NovelToon NovelToon
Kusut

Kusut

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Aurora_Arista

Alsa, gadis introvert yang menyukai sosok Ken secara diam-diam, baginya Ken adalah lelaki yang begitu baik karena hanya dia lah yang mau menjadi teman Alsa. Kebaikan Ken disalah artika oleh Alsa, hingga sebuah kenyataan pahit terpampang di depan matanya. Ken menjalin kasih dengan gadis lain.

Di tengah keterpurukannya atas cinta pertama yang berakhir tragis, sosok Davin selalu hadir dengan kasih sayang yang begitu besar padanya. Hingga Alsa terlena dan mengerti arti mencintai yang sesungguhnya.

Davin, seorang pria yang menjadi suami dari mendiang Kakak perempuannya kini menjadi alasan Alsa untuk tetap bertahan meski berbagai cobaan berat ia lalui.

Akankah semuanya berakhir bahagia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora_Arista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13

Satu minggu setelah pengusiran Sherly yang dilakukan oleh Davin, Frans selaku Papa dari Davin memutuskan akan mengirim putra sulungnya ke Bangkok untuk mengurus perusahaan keluarganya yang terkena masalah.

Sekitar satu bulan lamanya, Davin akan tinggal di Bangkok. Maka dari itu ia memutuskan untuk mencari guru pengganti yang akan mengajar matematika dan fisika menggantikan dirinya.

"Kamu yakin gak akan ikut kakak?" tanya Davin yang kini berada di ambang pintu apartementnya bersama dengan Grace, pria itu menatap si kecil Alsa yang mencoba tersenyum menyakinkan sang kakak.

"Alsa bisa jaga diri sendiri kok, Kak. Kak Davin gak usah khawatir." Alsa tersenyum yang memperlihatkan lesung pipitnya, Davin berpikir bahwa adik iparnya itu adalah gadis paling manis di dunia. Dan Davin ikut tersenyum.

"Kakak mau ajak kamu sekalian, Kakak bisa ijinkan kamu ke wali kelas kamu, Sayang," ucap Davin keukeh ingin mengajak Alsa. Grace tersenyum melihat sang kakak yang cukup pendiam itu kini mulai banyak bicara.

Grace bersyukur ada Alsa di hidup Davin. Semenjak merawat Alsa, kakaknya itu menjadi lebih manusiawi.

"Alsa gak mau ketinggalan pelajaran, Kak. Kakak kan satu bulan lebih di sana, tiga bulan lagi aku ujian kenaikan kelas." Alsa pun tetap bersikeras menolak.

"Ayolah, Dek." Davin tak mau kalah.

"Gak bisa, Kakak," tolak Alsa lembut, ia tersenyum kikuk melihat ke arah Grace meminta bantuan gadis yang berprofesi sebagai dokter itu.

Grace kemudian mengamit lengan Davin, membuat pria itu sedikit kaget dan mendelik kesal ke arah Grace karena aksi membujuk Alsa yang dilakukannya diganggu oleh Grace.

"Udah dong, Bang. Gak usah lebay, kan masih bisa VC-an. Lagian cuma Indonesia-Bangkok ini, kita bakalan ketinggalan pesawat nih." Alsa bersyukur Grace peka dengan isyaratnya.

"Apa sih? Bilang lebay, sendirinya juga sama. Lo ikut gue ke Bangkok kan cuma mau ketemu sama pacar lo itu." Grace meringis mendengar sindiran Davin yang memang benar adanya.

"Kak Grace benar, Kak. Kita masih bisa video call-an, lagiankan Alsa juga udah dewasa." Davin melihat Alsa dari atas sampai bawah, dewasa? Apanya yang katanya dewasa? Pikir Davin.

"Tapi kamu harus sering kasih kabar Kakak. ya? Jangan telat makan, pulang sekolah jangan main. Kalau ada apa-apa meski itu hal sangat kecil sekalipun langsung kasih tahu Kakak," ucap Davin panjang lebar.

"Iya, Kak." Alsa tersenyum hangat pada Davin, walaupun berat ia harus tetap meninggalkan Alsa.

