NovelToon NovelToon
Kembalinya Ratu Gangster

Kembalinya Ratu Gangster

Status: tamat
Genre:Pembaca Pikiran / Putri asli/palsu / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Tamat
Popularitas:372k
Nilai: 5
Nama Author: Miss_Dew

Nalea, putri bungsu keluarga Hersa, ternyata tertukar. Ia dibesarkan di lingkungan yang keras dan kelam. Setelah 20 tahun, Nalea bersumpah untuk meninggalkan kehidupan lamanya dan berniat menjadi putri keluarga yang baik.

Namun, kepulangan Nalea nyatanya disambut dingin. Di bawah pengaruh sang putri palsu. Keluarga Hersa terus memandang Nalea sebagai anak liar yang tidak berpendidikan. Hingga akhirnya, ia tewas di tangan keluarganya sendiri.

Namun, Tuhan berbelas kasih. Nalea terlahir kembali tepat di hari saat dia menginjakkan kakinya di keluarga Hersa.Suara hatinya mengubah takdir dan membantunya merebut satu persatu yang seharusnya menjadi miliknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss_Dew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Azlan dan Zavian saling pandang. Mereka tahu suara yang dimaksud adalah suara hati Nalea.

“Mendengar apa, Pa?” Azlan bertanya, berusaha terlihat bodoh.

“Jangan pura-pura bodoh, Azlan!” bentak Ivander. “Suara hati Nalea! Saat dia bilang kau bodoh karena membiayai Sisil, dan saat dia bilang aturan jam malam itu munafik karena Sisilia sering pulang subuh!”

Zavian mengangguk pelan. “Ya, Pa. Saya juga mendengarnya. Saya kira saya hanya berhalusinasi.”

“Ini bukan halusinasi! Kita semua mendengarnya!” Ivander memukul meja. “Kita harus menyelidiki kebenaran dari setiap kata yang dia ucapkan di dalam hatinya!”

“Mengapa dia bisa tahu jika kita memiliki anggapan bahwa Nalea merupakan anak liar yang tidak pantas menikmati kekayaan keluarga Hersa !” Mutiara, yang ternyata sudah kembali dan berdiri di ambang pintu, berbisik histeris. “Mengapa Nalea hampir tahu semua hal-hal yang terjadi di keluarga ini? Apa jangan-jangan ada mata-mata gangster di rumah ini!”

Ivander mengerutkan dahinya, memang benar apa yang dikatakan istrinya. Semua kenyataan yang dikatakan oleh Nalea nyaris benar.

"Kita jangan gegabah, jangan ada yang bersikap berlebihan. Apapun yang dikatakan Nalea jangan langsung dipercaya sebelum kita mendapatkan kebenaranya. Apalagi ini menyangkut Sisilia yang sudah lama tinggal di keluarga ini," jawab Ivander dengan raut wajah yang sulit ditebak. Ada sedikit rasa kecewa, setelah mengetahui jika Sisilia terlalu berfoya-foya.

"Mamah pikir, kita juga harus mencurigai Sisilia. Jujur, sangat berat menaruh rasa curiga terhadap Sisil yang selama ini mamah sayangi. Tapi keluarga kita juga tidak boleh bodoh, isi hati dan pikiran orang lain tidak mudah ditebak," ungkap Mutiara sedih

Zavian, yang memang mencurigai Sisilia, langsung setuju. “Saya akan memasang beberapa kamera tersembunyi. Selain itu juga, Sisilia memang harus diawasi.”

Ivander mengangguk. “Baik. Azlan, kau segera selesaikan masalah tagihanmu. Dan perhatikan Sisilia. Apa benar dia sering menguras kantongmu?”

“Dan yang paling penting,” lanjut Ivander, menatap ketiga anaknya dengan tatapan serius. “Kita harus berpura-pura tidak mengetahui apa pun. Berpura-pura semua berjalan normal. Jangan sampai Nalea tahu kita bisa mendengar suara hatinya. Kita harus mencari tahu apa dia ini… anugerah, atau bencana!”

Mutiara memeluk suaminya. “Ya Tuhan, Ivander. Jika semua yang dikatakan Nalea benar tentang Sisilia… kita telah menyayangi manusia iblis selama ini.”

