NovelToon NovelToon
Menantang Langit Yang Busuk

Menantang Langit Yang Busuk

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi / Iblis
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: KuntilTraanak

Tian Yuofan tumbuh dalam kehidupan yang tidak pernah mudah. Sejak usia delapan tahun, ia sudah harus belajar bertahan sendiri, merawat ibunya yang kehilangan kewarasannya akibat trauma masa lalu. Ia bahkan tidak bisa menyentuhnya, takut memicu trauma ibunya.

Tanpa keluarga yang utuh, tanpa teman, Yuofan menjalani hari-harinya sendirian di dunia yang tidak memberi banyak ruang bagi orang lemah. Ia belajar memahami lingkungan, membaca keadaan, dan bertahan dengan caranya sendiri.

Namun suatu hari, sebuah kejadian yang awalnya tampak seperti kesialan justru membawanya pada sesuatu yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya—sebuah pertemuan yang perlahan mengubah arah hidupnya.

Dari sana, perjalanan yang tak pernah ia pikirkan pun benar-benar dimulai…

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KuntilTraanak, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32— Tian Anyu

Yuofan berjalan keluar, ia dengan cepat melompat kearah pedangnya tertancap sebelumnya. Ia menarik pedang tersebut sembari menatap kearah dua binatang yang sebelumnya ingin ia lawan.

“Eee, tuan muda,” Di Xinyuan menyela sebelum Yuofan menodongkan pedang itu keatas saudara-saudara nya.

“Sepertinya Shou liehu sudah tak sadarkan diri, sedari tadi ia sudah tak mengeluarkan perlawanan apapun. Apalagi, kau didalam tadi cukup lama…” lanjut kera tersebut seraya menunjuk kearah gumpalan hitam yang tak jauh dari Yuofan.

Yuofan pun menurutinya dan membuka kuruangan hitam itu yang kemudian menampilkan sosok Harimau berkepala tiga yang kini terkapar ditanah tak sadarkan diri. Beruang kemudian maju dan memeriksa keadaan harimau itu dan bersyukur bahwa saudaranya itu masih hidup.

“Lihat, siapapun yang melawanku. Akan ku buat ia tak berdaya dibawah kaki ku!” ucap Yuofan seraya menodongkan pedangnya kepada binatang-binatang dihadapannya.

Di Xinyuan dan Bai Luan serempak mengangkat kedua tangan mereka memberi tanda patuh. Sedangkan ular dan beruang hanya terdiam dan bingung dengan tindakan yang diambil oleh Di Xinyuan dan Bai Luan.

Ujar tertawa sinis, kemudian bergerak mendekati Yuofan dengan senyumannya yang semakin melebar.

“Ha…” beruang itu menghela nafasnya kemudian menarik ekor ular tersebut dan melemparkannya kebelakang.

“Aku tidak tahu bagaimana kau membuat mereka tunduk, tapi aku yakin kau bukanlah anak biasa,” ucap beruang itu seraya menatap tenang kearah Yuofan.

“Aku tidak akan membuat masalah denganmu, tapi ijinkanlah kami untuk melihat keadaan didalam. Ada suatu perasaan aneh yang membawa kami ke mari, dan itu sangatlah menyakitkan.” ucap beruang itu sembari menundukkan kepalanya dan memegangi dadanya yang masih sesak.

Yuofan terdiam sejenak, berpikir langkah apa yang harus ia ambil. Sebenarnya saat ini posisinya sangatlah tidak menguntungkan, energinya hampir habis walau dari tadi ia terus menarik energi sekitarnya. Tubuh dan mentalnya masih lelah, dan ia tidak yakin apakah ia bisa melawan jika binatang ini tiba-tiba memberikan serangan mendadak.

“Ajaklah bicara kera itu, aku yakin dia bisa dipercaya. Carilah informasi, baru kau putuskan.” ucap Wuxu yang saat ini sudah kembali ke wujud kecilnya yang mirip seperti gumpalan hitam yang memiliki telinga dan ekor.

Yuofan mengangguk, kemudian mengangkat tangannya kearah Di Xinyuan dan mengisyaratkan kera itu untuk mendekat kearahnya. Tanpa merasa ragu maupun curiga, kera itu mendekati Yuofan dan duduk lalu menunduk untuk menyetarakan tingginya dengan Yuofan yang menurutnya seukuran buah semangka.

“Sebenarnya perasaan apa yang membawa kalian kemari?” tanya Yuofan dengan suara pelan.

Mendengar itu, Di Xinyuan membalas dengan berbisik. “Ada perasaan sedih dan nostalgia, dimana kami tiba-tiba merasakan energi yang familiar pada pagi hari tadi dan perasaan ini muncul bersamaan dengan energi itu,”

Kera itu menatap Yuofan sejenak. “Apa tuan muda ingat tentang seorang pria yang merawat kami dahulu?” tanya nya yang langsung diangguki oleh Yuofan tanda bahwa ia masih mengingatnya.

“Kami merasakan energi yang mirip dengan sosok itu, walau aku tidak yakin apakah mereka semua bisa mengingatnya atau tidak.” lanjut kera itu.

Yuofan terdiam seraya memegangi dagunya berpikir. Bagaimana mungkin energi itu ada pada ibunya, apalagi ibunya hanyalah wanita biasa dengan paras cantik melebihi siapapun dan mungkin saja Dewi pun kalah olehnya.

“Baiklah, gua itu sangat kecil. Jadi aku harap kalian melihatnya secara bergantian dan tidak boleh berisik.” ucap Yuofan kemudian ia kembali masuk kedalam gua sembari membawa pedang hitam.

