NovelToon NovelToon
KAMU SELINGKUH, KAMU BANGKRUT

KAMU SELINGKUH, KAMU BANGKRUT

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Identitas Tersembunyi / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:3.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Mama Mia

🏆JUARA 2 YAAW PERIODE 1 TAHUN 2026.🏆

Anindya Maheswari, menikah dengan Raditya Wicaksono tanpa restu dari orang tua Radit karena Anindya hanya seorang yatim piatu dan besar di panti asuhan.

Cinta tulus dari Radit membuat Anindya bertahan, berjuang bersama, banting tulang, memeras otak dan keringat. Memulai segalanya dari nol hingga akhirnya sukses.

Namun, siapa sangka setelah sukses Radit malah berkhianat? Menjalin hubungan dengan gadis yang lebih muda, memiliki seorang anak, dan bahkan selingkuhan itu sedang hamil lagi.

Membawa amarahnya yang membara, Anindya bertekad mengembalikan Radit dan keluarga nya ke keadaan semula.

“Kamu lupa satu hal. Jika aku bisa membuatmu sukses, aku juga bisa membuatnu hancur!”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26

Hari-hari terus berjalan, dan Raditya masih pontang-panting berlari kesana-kemari. Setelah melunasi tunggakan pajak, ia masih harus menangani kerusakan internal di perusahaan yang ternyata jauh lebih parah dari yang ia bayangkan. Kebocoran dana, karyawan yang mulai tidak percaya, hingga proyek-proyek yang tertunda karena hilangnya kepercayaan mitra bisnis.

Raditya benar-benar kelelahan, tidur tak nyenyak, makan tak enak. Dunianya benar-benar runtuh secara perlahan, dan satu-satunya orang yang ia kira bisa ia andalkan, Anindya, justru melangkah semakin menjauh darinya.

Di sisi lain, Anindya justru sedang berada di tempat yang sangat berbeda.

Malam itu, Anindya mengikuti ajakan Adrian pergi ke sebuah ballroom hotel mewah. Adrian mengatakan akan memperkenalkannya dengan seseorang.

"Kamu terlihat sempurna," bisik Adrian lembut di telinganya.

Anindya menoleh dan menatapn sengit. Bisa tidak, kakaknya itu tidak sembarangan berbisik di telinga? Kan dia jadi merinding. Ada satu perasaan yang sering tiba-tiba muncul setiap kali kakaknya jahil seperti itu.

"Ini ada acara apa, kak? Kok kayaknya eksklusif banget? Banyak sekali pengusaha besar yang hadir?" tanya Anindya sambil menoleh ke sana kemari, mencoba mengalihkan perhatian dan menetralkan detak jantungnya.

Tapi sebelum Adrian menjawab, beberapa orang pria berpakaian eksklusif mendekat dan menyambut kedatangan mereka dengan penuh hormat.

"Selamat datang Tuan Adrian, suatu kehormatan bisa bertemu dengan Anda dalam acara ini." Seorang pria paruh baya mengulurkan tangannya diikuti oleh yang lain.

Anindya mengerutkan kening. Kenapa mereka semua tampak menghormati kakak angkatnya?

"Tuan-tuan dan Nyonya-nyonya," suara Adrian menggema jelas, tegas namun berwibawa. Ia tidak lagi bersikap manja atau bercanda seperti biasanya. Auranya berubah menjadi sosok pemimpin yang disegani, hingga membuat Anindya terkesima.

"Izinkan saya memperkenalkan seseorang yang sangat istimewa," ucap Adrian, lalu menatap Anindya dengan penuh kebanggaan. "Ini adalah Anindya, kalian pasti sudah mendengar namanya."

Seketika, sorotan mata semua orang tertuju padanya.

"Ibu Anindya? Siapa yang tidak kenal? Tentu saja kami semua sudah kenal," sahut seorang pengusaha batu bara. "Senang bertemu dengan Anda, Bu Anindya. Biasanya sangat susah menemui Bu Anin," lanjutnya.

"Dan Ibu Anindya ini sedang berencana membangun perusahaan baru. Bagaimana menurut Anda semua?!" Adrian mengedarkan pandangan pada seluruh orang yang hadir.

Para pengusaha yang berkerumun saling pandang. "Perusahaan baru? Maksudnya apakah ini perusahaan yang berbeda? Terlepas dari perusahaan Tuan Raditya?"

Anindya mengangguk. "Betul, Tuan. Saya ingin membangun bisnis sendiri terlepas dari suami saya," jawabnya.

