NovelToon NovelToon
Suami Ketiga

Suami Ketiga

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Action / Contest / Perjodohan / Dosen / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 5
Nama Author: meliani

"Yang namanya di kampus, pasti banyak dong, mahasiswi-mahasiswi yang cantik, kan gampang tinggal pilih. Tapi kenapa kamu masih jomlo juga sampai kamu jamuran?

Jeff langsung menoleh, menatap Kayla dengan sorot mata tajam.

"Kamu pikir mencari istri itu mudah? Semudah mencari cabai dalam tumis kangkung? Enggak La?"

"Lagian siapa juga yang mau sama kamu. Galak. Palingan cuma aku doang" celetuk Kayla yang lagi-lagi membuat Jeff semakin geram.

"Aku juga kepaksa nikah sama kamu, siapa juga yang mau sama kamu. Janda dua kali dan gagal nikah tiga kali."

***

Jeff merasa apes. Sebab, ia dijodohkan oleh orang tuanya dengan Kayla yang sudah berkali-kali gagal berumah tangga. Bukan hanya itu saja, wanita itu juga galak dan sangat jutek.

Tapi, apa sebenarnya yang menyebabkan Kayla gagal berumah tangga berulang kali? Dan trauma apa yang pernah menjadi ketakutannya bila berdekatan dengan laki-laki?

Temukan jawabannya di sini~

Happy reading!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meliani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Masa percobaan

Kayla terus saja menggeleng, membayangkan apa yang akan terjadi nanti dengan Jeff tentang ucapan Dokter tadi siang. Bahwa perlahan, dia harus mencobanya, dan terus begitu sampai ia benar-benar terbiasa.

Tapi pertanyaannya, apakah ia mampu?

Wanita berambut bergelombang itu berjalan bolak balik dari satu tempat ke tempat lainnya sambil menggigit bibir bawahnya kuat-kuat. Belum apa-apa saja, sudah seperti ini reaksinya. Bagaimana jika nanti terjadi?

“Relaks La, nggak usah terlalu di pikirin,” ucap Jeff yang baru saja masuk ke dalam kamar. Laki-laki itu meletakkan laptopnya ke atas meja.

“I-iya,” jawab Kayla yang justru berbeda dari dalam hatinya. Kayla lantas menuangkan air minum ke dalam gelasnya. Minum air banyak-banyak dengan harapan bisa meredakan panas yang ada di dalam tubuhnya.

Jeff tersenyum penuh arti, mendekati Kayla lalu mencoba memeluknya dari belakang. Bertahan dengan posisi itu, memberikan kenyamanan agar Kayla mempercayainya.

“Lawan rasa takut itu.”

Jeff dapat mendengar jelas, deru nafas Kayla yang sangat memburu.

“Aku bukan bahaya yang harus kamu takuti.”

“Jeff ...,” panggil Kayla dengan suara yang terdengar bergetar.

“Kamu bau,” seloroh Jeff dan lantas mendapat pukulan dari Kayla.

“Hahaaaaa ...,” Jeff tertawa renyah. Sudah beberapa hari itu mereka menikah, Kayla baru melihat Jeff tertawa selantang itu. Sepertinya sangat puas sekali.

“Kamu apalagi!” balas Kayla tak kalah kerasnya. “Nyebelin!”

“Biasa aja kali La, kayak mau di apain. Orang nggak di apa-apain kok.”

Wajah Kayla berubah sedih. “Kamu itu nggak ngalamin sendiri, jadi kamu nggak pernah bisa ngerasain.”

“Jangan semuanya kamu andalkan dokter Kayla, karena dokter hanya tempat berkonsultasi dan memberikan obat apa yang kamu butuhkan. Kesembuhan itu ada di dalam dirimu sendiri, seberapa kuat kemauanmu untuk itu,” sambil menunjuk dada Kayla.

“Eh! Ya jangan sambil menyelam minum air dong!”

“Nggak sengaja,” jawab Jeff tanpa merasa bersalah.

