NovelToon NovelToon
Prince Of The Wind

Prince Of The Wind

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Cinta Istana/Kuno / Fantasi Isekai
Popularitas:346
Nilai: 5
Nama Author: Apin Zen

Kerajaan Risvela dipimpin oleh Raja Ryvons dengan dua pewaris: Seyron yang tampak sempurna, dan Reyd yang dulu dianggap bermasalah. Setelah kembali dari Academy Magica bersama Lein, Reyd berubah menjadi sosok yang lebih dewasa dan peduli.
Namun di balik citra baiknya, Seyron menyimpan sisi dingin yang berbahaya. Menyadari hal itu, Reyd bertekad merebut takhta demi melindungi kerajaan, meski peluangnya kecil.
Di tengah konflik keluarga, kekuasaan, dan kebenaran—Reyd memilih melawan takdirnya sendiri untuk menjadi pemimpin yang sebenarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Apin Zen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di Atas Angin

Setelah duel berakhir, Durkes Darivers tidak kembali beristirahat. Sebagai panglima perang, tugasnya tidak pernah berhenti.

Di salah satu area persiapan pasukan, prajurit mulai berkumpul. Kuda-kuda perang disiapkan. Senjata diperiksa. Suasana terasa tegang.

Karena kabar telah datang: ada kerajaan lain yang mencoba menantang Risvela. Seperti biasa, Durkes yang akan turun tangan.

Ia berjalan di antara para prajurit. Memberi perintah singkat. Tegas. Efisien.

Namun… langkahnya terhenti.

Seseorang menghampirinya. Langkahnya cepat. Sedikit terburu-buru.

Seorang gadis. Wajahnya terlihat cemas.

“Permisi, Paman!”

Durkes menoleh. Menatapnya sebentar.

“Ada apa, Nona?”

Lein menarik napas pelan.

“Reyd… di mana dia?”

Nada suaranya menunjukkan kekhawatiran.

Durkes terdiam sejenak. Lalu, ia mengangkat tangannya. Menunjuk ke arah area latihan.

“Di sana.”

Jawabnya singkat.

Lein langsung mengangguk.

“Terima kasih!”

Tanpa menunggu lebih lama, ia segera berlari menuju arah yang ditunjukkan.

Durkes memperhatikannya.

Awalnya biasa saja. Namun, langkah Lein yang menjauh… membuat sesuatu terasa aneh.

Durkes sedikit menyipitkan matanya.

“Hmm?”

Aura. Sangat tipis. Hampir tidak terasa.

Namun… ada sesuatu.

Kuno.

Berbeda dari sihir biasa.

Hanya sekejap. Lalu menghilang.

Durkes tetap berdiri diam. Memikirkan hal itu.

“Gadis itu…”

Gumamnya pelan.

Ia mengingat kembali tekanan sihir tadi. Meski lemah, kualitasnya tidak biasa. Bukan sesuatu yang dimiliki penyihir biasa.

Durkes menghela napas.

“Sepertinya…”

Tatapannya kembali ke arah Lein pergi.

“Banyak hal menarik di sekitar pangeran ceroboh itu.”

Namun ia tidak memperpanjangnya. Tugasnya jelas: perang menunggu kehadirannya.

Ia berbalik. Melanjutkan langkahnya. Memberi perintah pada pasukan.

Namun di dalam pikirannya, satu hal tersimpan: bahwa gadis yang berdiri di sisi Reyd… bukan sekadar penyihir biasa.

---

Di area latihan, Reyd masih berdiri sendiri. Napasnya sudah mulai stabil. Angin di sekitarnya kembali tenang.

Namun… dari kejauhan, seseorang berlari ke arahnya. Langkahnya cepat. Sedikit terburu-buru.

“Reyd!”

Suara itu langsung dikenali.

Reyd menoleh. Sedikit terkejut. Namun belum sempat ia berkata apa-apa—

“Kyaa!”

Lein tersandung batu kecil. Tubuhnya kehilangan keseimbangan. Hampir jatuh.

Namun…

WHOOOSH!

Dalam sekejap, angin biru melesat.

Reyd muncul tepat di depannya. Tangannya langsung menangkap Lein. Dan tanpa berhenti, ia membawa Lein terangkat. Ke udara.

Angin membentuk pijakan. Mendorong mereka naik perlahan.

Lein terkejut. Matanya sedikit melebar.

“Reyd?”

Namun Reyd hanya tersenyum tipis.

“Kalau jatuh, berbahaya, lho.”

Jawabnya santai.

Lein memegang bahunya agar seimbang.

Beberapa detik. Ia menenangkan diri.

Matanya perlahan melihat sekeliling.

Dari atas, Kerajaan Risvela terlihat luas. Megah. Dinding tinggi. Menara menjulang. Jalanan panjang yang dipenuhi aktivitas.

“Indah sekali…”

Gumam Lein pelan.

Angin berhembus pelan di sekitar mereka. Membuat suasana terasa tenang. Berbeda dari hiruk pikuk di bawah.

Reyd ikut melihat ke arah kerajaan. Tatapannya tenang. Namun sedikit dalam.

“Ya…”

Jawabnya pelan.

“Kerajaan ini besar.”

Ia melanjutkan.

“Terlihat sempurna dari luar.”

Sunyi sejenak.

Namun… nada suaranya berubah sedikit.

“Tapi itu tidak selalu berarti semua orang di dalamnya hidup dengan tenang.”

Lein menoleh ke arahnya. Melihat ekspresi Reyd.

Tidak ada senyum. Hanya ketenangan yang menyimpan banyak hal.

Lein memahami. Tanpa perlu penjelasan panjang.

Ia menggenggam sedikit pakaian Reyd.

“Aku ada di sini. Jangan sedih, ya.”

Katanya lembut.

Reyd terdiam sejenak. Senyum kecil muncul di wajahnya.

“Aku tahu itu.”

Angin terus menopang mereka. Melayang di atas kerajaan. Di tempat yang jauh dari suara. Dan jauh dari masalah.

Untuk sesaat, hanya ada mereka berdua di dunia ini.

Dan langit luas yang membentang di angkasa.

1
Protocetus
Min belum kontrak min?
Mr. Wilhelm
Ini beda penulis sama novel² sebelumnya, kah?

soalnya jauh bnget beda tulisannya sama novel² yg sebelumnya?

what happen?
Apin Zen: Gk om, Setiap novel pakai editor.
Soalnya malas revisi, meski dikit juga sih yang baca tapi seru nulis novel fantasy, hehe.
total 3 replies
Mr. Wilhelm
Keknya mending dihapus narasi yg sebelumnya deh, soalnya hampir sama dengan dialog ini.
Mr. Wilhelm
Emmm harusnya Ayahnya kan yg pewaris dan Seyron jdi ahli waris?
Mr. Wilhelm
Keknya harus upload ulang, paragrafnya jdi jelek, langsung copas, kah?
Apin Zen: baca ulang lagi bab 1 nya Mr, apa masih kurang🤔
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!