Kak Azlan, kak Zavian, Papah, Mamah, aku tahu kalian tidak mudah menerima kehadiranku saat ini karena didikan gangster yang sudah mendarah daging. Tapi aku bukan orang yang tidak tahu balas budi, anggap saja kedatanganku kali ini sebagai peringatan. Setidaknya nyawa keluarga kandungku tidak berakhir di tangan Sisilia dan Lidya.

Semua anggota keluarga Hersa yang ada di ruangan itu serentak menoleh ke pintu. Mereka tahu Nalea sudah berada di lantai atas, tetapi suara hatinya terdengar jelas, memenuhi ruangan. Mereka kini tahu, hidup mereka tidak akan pernah sama lagi.

...******...

Sore hari menjelang malam, udara di kediaman Hersa terasa damai. Mutiara, yang masih terguncang oleh suara hati Nalea, sibuk berkutat di dapur, dibantu Mbak Maya. Ia mencoba mengalihkan pikiran dengan membuat hidangan makan malam.

Di lantai atas, Nalea berbaring di kamarnya yang nyaman. Kasur yang empuk dan bantal yang lembut memeluknya, jauh dari dingin dan kerasnya tidur di gudang pada kehidupan sebelumnya.

Ah, sungguh ironis. Di sini, aku bisa tidur nyenyak, sementara di luar sana, musuhku sedang merencanakan kehancuran. Setidaknya, kasur ini layak dihargai.

Nalea baru saja terlelap, tetapi tiba-tiba ia tersentak, matanya terbuka lebar. Sesuatu yang penting, yang fatal, baru saja terlintas di ingatannya.

Wedang Jahe!

Nalea langsung melompat turun dari kasur. Ia harus cepat. Buru-buru, ia membuka pintu dan mengendap-endap menuruni tangga, bergerak dengan kecepatan dan keheningan khas seorang Ratu Gangster.

Ia berjalan menuju dapur. Dan benar saja, di sana ia menemukan Mutiara sedang mengobrol santai dengan Sisilia, sementara Sisilia terlihat sibuk mengaduk sesuatu dalam cangkir keramik.

“Mamah, ini wedang jahe buatan Sisil. Diminum ya, biar badan Mamah hangat,” kata Sisilia dengan suara manis, menyerahkan cangkir itu kepada Mutiara. “Sisil buatkan khusus. Jangan sampai dingin, nanti khasiatnya hilang.”

Sial! Dia sudah membuatnya! Tepat waktu seperti di kehidupan sebelumnya!

Nalea segera bersembunyi di balik pilar dekat pintu masuk dapur. Ia fokus mendengarkan.

Sisilia! Kau benar-benar iblis! Wedang jahe itu sudah kau tambahkan logam berat merkuri. Kau melakukannya perlahan, terakumulasi setiap hari. Dalam kurun waktu kurang dari dua tahun, ginjal Mamah akan rusak dan Mamah akan membutuhkan donor ginjal. Dan tentu saja, aku yang akan kau paksa untuk mendonorkan ginjalku, menguras habis tubuhku lagi!

Deg! Deg! Deg!

Mutiara, yang baru saja menerima cangkir itu dan mendekatkannya ke hidung, terkejut mendengar suara hati Nalea. Tangannya yang memegang cangkir mendadak kaku, nyaris menjatuhkannya. Wajah Mutiara seketika pucat pasi.

Logam berat? Merkuri? Ginjal rusak? Donor ginjal?

Mutiara menatap Sisilia dengan ngeri. Gadis yang selama ini ia sayangi, yang ia lindungi, tega merencanakan pembunuhan terselubung terhadapnya?

“Mamah, kenapa melamun? Cepat diminum. Lihat, uapnya sudah hilang sedikit,” Sisilia mendesak dengan senyum polos yang kini terlihat seperti topeng di mata Mutiara.

Mutiara ingin menolak, berteriak, membuang minuman itu. Tetapi ia terlalu terkejut, terlalu lumpuh oleh kengerian pengkhianatan. Tubuhnya kaku, tak berdaya untuk menolak permintaan ‘putrinya’.

Sisilia tersenyum tipis. Bagus, Mamah selalu penurut. Sebentar lagi, Grup Hersa akan menjadi milikku sepenuhnya.

Tepat ketika Mutiara mengangkat cangkir itu ke bibirnya, sebuah tangan bergerak cepat dan menyambar cangkir dari tangannya.