"Kenapa tidak?" sahut suara yang baru datang yang tak lain adalah Tuan Haryanto. "Perusahaan saya akan mendukung Bu Anin sepenuhnya. Lagi pula, selama ini saya bekerjasama dengan perusahaan Tuan Radit juga karena ada Bu Anin di sana."

"Betul. Walaupun seorang wanita, tapi Bu Anin lebih mumpuni dalam bidang bisnis dibanding dengan Tuan Radit," sahut yang lain ikut mendukung.

"Saya juga mau ikut berinvestasi dan bekerjasama dengan perusahaan baru Bu Anin."

"Saya juga!"

"Saya juga!"

"Saya juga!"

Anindya menahan detak jantungnya yang berdegup kencang bukan karena gugup, melainkan karena haru dan bangga. Padahal sebelumnya dia ingin membangun semuanya secara diam-diam dan pelan-pelan. Tapi Adrian malah mempercepat segalanya.

"Lalu kapan Ibu akan mulai bergerak? Ibu tenang saja, saya akan langsung berinvestasi." Pak Haryanto bertanya penuh semangat.

"Sebenarnya saya sudah mulai pelan-pelan, Tuan. Saya juga sudah menyewa gedung. Tapi saya masih harus membangun swadaya dulu. Saya juga sedang mematangkan konsep," jawab Anin sambil mengedarkan pandangan kenapah semua yang hadir.

"Pokoknya, kapanpun Bu Anin siap beroperasi, harus segera menghubungi kami!"

"Tentu! Terima kasih atas dukungan Tuan-tuan semua."

Dan obrolan pun terus berlanjut, Anindya terus menggali potensi, sedang di sampingnya Adrian tersenyum tipis.

"Kelinci kecilku memang hebat. Aku hanya menyiapkan wadah dan dia langsung menimba air hingga penuh."

*

Anin sedang mengambil cemilan di meja yang tersedia, saat seorang wanita paruh baya berpenampilan anggun menghampirinya.

"Bu Anindya?" seru wanita itu dengan nada antusias.

Anindya pun tersenyum hangat dan segera menyambutnya. "Bu Devi... Apa kabar?"

Mereka berdua saling berpelukan erat layaknya sahabat lama yang sudah bertahun-tahun tidak bertemu, padahal selama ini perusahaan mereka adalah rival terberat dalam memperebutkan setiap proyek besar. Wanita bernama Dewi itu juga membangun perusahaan dari nol bersama suaminya.

"Senang sekali bisa bertemu Bu Anindya lagi,," ucap Bu Devi setelah pelukan mereka terlepas. "Rasanya sudah lama sekali nggak ngobrol. Bu Anin sibuk terus, ya?"

Memang begitulah Anindya. Meskipun di meja perundingan mereka adalah musuh bebuyutan, namun di luar urusan bisnis, Anindya selalu bersikap rendah hati, santun, dan profesional. Sikap dewasanya inilah yang membuat bahkan lawan bisnis pun sangat menghormatinya.

"Iya, Bu. Kangen juga sama Bu Dewi," balas Anindya tulus.

Mereka pun berbincang santai. Hingga akhirnya, Bu Devi menoleh dengan tatapan yang seolah sengaja ingin membuka topik pembicaraan.

"Ngomong-ngomong, Bu Anin, minggu depan kan ada pertemuan besar untuk perebutan tender proyek infrastruktur di kantor Tuan Purnama," ucap Bu Devi pelan namun jelas. "Bukankah biasanya, Tuan Purnama langsung memberikan tender itu kepada perusahaan Bu Anin? Kenapa sekarang Tuan Purnama membuka sistem perebutan tender terbuka? Apa ada sesuatu yang terjadi?"

Anindya tersenyum tipis, nada suaranya tetap tenang dan lembut.

"Sebenarnya, karena sekarang saya sudah tidak lagi memegang kendali perusahaan, jadi saya mengatakan pada Tuan Purnama, apapun hasilnya nanti itu sudah tidak ikut bertanggung jawab,"

Wajah Bu Devi langsung berubah menjadi prihatin mendengar itu. Ia menggelengkan kepala tak percaya.

"Aduh... Maaf, Bu Anin. Saya tidak bermaksud membuat Bu Anin mengingat hal itu. Saya sudah mendengar berita itu, dan saya benar-benar tidak menyangka Tuan Raditya akan berani memperlakukanmu seperti itu," ucapnya penuh rasa kesal namun tetap sopan.

