NovelToon NovelToon
I Love You Om

I Love You Om

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Nikahmuda / Mafia / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Tamat
Popularitas:207.5k
Nilai: 5
Nama Author: meidina

Bentley Reagan Carter masih betah menjomblo di usianya yang hampir kepala empat karena gadis yang selalu posesif padanya.

Elna Alexandra Graham, seorang gadis yang mencintai adik dari sang ayah, dan tenyata cinta itu juga berlabuh di hati pria matang itu...


tapi Elna tidak tau ada rahasia apa di balik pria itu, apa mereka bisa bahagia? atau malah cinta mereka terhalang restu keluarga?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meidina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

pria tercinta Elna

sore ini, Elna sedang belajar membuat kue, bahkan gadis itu sudah hampir menghancurkan dapur mewah itu.

psk Hary tak bisa berbuat apa-apa, dia hanya bisa mengawasi Elna, dan setelah kegagalan berulang akhirnya Elna berhasil membuat kue.

kebetulan Evan datang bersama senja untuk berkunjung, karena Devan tak mengizinkan putranya itu pergi sendiri.

terutama bocah itu terbiasa tinggal di luar negri. pak Hary membukakan pintu untuk mereka.

"sore pak, apa kak saga di dalam?" tanya Evan yang langsung masuk kedalam rumah.

Elna sedang menata kue yang berhasil di buat, dan terlihat cantik, meski dia membuatnya dengan resep yang sudah di modifikasi.

"cih dasar anak ingusan, kau bahkan tak bisa merebus air ingin bersaing dengan ku," kesal senja.

"eh wanita tua diam tua, dasar wanita tak laku, sebelum kau mengincar om honey bunny sweetie ku, ngaca dulu tuh muka sudah kayak orang kena tipes gitu," jawab Elna mengejek senja.

senja pun langsung melengos pergi, mengikuti Evan yang pergi ke kamar saga, tapi dia tak bisa masuk dan menjadi bahan tertawaan dari elna.

senja pun memilih duduk di samping kolam renang di penthouse itu, sedang Elna sudah menyimpan kue buatannya dengan begitu aman, terlebih ada wanita gila di rumah ini.

Elna memutuskan untuk menonton film kesukaannya tapi dia terganggu dengan kehadiran senja di sekitarnya, "pak Hary, mending minta wanita itu pulang, toh Evan akan aman disini, terlebih aku juga di rumah,"

"tapi saya tak sopan bila mengusirnya nona," kata pak Hary.

"hei wanita kesepian, mending pulang dari pada disini ya, jangan sok sibuk aku tau kau tak punya kerjaan, jadi pulang gih, buat pemandangan buruk saja," usir Elna.

"ini memang rumah mu, kenapa kau mengusirku," jawab Senja tak kalah ketus.

"duh wanita ini ingin di bunuh rupanya, apapun milik om Ben, bisa di bilang milikku, jadi jangan sok berkuasa kau disini!" kesal Elna yang ingin sekali menyeret wanita itu keluar.

tak terduga hari ini Ben pulang dengan cepat karena dia merasa kurang enak badan.

Elna bangkit dan melihat siapa yang datang,saat melihat Ben gadis itu langsung bergegas membukakan pintu.

Elna pun langsung memeluknya, bahkan dia merasakan jika Ben demam.

baru kali ini Elna melihat pria kuat seperti Ben sakit hingga terlihat pucat dan lemah.

Elna pun langsung memapah Ben masuk kedalam rumah, "kenapa dia disini, usir dia karena aku tak mau melihatnya," kata Ben saat melihat Senja.

"tapi aku-" kata senja terhenti saat melihat tangan Elna.

"sudah ku katakan pergi, atau aku perlu menyeret mu keluar dari sini," kata Elna dingin.

senja pun pergi karena telah di usir, sedang Elna langsung membawa Ben ke dalam kamar.

Elna langsung membuka baju Ben, dan segera menempelkan plaster pereda demam.

pak Hary datang dengan bubur dan Elna mengambilnya untuk menyuapi Ben.

"om malam dulu yuk, jika tidak bagaimana om bisa sembuh," mohon Elna.