Srek!

Nalea menyerobot wedang jahe itu. Tanpa berkata-kata, Nalea meneguknya habis dalam satu tarikan napas, dengan ekspresi yang sangat cuek.

Sisilia terkejut, wajahnya berubah masam. “Kak Nalea! Apa-apaan sih! Itu kan untuk Mamah! Mamah, lihat Nalea! Dia sengaja menggangguku!” Sisilia merengek, berusaha kembali menjadi anak baik.

Nalea meletakkan cangkir kosong itu di meja dengan bunyi keras. Ia menyeka sisa wedang jahe di bibirnya.

“Haus,” jawab Nalea singkat, tanpa menatap Sisilia.

Biarkan saja. Merkuri itu masuk ke tubuhku. Minum satu cangkir masih aman untuk ginjalku. Tapi setidaknya, ginjal Mamah selamat. Sisilia, kau pasti kesal setengah mati. Lets we start the game!.

1
lovely
waduh ada sequelnya makasiiii othorkuuu menyala othor🤣🤣🤣🔥oiya thor bhs daerahnya jgn dibanyakin ya thor😭pusing aku liat bhs nya tak ngerti wkwk🤣
lovely: 😭😭😭isoke othor takpe...semangat berkarya🤭
total 4 replies
lovely
😭😭bahasa jawanya nya aku tak ngerti othor
lovely: iya othor huhuhuhuh😭ceritanya enak....😭😭
total 2 replies
Atoen Bumz Bums
kirain Grace punya pistol kn tinggal tembak2 dor dor
Zanahhan226
‎Halo, Kak..

‎Mampir dan dukung karyaku, yuk!

‎- TRUST ME

‎Kritik dan saran dari kakak akan memberi dukungan tersendiri untukku..
‎Bikin aku jadi semangat terus untuk berkarya..

‎Jangan lupa juga untuk Like, Komen, Share, dan Subscribe, ya..

‎Ditunggu ya, kak..
‎Terima kasih..
‎🥰🥰🥰
Fitrian
cuiiiiiihhhhh anak pembantu ngelunjak 🖕
dasar tidak tau diuntungkan 🖕
keluar kan saja biar jadi gepeng sekalian sama ibunya yang tidak tau diri 🖕🖕
𒈒⃟ʟʙc🏘⃝Aⁿᵘᴍɪss_dew 𝐀⃝🥀 ♉🤎: sabar... sabar...🤣
total 1 replies
Fitrian
cuiiiiiihhhhh bego tolollll
Fitrian
cuiiiiiihhhhh pasti pembantu jalang beracun itu yang membuang anak kandung dan anaknya di jadi kan nona rumah itu. dasar pembantu jalang beracun b2 ngepeet cuiiiiiihhhhh🖕🖕
Nia Risma
lah pede amat ngakuin rumah orang rumahmu,,,
Nia Risma
ini anak sama ibu otaknya kena comberan keruh amat,,
g sadar diri banget,,
keluarga Nalea juga g tegas,,
Nia Risma
aduh aduh,,sombong kali anak pungut ini,,,
di kirannya ide licik kalian akan terlaksana,,
bangun bangun,,,mimpi Mulu jadii orang
Nia Risma
mereka yg balapan AQ yg deg" an🤣🤣🤣
Nia Risma
ini ibu anak emang pada Ngadi" jdi orang
dasar parasit
Nia Risma
dih si Lidya ini ya g tau diri juga,,pantes Sisilia jadi orang egois,serakah,iri dan sebagainya karena ibunya pun juga gt
Nia Risma
makanya cepet lah sadar sebelum kamu gila ngadepin adek pungutmu itu,contohlah kakak dan ayahmu yg bisa tegas
Nia Risma
lagian udah dewasa masih suka banget tantruman,,,
mana bisa nya minta duwit aja g mau usaha kerja kek,,sadar diri
Nia Risma
ya terima aja sikap anakmu yg kurang ajar itu,,
itu semua juga Khan hasil didikanmu sendiri
Nia Risma
kamu pengen bunuh anak pungut karena suruhan anak pungut,,
Nia Risma
ini si Sisil ga sadar posisi ya,,muka tembok bener jdi anak pungut aja
Nia Risma
ini si Azlan bodohnya masih aja nempel,,,
Nia Risma
g tau diri banget jadi anak pungut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!