Instagram : @imeldona
SEASON 2 : Tentang Kasih Sayang dan Perjuangan Orangtua untuk mengungkap kebenaran anaknya, juga berlatar belakang kisah cinta Remaja.
SEASON 1 :Kisah Cinta pertama.
Saling mencintai namun karena pertentangan orangtua, mereka saling dipisahkan.
Hingga Kemudian Mereka dipertemukan kembali, tapi mereka sudah tidak dapat bersama karena Sefia sudah menjadi istri pria lain.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Imelda Agustine, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berbagai Alasan
Sefia membantu mencopot sepatu juga baju kantor suaminya, Ia tak menyangka kenapa suaminya bisa seperti ini karena selama sepuluh tahun perjalanan hidupnya bersama, suaminya tidak sekalipun meneguk minuman berakohol apalagi sampai mabuk seperti ini.
"kamu ngapain sampek mabuk mabukan seperti ini sih, mas?" gerutu Sefia sambil membantu suaminya tidur diatas ranjang mereka.
"kamu diem aja kenapa sih, Sef! kepalaku pusing" sahut Angga serak, "lagian aku gak minum banyak kok sama udah minum obat anti mabuk juga"
"tapi tetep aja masnya kalo jalan sampek sempoyongan gitu, terus pulangnya sampek larut juga. untung besok akhir pekan jadi gak kerja"
"kamu kok cerewet banget sih jadi orang" cetus Angga
"terserah kamu mas, aku itu cuma khawatir sama mas. mas kan pulangnya nyentir sendirian takutnya ntar dijalan ada apa apa"
Angga memilih mengabaikan istrinya dan mengambil bantal guling untuk mengistirahatkan dirinya.
"yah, padahal udah bela belain dandan sampek kayak gini"
Sefia merasa putus Asa pasalnya Ia berniat untuk menyenangkan suaminya, untuk mempertahankan kembali keutuhan rumah tangganya. ingin rasanya Ia kembali pada saat mereka baru kali menikah.
Angga selalu melakukan hal baik dan terkesan, bahkan kesabarannya yang membuat Sefia jadi luluh akhirnya. perlahan lahan Sefia bisa menghapus mantannya Dedi karena sangat terlihat jelas bahwa Angga terlihat tulus mencintainya.
Itulah sebabnya Sefia tak ingin menyerah walau beberapa tahun terakhir ini sikap suaminya sangat berbeda, dia menjadi seorang suami yang dingin dan tak peduli lagi.
dan Kini Sefia mendapati panggilan masuk di ponsel suaminya membuat Sefia merengut kesal.
Sefia langsung mengangkat panggilan itu tanpa bersuara.
"Hallo mas, kamu udah sampek rumah? aku khawatir banget soalnya kamu gak mau aku antarkan pulang malah milih pulang sendirian"
"Oh jadi kamu yang ngajakin suami aku sampek pulang mabuk seperti itu?" Akhirnya Sefia membuka suara
"Oh ini si Mandul itu ya? uppss keceplosan hehe" ejek Lia, "mas Angga itu mau sendiri aku ajak, katanya males pulang bosen sama istrinya"
"apa kamu bilang? kurang ajar kamu ya!"
"aduhh gak usah marah marah deh mbak, lagian aku gak maksa kalo suami mbak sendiri yang mau aku ajak senang senang" ucap Lia khas dengan suara ejekannya
Sefia menghembus nafas kasar, mencoba untuk tenang, "tolong jangan ganggu suami orang lagi! jangan hancurin rumah tangga yang sudah aku jaga selama sepuluh tahun"
"heh mbak, kalau bukan karena mas Angga tampan dan kaya. aku gak mungkin mau deketin dia, lagian aku siap kok meskipun dijadiin istri yang kedua, daripapa nanti mas Angga gak punya keturunan gara gara menikahi perempuan mandul kayak mbak?" ucapnya mengejek penuh penekanan
"brengsek, kurang ajar kamu! sampek kapan pun mas Angga gak akan terjebak sama rayuan palsu mu itu" Maki Sefia geram
"ha ha kita lihat saja nanti" tantang Lia lalu memutus sambungan begitu saja.
Sefia begitu frustasi dan gusak, sedangkan suaminya masih enak tidur tanpa masalah apapun.
"kamu tega mas, tega"
****
Kini pagi hari sudah menjelang, matahari sudah naik sepenggalah dan suaminya baru tersadar dari tidur lelapnya.
