NovelToon NovelToon
PUTRI ULAR YANG TERBUANG

PUTRI ULAR YANG TERBUANG

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Tamat
Popularitas:172.5k
Nilai: 5
Nama Author: akos

Kisah seorang anak yang di buang oleh keluarganya karena memiliki sisik hitam memenuhi sekujur tubuhnya.

Ya, Kania anak itu. Anak yang membuat orang akan takut melihatnya. Akankah dia bahagia atau terpuruk di kehidupan ini. ikuti kisahnya sampai tamat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon akos, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14. MULAI BEKERJA.

Tidak terasa Tuan Baron pun tertidur dengan posisi terduduk hingga malam menjemput.

Tiga belas tahun kemudian.....

Pagi itu di kediaman Bi Desi, tampak seorang gadis belia sedang terburu-buru mengenakan sepatus cashnya.

Ya, Kania gadis kecil yang sudah beranjak dewasa, cantik dan juga energik tentunya. Kania sekarang bekerja di sebuah restoran terbaik yang ada di kota itu.

Kania segaja tidak melanjutkan pendidikan ke tingkat lebih tinggi setelah tamat sekolah menegah karena faktor ekonomi.

Kania merasa sudah sangat membebani Bi Desi selama ini dengan biaya pendidikan yang semakin mahal, apa lagi masuk universitas dikota besar seperti kota yang Dia tempati bersama Bi Desi selama ini.

Kalau Bi Desi sih maunya anaknya itu melanjutkan pendidikan lebih tinggi agar kelak masa depanya cemerlang tidak seperti dirinya, tapi sayang Kanianya sendiri yang tidak mau alasanya pendidikan bisa di lanjut kapan saja.

Bi Desi membuka sebuah warung kecil depan rumah untuk menyambung hidup.

"Bu Kania berangkat dulu," teriak Kania terburu-buru keluar dari dalam rumah.

"Kania Tunggu dulu, ini ada uang untuk ongkos ojek," teriak Bi Desi dari arah Dapur.

"Kania masih ada kok Bu, Assalamualaikum," tanpa mendengar balasan dari Bi Desi Kania segera berlari kedepan dan menghentikan pengendara ojek yang sedang melintas.

"Waalikumsalam, hih anak itu tidak pernah ada manis-manisnya. Tingkahnya seperti anak cowok," Bi Desi yang kalah itu keluar dari dapur untuk mengejar Kania tapi sayang Kanianya sudah meluncur pergi.

"Ya TUHANku, lindungilah anak gadisku dari mara bahaya, Aamiin," Bi Desi kembali masuk ke dapur untuk melanjutkan pekerjaanya yang sempat tertunda karena sebentar lagi warungnya akan segera Dia buka.

Motor yang membawa Kania melaju dengan kecepatan sedang, butuh waktu beberapa menit hingga tukang ojek tersebut menghentikan kendaraan roda duanya di depan sebuah restoran mewah.

Setelah membayar ongkos, Kania segera memasukan sweater kedalam tas punggungnya lalu melangkah menuju kearah pintu utama restoran tersebut.

Suasana dalam direstoran mewah itu masih terlihat sepi, hanya ada beberapa karyawan yang sedang sibuk membersihkan lantai dan juga meja makan.

Biasanya restoran itu buka pukul sembilan pagi dan tutup pada jam dua belas malam.

Kania terus melangkah hingga Dia harus terhenti karena seorang perempuan cantik berdiri di hadapan dengan melipat kedua tangan di depan dada.

"Alasan apa lagi yang Kamu ingin berikan kali ini?,". bentak perempuan itu pada Kania.

"Maaf Bu vera, perasaan ini masih pukul tujuh dua puluh sedangkan restoran buka pukul sembilan. Itu artinya Aku belum terlambat bukan?,". kilah Kania sambil melihat jam tangan yang ada di pergelangan tangan kirinya.

