NovelToon NovelToon
Nox Astra: Sovereign Of The Nine Stars

Nox Astra: Sovereign Of The Nine Stars

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / Reinkarnasi / Tamat
Popularitas:189
Nilai: 5
Nama Author: Seat Bos

1. Konsep Utama (The Core)
Protagonis: Kaelan Veyris (Reinkarnasi Ryan Hartman).
Bakat: EX-Grade Talent "All" (Potensi melampaui dewa, penguasaan semua elemen & jalur).
Organisasi: Nox Astra (Simbol: 9 Bintang). Bergerak dari bayangan untuk menguasai 5 benua.
Misi Utama: Membangun kekuatan absolut melalui panti asuhan rahasia dan jaringan teleportasi kuno.
2. Hierarki Kekuatan (Power System)
Grade Bakat: F (Terendah) sampai S (Legenda), SS (Mitos), dan EX (Kaelan).
Jalur Utama:
Sword Path: Sword Trainee hingga Transcendent Sword (Tebasan Dimensi).
Mage Path: Mana Initiate hingga Transcendent Mage (Manipulasi Realitas).
Hybrid Path: Gabungan keduanya (Kaelan & Nox).
Sihir Langka: Teleportasi jarak jauh (Teknik kuno yang hanya dikuasai Kaelan/Nox Astra).

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Seat Bos, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CAKRAWALA DI ATAS GARIS DARAH

Kaelan mengatur napasnya yang sempat memburu. Rasa hangat di dadanya masih tersisa, berdenyut pelan seakan mengikuti detak jantungnya yang kecil. Ia menarik buku geografi itu lebih dekat ke arah cahaya bulan.

Halaman pertama menampilkan peta mendetail. Mata Kaelan menyipit saat melihat garis merah tebal di bagian timur laut. Di sana, tertulis nama Veyris, wilayah keluarganya. Namun, tepat di seberang garis itu, terdapat wilayah hitam pekat dengan simbol tengkorak baja: Kerajaan Drakmor.

Tunggu... wilayah Veyris berada tepat di mulut serigala? batin Kaelan tercekat.

Drakmor adalah kerajaan militer agresif, musuh bebuyutan Valdoria yang sudah lama mengincar tanah ini. Veyris bukan sekadar wilayah bangsawan; itu adalah Garis Depan. Jika Drakmor menyerang, rumahnya adalah yang pertama akan dibakar. Kaelan membaca lebih lanjut dan menemukan fakta pahit: pusat kerajaan Valdoria sering memangkas bantuan logistik ke perbatasan. Keluarganya dibiarkan menjadi tembok hidup tanpa sokongan memadai.

Ini gila. Aku hidup di atas bom waktu, pikirnya tajam. Kecerdasan saja tidak akan cukup menghadapi kavaleri Drakmor. Aku butuh senjata. Aku butuh sihir.

Dengan ambisi baru, Kaelan merangkak menyisir rak lain. Ia menemukan buku tipis berjudul: "Inisiasi Mana: Aliran Kehidupan".

Ia meletakkan telapak tangannya di atas ilustrasi sirkulasi mana. Tiba-tiba, udara di sekitarnya terasa mendingin. Kaelan merasa pori-porinya terbuka, menghirup partikel tak kasat mata dari udara. Partikel itu dingin seperti es saat masuk ke kulit, tapi berubah menjadi panas membara saat berkumpul di ulu hatinya.

"Ugh..." Kaelan merintih pelan. Rasanya seperti ada bola api kecil yang berputar liar di dalam dadanya.

Secara naluriah, ia mencoba mengarahkan panas itu ke ujung telunjuknya. Ia hanya ingin sedikit cahaya untuk membaca lebih jelas.

Wush!

Sebuah bola cahaya biru murni seukuran kelereng tercipta di ujung jarinya. Cahayanya begitu terang hingga menyilaukan mata. Namun, detik berikutnya, energi itu tersedot habis. Kepala Kaelan mendadak terasa dihantam godam besi. Penglihatannya berbayang, dan rasa mual menyerang hebat.

Sial... tubuh ini... terlalu lemah...

Bola cahaya itu padam. Kaelan jatuh terduduk, napasnya pendek-pendek. Keringat dingin membasahi dahinya. Ia baru saja menyadari dua hal: bakatnya luar biasa, tapi menggunakan mana secara kasar bisa membunuh tubuh balitanya sendiri.

Kaelan menyandarkan punggungnya di rak kayu, napasnya masih tersengal akibat percikan cahaya tadi. Ia sadar, tubuh balita ini seperti wadah kaca yang dipaksa menampung air bah. Jika ia terus memaksakan diri, wadah ini akan retak dan hancur.