“Nggak sengaja, nggak sengaja, cari kesempatan dalam kesempitan!”

“Aku mandi dulu, jangan ngintip,” ucap Jeff lalu berlalu ke kamar mandi.

“Ngatain aku bau, ternyata dia sendiri yang belum mandi,” gerutu Kayla sambil menghempaskan dirinya ke ranjang.

Bermain ponsel, dan melihat komentar-komentar tentang postingannya barusan yang ia unggah di media sosial. Ribuan like dan beragam komentar yang terpampang di sana.

Tak sedikit komentar-komentar netizen yang benar-benar nyeleneh. Yang membuatnya tertawa ngakak sampai guling-guling. Sungguh bahagia itu sederhana, yaitu hanya melihat komentar-komentar nyeleneh.

Beberapa menit berlalu, hingga ia tak menyadari harum aroma sabun tercium di Indera penciumannya. Yang tak lain berasal dari Jeff. Dan kini laki-laki itu sudah berada di sampingnya.

“U-udah selesai?” tanya Kayla.

“Oh, kamu nungguin?” Jeff menjawab pertanyaan dengan pertanyaan.

“Ehhh, nggak.” elaknya.

Jeff mengambil ponsel Kayla dari genggaman tangannya, lalu meletakkannya di nakas. Duduk berhadapan dan saling menatap satu sama lain.

“Jeff, aku ... aku takut.” lirih Kayla.

“Hilangkan pikiran buruk tentang itu,” titah Jeff. “Hilangkan Kayla ....”

Kayla menggeleng, ketakutan mulai menguasai dirinya lagi dan segera menutup mata serapat mungkin. “Aku takut ....”

Jeff mulai menautkan jari jemari mereka berdua “liat aku La, aku bukan laki-laki itu, buka matamu, liat aku!”

“Ayo beranikan diri untuk membuka mata.”

Jeff dengan sabar membimbingnya, hingga akhirnya Kayla mampu membuka matanya.

“Aku bukan bahaya, kita sudah menikah secara sah, kita suami istri.” Jeff terus mengingatkan. Ia memulainya dengan mencium kening Kayla terlebih dahulu. Kemudian, pindah ke belakang telinga. Daerah yang paling sensitif bagi perempuan.

Beberapa menit Kayla bertahan. Ia membiarkan Jeff terus mengeksplorasi tubuh bagian atasnya. Membuatnya terjunjung tinggi. Melambungkannya ke atas dirgantara. Terbuai dalam sentuhan yang meleng*hkan. Membangkitkan rasa aneh yang tidak pernah mereka rasakan sebelumnya. Sangat indah. Luar biasa indah. Apalagi saat mendengar suara-suara kecapan yang mungkin terdengar aneh. Yang malah justru semakin membuat Jeff semakin gila.

Namun tiba-tiba Jeff harus terhempas ke dalam jurang yang curam. Pada saat ingatan tentang masa kelam itu muncul, Kayla mendorongnya kuat-kuat. Sehingga ia terjungkal sampai ke lantai.

Betapa kenangan buruk itu telah merusak dirinya. Masih teringat dengan sangat jelas. Saat laki-laki brrengsek itu menciumnya secara sadis bringas penuh dengan kekerasan sampai bibirnya berdarah. Merobek pakaiannya dengan paksa. Meremat kedua dadanya dan memasukkan jarinya dengan amat kasar. Lalu menjambak rambutnya sampai rontok dan memukul-mukul kepalanya pada saat Kayla berusaha menyelamatkan diri. Apa yang dilakukan oleh laki-laki itu kepadanya sangatlah brutal seperti binatang.

Beruntung pada saat itu, Kayla masih punya tenaga untuk menendang bagian vital milik si brenggsek itu sampai laki-laki itu terkapar kesakitan di lantai.

Dan dengan cepat Kayla merogoh kunci yang berada di kantong saku celana Gunawan. Yang sudah teronggok di lantai. Lalu segera menyelamatkan diri keluar. Tentu dengan pakaian yang sudah terlihat compang-camping. Tak memedulikan barang-barang berharga yang tertinggal kecuali ponsel dan dompetnya.