Ben pun memakan beberapa sendok tapi kemudian dia tak bisa menelannya lagi.

Elna pun memberikan obat tapi pria itu sudah tertidur, terpaksalah Elna memasukkan obat itu ke mulut Ben.

kemudian mengunakan mulutnya untuk memasukkan air, dan akhirnya obat pun sudah di minum.

tapi saat Elna mau pergi, Ben menahannya, "boleh aku minta di peluk oleh mu Elna,"

"baiklah om honey, pak Hary tolong jaga dua bocah itu, biar aku temani om Ben," kata Elna memberikan bubur yang tak habis itu.

pak Hary pun pamit undur diri, Elna membuat pakaiannya dan hanya mengenakan tak top saja.

kemudian gadis itu memeluk Ben dengan erat, Ben pun makin nyenyak tidur karena mencium aroma wangi tubuh Elna.

sedang Elna pun ikut tertidur karena kelelahan membuat kue, keduanya pun tidur saling berpelukan hingga malam.

sedang dua bocah laki-laki itu bebas melakukan apapun, setelah berenang mereka bahkan meminta pak Hary untuk memesan pizza dan cola.

bukan apa karen jika Ben dan Elna ada itu tak mungkin bisa di lakukan karena mereka begitu melarang makanan itu.

terlebih keduanya masih dalam masa pertumbuhan, meski sudah SMP tapi Ben tetap tak sembarangan membelikan makanan pada keponakannya itu.

Vivian datang berkunjung bersama Aurora, mereka datang karena tadi saga menelpon Aurora mengatakan jika Evan sedang di rumah Ben.

"halo anak-anak, kenapa kalian cuma berdua, dimana Ben dan Elna?" tanya Aurora pada kedua bocah laki-laki itu.

"tak tau, kami baru selesai berenang, mungkin sedang keluar berolahraga," jawab Saga.

pak Hary tidak bilang, karena dia tau jika Vivian sering membuat ulah pada Elna, dan akan membuat gadis itu marah.

"nyonya apa butuh sesuatu?" tanya pak Hary memberikan minuman pada keduanya.

"tidak pak, oh ya tolong jaga kedua bocah ini ya, apalagi mereka ini sering menyusahkan, kalau saya cuma kesini untuk memberikan cemilan yang di pesan Evan, ayo Vivian kita pulang nak, jika tidak papa mu akan marah jika dia pulang tapi kita tak di rumah," ajak Aurora.

"iya mama," jawab gadis kecil itu.

mereka pun pulang setelah menghabiskan minuman yang di suguhkan.

sedang kedua bocah itu melanjutkan main, Ben pun merasa tubuhnya sudah mulai enakan.

dia pun bangun dan terkejut melihat Elna yang hanya mengenakan baju tipis itu sedang memeluknya.

bahkan wajahnya pas di dada gadis remaja itu, rasanya begitu lembut dan nyaman.

"Bentley, kenapa otak kotor mu kembali, ingat kamu belum boleh menyentuh dia sebelum kak Samuel memberikan lampu hijau padamu," batin Ben.

tak di duga Elna malah mengeratkan pelukannya dan memaksa kepala Ben menempel di dadanya.

Ben pun tak bisa mengendalikan adik junior yang sudah tegak dan tak bisa di kompromi lagi

terlebih Elna tidur dengan bergerak sensual,saat Ben berusaha melepaskan diri dari gadis itu.

"tenanglah om, aku tau jika dia sudah bangun ..." kata Elna yang ternyata sudah bangun.

"lepas Elna, om tak ingin merusak mu," kata Ben mendorong keponakannya itu.

"tolong biarkan aku melakukannya om, jangan siksa tubuh om lagi dengan mandi air dingin, om dengan sekuat tenaga menyelamatkan orang tuaku, jadi biarkan aku membalasnya," kata Elna yang langsung menindih tubuh Ben.

Elna menempelkan dahinya pada dahi Ben, dan suhu tubuh pria itu sudah turun dari dengan yang di rasakan tadi.