"Sef, sarapanku mana?" teriak Angga
"apa sih mas sampek teriak segala?" tanya Sefia muncul dari pintu belakang
"sarapan buatku mana? udah siang nih aku laper banget"
"loh katanya masakanku gak enak, pergi beli aja mas diluar atau sarapan dikantin perusahaan" sahutnya mengejek
"kamu bercanda ya? ini kan sudah akhir pekan"
"Oh, ya udah mas pergi beli aja" sahut Sefia enteng
"ya ampun Sef, aku kan lagi pusing gara gara semalem"
"Oh ya udah tunggu!"
Segera Sefia mengambil masakan yang sudah di siapkannya dan di hidangkan depan suaminya.
"kok udah jadi? kamu masak?"
"ya, sengaja aku masak karena mas pasti kelaperan bangun tidur. Sefia juga gak tega bangunin mas"
"kenapa gak bilang aja sih Sef, pake ngejek dulu segala" gerutu Angga
"ya mas, maaf"
Akhirnya Angga pun memakan masakan Sefia dengan lahap, dan Sefia tampak senang karenanya.
"Oh ya mas, nanti sore bisa nganterin aku ke rumah Ibu gak? soalnya aku udah lama gak jenguk Ibu, kangen juga"
"ya oke lah"
"terimakasih mas" Sefia senang dan menghadiahi suaminya kecupan dipipi.
****
"mas, hayo katanya mau nganterin aku kerumah Ibu?" ajak Sefia
"kayaknya mau hujan deres deh Sef, sebaiknya kita kesana besok aja, kan masih libur"
"duh mas, ini kan masih perkiraan apalagi kan kita pake mobil gak kira kehujanan"
"kamu ya dibilangin, aku gak bisa nyetirnya kalo hujan lebat dan gelap. kalo tiba tiba hujan deras gimana? aku gak mau deh bahayain keselamatan nyawaku sendiri"
"tapi kan kita bisa berhenti menepi dulu atau neduh di warung atau supermarket gitu mas"
"gak ah, kamu itu kalo sudah maunya sekarang ya harus sekarang juga. gak mikir kamu Sef!" teriak Angga sambil menyatukan alisnya, "kalo kamu mau pergi ya pergi sendiri aja gak usah ngajak aku!"
"ya udah lah mas kalo udah gak mau nganterin, gak usah sampek marah marah juga"
"lagian kamu sih, dibilangi kok ngeyel"
Sebenarnya Angga hanya melebih lebihkan saja karena dirinya memang tak ada niatan untuk mengantar istrinya kemana kemana, Ia lebih senang menghabiskan libur akhir pekannya dengan bersantai ria didalam rumah.
dan sampai ketika Angga mendapatkan panggilan telepon dari mama Lidia.
"hallo Nak, kamu dimana?"
"hallo ma, aku lagi santai dirumah, ada apa?" tanya Angga
"Oh, gini kan mama udah janji mau nyalon bareng sama Lia hari ini tapi mama gak bisa karena mama harus datang di acara teman mama yang dadakan"
"Oh, terus ma?"
"mama kan udah janji jadi mama gak enak sama dia, takut dikiranya mama bohong lagi. Bisa gak kamu gantiin mama nemenin Lia pergi nyalon bentar aja?" pinta Lidia dengan segala kebohongannya
"tapi ma, aku gak bisa"
"mama mohon Ga, mama bisa sedih loh kalo harus nyecewain anak sebaik Lia. apalagi kamu udah nolak dia tapi dia masih mau mengakrabkan diri sama mama, bisa ya Ga? mama mohon"
Angga menghembuskan nafasnya kasar, sedikit memijit dahinya, "baiklah ma, suruh Lia kerumah mama. nanti aku jemput disitu"
"baik Nak, kamu memang bisa mama andalkan"
Lalu Mereka mematikan sambungan teleponnya, menghentikan percakapan.
"Aaaa kita berhasil lagi" jerit Lidia kepada wanita yang disebelahnya
"Tante emang keren" puji Lia sambil memeluk Lidia, "makasih Tan udah mau dukung aku"
"iya sama sama, Tante maunya kamu yang jadi menantu Tante"
Lia membalas senyum, ya, dengan senyum liciknya.
****
Terlihat Angga memakai setelah baju rapi dan bersiap untuk keluar.
"mas mau kemana?" tanya Sefia
****
Hallo Readers Setia,
kalian sementara bisa Download NOVELTOON lalu Vote Novel Author yang biasa ini. agar memberi semangat untuk Author menulis.
makasih ya :*
aga & Yuna jg donk Thor.. lg seru2 nya..