NovelToon NovelToon
SURAT KEMATIAN

SURAT KEMATIAN

Status: tamat
Genre:Misteri / Supernatural / Contest / Pembunuhan / Kriminal / Detektif / Tamat
Popularitas:112.8k
Nilai: 5
Nama Author: QUSAIRI

Misya Alexandra, polisi wanita yang ditugaskan mencari seorang artis populer yang menghilang dari rumah setelah asisten pribadinya gantung diri.

Dalam masa pencarian Misya menemukan sebuah catatan kematian dari seorang yang bernama Jara. Pesan itu memberitahukan bahwa jara mampu membunuh sesuka hati menggunakan catatan yang didapatkannya dari iblis.

Tidak ada yang percaya akan hal itu. Akan tetapi…

Sejak pesan tersebut diterimanya. Pembunuhan berantai terus terjadi, semua terjadi di sekitarnya.

Menariknya setiap mayat-mayat yang terbunuh meninggalkan catatan bagaimana mereka semua mati.

Sebuah kriminal yang sangat sulit dimengerti.

NAMAKU MISYA BANTU AKU MENEMUKAN NYA.

Hai pembaca...

Kalau suka jangan lupa suport ya...

Saran dan kritik juga boleh...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon QUSAIRI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

NAYLA

...RECOK...

“ Aku akan rincikan rencananya!”

Semua orang di ruangan mengangguk dan mendengarkan.

“ Yang akan menghadiri acara pers besok tetap komandan”

“Oi…Apa maksudmu?, Apa kau ingin membunuh komandan.” Ujar Riko terkejut.

Aku menggeleng pelan.

“Senior kenapa bukan aku saja” Pinta Andi.

“Tidak, kau akan bertugas di rumahku nanti” Jelasku.

“Maksudmu?”

“Dia tidak akan membunuh komandan karen…

“Darimana kau tahu?.” Sergah Hana memotong.

“Hana tidak bisakah kau tidak memotong kalimatku, huh..

menurutku…, Jara ini pasti akan menonton siaran pers besok, untuk melihat bagaimana respon polisi terhadap tulisan Jara yang tertulis di toilet itu.”

“Kenapa? untuk apa dia menunggu respon kita.” Tanya komandan penasaran.

“Yang jelas dia hanya ingin menantang kepolisian. Menurutmu apa tanggapan polisi mengenai kasus LN?

“Dia diputuskan bunuh diri oleh kepolisian dan kedokteran.” Jawab Andi cepat tanggap.

“Ya benar, sedangkan Jara tidak menginginkan itu.”

“Hahh.., apa maksudmu!.” Tutur Riko.

“Buka telingamu lebar-lebar. Yang sebenarnya dia inginkan kasus LN ini adalah kasus pembunuhan yang dilakukan oleh jara. Bukan bunuh diri. Lalu… apakah polisi menganggap seperti itu?.  Tentu tidak, karena tidak ada satupun petunjuk pembunuhan disana. Agar polisi mengangap kasus itu pembunuhan, diculik lah Amelia, dengan begitu polisi akan pergi mencari informasi kepada keluarga terdekatnya. Nahh…Disaat itulah dia memberikan petunjuk kepada polisi Jara lah yang melakukannya.” Mataku melirik catatan neraka diatas meja. “ Apa yang polisi rasakan setelah tahu Ada nama Jara di dua tempat berbeda?” Sambung Ku bertanya.

“Polisi akan sedikit percaya, maksudmu itu!” Jawab komandan.

“Ya benar komandan, lebih tepatnya, polisi akan ragu-ragu dan kebingungan. Untuk seseorang yang ingin menantang dan bermain-main tentu itu tidak seru bukan?”

“Benar, Aku setuju… kalau lawanmu ragu dan kebingungan tentu permainan tidak akan menarik.” Tutur Andi.

“Cuih…, dia menganggap kita rendahan.” 

“Apa yang kalian bicarakan, oi.., tolong bicaralah yang jelas otakku bingung.” keluh Riko.

“Untuk yang selalu bekerja menggunakan otot tentu ini akan sedikit rumit, maksudku polisi akan percaya tanpa keraguan lagi jikalau polisi melihat langsung bagaimana cara dia membunuh. Untuk itu dibunuhlah seseorang didepan mata polisi secara lansung. Walaupun itu harus membuka rahasia bagaimana cara dia membunuh. Hasilnya… dengan begitu polisi akan yakin 100% bahwa LN tidaklah bunuh diri, melainkan Jara lah yang membunuhnya.

