Zulkarnain yang dipaksa untuk menjadi pewaris harus menjalani kehidupan yang tidak diinginkan.Ia harus jauh dari istri tercintanya yang tengah hamil muda.Namun berkat kegigihan AIDA, istri Zulkarnain.Mereka yang terpisah akhirnya bisa bersama.
Akan tetapi itu bukanlah akhir dari segalanya, Niken ayu yang terlanjur cinta kepada Zulkarnain memilih jalan pintas sehingga Zulkarnain mengkhianati istrinya.Diluar dugaan, Anak kembar yang dilahirkan oleh AIDA ternyata memiliki kekuatan yang diturunkan oleh kakeknya.kekuatan itulah yang menyelamatkan Zulkarnain dari pengaruh Niken ayu.
Kejahatan Niken ayu tidak berhenti sampai disitu,Ia merencanakan pembunuhan kepada AIDA dan kedua anaknya.Yang mengakibatkan meninggalnya AIDA dan hilangnya si kembar.
Akankah Zulkarnain bisa menemukan Si kembar yang telah dinobatkan sebagai Ahli waris nya??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon L-viie Ann, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sang pewaris Bab 14 ketahuan
Pagi-pagi sekali Niken Ayu merasa perutnya tak mengenakkan.Sudah berapa lama dia tidak keluar dari kamar mandi karena tidak berhenti muntah.Sampek badannya lemes banget.
"An... tolong anterin aku kerumah sakit dong"
Niken Ayu berusaha membangun kan suaminya.
"Hmm malas! pergi aja sendiri" Jawab Andika dengan mata masih terpejam.
Niken Ayu tidak bisa memaksa lagi, kalau dipaksa bisa-bisa dia dipukul lagi.
Dengan sisa-sisa tenaga nya, ia bangkit lalu keluar kamar.Ia berencana mau mengajak mamanya, tapi ditangga dia terserempak dengan Soraya.
"Kak Niken kok pucat banget"
"Iya nih dari tadi muntah-muntah terus"
"Nggak diperiksa kak, takut kenapa-kenapa? "
"Ini mau pergi"
"Kak Andika mana kok nggak nganterin? "
"Masih tidur"
"Apa??? dasar pemalas, istri udah kayak mayat hidup begini malah enak-enakan tidur" Soraya mengomel. Niken hanya tersenyum sikit.
"Ya uda kak biar Soraya anterin ya"
"Nggak apa-apa, aku bisa ajak Mama kok"
"Jangan... biar Soraya aja yg anter.. yuk"Soraya menuntun langkah Niken yang melemah. Niken tak mampu menolak, Soraya memang jarang Bersoliassasi dengannya.Tapi ia baik, beda dengan Andika dan Bu Lastri.Mungkin menurun dari biologis Pak Hans.
Sesampainya Di Rumah sakit, Soraya mendudukkan Niken Di ruang tunggu KIA. Sedangkan dirinya pergi mengambil No antrian. untung suasana lenggang hingga tidak perlu mengantri lama.
" Ibu Niken Ayu!"seru suster.
"iya Sus" Soraya yang menjawab.Ia menggandeng tangan Niken Ayu menuju Ruang Dokter Kandungan. Sebelum masuk keduanya terserempak dengan Zulkarnaen dan Aida yang baru saja keluar dari ruangan Dokter.
"Zul... " Niken nampak kaget, apalagi melihat Zulkarnaen menggandeng tangan Aida dengan begitu mesra.
"Kak kok ada disini?? " Soraya ikut penasaran "Dan dia siapa??? " menunjuk ke arah Aida.
Zulkarnaen saling berpandangan dengan Aida. ia bingung mau jawab apa❓
"Ibu Niken Ayu silahkan masuk" seru suster membuyarkan kekakuan mereka.
"Masuklah dulu Niken, kami akan menunggu. jika kamu butuh penjelasan akan aku jelaskan" Ujar Zulkarnaen.
Soraya pun menggandeng tangan Niken Ayu masuk kedalam.
Minuman yang dipesan sudah terhidang, tapi dari 4orang ini belum juga ada yang membuka topik.
"Kak... " tiba-tiba Soraya buka suara
"Wanita ini siapa?? "
"Dia istri ku"
Soraya dan Niken Ayu sama-sama terkejut.
"Kapan kalian menikah" sergah Niken Ayu.
"Sebelum aku dibawa kesini"
"Jadi dia bukan family kamu?? "
"Maafkan saya Nona, saya terpaksa berbohong karena takut menjadi masalah nantinya" Aida ikut menjawab.
"Dan sekarang pun sudah menjadi masalah" bentak Niken Ayu.
"Tenang kak tenang" Soraya mengusap-usap punggung Niken Ayu.
"Apa maksud mu Niken?? " Zulkarnaen kurang mengerti.
"Zul.. aku merasa telah ditipu oleh kalian, aku seperti orang bodoh yang begitu mudah kalian bodohi"
"Terus aku harus gimana??? aku dipaksa melakukan semua itu" jelas Zulkarnaen.
"Kamu tidak mengerti perasaan ku Zul" sanggah Niken Ayu.
"Apa yang harus aku mengerti?? "
Niken bangkit
"Aku mencintaimu Zul" Ungkap Niken sambil menunjuk wajah Zulkarnaen.
Zulkarnaen terpana.Tanpa kata lagi Niken Ayu pergi meninggalkan cafe tersebut,disusul oleh Soraya.
Aida pun tak bisa berkata apa-apa, ia hanya mengelus-elus pundak suaminya.
"Kak... apa kakak sadar dengan apa yang kakak ucapkan barusan? " ucap Soraya sambil fokus menyetir.
"Maafkan aku Soraya, aku tidak bisa mengendalikan perasaan kuu"
"Tapi kak Niken itu istri dari kak Andika"
"Aku tidak pernah mencintai Andika"
"Nggak cinta kok nikah sampek hamil duluan"
Niken tidak menjawab,matanya menatap keluar kaca,tanpa sengaja air matanya jatuh berlinang.
Keadaan yang seperti ini sangat begitu menyakiti nya.Soraya sadar kalau Niken Ayu tengah bersedih, tapi dia bisa apa??
Sesampainya di kamar, Niken Ayu membuang tasnya ke kasur.Ia duduk ditepi tilam , air matanya meleleh lepas. Jemarinya meremas ujung tepian kasur. Ada luka tersayat dalam hatinya.
"Ini semua gara-gara kamu"dengan penuh amarah Niken Ayu memukul-mukul perutnya.
" Aaaaaaaaa!!!!! "ia menjerit disertai isak tangis yang menderu.