Elna pun mengunci pintu dengan remote, kemudian Elna melepaskan tang top yang di pakainya itu.

terpampanglah tubuh putih indah yang begitu menggoda, Ben menutup matanya, tapi Elna juga bukan gadis kecil polos lagi.

dia pun mulai mencium dan merana dada bidang Ben, Elna pun mulai menggoda Ben dan akhirnya pria itu pun tak bisa menahan lagi.

Ben langsung duduk dan memeluk Elna dan saling ******* bibir gadis itu dengan sangat buas.

Ben mengaktifkan kedap suara di kamarnya itu, agar suara jeritan bahkan teriakan tak akan terdengar keluar kamar.

entah siapa yang memulai, keduanya sudah sama-sama tak mengenakan sehelai benang pun.

dan Ben sedang membuat Elna menjerit karena perlakuannya, bahkan gadis itu mencapai kepuasan terlebih dahulu.

Ben pun kembali mencium bibir Elna, dan kini ke olahraga yang sesungguhnya.

meski awalnya kesulitan, tapi akhirnya Ben pun berhasil melakukan penyatuan.

"argh.... begitu sempit, ah.. enak sekali.." gumam Ben.

Elna pun merasa begitu aneh tapi dia begitu menikmati kegiatan mereka itu, bahkan saat Ben mulai bergerak.

cukup lama mereka saling berolahraga, setelah mencapai kepuasan, keduanya pun berpelukan dengan mesra.

"honey jika kamu hamil, om akan bertanggung jawab," kata Ben pada keponakannya itu.

"itu harus, dan aku akan bahagia dan mungkin cara ini bisa memaksa papa untuk setuju dengan pernikahan kita," lirih Elna.

Ben tak mengira jika Elna begitu mencintai dirinya, terlebih keduanya sudah sangat jauh melangkah.

mei pun tidak mengizinkan Ben untuk menjalin hubungan dengan Elna, bagaimana pun dia dan Samuel lahir dari rahimnya.

meski Ben adalah anak Ron dan Widya, tapi tak elok jika mereka menjalin hubungan dengan saudara dekat.

tapi nasi sudah menjadi bubur, hubungan Ben dan Elna tak seperti awalnya karena kejadian hari ini.

"maafkan aku mama..." batin Ben.

1
Ai Siti juariah
Luar biasa
Nana comel
mantap👍👍👍👍🤗🤗🤗
Winsulistyowati
Tamat... Akhir Bahagia kisah Crita ni..Sehat n Sukses y Thor dlm Brkarya..🖐️👍👍💪💪
Winsulistyowati
Trnyata bukan Hans yg bunuh..Tpi anggapan orng beda..Ooh Thor..
Winsulistyowati
Duuh kasihan Nana..klu Jd istrinya Hans...tpi.. gimana ni Thor
Winsulistyowati
Ganteng...
Winsulistyowati
Emang Aneh Ngidam itu Thor...hhhh😀🤭
Winsulistyowati
Uuuuh...Sneng lihat Tuan" Olga..💪💪👍👍
Winsulistyowati
Mike Tulus Syang sama Nana..Ungkapknlah Mike..
Winsulistyowati
Moga ae Nana Brjodoh dgn Mike Thor..
Winsulistyowati
ooh gtu Critanya Lila vs om Chan...😍🤭
Winsulistyowati
Enakknya dikasih Om Ben say..uang jajan ae 20 juta say...hmmm.dunia Halu..emang ws..🤔🤭
Winsulistyowati
Elna...👍💪🖐️😍
Winsulistyowati
Waduh Y Allah..Kecewa Jo Sampek Bunuh Diri Lah Thor...Tambah Marah Allah.. 🤔🤷
Winsulistyowati
GK USA Brharap Maria...
Winsulistyowati
Trharu...Thor... uuuuuuh 😢😍🥰🤭
Winsulistyowati
Moga Ben Sadar..Sembuh n Bisa Aktivitas lg...😢😟
Winsulistyowati
Waduuh...Kacau dah Thor...♥️🤭
Winsulistyowati
Om Ben yg Sexi Hebat y Thor..🥰👍👍👍👍👍
Winsulistyowati
Ketahuan n ngaku Sndiri Tuan Chan..Istrinya Teman Skolah Elna..🤭🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!