Davin mendekat pada Alsa, menangkup pipi kanan sang adik yang di rasa sedikit tembam.

Cup~

Alsa merona hebat kala Davin mengecup sudut bibirnya, jantungnya berdetak tak karuan dan wajahnya terasa panas.

Davin yang baru sadar atas apa yang ia lakukan pada Alsa hanya memberikan senyuman hangat, pria itu kemudian mengacak poni Alsa untuk menutupi perasaan groginya yang tiba-tiba muncul.

"Kakak berangkat dulu ya?" pamit Davin.

"Hu'um," gumam Alsa sebagai jawaban, bibirnya terasa kelu dan detak jantung yang kian memburu membuat lututnya serasa lemas.

Davin dan Grace pergi meninggalkannya.

"Pantesan gak rela pisah, ternyata eh ternyata," sindir Grace pada Davin yang membuat kakaknya itu menghentikan langkahnya dan menatap sang adik bingung.

"Maksudnya?"

"Lo suka kan sama Alsa?" pertanyaan atau pernyataan dari Grace membuat kedua mata Davin membola, ia mendengus kesal.

"Gak usah berpikiran yang enggak-enggak. Gue bukan om-om pedo yang ngincer gadis polos kayak Alsa, lagian--"

"Nah itu masalahnya! Lo takut kalau ntar dibilang om pedo karena suka sama Alsa. Bang, sebelum lo nyesel lebih baik lo berdamai deh sama hati lo. Gak usah nurutin ego yang cuma akan bikin hidup kita sengsara, Alsa itu cantik dan gue yakin kalau di luar sana bukan cuma satu dua cowok yang mau sama dia, tapi banyak cowok yang tertarik sama Alsa. Sebelum dia diambil orang lain terus elo nyesel, karena gak semua cowok itu bakalan jagain dia kayak lo jagain Alsa." Grace menghembuskan nafas lega telah mengeluarkan uneg-unegnya dan membuat Davin diam berpikir.

Davin berpikir bahwa apa yang dibilang Grace itu memang benar, tapi ia belum yakin kalau benar-benar menyukai Alsa.

Ia hanya takut jika perasaannya ini hanya sebuah pelarian dari cintanya pada Alea, karena Alsa begitu mirip dengan mendiang sang istri.

Davin tak menjawab apapun dan melanjutkan langkahnya yang sempat tertunda.

***

Frans dan Sherly kini sudah berada di ruang tamu apartemen Davin, mereka menatap tajam pada Alsa yang ketakutan.

Setelah dua jam Davin berangkat menuju bandara, mereka berdua secara tiba-tiba datang dan memaki Alsa.

"Dasar! Gadis tidak tahu diuntung! Beraninya kamu memisahkan putra saya dan Sherly! Kalau bukan karena kebaikan Davin yang mau memungut dan memelihara kamu, pasti sekarang kamu sudah menjadi gembel." bentak Frans yang membuat Alsa semakin gemetar takut. Hatinya sangat sakit mendengar makian demi makian terlontar dari mulut tua Frans.

"Ini balasan kamu untuk kebaikan putra saya? Huh? Apa kamu sengaja melemparkan tubuh kamu ke Davin, dan membuat anak saya tergila-gila sama kamu?"

"Wanita murahan!!"

Plakk!!!

Alsa memegang pipi kirinya yang panas akibat tamparan Frans, bahkan sudut bibirnya mengeluarkan sedikit darah.

Sakit -batin Alsa.

Frans sedikit bingung pada gadis di depannya ini, pasalnya semenjak ia memaki-maki Alsa bahkan menampar gadis itu, tak sedikit pun air mata yang keluar maupun rintihan kesakitan padahal sudut bibirnya telah robek.

Alsa menatap tepat pada kedua mata Frans, membuat pria tua itu sedikit bergetar hatinya. Entahlah yang pasti ia berfikir tatapan mata Alsa itu sangat tajam namun tak sedikit pun ada dendam di dalamnya.

"Usir aja, Om. Aku gak mau nanti dia jadi pengganggu hubunganku dan Davin," ucap Sherly membuat Frans terkesiap kaget.