Namun belum berhenti sampai di situ, ternyata Gunawan mengejarnya sampai ke parkiran setelah mengenakan pakaiannya kembali. Tapi lagi-lagi ia masih beruntung karena sudah masuk ke dalam mobil. Dan di dalamnya, sudah ada Pak Mar yang siap menginjak pedal. Awalnya Pak Mar terkejut dengan apa yang terjadi pada anak majikannya, tapi beliau tak ingin bertanya dulu lebih lanjut. Keadaan ini sedang sangat genting dan tak memungkinkan untuk mengajaknya berbicara.

Kayla benar-benar melihat raut wajah temannya yang ia kenal sangat baik itu seperti orang kesetanan. Dia menghalangi jalan yang Kayla tumpangi dengan berdiri di depannya. Dengan berkata-kata kasar, kotor dan sangat mengancam sambil mengacungkan pisau. Pak Mar tak peduli, beliau tetap menginjak pedal yang sempat melukai pemuda itu. Yang menyebabkan kakinya pincang sampai sekarang.

Selama beberapa hari itu, Kayla selalu mendapat teror dan ancaman. Sehingga ia perintahkan Pak Mar untuk tutup mulut. Hal itu di lakukannya untuk melindungi keluarganya dari mara bahaya. Sampai sekarang masih tertutup rapat. Bukan Kayla tidak mampu berbuat lebih, hanya saja, badai di depannya terlalu besar. Sehingga ia terpaksa menutup semuanya.

“Jeff, jeff!” Kayla menyerukan nama Jeff sambil menolongnya untuk berdiri. “Tolong maafin aku Jeff, maafin aku.”

Jeff mengusap-usap pantattnya yang terasa sakit akibat menghantam kerasnya lantai.

“Jeff maaf ya Jeff, aku nggak bermaksud—“

“Udah gapapa!” potong Jeff dengan sedikit kesal. Laki-laki itu lantas bangun dan duduk di tepi ranjang.

“Bagian mana yang sakit?”

“Nggak liat?” tanya Jeff memperjelas.

“Pantatt ...,” jawab Kayla dengan polosnya.

“Dah tau pakai nanya.”

“Abisnya nggak sengaja.”

Huft. Nggak sengaja-nggak sengaja gundulmu. Sakit nih! Jeff membatin kesal. Sakit sekali pantattnya. Ini baru masa percobaan, lalu bagaimana kelanjutannya nanti?

Pantas saja mantan Kayla banyak yang kabur. Ternyata seperti ini rasanya jadi suami Kayla. Rekoso rek.

Jeff menghempaskan tubuhnya ke ranjang. Disusul oleh Kayla di sampingnya. Menguap sudah rasa menggelora yang ada dalam diri. Kini berganti rasa pening di kepala. Bahwa lagi-lagi apa yang ia rasakan tak bisa tertuntaskan.

“Plis jangan marah, aku akan berusaha lagi.”

“Hmm ....”

Kayla terus memukul-mukul kepalanya menyalahkan diri.

**

To be continued.

Tenang aja nanti akan dikupas tuntas semuanya ya.

1
Safa Almira
suka
Shifa Burhan
saat wanita mau dimengerti, saat wanita menuntut suami yang pengertian

pertanyaan simple kenapa kalian tidak tanya pada diri kalian apakah kalian juga mengerti pada suami kalian, apakah kalian juga pengertian terhadap suami kalian

kenapa wanita dicap wanita egois ya ini
saat menuntut pengertian dia sendiri tidak mau mengerti keadaan suaminya
Shifa Burhan
dinovel ini Kayla yang beruntung dapat jeff sedangkan jeff sama sekali tidak beruntung dapat Kayla