“Lalu setelah polisi menganggap dia lah pembunuhnya. Apa yang dia inginkan.”

“Pamer…” Sahutku cepat.

“ Hahh…, untuk apa?”

“ Sepertinya Jara ini tipe orang yang haus akan pujian tetapi tidak memiliki satupun teman.” terangku.

“Hahhh….”

“ Itulah sebabnya aku tahu yang menghadiri acara besok akan mati”

“Lalu kenapa kau menyarankan komandan menghadiri acara itu”

“Hah…, Hana, Hana, Apakah telingamu rusak?, Semua itu tergantung respo…”

“Apa katamu?” Teriaknya marah.

“ Lagi dan lagi kau memotongku, Semua tergantung respon kepolisian. Kalau saja komandan besok mengatakan di acara itu Lisdia Ningsih dibunuh oleh Jara mungkin dia akan tertawa terbahak-bahak lalu membunuh komandan”

“Apakah kau yakin akan hal itu?” Tanya komandan.

“Tentu komandan” Sahutku.

“Lalu mengapa dia tidak membunuh komandan kalau respon kepolisian itu bunuh diri” Hana bertanya.

“Untuk apa dia membunuh komandan, bukankah sudah kukatakan tadi! Jara ini ingin bermain-main dengan kepolisian. Karena polisi yang hadir di acara itu menganggap itu bunuh diri, dia akan berpikir, Oh tidak rencanaku gagal, ternyata  polisi yang menangani kasus itu berbeda. Aku harus menyusun rencana lagi.. Kira-kira seperti itu.”

“Sungguh wanita gila…, darimana kau tahu dia akan berpikir seperti itu?” Cetus Hana.

“Kalau aku jadi dia aku akan melakukan seperti itu. Bagaimana Wanita cerewet yang suka memotong pembicaraan orang lain, Simpel bukan?” ledek ku mengeluarkan lidah.

“ Saya sepertinya memahami pola pikirmu.” Dia diam sejenak mengambil nafas. “ Misya…!” Teriak komandan.

“ Siap komandan!, anda tidak akan terbunuh, lagi pula darah anda tidak ada padanya.”

“Apakah itu sebab sebenarnya saya tidak akan terbunuh di wawancara besok.”

“ Anda benar komandan.’’

“ Oi, Misya, lalu untuk apa semua yang kau katakan tadi kalau kesimpulannya hanya itu.” Ucap Riko tertawa.

“ Apa kau ingin tahu mengapa aku menjelaskan itu?, oi Riko!…. Apakah kau siap untuk pusing lagi.’’ Ledek ku kepada Riko.

“ HEHEHEHE….” dia tertawa pelan.

“ Bukannya kau katakan tadi bahwa darah itu hanya dugaanmu saja, lalu bagaimana kau bisa memastikan kebenarannya?” Hana bertanya menyela.

Seisi ruangan kembali mendadak serius mendengar pernyataan Hana.

“ Itu sudah bukan hanya dugaan saja, Coba kembali lihat catatan neraka itu!” pinta ku kepada Hana.

Hana mengambil catatan di atas meja itu. “ Bagian mana?” 

“ Lihat dibagian ketika ibu penjaga panti itu setelah selesai berbelanja di pasar, maksudku ketika hendak pulang. Apa kau melihatnya?”Seru ku kepadanya.

“Ya” Dia mengangguk.

“Saat itu pesulap itu menunjukkan sebuah atraksi pecahan kaca yang tepat di atas tangannya, Menurutku disanalah dia mengambil darah ibu Kirana. Lalu lihat di bagian bawahnya sedikit. Ibu kirana merasakan sesuatu yang luka di ibu jarinya saat membasuh tangannya bukan?.” Hana mengangguk.

 

“Padahal saat atraksi sulap luka itu tidak ada, menurutku sepertinya dia tidak menyadarinya saja atau ketika sedang di angkutan umum pasti pesulap itu melakukan sesuatu kepadanya. Saat aku di panti asuhan itu, aku sempat menanyakan kepada pak Yandri mengenai catatan yang kau pegang itu. Dia mengaku sejak hari itu Ibu penjaga panti itu tidak seperti dirinya lagi, sikap dan sifatnya berubah drastis.” terangku.

