NovelToon NovelToon
Gairah Sang Janda

Gairah Sang Janda

Status: sedang berlangsung
Genre:Janda / Konflik etika / Selingkuh / Romantis / Trauma masa lalu / PSK
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: LaQuin

Warning!! Hanya untuk pembaca 21 tahun ke atas.

Lyra menjadi wanita yang haus akan kasih sayang setelah kepergian suaminya. Usia pernikahannya baru berjalan 2 bulan, namun harus berakhir dengan menyandang status janda di tinggal mati. Bertemu Dika seorang lelaki yang bekerja di daerah tempat tinggalnya. Membuat mereka terlibat dengan hubungan cinta yang penuh dosa.Tapi siapa sangka, ternyata Dika sudah menikah, dan terobsesi kepada Lyra.
Lyra akhirnya memutuskan untuk sendiri menjalani sisa hidupnya. Namun ia bertemu Fandi, rekan kerjanya yang ternyata memendam rasa padanya.

Bagaimana kisah kehidupan dan cinta Lyra selanjutnya?
Yuk simak kisahnya..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LaQuin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19. Video 2

Bab 19

Video 2

"Mau kemana? Udah sore loh Des."

Malik mengingatkan Desi ketika melihat istrinya itu menggunakan helm dan bersiap menghidupkan motor matic nya. Karena tidak biasanya istrinya itu keluyuran ketika hari menjelang sore.

"Mau ke rumah Novia Bang. Dia lagi butuh aku. Soal yang waktu itu, kayaknya aku bakal kasih tahu dia sekarang."

"Kamu yakin?"

Desi mengangguk. "Soalnya Novia mau kesana buat mastiin."

Malik terlihat menghela napas.

"Ya sudah hati-hati."

"Iya Bang. Cuma sebentar kok. Sebelum maghrib, aku pulang."

Malik mengangguk. Desi pun menghidupkan kendaraannya dan berlalu pergi.

"Tadi itu Desi kan Mal?"

Malik menoleh kebelakang pada sumber suara. Rahma, sang ibu mertua rupanya berjalan mendekatinya.

"Iya Bu. Pergi ke rumah Novia sebentar."

"Oalah. Kamu sudah makan Mal?"

"Tadi siang sudah Bu. Masih belum lapar lagi."

"Ya sudah. Nanti ingatkan Desi pulang sebelum jam makan malam. Masa suami mau makan malah di tinggal."

"Iya Bu. Nanti Malik telepon."

-

-

-

Novia kembali memandangi layar handphone yang sudah gelap usai Desi menelpon dirinya beberapa saat yang lalu. Keresahan tampak jelas di wajahnya ketika Ibra datang setelah puas bermain di luar rumah.

"Ma....?" Sekali Ibra memanggil, namun Novia tidak menjawab. "Ma...? Mama...?" Panggilan berikutnya dengan sentuhan kecil tangan Ibra di bahunya, baru lah Novia sadar dan menoleh pada anaknya.

"Ya? Kenapa Nak?"

"Mama kok melamun?"

Novia sesaat diam memandangi wajah Ibra yang polos. Lalu menghembuskan napas perlahan dan menggeleng pelan sambil memberikan senyum yang di paksakan.

"Nggak apa-apa Nak. Kamu sudah mandi?"

"Belum Ma."

"Mandi dulu sana, habis itu pergi TPA."

"Iya Ma. Ibra mandi dulu ya."

"Ya sudah, sana. Jangan lupa handuknya di jemur lagi ya sayang."

"Ya Ma."

Ibra pun berlalu. Senyum Novia kembali pudar. Memandang Ibra tadi membuat Novia sempat berpikir, Ibra masih butuh kasih sayang seorang Ayah. Dan ia harus memikirkan matang-matang, apa yang akan ia lakukan nanti agar Ibra tidak merasakan kurangnya kasih sayang itu, seandainya Dika benar-benar membuatnya kecewa.

"Assalamualaikum."

Salam Desi membuyarkan lamunan Novia.

"Wa'alaikumsalam."

Desi datang sesuai ucapannya tadi. Lalu duduk di samping Novia dan segera mengeluarkan handphonenya.

"Kamu yakin, sama ucapan mu tadi?"

"Iya Kak. Dan aku mau memastikannya kesana. Aku nggak mau keadaan seperti ini berlarut lama-lama. Aku nggak bisa tenang."

Novia membuang napas berat. Kegelisahannya itu tak ia tutupi lagi di depan Kakaknya.

"Kamu harus kuat. Jika memang Dika seperti yang kamu perkirakan itu, mungkin ini ujian dalam rumah tangga kalian. Dan sebenarnya, ada sesuatu yang mau Kakak lihatkan sama kamu." Desi menghidupkan layar handphonenya, lalu memainkannya beberapa detik, kemudian memberikannya kepada Novia. "Ini..."