"Itu sudah menjadi takdir dan ujian buat saya, Bu," jawab Anindya tenang. Tiba-tiba Anindya menatap Bu Devi dengan senyum misterius.

"Oh iya, Bu Devi... Kalau Ibu mau, saya bisa bicara pada Tuan Purnama agar tender besar itu jatuh ke tangan suami Ibu," tawar Anindya halus.

Mata Bu Devi langsung terbelalak lebar, napasnya seakan tertahan. Ia tidak menyangka akan mendapatkan tawaran sebesar ini begitu mudahnya.

"Yang benar, Bu? Bu Anin serius? Tentu saja suami saya akan sangat senang sekali! Itu adalah proyek terbesar tahun ini!" seru Bu Devi tak kuasa menahan kegembiraan. "Katakan saja! Apa kompensasi yang harus kami berikan pada Bu Anin?!"

Anindya menggaruk tengkuknya. Siapa sangka hanya ngobrol-ngobrol akan berbuah keuntungan.

"Kalau Bu Dewi memang berminat, bagaimana jika saya minta bagian keuntungan sebesar 15 persen dari total nilai proyek tersebut sebagai 'jasa perantara'. Bagaimana?"

"Setuju!" jawab Bu Dewi tanpa pikir panjang. Wajah wanita itu begitu girang dan antusias. "Suami saya juga pasti sangat setuju. Apa artinya 15% itu dibandingkan dengan keuntungan milyaran yang akan kami dapatkan?"

Anindya hanya tersenyum anggun. Tanpa perlu mengangkat satu jari pun, uang akan terus mengalir masuk ke kantongnya.

"Raditya… kamu pasti sedang menunggu perebutan tender itu, kan? Aku tidak sabar menunggu minggu depan untuk melihat wajahmu yang pucat! "

1
мєσωzα
emang udah gila si radit ini 🤦🏻‍♀️
Evi Anggorowati
yah emang bodoh km Raditya mknya jadi org tu byk2 bersyukur uda punya istri baik dan setia mlh selingkuh alasan pengen punya anak pdhal istri nya kan ga mandul, sekalinya selingkuh eh ternyata dibohongi ma pelakor skrng mlh kena HIV jatuh miskin pula...
Evi Anggorowati
knp Raditya mlh pengen punya anak dr wanita lain ya pdhal kan bs punya anak dr anin istri nya sendiri, berarti emang Raditya uda g cinta ma anin krn kl cinta g mungkin selingkuh dan aku ga kasian sama sekali ma Raditya
Nek Arrirafa
👍👍👍👍👍👍👍👍
мєσωzα
bapak anak doyan selingkuh, emak main judol.. gak ada yg bener ini 🤦🏻‍♀️
мєσωzα
perusahaan yg baru ini apa nggak ikut masuk harta gono gini ya? kan meskipun belum pembukaan, tapi perusahaannya udah ada dari sebelum cerai🤔
мєσωzα
sebenarnya masalah pajak ini agak aneh sih.. biasanya kan perpajakan diurus sama bagian finance. tapi yaudahlah gpp, biar radit kelabakan hehe
мєσωzα
hmm, rasanya petugas pajak kalau nagih pembayaran yg nunggak gak begini deh 😅
Lilydale
wow keren penjelasan hukum nyaa baik 😍😍
Hayati
oh,,,😭😭😭😭
Mei Saroha
cuma 25 gram?
Hayati
mantap Anin,,,,teruuuusssskaaannn👍👍👍
Hayati
👍👍👍💝💝💝💖💖💖
Leni Cantik123
emang ngaur cerita nya di bab berapa udah bisa kalan umur 5 th nah ini baru 4 bulan
Leni Cantik123
kok ceritanya jadi ngelantur ... bentar2 kasusnya brapa bulan yg lalu tapi bentar anak kembar nya berusia 5 tahun
Mei Saroha
🤣🤭😄 anindya jadi animalia, kak othor bner2 pake voice n lgs dipublish ya?
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: aduh🤣😭🤣😭🤣😭🤣😭
total 1 replies
Partini Minok Nur Maesa
ya bedalah pengangguran kok sMa wanita karir
Mei Saroha
koq kak Rian ngga ada pas anin diserang?
Fitrianti Sutiman
saya heran dgn ungkapan "putri kecil" tu kan to seorang ayah terhadap anaknya... kecuali "adik kecilku" baru ungkapan seorang KK to adek nya
Hayati
👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!