NovelToon NovelToon
Mystery Of Love In The Shadow City

Mystery Of Love In The Shadow City

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Romansa
Popularitas:960
Nilai: 5
Nama Author: Jhylara_Anfi

Di sebuah kota yang terlupakan,ada sebuah rahasia tersembunyi. Rahasia yang dapat merubah hidup seorang gadis perantau , yang menemukan cinta pertama nya di tempat ia bekerja. Hubungan mereka bermula dari interaksi sederhana di kafe,yang kemudian berkembang menjadi perasaan yang mendalam. Namun, seperti halnya banyak kisah cinta lain nya,ego masing-masing menjadi rintangan yang sulit diatasi.Ketika mereka berdua menyadari kesalahan dan merindukan kebersamaan, tampak nya sudah terlambat.Kehadiran teman dekat yang kini menjalin hubungan dengan orang yang dicintai nya menambah luka di hati gadis itu.Meski perasaan nya belum sepenuh nya hilang,ia menyadari bahwa cinta sejati seharus nya tidak hanya tentang memiliki,tetapi juga tentang merelakan dan berharap yang terbaik untuk orang yang dicintai.Dengan hati yang berat,ia memutus kan untuk melanjut kan hidup nya.Membawa serta kenangan dan pelajaran berharga dari cinta pertama nya. Akan kah kebenaran sesungguhnya akan terungkap?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jhylara_Anfi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sahabat Semasa Sekolah

"Hubungan kamu sama Arga gimana, dek?" Ucap Ariell iseng bertanya pada Aruna.

"Ehmm," Aruna memperbaiki posisi duduk nya, seakan ingin berbicara serius. "Gimana apa nya kak?" Jawab Aruna balik bertanya pada kakak nya itu.

"Ya hubungan kakak sama kak Arga makin deket atau gimana gitu? Apa dia bakal jadi kakak ipar aku nanti kak? hhhh." Potong Stevanny sambil menggoda kakak nya itu.

"Ooo, biasa aja sih kek nya. Tapi lumayan menarik menurut Aruna sih kak..." Seru Aruna lagi tersenyum tersipu malu.

"ehmm jadi sekarang udah mulai buka hati buat si Arga cerita nya."

"Ehmm, ga kak. Masih Aruna pertimbang in sih..."

"Sama dia aja dek, kakak liat-liat dia juga kek nya orang baik. Ga banyak tingkah juga setau kakak, dek."

"iya bener tuh kak Aruna, di tambah dia juga kelihatan tampan heheh." Ucap Stevanny mendukung Ariell yang berusaha membujuk Aruna, agar dia mau membuka hati nya untuk menerima Arga sebagai pasangan nya.

"iya nanti aku pikirin lagi saran dari kalian berdua. Siapa tau ucapan kalian ada benar nya."

"Nah gitu baru bener, ga semua cowok bakal sama sifat nya sama masalalu kamu dek, bener masalalu kamu buruk karena cowok, tapi di sini kamu udah liat langsung sifat mereka kan? kamu bisa nilai mereka dengan hanya sedikit berbicara dengan mereka," Ucap Ariell berusaha meyakinkan Aruna, bahwa tidak semua cowok itu sama.

"Iya Aruna pertimbang in lagi deh kalau gitu, kalau menurut kalian dia baik untuk aku, oke aku akan terima tapi, jika aku sudah bener-bener menyukai nya." Jawabnya tersenyum menantang.

"Yaudah kakak udah selesai, kakak tidur dulu. Kalian kalau udah selesai langsung tidur jangan main hp!!"

"Heheh iya kak tenang aja." Balas keduanya cengengesan sambil melirik satu sama lain, yang di mana lirikan mereka itu disadari oleh Ariell hingga membuat mereka terkekeh karena alasan di balik lirikan Aruna dan juga Stevanny.