“Baiklah, Yuan kau duluan.” ucap Yuofan yang kemudian diikuti oleh Di Xinyuan yang mengintip kedalam gua. Dimana disana ia melihat seorang wanita cantik terbaring lemah ditanah, lalu di sisinya terdapat seorang bayi yang tertidur nyenyak.

“Selanjutnya, Bai luan.” lanjut Yuofan membuat Di Xinyuan berganti dengan Bai Luan.

Satu persatu dari mereka pun mulai mengintip dan setelah semuanya selesai, Yuofan pun keluar dari gua dan berdiri di mulut gua. Ia menatap keempat binatang besar dihadapannya, mereka terlihat saling pandang sebelumnya akhirnya mengangguk.

“Tuan muda,” Di Xinyuan mendekat kearah Yuofan.

“Sepertinya energi itu berasal dari bayi itu.” lanjutnya yang diangguki ketiga binatang lainnya.

Yuofan menggaruk lehernya yang tidak gatal. Ia semakin dibuat bingung dengan keadaan ini, tidak mungkin bayi yang baru saja lahir tiba-tiba menjadi seorang dewa kan? Atau mungkinkah ia reinkarnasi dewa?

Dengan cepat Yuofan menggelengkan kepalanya dan menangkis semua opsi dipikirannya yang hanya membuat kepalanya terasa berat.

“Sepertinya aku perlu waktu untuk berpikir sejenak, jadi aku harap kalian bisa kembali ke wilayah kalian terlebih dahulu. Jika memungkinkan, kalian bisa datang esok hari.” ucap Yuofan yang disetujui oleh keempat binatang itu.

“Baiklah tuan muda, kami pamit!” ucap Di Xinyuan dengan senyuman khasnya yang begitu lebar, tetapi dipenuhi semangat. Ia pergi bersama dengan Bai Luan yang hanya menatap dan menundukkan kepalanya kelada Yuofan.

Disisi lain, ular pergi begitu saja tanpa sepatah katapun. Sedangkan beruang saat ini sedang menggendong tubuh harimau berkepala tiga yang masih belum sadarkan diri. Ia menatap kearah Yuofan, kemudian berjalan mendekati bocah itu dengan senyuman kecil.

“Namaku Mao Xiong, aku suka kepribadian mu yang berani. Aku harap bisa kita memiliki hubungan baik juga.” ucapnya seraya mengulurkan tangannya kearah Yuofan.

Yuofan membalas uluran itu dengan memegang jari kelingking beruang itu yang bahkan sebesar kepalanya. “Boleh saja!” balasnya dengan senyuman.

Beruang itupun pergi menuju wilayahnya dan meninggalkan Yuofan yang hanya menatap punggungnya.

Yuofan menarik nafasnya panjang. Hari ini terlalu banyak kejadian yang membuatnya mentalnya sedikit lelah, ia bahkan kini terjatuh ketanah lalu menatap kearah langit yang mulai berubah warna menjadi jingga.

“Menurutmu bagaimana, Wuxu?” tanya Yuofan yang beralih menatap kearah bayi disamping ibunya.

“Aku belum memeriksanya, jadi tidak tahu.” balas Wuxu seraya mengangkat pundaknya.

Yuofan pun paham, ia lalu berjalan memasuki gua dan mendekat kearah bayi itu. Ia menyentuh pelan permukaan bayi itu dengan lembut dan penuh perhatian, ia sangat bersyukur bahwa bayi dan ibunya selamat.

“Hei, aku melihatnya!” ucap Wuxu seraya mendekatkan dirinya pada bayi itu.

“Ini mirip seperti energi yang ada pada beruang itu.” lanjutnya membuat Yuofan heran.

Ia yang sudah mempelajari bagaimana cara bayi terbentuk pun menjadi tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Wuxu. “Maksud mu ibuku memiliki hubungan dengan beruang itu?” tanya Yuofan dengan raut wajah tidak percaya.

“Bukan, energi beruang itu bukan miliknya tetapi energi seseorang yang hanya dititipkan. Sedangkan untuk bayi ini, dia hampir memiliki energi ini sebagai miliknya sendiri.” ucap Wuxu membuat Yuofan mendekatkan wajahnya kearah bayi itu.

“Ini sangat tipis, apa kau yakin?” tanya Yuofan yang melihat bahwa bayi itu diselimuti energi tipis.

“Yakin! Energi itu tipis karena dia masih bayi, dia belum bisa memperoleh energi dengan baik.” balas Wuxu yang menurut Yuofan ada benarnya juga.

Ia kemudian menatap kearah ibunya yang saat ini sedang tertidur. Ia bertanya-tanya siapa sebenarnya sang ibu ini, jika diingat lagi tentang cerita pria yang merawat hutan ini, rasanya tidak mungkin ibunya memiliki hubungan dengan pria itu. Jika pun benar, berarti ibunya sudah sesusia dengan Di Xinyuan.

“Kesampingkan itu, sedari awal kehidupan mu ini memang aneh. Jadi, nama apa yang akan kau berikan pada bayi ini? Aku rasa ibumu tidak akan bisa memberikan nama pada adikmu mengingat mental yang rusak. Aku bahkan tidak yakin apakah beliau bisa menerima bayi ini disisinya.” ujar Wuxu membuat Yuofan tenggelam dalam pikirannya kembali.

Hening untuk beberapa saat, hingga akhirnya Yuofan pun kembali menatap kearah Wuxu. “Tian Anyu.”

1
Luthfi Afifzaidan
4 ap 5 thor?
KuntilTraanak: dibab ini baru dikenalin 4 kak, saya salah tulis itu 🙏
total 1 replies
Koplak
mulai seru nih
Koplak
pertama baca langsung tertarik💪
Nanik S
Cerita yang bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!