"Memang benar, tapi harusnya kamu datang lebih awal untuk beres-beres bersama yang lain,".

"Semua karyawan di restoran ini sudah memiliki tugas masing-masing jadi beres-beres sebelum jam kerja itu bukan tugasku,".

"Kamu memang padai sekali bicara, semua ulahmu akan kuaduhkan pada Pak Maneger sekalian pemilik restoran ini saat beliau datang nanti," ancam Vera pada Kania.

"Terserah Ibu Vera saja tapi jangan salahkan Aku bila Aku juga mengaduhkan Ibu pada beliau kalau Ibu pernah membawa teman-teman Ibu kemari tanpa membayar sepersen pun. Aku atau Ibu Vera yang akan terdepak nantinya dari, permisi," Kania meninggalkan Vera dengan mata melotot.

"Anak itu sungguh menyebalkan, bisa-bisanya Dia berani mengancamku seperti itu," Vera menghentak-hentakkan kakinya keatas lantai sakin jengkelnya pada Kania.

Waktu terus berlalu hingga restoran pun kini sudah mulai dibuka.

Satu persatu para pengunjung mulai berdatang untuk menikmati makanan dan minuman yang ada di restoran mewah itu.

Dari arah pintu utama tampak seorang pria tampan kira-kira berumur tiga puluh tahun masuk dengan mengenakan jas dipadukan dengan dasi kotak-kotak.

Pria itu sungguh berwibawa sehingga membuat semua mata tertuju padanya.

"Pak Manager datang, kalian harus memperlihatkan kinerja kalian agar beliau puas," ucap Vera pada para karyawan yang mulai sibuk menyiapkan pesanan untuk para pelanggan.

"Apa itu pak Manegernya?, Wow beliau sungguh sangat tampan," seorang karyawan perempuan dengan tatapan mata tidak berkedip sedikit pun.

"Awas saja kalau sampai ada diantara kalian yang berani mendekatinya atau bertingkah centil di depanya. Kalian akan berhadapan denganku,". ancam Vera lalu berlari kecil menyambut kedatangan pria itu.

"Selamat pagi menjelang siang pak Arnold," Vera sedikit menunduk.

"Iya pagi, bagaimana keadaan restoran, Apa ada kendala setelah Aku tinggalkan selama beberapa hari ini?,".

"Sama sekali tidak ada kendala pak Arnold, semua berjalan seperti biasa. Itu karena ada Saya yang selalu memantau kinerja para karyawan,".

"Bagus kalau begitu lanjutkan pekerjaamu, besok kamu jangan memakai pakaian seminim itu karena ini bukan club malam," Arnold meninggalkan Vera dengan wajah masam, ingin merayu Arnold dengan pakaian seksinya, tapi malah membuatnya malu sendiri.

Semua karyawan restoran mulai bekerja dengan tugas mereka masing-masing.

Ada yang mengantar makanan ada pula yang membersikan meja saat pelanggan sudah meninggal restoran.

Hampir setiap hari seperti itu, pelanggan datang dan pergi silih bergantian hanya untuk menikmati makan spesial restoran tersebut.

Kembali dari arah pintu masuk tampak sepasang suami istri datang, semua mata menatap ke arah mereka berdua.

Ada yang tidak percaya dengan adanya mereka disana ada pula yang kagum melihat kedua orang tersebut.

Siapa lagi kalau bukan Riko dan Lidia, kedua orang itu melangkah bak raja dan permainsuri menuju kesebuah meja kosong.

Setelah keduanya duduk, dua orang pelayan datang menghampiri mereka.

"Silahkan dilihat menunya Tuan dan Nyonya!," ujar salah satu dari pelayan tersebut sembari menyodorkan buku menu kearah Riko dan Lidia.

"Keluarkan semua hidangan terbaik yang ada di restoran kalian ini," balas Riko dengan angkuhnya.

Kedua pelayan itu saling menatap sakin kagetnya.

