Seorang gadis remaja berusia 16 tahun yang sudah sangat bosan dengan kehidupannya saat ini tiba-tiba saja tertarik masuk ke dunia lain.
Saat dia sudah berada di dunia lain itu, dia melihat ada empat raja iblis yang sudah berdiri di depannya.
Disaat dirinya masih kaget dan bingung dengan apa yang terjadi, keempat raja iblis itu meminta gadis tersebut untuk menjadi Wanita Bintang Pijar mereka.
Dan tanpa berpikir panjang, wanita tersebut pun langsung menerima permintaan dari raja iblis yang baru saja dia temui itu.
Lalu bagaimana kelanjutan kisah petualangan wanita itu dengan keempat raja iblisnya?
Jika kalian penasaran, maka ayo ikuti kisah Zeena yang tertarik masuk ke dunia lain, dan langsung menjadi wanita dari keempat raja iblis sekaligus.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadiyah Salsabila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 12. Hewan Magi Para Raja Iblis
Saat ini Zeena, Hans, Belzuse, dan dua iblis lainnya yang baru datang sedang duduk melingkar di tanah lapangan dengan mata yang melihat tajam satu sama lain.
"Zeena!" teriak salah satu iblis yang baru datang itu, tak lain dan tak bukan dia adalah Astra, lalu tentu saja iblis yang satunya lagi adalah Ferre.
"I–iya?" balas Zeena dengan gugup, Zeena seperti ini karena sudah sejak beberapa menit yang lalu dia dibawah tekanan mengerikan dari keempat raja iblis itu.
"Mengapa kamu memeluk Hans dan Belzuse Zeena? Bagaimana dengan kami? Kamu ingin menjadikan ku dan Ferre sebagai yang ketiga dan keempat?" ucap Astra dengan pertanyaan yang bertubi-tubi.
"Benar! Apa kamu lupa sebagai seorang Wanita Bintang Pijar kamu harus memberikan hal yang adil kepada kami semua? Mengapa kamu mendahulukan Hans dan Belzuse? Apakah kamu mengistimewakan mereka berdua?" sahut Ferre yang juga menyerang Zeena dengan banyak pertanyaan.
Zeena yang terus-terusan diserang dengan pertanyaan-pertanyaan itu menjadi semakin gugup dan takut, hingga dia sulit untuk berkata-kata lagi.
"Ayo Zeena jawab!" seru Astra dan Ferre berbarengan, meski mereka tidak berteriak sama sekali namun kalimat mereka tadi terdengar begitu tegas bagi Zeena.
"Huahh terlalu banyak pertanyaan!" Zeena yang sudah tidak tahan itupun akhirnya berteriak karena frustasi
"Astra, Ferre hentikanlah! Kalian terlalu menekan Zeena!" sahut Belzuse ketika melihat Zeena yang sudah tertekan itu.
"Berhenti? Apakah orang yang telah melakukan kecurangan berhak berkata seperti itu kepada orang yang telah dicurangi nya?" balas Astra dengan wajah kesalnya.
"Lagi pula ini salah siapa? Kalianlah yang tidak mau datang kesini, jadi itu sudah nasib kalian berdua," ucap Hans yang balik menyalahkan.
"Salah kami? Asal kalian tau kami berdua bukanlah raja iblis yang akan meninggalkan pekerjaannya begitu saja hanya untuk bermain-main!!" seru Ferre yang juga masuk ke dalam pertengkaran itu.
Mereka berempat terus saling menyerang dengan kata-kata dan saling menyalakan, dari suara mereka yang kecil hingga menjadi besar karena sudah sangat emosi.
Melihat hal itu Zeena benar-benar sudah tidak tahan lagi, dengan cepat dia memberikan cubitan ke satu persatu raja iblisnya itu.
"Awww!!" ringis Hans, Belzuse, Ferre, dan Astra.
Setelah dicubit Hans, Belzuse, Astra, dan Ferre pun langsung terdiam, dan kini giliran Zeena lah yang marah.
"Apakah kalian benar-benar keempat raja iblis yang menguasai dunia ini? Tapi kenapa tingkah kalian saat ini tidak mencerminkan sikap seorang raja iblis yang berwibawa?" ucap Zeena dengan penekanan disetiap kata-katanya.
Melihat Zeena yang marah keempat raja iblis itupun terus menundukkan kepala mereka, mereka yang begitu ribut beberapa saat yang lalu kini benar-benar telah membisu.
"Ahh ... Akar masalahnya ada pada pelukan antara aku, Hans, dan Belzuse tadi kan?" tanya Zeena, keempat raja iblis itupun langsung mengangguk dengan kepala yang masih menunduk.