Aku butuh cara untuk memperkuat wadah ini, pikirnya tajam.

Alih-alih menyerah, Kaelan justru merangkak lebih dalam ke sudut rak yang paling gelap, tempat di mana debu menumpuk setebal beberapa milimeter. Di sana, terjepit di antara dua buku besar yang sudah lapuk, ia melihat sebuah buku kecil dengan sampul kulit berwarna hitam pudar. Tidak ada judul di punggungnya, hanya ada simbol matahari yang terbelah dua.

Kaelan menariknya perlahan. Uhuk! Debu beterbangan membuat hidung kecilnya gatal.

Saat ia membuka halaman pertamanya, Kaelan tertegun. Berbeda dengan buku inisiasi mana sebelumnya yang penuh dengan istilah puitis yang tidak jelas, buku ini berisi diagram anatomi yang sangat presisi—mirip dengan jalur saraf dan meridian yang pernah ia pelajari di dunia modern.

Judul di dalamnya tertulis dalam aksara kuno yang entah mengapa, berkat bakat EX-nya, mulai bisa ia terjemahkan di kepala: "Sirkulasi Aether: Pemurnian Inti Sejati".

Kultivasi? Mata Kaelan berbinar.

Buku ini tidak mengajarkan cara mengeluarkan bola api atau petir. Buku ini mengajarkan cara menyaring mana dari alam, memutarnya melalui jalur saraf tertentu, dan menyimpannya di dalam tulang serta otot untuk memperkuat fisik sebelum mana itu dikumpulkan di jantung.

Ini dia! batin Kaelan antusias. Inilah alasan kenapa peradaban lama bisa menggunakan sihir tingkat tinggi. Mereka tidak hanya menggunakan mana, mereka menanam mana ke dalam sel tubuh mereka.

Kaelan langsung mencoba posisi duduk yang digambarkan di buku itu. Ia melipat kaki mungilnya, menegakkan punggungnya yang pendek, dan mulai mengatur napas secara ritmis. Ia membayangkan partikel mana di udara bukan sebagai jarum es yang menusuk, melainkan sebagai aliran air yang lembut.

Ia mulai menarik mana masuk melalui titik di puncak kepalanya, membawanya turun perlahan menyusuri tulang belakang, lalu memutarnya ke seluruh persendian tangannya.

Deg. Deg.

Sensasi panas yang membakar tadi perlahan berubah menjadi hangat yang nyaman. Rasa pegal di kakinya menghilang. Rasa pusing di kepalanya mulai reda. Mana yang tadinya liar kini mulai "jinak" dan meresap ke dalam sumsum tulangnya, memperkuat struktur tubuh bayinya dari dalam.

Luar biasa... Kaelan merasakan kekuatannya kembali pulih dengan cepat. Bahkan, ia merasa tubuhnya menjadi lebih ringan dan indera pendengarannya menjadi lebih tajam. Ia bisa mendengar detak jantung ksatria di balik pintu dengan lebih jelas.

Kaelan tersenyum kecil. Dengan teknik kultivasi kuno ini, ia tidak perlu menunggu sampai umur sepuluh tahun untuk mulai menggunakan sihir secara stabil. Dalam beberapa bulan, tubuh bayinya akan memiliki ketahanan fisik yang setara dengan anak remaja atau bahkan orang dewasa.

Namun, Kaelan tahu buku ini terlalu berharga untuk ditinggalkan begitu saja. Ia tidak bisa membawanya ke kamar karena Mira pasti akan curiga.

Aku harus menghafalnya, pikir Kaelan.

Dengan kemampuan analisis mahasiswanya dan dorongan bakat EX-nya, ia membalik halaman demi halaman dengan cepat.tepat pada halaman tengah Matanya melihat tabel yang seolah-olah menjadi kunci rahasia dunia ini.

Ia menatap Tabel Jalur Hybrid (Pedang + Sihir). Dari level 1 Battle Mage hingga level 5 Transcendent Hybrid.

Kaelan mengerutkan kening.

"Gabungan kemampuan pedang dan sihir maksimal... hanya ada di catatan kuno," gumamnya dalam hati. Jalur ini terlihat paling efisien untuk bertahan hidup di perbatasan yang ganas.

Lalu beralih ke Tabel Jalur Sihir (Mage Path) dan Tabel Jalur Pedang (Sword Path). Di sana tertera 10 tingkatan yang sangat jelas. Dari Mana Initiate dan Sword Trainee di level 1, hingga level 10 yang disebut Transcendent—sebuah ranah di mana manipulasi mana tidak terbatas dan fisik manusia melampaui logika.