“ Apakah kau percaya kepada orang yang bernama Yandri itu?” Tanya komandan penasaran.

Aku menatap mata komandan menunjukkan penuh keyakinan. “ Ya, saya percaya padanya”

“ Baiklah, kita anggap itulah cara dia melakukannya.” jelas komandan.

“ Andi, sepertinya dari tadi kamu meratapi jam merenung apa ada sesuatu yang mengganjal di kepalamu, atau ada yang ingin kau tanyakan.” Aku melihatnya yang termenung di tempatnya.

“ Ya, kau tadi mengatakan  bahwa kau akan mengetahui lokasinya 100% besok. Apakah itu bersamaan dengan acara komandan di tv.” 

“ Aku kira kau akan menanyakan kenapa besok kau harus pergi ke rumahku.”

“ Oh ya, sebenarnya itu ingin aku tanyakan dari tadi. tapi karena dua wanita gila di ruangan ini ingin berantem. aku jadi lupa” ungkap Riko tersenyum.

“ Komandan, aku ingin meminta kepada anda agar mengatur siaran khusus di tv nasional.” Papar ku kepadanya.

“ Untuk apa?”

“ Karena rencananya tidak sesuai dengan keinginannya, pasti besok dia akan membunuh lagi, itulah sebabnya aku ingin Andi kerumahku” lanjut ku meminta.

“ Jangan-jangan kau…?” sambut Andi dengan mata membelalak.

“ Ow…, Apa kau tahu isi kepalaku?”

Semua pandangan nyosor tajam kepadaku.

“Ya benar, Aku menduga Nayla pelakunya.”

Mendengar pernyataanku terdengar dari tenggorokan mereka semua menelan ludah di mulutnya yang kering.

1
urriri
semakin menegangkan
Isnaaja
aku juga mikirnya gitu,mungkin dia memiliki 2 kepribadian.
Isnaaja
kayanya pelaku menggunakan ilmu gendam / hipnotis untuk membunuh korbannya.licik banget,,dia membunuh tanpa menyentuh.seolah olah korbannya bunuh diri.
Isnaaja
iya,bener juga.
mungkin amelia mengetahui sesuatu tentang nayla,makanya amelia tidak mengizinkan nayla keluar dari panti,kayanya nayla itu memiliki semacam ilmu sihir yang membahayakan orang lain.
Isnaaja
bukan cuma kamu yang bingung,akupun sama rik.😔
Isnaaja
kayanya hana dan andi ada hubungan 😍
Isnaaja
sama,akupun tak paham
Tia Supriyanto
Bahasanya tingkat tinggi
Fah3751
Belom selesai juga si misya ini wawancara an sama nanda ya wkwk
QUSAEIRI: wkwkwkwk, Sakin lamanya kk gk update,..
total 2 replies
💎hart👑
Nanda benar-benar cerdas 👍👍
lanjottt bang 💪🌹
Fah3751
Greget sama si misya
💎hart👑
ngeri ya kalo di nyata bisa dikendalikan dari catatan dalam buku itu
makasih udah update bang
semangat menulis
QUSAEIRI: Buku takdir versi fiksi hart
total 1 replies
💎hart👑
lagi bang jangan pake lama😋
💎hart👑
Nanda benar-benar cerdas
💎hart👑
dimaafkan koq bang🤭
💎hart👑
seperti otornya yang suka menghilang 🤭✌️
💎hart👑: bahagianya Abang satu ini😅
total 2 replies
🌺Mamie Ericka🌺
jangan lupa mampir juga ketempatku ya kak, RAHASIA MAURA dan AKAN KUBALASKAN DENDAMKU. mkasih..
Ririn Celvina
arghhh... penasaran sepenasarannya tolong 🥵
QUSAEIRI: terimakasih kak, semoga cerita mereka dapat menghibur
total 1 replies
💎hart👑
kan kan Nanda bikin penasaran lagi... bikin gumush
💎hart👑
Huaa Nanda nyebelin
lanjut bang 💪💪💪
QUSAEIRI: biasalah
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!