"Semua hidangan yang ada di restoran ini Tuan?," tanya ulang pelayan tersebut sakin tidak percayanya dengan apa yang di ucapkan Riko barusan.

Jumlah menu makanan yang ada di restoran itu sebanyak dua puluh lebih, apa bisa habis hanya dimakan oleh dua orang saja?.

"Kenapa hanya diam disitu, cepat pergi sebelum kalian berdua Aku laporkan pada majikan kalian karena tidak becus melayani pelanggan," kini Lidia yang mengangkat suara.

"Baik Tuan dan Nyonya pesanan kalian akan segera kami bawa," kedua pelayan itu pun berbalik dan bergegas menuju kearah dapur.

"Ibu Vera, kami tidak mau melayani pelanggan yang ada di meja tiga belas," ujar salah seorang pelayan tadi pada Vera yang saat itu sedang duduk di kursi kerjanya sembil mengawasi para tamu restoran melalu layar kaca.

"Kenapa emangnya, mereka itu pesohor di kota ini dan kita wajib memberi pelayanan yang terbaik untuknya," balas Vera sembari mengangkat wajahnya.

"Mereka itu menakutkan, tolong dong Bu kali ini saja biar karyawan lain yang melakukanya," kedua pelayan itu mengatupkan kedua buah tanganya di depan dada.

Belum juga Vera menjawab sudah melintas Kania sembil mendorong gerobak kecil berisi piring kotor, bekas para pelanggan.

Senyum Vera pun mengembang.

"Kalian berdua layani pelanggan lain biar Kania yang akan melakukan itu,".

"Terima kasih Bu, terima kasih," keduanya pun berlalu dengan perasaan gembira karena terbebas dari Riko dan Lidia.

👉 Terus beri like, coment, vote dan rate bintang lima, terima kasih.

1
Puji Yati
ditunggu up terbaru nya kak
Kinan Rosa
itu saudara mu oon
Kinan Rosa
wah ternyata Alexa mempunyai kekuatan jahat to
Kinan Rosa
waduh gawat nih pasti itu si GINA gini

semoga saja tuan Baron bisa dengan cepat menyelesaikan urusan nya
Kinan Rosa
wah pawang Arnold dapat untung dari Kania nie Yee

apakah Arnold jodoh nya Kania 🤔
Kinan Rosa
wah ternyata Riko belum tau aja siapa Kania
dia si Dewi ular 🐍 anak mu bang🤭
Kinan Rosa
sombong Lo
tau gak ya kalau Kania itu anaknya Lidia
Kinan Rosa
oke siap kak
semangat kak
Kinan Rosa
apakah tuan Baron di suruh menikah dengan BI Desi sama mendiang istrinya 🤔
Kinan Rosa
wah Kania hebat 👏👏
sukurin lo nyonya GINA yang sombong
Kinan Rosa
jadi ingat sinetron ikan terbang
Kinan Rosa
semoga saja gak ada yang melihat waktu Kania berubah jadi ular
Kinan Rosa
Kania sayang sama tuan Baron sebab Kania masih ada hubungan darah dengan tuan Baron
Kinan Rosa
wah ternyata Kania adalah cucunya paman nya pak Baron ya
wah bisa seru ini cerita nya
Kinan Rosa
wah ternyata Kania bukan bayi sembarangan ya
semoga Kania dan bi Desi selalu di lindungi oleh ular raksasa itu
Kinan Rosa
semoga saja si Nora ketahuan oleh BI desi
Kinan Rosa
kayak nya ceritanya penuh misteri deh
aku lanjut aja ah .... semoga tambah seru
Kinan Rosa
wah siapa lagi itu si Baron dan Nora
Kinan Rosa
semoga saja vi Desi mau merawat nya
kasian bayi itu dia juga tidak mau keluar dengan kulit yang seperti itu
Aslinda Linda
ceritanya sangat bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!