoga Readers syuka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon adisa yunika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kedatangan Shella
Sesampainya dirumah, Kenny langsung membopong Gladis menuju kamar. Ia, meletakkan nya sangat hati - hati. Ia, menatap wajah polos istrinya yang sembab akibat menangis.
"Maafkan aku Glad, aku sudah banyak sekali menyakitimu. Kau, sangat menderita hidup bersamaku. Aku, akan segera melepaskanmu." gumam Kenny, ia mengusap pipi Gladis. Hatinya, ikut hancur saat mengatakan hal itu. Dia, seolah berat mengatakan hal itu. Entah, lah Kenny sendiri juga tidak tau. Mengapa, ia begitu lemah sekarang.
Drt.. Drt.. Drt..
Ponsel Kenny bergetar dibalik saku celananya, dilihatnya siapa si penelpon. Senyum merekah dari bibirnya.
Shella is calling...
"Hallo sayang." jawab Kenny.
"Hallo sayang, jemput aku dong. Aku, sudah sampai dibandara nih." sahut Shella.
"Benarkah? Kau, sudah pulang? Baiklah, aku kesana sekarang." kata Kenny, ia begitu antusias.
"Aku merindukanmu sayang." kata Shella, dengan suara manja nya.
"Aku juga sangat merindukanmu sayang, aku tutup dulu. Aku, akan kesana sekarang juga." kata Kenny, ia memutuskan sambungannya.
Ditatap nya sekilas wajah damai Gladis, ia menyelimuti tubuh mungil itu. Lalu, mengecup keningnya.
"Aku pergi dulu, semoga kau tidak bersedih lagi." kata Kenny, ia melenggang keluar kamar.
"Bi.. Nanti jika istriku bertanya, bilang saya ada urusan sebentar diluar." titah Kenny.
"Iya tuan." jawab bibi, sambil menganggukkan kepalanya.
*****
Sesampainya dibandara, Kenny celingak - celinguk mencari kekasih yang sudah sangat dia rindukan.
"Hei sayang.. Aku disini." ujar Shella, sambil melambaikan tangannya. Kenny, buru - buru menghampiri nya. Ia, tidak segan - segan untuk memeluk kekasihnya itu.
"Aku sangat merindukanmu sayang, kenapa pulangnya lama sekali?." tanya Kenny, dengan wajah cemberut. Ia, menggandeng tangan Shella menuju mobilnya. Sedangkan, koper Shella dibiarkan Zoe yang membawanya.
"Heii, aku juga sangat merindukanmu. Kau ini, bertanya seolah tidak tau apa kerjaanku saja. Aku, disibukkan dengan pemotretan disana. Kau, tau aku bahkan sangat tersiksa disana." kata Shella, ia memasang wajah cemberut.
"Apa? Kenapa? Siapa yang menyiksamu? Katakan padaku, aku akan menghabisi orang itu." ujar Kenny, dengan emosi.
"Kau lah orangnya, habisi saja dirimu sendiri." kata Shella, sambil terkekeh.
"Aku? Kenapa aku? Mana mungkin aku bisa menyiksamu. Kau adalah separuh jiwaku." kata Kenny, sedikit menggombal.
"Cih.. Gombalan mu, ya karena aku memendam rindu yang amat mendalam kepadamu. Sebab, itu aku sangat tersiksa." sahut Shella.
"Kalau begitu aku juga sangat tersiksa disini. Aku, dua kali lebih rindu kepadamu. Kau, sudah ku katakan jangan ikut dunia Entertainment lagi. Tetapi, kau tidak mau. Aku, bahkan sanggup untuk membeli semua property model mu itu." kata Kenny, begitu angkuh.
"Aku tau sayang, tapi ini bukan masalah sanggup atau tidaknya. Aku, hanya ingin mengembangkan hobyku saja menjadi seorang model. Kau, tau ikut kan?." tanya Shella.
"Iya, baiklah terserahmu saja." jawab Kenny pasrah.
"Apa orangtua mu sudah kembali sayang?." tanya Shella.
"Belum, mereka sangat sibuk disana. Kenapa? Tumben kau bertanya." kata Kenny, ia menggenggam tangan Shella. Seoalah takut kehilangan.
"Baguslah, kalau begitu aku ingin menginap beberapa hari dirumahmu. Aku, sudah sangat merindukanmu. Dan, ingin menghabiskan waktu hanya berdua denganmu." kata Shella, ia menyandarkan kepalanya dibahu Kenny.
"Apa?!! Tidak usah dirumahku sayang. Kita, menghabiskan waktu di apartement mu saja. Itu lebih baik." ujar Kenny, ia takut rahasianya akan terbongkar jika Shella ada dirumahnya.
"Tidak, aku hanya ingin dirumahmu. Baiklah, kalau kau tidak mau. Jangan, pernah temui aku lagi." kata Shella, berpura - pura merajuk. Ia, menatap keluar jendela.