Ia tak pernah berniat mengusir Alsa sebelumnya, ia hanya ingin memperingati gadis itu saja. Namun, di luar dugaan justru Sherly menginginkan Alsa diusir, dan dia tak bisa menolak karena akan berakibat fatal pada perusahaannya.

Akhirnya mau tidak mau Frans menurut pada Sherly untuk mengusir Alsa, saat Frans akan menyerahkan beberapa lembar rupiah dari dompetnya, buru-buru direbut oleh Sherly.

Akhirnya Alsa pun pergi hanya membawa sepasang baju yang melekat di tubuhnya, tanpa uang maupun ponsel gadis itu.

Frans memandang Sherly yang tersenyum congkak, ia merasakan firasat buruk jika benar Davin akan menikahi Sherly. Namun sekali lagi, ia tak bisa berbuat apa-apa. Frans hanya memandangi Alsa yang berlalu pergi keluar apartement dengan perasaan canpur aduk, ada rasa ingin mengejar dan menahannya. Namun sekali lagi, keselamatan perusahaannya ada di tangan keluarga Sherly. Jika sampai ia gak menurut pada calon menantunya itu, maka ia akan kehilangan seluruh hartanya.

Maafkan aku-Frans

__________Tbc.

1
Nur Haya
mantap author cerita nya
Nur Haya
ini cerita beda dr cerita yg lain beda nya ini berasa d dunia nyata klu d novel biasa nya kan sekertaris pribadi nya pintar2 ngk bakalan mau bos nya d jebak semangat thor👍
Nur Haya
sesuai dengan judulnya aq yg baca ikut kusut jg tp penasaran jg mau langsung baca yg terakhirnya tp takut ada yg ketinggalan cerita nya Thor aduh🤦 puyeng aq thor
Nur Haya
sebenarnya aq menyanyangkn perceraiannya soalx si Davin nda selingkuh to d kurang teggas aja dan plimplan tp aq harap dia bisa rujuk klu d liat dr sisi lain kan dr kecil si Davin yg urus JD yah liat kebaikanny yg lain jg klu menurut aq Thor
Nur Haya
aq mampir jg kaya nya menarik cerita nya
Rosa Rosiana
hadir
Laela Ratna Hayati
ya jangan gitu Davin....kejam amat
MiraBeauty
ku kasih kopi ya thor awal cerita yg baik
Kikiraki
sangat bagus dan menarik
herlina lina
bagus thor...
semangat terus untuk novelnya....
@🐝⃞⃟𝕾𝕳🏚€♂️♡⃝ 𝕬𝖋🦄Love💞
Ceritamu kerennn👍
@🐝⃞⃟𝕾𝕳🏚€♂️♡⃝ 𝕬𝖋🦄Love💞
Dan di sini aku mau bilang , bahwa cinta itu memang buta ,cinta itu memang bodoh &Cinta itu memang Kejam , karena saking Cintanya sejahat apapun Orang yg kita Cintai dan dengan bodohnya Cinta itu mengharapkan & menginginkan Dia lagi 😌 ya begitulah Cinta 😂
@🐝⃞⃟𝕾𝕳🏚€♂️♡⃝ 𝕬𝖋🦄Love💞
Sebel sama Davin ,mending milih Kenzo meski Psikopat tapi cintanya Tulus 😁
devita de
Dan entah kenapa aku lebih suka cerita psyco
Ice Bear
bagus bgt thor ceritanya, akhirnya bisa nemu cerita yg endingnya memuaskan lagi setelah sekian lama :v
terus semangat ya thor ditunggu cerita² selanjutnya 😉💘
Ika Yanti Unyil
seneng liat endingny bahagia semua.meski terlalu cepat endingnya.makasih thor.semangat berkarya terus
Pupung Dewi
terimakasih ceritanya bagus banget
Pupung Dewi
lanjut saja
Pupung Dewi
ceritanya bagus dan tidak sangat apik .terus semangat ya thor
Sri Komala
kok akj fikir nya nending yv psyhco dr pd yg labil siken cinta cm buat alsa lah duami nya mlh mentingin ulet bulu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!