Anastasya Vallensia (19 tahun), putri dari Firdaus Vallensia dan Maryam Sihad. Ibunya sudah lama meninggal dan setelah ibunya meninggal Ayahnya menikah lagi dengan Laura vatalia yang beralih nama menjadi Laura Vallensia dan memiliki putri bernama Sabrina Vallensia (18 tahun).
Awalnya hari-harinya berjalan dengan baik, Anastasya sangat bahagia karena dia selalu bersama dengan kekasihnya Satria kusmojo (22 tahun) sampai sebuah kecelakaan mobil menimpa dirinya, bukannya hanya penglihatannya yang hilang tapi kekasihnya juga meninggalkannya dan malah berselingkuh dengan adik tirinya.
Akankah Anastasya menemukan kebahagiaannya?
Jangan lupa like dan Votenya 😊
ig:@KismiBebby
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AngelKiss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CSGB-14
Kini septyan dan anastasya sudah berada di tempat makan yang menjual baso.
"Bosa kamu mau di campur atau gimana?" Tanya septyan.
"Punyaku baso aja."
"Baiklah." Lalu septyan berjalan ke penjual basonya untuk memesan baso.
Tak beberapa lama baso yang mereka pesan sudah matang, terlihat anastasya hanya tersenyum.
"Kamu mau pake kecap, saos atau sambel?" Tanya septyan.
"Pake sambel aja."
"Kecap sama saos gak mau?"
"Gak ah, aku lebih suka pake sambel."
"Oke, deh. Mau berapa sendok."
"Itu sendok kecil apa sendok besar?"
"Sendok kecil."
"Ya udah 5 sendok aja."
"Hah? 5 sendok, emang gak bakalan sakit perut."
"Enggaklah perut aku strong kok."
"Ya udah, kalau sakit perut tanggung sendiri resikonya." Lalu septyan memberikan 5 sendok sambel ke baso milik anastasya. "Udah." Ucap septyan.
Lalu tangan anastasya meraba-raba, posisi mangkuk baso miliknya. Secara perlahan anastasya memotong baso-baso tersebut menjadi potongan kecil lalu secara perlahan memasukkan baso-baso tersebut ke dalam mulutnya.
Sementara septyan hanya tersenyum melihat Anastasya makan, lalu septyan juga langsung memakan baso miliknya sebelum dingin.
Selama makan tak ada obrolan antara Anastasya dan septyan, karena anastasya sudah terbiasa kalau makan tak bicara. Sementara septyan ingin rasanya dia bicara tapi dia takut menganggu anastasya yang sedang makan.
Skip.
Kini Anastasya dan septyan sudah selesai memakan baso yang tadi mereka pesan. Lalu septyan langsung membayar baso pesanannya tadi.
Kini mereka berdua tengah berada di trotoar jalan sambil menunggu pak mansyur untuk menjemput Anastasya karena tadi Anastasya sudah menyuruh septyan untuk menghubungi pak mansyur.
"Tasya."
"Apa?"
"Terimakasih."
"Untuk apa?"
"Iyah, untuk hari ini karen kau telah membantuku mencari uang."
"Sama-sama. Dan aku juga mau bilang makasih sama kamu."
"Buat."
"Karena udah bikin aku bahagia hari ini."
"Sama-sama." Terlihat septyan tersenyum memandang anastasya.
Tit, tit, tit...
Terdengar suara klakson dari pak mansyur.
"Itu, pak mansyur udah dateng." Ucap septyan.
"Tolong bantu aku." Ucap anastasya lalu septyan menuntun anastasya untuk masuk ke dalam mobil.
Setelah anastasya masuk ke dalam mobil, septyan langsung menutup pintu mobil tersebut.
"Dah.." Ucap anastasya sambil melambaikan tangannya.
"Dah.." Balas septyan. Lalu mobil anastasya langsung menjauh meninggalkan septyan. Terlihat sebuah senyuman bahagia dan sedih terukir jelas di wajah septyan. Dia bahagia karena bisa menghabiskan waktunya dengan anastasya dan dia sedih karena harus berpisah dengan anastasya.
Tak ingin berlarut-larut dengan pikirannya itu, septyan lebih memilih untuk segera pulang dan langsung merebahkan tubuhnya.
Di tempat lain...
Kini mobil Anastasya sudah sampai di kediamannya, cukup memakan waktu lama untuk kembali ke rumahnya. Dan ternyata Anastasya sudah di sambut oleh adik dan ibu tirinya.
"Eh, si buta baru pulang." Ejek sabrina.
"Dari mana aja kamu, jam segini baru pulang." Tanya Laura.
"Main." Jawab Anastasya singkat.
"Main? Anak cewek itu gak bagus main jam segini." Maki Laura.
"Emang ini jam berapa?" Tanya Anastasya.
"Jam 4 sore." Jawab laura.
"Lantas apa yang perlu di permasalahkan, harusnya sebelum tante maki-maki tasya, tante harus introfeksi anak tante sendiri." Ucap anastasya sambil berjalan.
"Beraninya kamu yah. Melawan sama saya." Bentak Laura sambil mendorong tubuh Anastasya. Lalu tubuh Anastasya langsung jatuh ke lantai.
"Hahaha, kamu tuh yah. Udah buta tapi masih belagu." Maki sabrina.
Terlihat Anastasya meraba-raba tongkatnya, lalu tangan Anastasya langsung di injak-injak oleh sabrina. Terdengar ringisan dari mulut kecil Anastasya.
"Aww.." Ringis Anastasya.
"Rasain. Itu balasan buat orang yang gak tahu diri kaya kamu." Ejek sabrina.
"Udah sayang, kita pergi aja. Nanti kalau ayahnya tahu kita bisa kena omel lagi." Lalu laura dan sabrina langsung meninggalkan Anastasya yang masih dalam posisi duduk di lantai.
Terlihat air matanya mengalir, tapi Anastasya langsung menyeka air matanya itu. "Aku gak boleh nangis, aku harus kuat. Aku gak boleh nunjukin kelemahan aku di depan mereka." Ucap Anastasya pada dirinya sendiri.
datang pelakor baru.... siap" ditampar tasya kamu faniaaa awas sajaaaa