"Huh... " Kenny, menghembuskan nafas kasar. "Baiklah, kau boleh menginap dirumahku sesuka hatimu." ujar Kenny. Shella, mengembangkan senyumnya.
"Kau memang egois tuan, dirumah istrimu sedang menunggu kepulanganmu. Sedangkan disini, kau bercumbu bersama kekasihmu. Kau, belum menyadari perasaanmu terhadap Nona Gladis. Tetapi, suatu saat kau akan menyadari itu. Ku harap, kau tidak menyesali perbuatanmu." gumam Zoe, didalam hati. Ia, melirik sekilas dari kaca spion. Bos nya, yang begitu manja dan lengket terhadap Shella. Kekasihnya yang lebih mementingkan karier, dari pada menikah dengan Kenny. Karena, ia takut akan merusak tubuh nya. Jika, ia hamil. Dan, itu akan mempengaruhi ke popularitasannya.
*****
Saat itu didalam rumah, Gladis membuka matanya karena petir yang mendeledar kuat. Ia, takut se takut - takutnya. Dilihatnya, seisi kamar tidak menemukan Kenny. Ia, turun dari kasur. Dan, menghampiri sang bibi.
"Bi, tuan dimana?." tanya Gladis, menghampiri bibi yang sibuk didapur.
"Eh Nona, tuan tadi bilang ada urusan Nona. Apa, Nona perlu sesuatu?. tanya bibi.
"Ah, tidak - tidak bi. Terimakasih." kata Gladis, ia mengambil air karena merasa kerongkongannya sangat kering.
Tiba - tiba terdengar suara mesin mobil. Gladis dan bibi saling pandang.
"Itu sepertinya tuan Nona, silahkan ada sambut tuan." kata Bibi.
"Baiklah bi, aku pergi dulu." kata Gladis, entah mengapa hatinya begitu senang saat mendengar kepulangan suaminya.
"Selamat datang tuan.. " ucap Gladis, saat membukakan pintu. Senyumnya, mengembang sempurna.
Namun, saat melihat wanita digandengan Kenny. Hatinya, begitu sakit.
"Dia siapa sayang, apa dia pelayan baru?." tanya Shella. Kenny, diam seribu bahasa. Ini lah, yang ia takutkan.
Deg..
Jantung Gladis, berpacu dua kali lebih cepat.
"Ah, iya Nona. Saya pelayan baru disini. Ayo silahkan masuk." kata Gladis, ia tersenyum tipis.
Shella masuk dengan begitu angkuhnya, Kenny menatap Gladis begitu dalam. Entah, apa yang ada difikirannya sekarang.
"Siapa namamu?." tanya Shella, kepada Gladis.
"Gladis Nona." jawab Gladis.
"Baiklah Glad, kau bawa masuk koperku kedalam kamar kekasihku Kenny." titah Shella.
"Jangan dikamarku sayang, kita belum sah. Itu, dilarang agama. Zoe, letakkan barang Shella ke kamar tamu." titah Kenny.
"Baik tuan." jawab Zoe, ia menggiring koper Shella menuju ruang tamu.
"Ah, tuan Zoe aku akan ikut denganmu. Aku, akan membersihkan sedikit tempat tidurnya." kata Gladis.
"Tidak boleh.! Biarkan Zoe saja yang membawa koper itu sendiri. Lebih, baik kau membersihkan kamarku." titah Kenny, ia tidak rela melihat Gladis berduaan didalam kamar dengan Zoe.
Heii tuan, mereka itu bukan berduaan berpacaran seperti kalian. Tapi, mereka hanya menjalankan perannya saja sebagai pelayanmu.
Shella mengerutkan keningnya heran. Mengapa, kekasih nya melarang wanita itu untuk Ikut dengan Zoe. Biarkan saja, toh itu memang sudah menjadi tugasnya.
"Biarkan saja sayang, dia memang harus membersihkan tempat tidurku dulu. Jika, tidak nanti aku bisa gatal - gatal." kata Shella.
Bibi datang membawakan minuman beserta camilannya.
"Baiklah, ayo nona." ujar Zoe, ia tersenyum saat melihat bosnya sedang cemburu. Gladis, mengangguk. Lalu, mengikuti langkah Zoe.
"Dasar, Zoe sialan. Awas saja, Sampai kau berani macam - macam terhadap istriku. Kau, akan tau akibatnya sendiri." gumam Kenny, didalam hati. Ia, menggeram kesal.
.
.
.
Bersambung...
Nih.. Aku udah buat ceritanya sampai 1000 lebih ya. Buat, kalian yang ngomenin ceritanya terlalu pendek. Udah dipanjangin ya, jangan lupa votenya. Aku, capek mikir nih wkwk :v
Lop you all😘💋😙
nunggu gladis lahiran