*jeff , hanya jeff berjuang untuk rumah tangganya, jeff sabar dengan segala kelakuan Kayla, jeff berkali memaafkan Kayla, jeff bersikap bodoh mempertahankan rumah tangganya, sampai jeff melawan ibunya untuk mempertahankan Kayla, jeff sabar menanti dan membujuk maaf dari Kayla,

*Kayla, pembangkang, melawan semua perintah suami, berkali2. melakukan kesalahan, yang gatal karena keras kepalanya yang menyebabkan nyawa janin keguguran, saat suami marah bukannya memujuk dan berjuang dan bersabar mendapatkan maaf suami, ini dia pergi dari rumah dan minta cerai (ini kesalahan fatal lagi) dia egois merasa dirinya yang tersakiti karena suami tidak mudah memaafkannya, nyatanya dia juga tidak mudah memaafkan suaminya,
sebutkan satu saja yang membuat jeff merasa beruntung dapat Kayla, kalau bagi aku tidak ada sama sekali

maaf aku bukan bilang novel tidak bagus, kalau mau jujur aku akui novelmu sangat bagus, dari sisi karya, ide cerita, penulisan dan jalan cerita yang mudah dimengerti dan moment penting juga dapat tapi hanya keadilan terhadap pemeran utama wanita dan pemeran utama pria yang kurang, karena author masih kurang adil terhadap pemeran utama pria
Shifa Burhan
novel ini bagus, hanya ini saran untuk author, khususnya author wanita
*coba kalau konflik awalnya istri yang salah buat istri yang menyesal, berjuang dapat maaf, berjuang meluluhkan hati suaminya, jangan kalian buat isu pengalihan yang istri buat salah kalian buat suami juga buat salah yang ujung suami yang meresa bersalah dan minta maaf dan berjuang

*coba kalian berani buat novel istri yang membuat salah istri juga yang menyelesaikan masalah itu tampa di beri pengalihan isu

*kayak konflik ini jelas2 Kayla yang salah, dia tidak menghargai suaminya, berbuat sesuka hatinya, tidak mau mendengar perintah suami, membangkang yang ujung mereka kehilangan janin yang jelas2 akibat kelalaian Kayla, memang ini musibah tapi kenyataannya kayla yang membuat musibah ini karena keegoisannya, tapi apa yang terjadi kalian tutupi kesalahan Kayla ini dengan membuat jeff juga buat salah yang ujung2 jeff yang dibuat bersalah, menyesal, dan berjuang

*aku secara pribadi akan salut ama author kalau author bisa berbesar hati buat Kayla yang berjuang mendapatkan maaf dan kesempatan dari suami sampai masalah ini selesai, buat Kayla jadi wanita tangguh yang berbuat salah dan berani menyelesaikan masalahnya tampa membuat pengalihan isu suami yang salah
Mul Iani
Lumayan
Hasanah Aswatun
msh menyimak thor
Caramel Latte
akiin. semoga cepat hamil kak thor
Caramel Latte
tumbu oleh tutup juga ini mami sama daddy😁
Caramel Latte
salto 🤸🤸sekalean bang😂
Caramel Latte
pitik lehor🙈🙈🙈🙈😂
Caramel Latte
bagus, aku syukak
Caramel Latte
bawang bawang bawang🤧🤧🤧
Caramel Latte
y allah,sedihnya hidupmu kay🤧
Caramel Latte
🤧🤧🤧
Caramel Latte
kalo di tempatku nmnya wit talok😁
Juan Sastra
udah pada tua semua tapi kelakuan kekanakan semua
Caramel Latte
jan gitu dong jeff. udah usaha tuh anak manjanya, se enggaknya hargai, kasih masukan, dukungan,biar ttep semangat belajar.
Caramel Latte
di terbangkan ke langit ketujuh dan di hempaskan ke dasar bumi.. Duh. sakitnya tuh disini.... eeeaaa
Caramel Latte
nah iya, keriwil. dulu kan panggilannya kriwil, kok akhir2 jadi kriting, jadi kurang gemesin🤭
Lina RA
kek@ krn kyla jatuh diantai deh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!