Sehabis mereka puas tertawa, Ariell pun beranjak pergi menuju kamar nya. Karna dia sudah kecapean habis kerja. Sementara Aruna dan Stevanny juga beres-beres dan bersiap untuk tidur. Namun Aruna ingat bahwa sabun badan sama sabun cucian nya habis, jadi ia memutus kan untuk pergi belanja.

Karena matahari juga sudah mulai naik, ia pun bergegas untuk bersiap turun ke bawah. Karna toko nya juga lumayan dekat, cukup dengan jalan kaki ke sana.

Kebetulan penjaga toko tersebut adalah sahabat Aruna dari SMK, Aruna yang membawa sahabat nya itu untuk bekerja di sana. Karena sahabat nya itu minta tolong cari kan pekerjaan, dan kebetulan juga yang punya toko kenal sama Aruna dan meminta diri nya untuk mencari kan seorang karyawan/pekerja.

Di situlah Aruna langsung menyaran kan sahabat nya itu kepada yang punya toko, bagus nya mereka menerima sahabat nya itu dan langsung di suruh untuk datang ke sana.

Bahkan di saat sahabat nya itu datang, Aruna juga meluangkan waktu untuk menjemput sahabat nya itu di pangkalan bis. Lalu langsung menemani sahabat nya untuk pergi ke toko yang waktu itu ia saran kan .setelah selesai semua nya barulah Aruna kembali lagi ke kamar nya dan langsung istirahat.

Semenjak itu lah Aruna juga lebih sering datang ke toko di mana sahabat nya bekerja, untuk menghirup udara di pagi hari juga. karena selama di sana ia selalu berada di dalam kamar setiap hari.

"Kaii!" Panggil Aruna melambaikan tangan pada sahabat nya itu.

"Aruna?" Sahutnya terkejut melihat kedatangan Aruna.

"Kenapa ?kaget gitu, hmm?"

"Gapapa sih na, ga biasa-biasa nya lo kebawah pagi." Sahut Kairin, saking jarang nya Aruna keluar.

"Ooo gapapa kaii, sekalian refreshing juga, menghirup udara segar di pagi hari mah..." Ucap nya menghela nafas lega.

"Ooo, mau belanja lagi na?" Tanya Kairin kepadanya.

"Heheh iya, perlengkapan mandi udah pada abis juga..."

"Hhh yaudah sana ambil barang nya, ngomong terus ga jadi-jadi dah tu lo belanja."

"Hhh iya bentar, gue mau pilih-pilih dulu." Sambung nya sambil mengambil barang yang dia butuh in.

Setelah selesai memilih Aruna pun langsung membawa belanjaan nya itu ke meja kasir, dan meminta Kairin untuk menghitung belanjaan nya. Sementara orang ramai, jadi ia harus mengantri lebih dulu, karena ada orang yang lebih dulu dari nya datang ke kasir.

Beberapa saat kemudian, akhir nya tiba giliran Aruna. Ia pun bergegas dan langsung berbicara dengan Kairin.

"Hitung dulu sapa tau uang gue ga cukup nanti, heheh."

"Cukup kok tenang aja, uang lo kan banyak. Ga seberapa ini mah belanjaan lo, dari pada biasa nya."

"Ga mana ada banyak... emang nya gue pabrik percetakan uang."

"Hahaha... lah kan gaji lo banyak na, perhari aja udah berapa tuh, apa lagi sebulan."

"Yeee lo pikir uang nya buat gue sendiri, ya nggak kali kaii, gie sama juga kek lo mah, tiap bulan juga ngirim uang buat ibu di kampung. Oh ya, ngomong-ngomong soal uang, gaji lo berapa an di sini? terus kerja nya nyaman? kamu betah kan di sini? bos nya galak ga ?" Tanya Aruna penasaran.

"Ssssuut, jangan di sini tar di dengar bos nya ga baik!! nanti gue kabarin lo lewat chat aja, oke?"

"loh kenapa?"

"Nanti mereka marah."

"Ooo oke, jadi berapa semua?"