Prajurit biasa hanya level 2 (Sword Warrior), dan komandan mungkin di level 4 atau 5 (Aura Knight/High Aura Knight), analisis Kaelan sambil membandingkan dengan ksatria yang ia lihat di mansion.

Terakhir, matanya terpaku pada Tabel Tingkatan Bakat (Grade Talent).

Dari Grade F hingga S yang dianggap legendaris oleh kerajaan saat ini. Namun, buku ini mencatat adanya Grade SS dan Grade EX.

EX Grade Talent: Bakat mitos, potensi mencapai tingkat Transcendent, bisa menciptakan teknik baru, dan menguasai banyak jalur kekuatan.

"Bakat EX..." Kaelan menyentuh tulisan itu. Ia teringat rasa panas membara di ulu hatinya tadi. Apakah itu tanda dia memiliki bakat ini? Ataukah itu hanya reaksi tubuh bayinya yang lemah?

Ia juga membaca tentang Jenis Bakat. Ada bakat elemen (api, angin, air, cahaya, bayangan), bakat pengrajin, hingga Bakat Strategi yang mencakup taktik perang dan analisis medan.

Aku belum tahu apa bakat asliku, pikir Kaelan tajam. Aku belum pernah dites dengan kristal mana. Tapi jika sensasi tadi adalah indikatornya, aku harus sangat berhati-hati. Kalau aku benar-benar punya Bakat EX, Kekaisaran atau Drakmor tidak akan membiarkanku hidup.

waktu berlalu kaelan hampir selesai membaca buku nya tapi dia tidak sengaja menjatuhkan buku lain yang ada di rak dan membuat kesatria itu mendengar benda yang jatuh itu.

Kaelan menahan napas, jantungnya berdegup kencang hingga terasa di ujung kerongkongannya. Suara langkah ksatria di balik pintu besar itu makin jelas, diiringi denting baju zirah yang berat.

​"Sial, kalau aku keluar lewat pintu depan secara normal, aku pasti tertangkap," batinnya tajam.

​Dengan dorongan Bakat EX dan kemampuan analisisnya, jemari mungil Kaelan membalik halaman demi halaman buku kuno itu dengan gila-gilaan. Ia mengabaikan tabel-tabel tadi dan fokus mencari Teknik Penunjang (Auxiliary Skills).

​Matanya menangkap sebuah diagram di sudut bawah halaman: "Mana Ghosting: Tahap Dasar" dan "Silent Step" (Langkah Sunyi). Teknik memanipulasi cahaya untuk ilusi optik singkat dan meredam suara langkah kaki.

​Ini dia!

​Kaelan langsung mempraktikkannya. Ia menarik mana dari ulu hatinya dan membiarkannya mengalir keluar melalui pori-pori kulitnya, membungkus tubuh kecilnya seperti jubah transparan. Tanpa pikir panjang, ia memeluk buku hitam kuno itu erat di dadanya. Buku ini harus ikut bersamaku, pikirnya nekat.

​Ceklek!

​Pintu besar perpustakaan terbuka lebar. Dua ksatria melangkah masuk dengan obor menyala.

​"Kau dengar sesuatu tadi?" suara berat salah satu ksatria menggema.

"Mungkin hanya tikus atau rak tua yang berderit. Ayo cek sudut sana," jawab temannya sambil melangkah masuk lebih dalam ke area rak-rak buku.

​Kaelan tidak membuang waktu. Dengan Mana Ghosting yang masih aktif dan buku kuno terdekap di dadanya, ia bergerak sunyi menggunakan Silent Step. Ia merayap rendah, memanfaatkan bayangan rak saat kedua ksatria itu berjalan memunggunginya untuk memeriksa sumber suara tadi.

​Begitu ada celah, Kaelan melesat. Dengan langkah yang benar-benar sunyi, ia menyelinap keluar melewati pintu yang masih terbuka lebar tepat sebelum salah satu ksatria menoleh kembali ke arah pintu.

​Ia berlari kecil menyusuri koridor yang remang-remang, jantungnya berpacu liar. Begitu sampai di kamar, ia langsung menyembunyikan buku kuno itu di bawah tumpukan pakaian di dalam lemarinya, lalu melompat ke tempat tidur.

​Ia menarik selimut tepat saat cahaya fajar pertama mulai masuk ke celah jendela.

​Berhasil... rahasia ini sekarang milikku sepenuhnya, batin Kaelan sebelum jatuh tertidur karena kelelahan mana yang luar biasa.

1
Apin Zen
tmat
Kaisar Absolute
🅑🅐🅖🅤🅢
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!