"Baiklah Astra, Ferre aku akan memeluk kalian berdua, dan sebagai permintaan maaf ku karena telah memeluk Hans dan Belzuse terlebih dahulu, maka aku akan memeluk kalian 3 detik lebih lama dari aku memeluk mereka berdua," ucap Zeena.
Mendengar kalimat Zeena tersebut keempat raja iblis itupun langsung mengangkat kembali kepada mereka.
"Benarkah? Terimakasih Zeena!" ucap Astra dan Ferre berbarengan dengan senang.
"Apa? Itu curang!" ucap Hans dan Belzuse yang tidak terima dengan waktu berpelukan yang diperpanjang itu.
"Ini sudah menjadi keputusanku! Dan kurasa ini cukup adil, Hans dan Belzuse menjadi iblis pertama yang kupeluk, lalu Ferre dan Astra menjadi yang terlama," jelas Zeena.
Mau tidak mau semua pihak pun harus setuju, karena inilah keputusan terbaik dari Wanita Bintang Pijar mereka.
"Baiklah!" Zeena langsung memeluk Astra dan Ferre, Astra dan Ferre yang dipeluk pun merasa begitu senang.
Sementara Hans dan Belzuse yang melihat itu merasa cemburu karena tambahan waktu 3 detik yang diberikan oleh Zeena tersebut.
......................
Setelah permasalahan peluk-pelukan itu selesai, akhirnya kini mereka berlima kembali ke tujuan utama mengapa Zeena ada di dunia iblis saat ini.
"Setelah dapat mengendalikan mana mu dengan cukup baik, lalu memilih senjata dan elemen utama mu, maka kali ini hal yang harus kamu lakukan adalah memilih hewan magi mu Zeena," ucap Ferre yang memulai pelatihan itu.
"Hewan magi?" gumam Zeena yang langsung terlihat sangat penasaran.
"Ya, setiap bangsawan iblis di dunia ini pasti memiliki hewan magi yang telah menjalin kontrak dengan mereka, hewan magi itu sendiri dapat menjadi pengawal, pendamping, dan juga teman bagi pemiliknya," sahut Astra.
"Semua bangsawan iblis? Kalau begitu kalian juga punya?" tanya Zeena yang terlihat begitu bersemangat. "Ya tentu saja," jawab keempat raja iblis itu berbarengan.
Mendengar hal tersebut dengan cepat Zeena langsung meminta kepada keempat raja iblisnya untuk menunjukkan hewan magi yang mereka miliki.
Dan tentu saja keempat raja iblis itu dengan senang hati menunjukkannya, karena mereka ingin membanggakan hewan magi kebanggaan mereka kepada sang Wanita Bintang Pijar mereka.
Hans, Belzuse, Astra, dan Ferre pun menjentikkan jari mereka sembari mengucapkan nama dari setiap hewan magi mereka masing-masing.
Tak lama setelah itu muncullah kabut asap yang cukup besar, dalam waktu sekitar 5 detik kabut asap tersebut pun perlahan menghilang.
Dengan menghilangnya kabut asap tersebut maka keempat makhluk magi yang bersembunyi di baliknya langsung terlihat.
"Hewan magi ku berasal dari spesies naga petarung, namanya Drákos!" ucap Astra yang memperkenalkan sosok naga besar disampingnya.
Tinggi naga tersebut hampir menyentuh penghalang yang Hans buat sebelumnya, lalu kuku tajam dari naga itu menusuk dalam ke tanah.
"Ini dia hewan magi ku dari spesies phoenix sang hewan penguasa api, namanya Gigántio!" Kali ini Hans lah yang memperkenalkan hewan maginya.
Zeena pun terpesona melihat burung api raksasa yang begitu anggun dan cantik itu, warna apinya memancarkan cahaya merah yang indah, angin yang berasal dari kepakan sayapnya pun terasa sangat hangat.
"Lihatlah Zeena! Hewan magi ku berasal dari spesies Fenrir, hewan magi langkah sekaligus yang paling setia jika sudah cocok dengan pemiliknya, namanya Lýkos!" seru Belzuse.
Mendengar penjelasan Belzuse itu Zeena pun setuju, karena Fenrir adalah hewan magi yang mirip dengan serigala, dimana semua orang tau bahwa serigala adalah hewan yang setia.
"Dia adalah Fidioú, hewan magi ku yang berasal dari spesies chimera," ucap Ferre sebagai raja iblis terakhir yang memperkenalkan hewan maginya.
Dari keempat hewan magi itu hewan magi Ferre lah yang paling unik, dimana hewan magi Ferre tersebut memiliki dua kepala, yaitu kepala singa dan kambing, juga memiliki ekor ular.
bersiaplah menghadapi penjahat yg sebenarnya Zeena 😁