"Total nya lima puluh ribu aja kok."

"Lah gue kira bakal lebih ...yaudah karna gue bawa uang lebih, gue traktir lo belanja, terserah mau pilih apa, gie bayarin."

"seriusan? apa aja?"

"Iya serius, kenapa? gamau? yaudah, ga jadi kalau gitu!" Gurau nya tersenyum kepada Kairin.

"Aelah sapa yang ga mau di belanja in sesuka gini coba??" Seringainya, yang kegirangan karena di traktir sahabat nya.

"Nah yaudah ambil, nih uang nya ... Gue balik dulu, keburu siang susah tidur nanti kalau udah siang mah, panas."

"Yaudah hati-hati, dan makasih juga traktiran nya." sorak nya berbicara dengan lantang penuh semangat.

"Iya sama-sama, yaudah bay, aku pulang dulu," Senyum nya sembari beranjak pergi dari sana.

Aruna pun bergegas pulang, karena matahari sudah makin naik dan suhu nya sudah mulai panas. ia hawatir kalau ia tidak bisa tidur nanti nya. karena kamar nya Aruna kena langsung sinar matahari, sebab itulah udara di kamar nya panas meski pun sudah ada kipas angin.

Sesampai nya di kamar, Aruna langsung mengunci pintu. Karena Aruna lihat Stevanny juga masih tertidur pulas, ia pun meletak kan belanjaan nya di dalam lemari dan segera menuju tempat tidur nya. Tidak lupa menyala kan kipas, baru lah ia tidur.

Siang hari nya, Aruna pun terbangun karena ia merasa lapar. Kemudian ia ingat kalau dalam belanjaan nya ada roti yang di beli tadi pagi saat berbelanja ke toko tempat Kairin bekerja. Ia pun langsung mengambil roti tersebut dan memakan nya dengan lahap.

Saat Aruna sedang fokus makan, Stevanny pun juga terbangun karena ia kepanasan. Aruna pun menawar kan untuk makan roti bersama nya, karena ia fikir Stevanny terbangun juga karena lapar. Namun Stevanny menolak dan mengatakan kalau ia masih mengantuk dan ia tidak merasa lapar, ia hanya kepanasan karena hawa di dalam kamar begitu panas, ucap nya.

Setelah mengata kan hal itu Stevanny pun melanjut kan tidur nya, karena jam kerja juga masih lama. Aruna yang juga sudah selesai makan dan sudah merasa kenyang, juga kembali dan melanjut kan tidur nya. Ia pun meletak kan kipas begitu dekat dengan badan nya agar ia tidak kepanasan saat tidur nanti. Namun saat akan tidur ia mendengar Ariell juga terbangun, tetapi Ariell sedang menelfon seseorang. Jadi ia memutus kan untuk diam dan lanjut tidur agar tidak mengganggu kakak nya itu.

1
Diana (ig Diana_didi1324)
1 mawar untukmu thor🌹🌹
Diana (ig Diana_didi1324): sama2😊
Jhylara_Anfi: Thanks kak❤Penyemangat buat para author nih😁
total 2 replies
aliceee
Nyimak dulu ya thorr, ayok semangat teruss 🔥🔥
Jhylara_Anfi: makasih kak, jadi semangat lagi buat nulis😊Terus pantau cerita aku ya kak😁🙏
total 1 replies
QueenRaa🌺
Keren ceritanya kak✨️ Semangat up!!
Kalo berkenan boleh singgah ke "Pesan Masa Lalu" dan berikan ulasan di sana🤩
Mari saling mendukung🤗
Jhylara_Anfi: Heheh makasih😊boleh juga
total 1 replies
Gemma
Karakter keren! 😍
Jhylara_Anfi: makasih kak,mohon bantuan nya😊🙏
total 1 replies
ahok wijaya
Bikin ketagihan, kapan update lagi??
Jhylara_Anfi: makasih😊sabar ya kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!