"Apa ini Kak?" Tanya Novia memandang Desi dengan wajah bingung.

"Buka saja video itu, nanti kamu akan tahu."

"Video apa?"

Desi tidak menjawab, tapi tangannya masih menyodorkan handphonenya kepada adiknya. Dengan perlahan Novia meraih handphone itu dan memutar video yang sudah di arahkan oleh Desi.

Hening beberapa saat. Hanya suara rekaman video yang terdengar di antara mereka. Namun saat video menayangkan bagian seorang laki-laki memeluk pinggang wanita di depan pintu, Novia mengerutkan dahinya. Ia memutar ulang bagian itu, dan ingin memastikannya sekali lagi.

Deg,

Tubuh Novia membeku. Jantungnya seakan-akan ingin berhenti saat itu juga. Meski hanya sekilas tapi ia bisa pastikan bahwa lelaki itu adalah suaminya. Suami yang sangat ia cintai dan percayai selama ini. Dan yang membuatnya terkejut, wanita di samping Dika yang mendapat perlakuan istimewa dengan tangan Dika melingkar mesra di pinggangnya.

Novia menutup mulutnya dengan sebelah tangannya. Kepalanya menggeleng seakan tak ingin mempercayai penglihatan matanya sendiri. Darahnya berdesir, napasnya tercekat. Dadanya sakit dengan rasa sesak yang menyerang tiba-tiba. Seakan ada batu besar menghantam keras dadanya. Lalu sedetik kemudian ia kembali menggeleng, dan air mata pun menggenang, lalu jatuh di pipi. Hancur sudah dunianya.

"Kak...." Ucapnya terbata, matanya sendu menatap Desi, jelas sekali ada kehancuran hati tergambar di sorot matanya. "Hiks...."

Meski hanya video singkat dan hanya menampilkan bagian kemesraan singkat, tapi menghancurkan dinding kepercayaan dan rasa cinta Novia kepada suaminya, Dika.

Tubuh Novia gemetar, bahunya naik turun dengan isak tangis. Wajahnya ia tutup dengan kedua tangannya, menahan rasa sakit yang bergemuruh di dada.

Desi ikut merasakan ke piluan itu. Ia perlahan memeluk adiknya dengan lembut, seakan-akan ingin memberikan kekuatan, dan mengatakan bahwa ia akan selalu berada di samping adiknya itu.

"Tega sekali Mas Dika... Hiks...," ucap Novia, lirih.

Dalam kepiluan tangisan yang terdengar lirih. Ibra lewat dengan pakaian rapi siap pergi ke TPA. Ia kebingungan melihat ibunya menangis, membungkuk dengan wajah di tutup dan hampir menyentuh lutut dalam posisi duduk.

"Tante, Mama kenapa?" Tanya Ibra, wajahnya terlihat khawatir karena baru kali ini melihat Ibunya seperti itu.

Tangis Novia, tertahan sesaat. Ia tak berani mengangkat wajahnya untuk melihat pada anaknya.

"Mamamu hanya sakit perut sayang. Nanti Tante kasih obat biar mendingan," jawab Desi berkilah dengan wajah senyum khasnya.

"Oohh...Ibra pergi dulu ya Tante, Mama.."

Ibra menyalami keduanya tanpa ada rasa curiga. Anak sekecil dan sepolos itu masih tidak tahu apa yang terjadi pada orang tuanya.

Selepas Ibra pergi baru lah Novia mengangkat wajahnya. Matanya sembab, dan merah, dan jelas sekali Novia sangat terpukul mengetahui kenyataan yang ada.

"Bagaimana aku harus menghadapi Ibra Kak? Hiks...hatiku sakit, tapi aku juga nggak ingin Ibra sakit seperti aku. Hiks... Aku harus gimana? Hiks...Mas Dika benar-benar tega...."

"Tapi kamu yakin, nggak kenal sama wanita itu? Saudara jauh Dika mungkin?"

Novia menggelang pelan. "Aku baru kali ini melihatnya. Mas Dika juga nggak pernah cerita punya saudara jauh dengan ciri-ciri seperti wanita itu."

"Bagaimana kalau di pastikan dulu? Bukan Kakak ngebela Dika, tapi kalau ternyata semua ini hanya salah paham, akan berdampak pada rumah tangga kalian."

"Mau mastikan kesiapa Kak?"

Desi diam sesaat, tampak berpikir. "Coba kamu tanya Iqbal."

"Iqbal?" Ulang Novia menatap Kakaknya.

Desi mengangguk pelan.

Novia menunduk, seolah-olah sedang merenungkan ucapan kakaknya. Kemudian ia menghidupkan layar ponselnya untuk mencari kontak Iqbal sambil menyeka air matanya yang menetes. Novia ingin mengetahui siapa wanita yang sedang dipeluk Dika.

Tuuuut... ! Tuuuut... !

"Loudspeaker," ujar Desi.

"Tuuuut... ! Tuuuut... !"

"Halo Assalamualaikum Nov. Tumben banget nelpon, ada apa?"

"Wa'alaikumsalam. Iq, kamu lagi sibuk? Apa aku ganggu?"

"Nggak..., ini kan minggu. Masih libur dong. Kenapa?"

"Ehem... begini Iq. Ada yang mau aku tanyain sama kamu. Aku kirim video ya. Tapi aku minta, tolong rahasiakan sama Ibu."

"Apa nih? Kok pake rahasia segala. Jadi deg-degan."

Novia menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan sebelum mengirimkan video dari Desi.

"Sudah aku kirim. Kamu perhatikan baik-baik wanita yang bersama Mas Dika. Setelah itu, telepon balik aku. Aku ingin tahu, dia siapa."

Iqbal lebih dulu mematikan panggilan untuk melihat video yang di kirim oleh Novia. Dua kali ia mengulang video tersebut dan menghentikannya tepat saat menampilkan Dika dan Lyra.

-

-

-

Bersambung...

Jangan lupa dukung Author dengan like dan komen ya, terima kasih 🙏😊

1
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🏘⃝Aⁿᵘ🍒⃞⃟🦅ᴳᴿ🐅Kᵝ⃟ᴸZ
dika itu udah cinta mati smaa lyra..lyra pergi pastilah hatinya ikutan pergi, masih ada harapan' buat pertahankan??
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🏘⃝Aⁿᵘ🍒⃞⃟🦅ᴳᴿ🐅Kᵝ⃟ᴸZ
bertahan Krn anak pasti nantinya tetap gakan baik" aja Novia..yakin kamu akan bahagia setelah kepergian lyra??
🏘⃝Aⁿᵘ🍒⃞⃟🦅♉🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Kᵝ⃟ᴸ
lyra pergi .. taunya nanti malahan hamil bawa 😄
🏘⃝Aⁿᵘ🍒⃞⃟🦅♉🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Kᵝ⃟ᴸ
hhhhhh... tersangkanya msh dikantor.🤣
pas pulang lyra udah pergi.. kayaknya bakalan nambah Maslah deh Novia.. mending ber3 bicaranya..klo sepihak gitu nantinya badan dika dikamu tapi hati dan jiwanya di lyra
Author abal-abal
setelah Lyra pergi, Novia harusnya ceraikan Dika. biar double sakitnya 😤
💜Bening🍆
percuma kamu pastiin lyra pergi klo suamimu gk bisa berubah.... yg lbh perlu itu pastiin dika tobat bkn hanya sekedar mastiin kamu berhasil nyingkirin lyra... kamu kira setelah sukses bikin lyra pergi semua bakal baik2 aja n dika jd suami idaman yg setia... preettlah, yg ada bisa aja dika malah sibuk nyari lyra atw bahkan nyari lyra2 yg lain utk menuhin egonya
💜Bening🍆
setelah lyra pergi jd kamu mau bertahan? suamimu yg inisiatif selingkuh bkn di goda wanita lain... kamu mau diem2 aja n kembali lanjutin rumah tanggamu gitu
💜Bening🍆
bojomu yg sengkelek novia.... jgn krn cinta kamu nutup kemungkinan bahwa yg buaya emang suamimu bkn wanita lain yg menggoda suamimu
💜Bening🍆
bkn e kamu dah ada curiga kemaren2 lyra... meski wajar terkejut tp hrsnya kamu punya kemungkinan soal kebohongan dika yg ini
Author.N.
kirain mau jambak2an duluuu
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
terus setelah kamu nyingkirin lyra kamu akan baik2 saja dan seperti semula sama dika begitu?
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
lyra tapi gak ngejar looo
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
harusnya kamu udah memprediksikan hal ini ly
𝐀⃝🥀𒈒⃟ʟʙᴄ🦆͜͡Lie𝐙⃝🦜🅟ᴳ᯳ᷢ
Bagus lira kebahagian kamu diluar sana pasti lebih baik, Novia sekali selingkuh tetep susah di maafkan bersama hanya karena anak? apa mungkin bisa ya??
𝐀⃝🥀𒈒⃟ʟʙᴄ🦆͜͡Lie𝐙⃝🦜🅟ᴳ᯳ᷢ
Semangat mom, ceritanya bagus gak semua pelakor itu jahat, meski salah apapun caranya.
Author.N.
Pas labraknya jangan lupa video ya wak, nanti kita up di tik tok. Biar kalau viral novia diundang di pagi2 amburadul sama podcast Danny sumarso 😆
Author.N.
Lahhhh malah nunggu dika pergi 🤣
Author.N.
😅 bakarrr Ball, iqbal. bakarrr sekalian emosi novia
Author.N.
Dika harus kamu cabik2 mah nop
Author.N.
iparku cinta pertamaku
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!