Impian Amara untuk bersatu dengan kakak angkatnya akhirnya terwujud juga. Keduanya terikat dalam sebuah pernikahan yang disatukan oleh Abi mereka sendiri.
Sayangnya, Apa yang Amara bayangkan tidak sesuai dengan yang ia inginkan. Dalam pernikahan ini, Hanya Amara yang menginginkannya. Tapi tidak dengan Fadli Adiputra. Dia tidak pernah menginginkan pernikahan ini sama sekali.
Sikap perhatian yang selalu Fadli berikan berubah menjadi sikap dingin tanpa alasan.
Amara sadar, Bahwa dia bukan pilihan pria itu..
Hingga pada akhirnya, Amara mundur dalam pernikahannya.
Apakah Fadli bahagia atas kemunduran Amara? Atau justru terkurung dalam penyesalan?
•••••
"Kalau pernikahan ini tidak bertahan atas pilihan Abi.. Nanti, Aku akan pertahankan pernikahan ku atas pilihanku sendiri..." Amara Alfhatunnisa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El Viena2106, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pebinor Tampan
Sebuah asap mengudar diudara dari hembusan bibir seorang pria. Pria itu adalah Sagara, Pria yang pernah melamar Amara dua tahun yang lalu..
Sagara, Pria dua puluh delapan tahun itu dulu seorang anak korban dari broken home. Papa dan Mamanya bercerai karena sebuah kesalahpahaman yang tak berujung.
Pada saat itu, Sagara masih berusia sekitar sepuluh tahun. Ia ikut Papanya, Sementara kakak perempuannya ikut Mamanya.
Entah masalah apa yang membuat kedua orangtuanya berpisah kala itu. Tapi yang ia dengar, Hubungan keduanya terhalang oleh restu orangtua.
Sejak perpisahan itu, Mamanya jarang datang padanya bahkan untuk sekedar melihatnya atau bertanya tentang seperti apa kabarnya.
Sementara Papanya, Pria itu hanya sibuk bekerja saja. Selama itu, Sagara dirawat oleh Bibinya. Karena terlalu fokus dengan perusahaannya, Tuan Andriano sampai lupa kalau pria itu mempunyai seorang putra yang masih butuh kasih sayang serta perhatiannya.
Sedangkan Mamanya, Wanita itu pulang ke negara ibunya yaitu di China. Kakaknya tidak ikut karena lebih memilih untuk tinggal dipesantren.
Kurangnya kasih sayang dari kedua orangtuanya membuat Sagara menjadi anak yang susah diatur.
Saga menjadi anak yang nakal, Suka merokok, Mabuk, Tawuran bahkan suka bolos sekolah.
Tak sekali dua kali Tuan Andriano dipanggil oleh pihak sekolah karena perbuatan putranya.
Belum lagi panggilan dari polisi, Yang dimana Sagara selalu ditangkap karena ikut bentrok atau tawuran.
Mungkin merasa sudah lelah dengan panggilan-panggilan itu. Akhirnya perlahan Tuan Andriano mulai sadar, Mungkin putranya butuh teman. Karena dirinya yang selama ini selalu sibuk dengan pekerjaannya.
Memang kebanyakan seperti itu. Anak korban dari broken home rata-rata selalu mencari perhatian pada orang lain.
Karena apa? Ya, Karena memang mereka merasa tidak dipedulikan oleh orangtuanya. Papanya yang selalu sibuk, Mamanya pun kadang datang berkunjung setahun sekali. Begitupun dengan kakaknya.
Saga tak pernah kekurangan materi dalam hal apapun. Karena sejak kecil dia memang lahir dari keluarga yang kaya raya. Saga hanya kurang kasih sayang, Dan sebuah perhatian. Itu saja..
Demi mencari perhatian mereka, Saga rela melakukan apapun. Karena kalau tidak seperti itu, Dia tidak akan punya teman.
Saga juga terkenal dengan pria yang suka main wanita. Jika ia tertarik akan wanita itu, Saga pasti mendekatinya. Semua orang tahu kalau Saga adalah seorang playboy. Tapi sekarang, Semua sudah berubah..
Diusianya yang ke dua puluh satu. Papa dan Mamanya kembali rujuk. Kesalahpahaman yang sempat terjadi akhirnya terungkap dan dapat diselesaikan juga.
Semua ulah para tetua dari dua pihak keluarga. Namun, Sekarang semuanya telah tiada. Alhasil, Sagara bisa berkumpul kembali bersama keluarganya yang utuh.
Kakaknya pun telah menikah dengan seorang pengusaha batu bara dan telah memiliki seorang anak laki-laki yang usianya lima tahun.
Tinggal Saga saja yang belum menikah. Pria itu belum siap juga untuk menjalani rumah tangga. Bukannya belum siap, Tapi karena masih menunggu seseorang yang mungkin sebentar lagi akan terlepas dari sangkarnya.
Akan tetapi, kalau bisa merebutnya sekarang? Untuk apa menunggunya bebas?
Ting..
Saga meraih benda pipihnya yang terletak diatas meja itu. Sebuah notifikasi masuk dari salah satu anak buahnya..
Sebuah fakta tentang Lidya dan keluarganya. Saga tersenyum sinis, Dasar keluarga benalu tidak tahu diri..
"Okey.. Cari tahu terus tentang wanita itu.. Dan jangan sampai ada yang terlewat..
"Baik, Tuan....
...****************...
"Untuk saat ini, Saya beserta keluarga besar belum bisa menerima lamaran putra Anda dan sekeluarga Tuan.. Putri kami, Amara. Dia belum siap, Karena masih belum lulus kuliah...
"Tidak apa-apa Gus Rafa... Toh kita ini teman dekat bukan? Yang namanya lamaran, Tolak menolak itu sudah biasa...
Sebuah percakapan antara Abi Rafa dan Tuan Andriano dua tahun lalu, Ketika Saga melamar Amara. Dia ditolak pada saat itu dengan alasan Amara belum siap karena belum lulus kuliahnya. Entah itu benar atau tidak, Saga tidak tahu.
Namun, Saga akan tetap menunggu Amara sampai kapanpun. Bahkan, Pria itu telah melanjutkan studinya keluar negeri demi bisa menunggu kesiapan Amara.
Sayangnya ia sempat patah hati karena mendengar bahwa Amara telah menikah dengan kakak angkatnya sendiri. Awalnya Saga mencoba untuk ikhlas, Ia sadar bahwa cinta tak harus memiliki.
Namun setelah dia tahu kalau Fadli menyakiti Amara. Tentu saja dia tak mau tinggal diam saja..
Sifat perebut pria itu meronta. Suruh siapa wanita secantik dan sesempurna Amara disia-siakan? Jika orang berkata sebelum janur kuning melengkung masih bisa ditikung.
Tidak dengan Saga. Dia akan tikung Fadli sampai Amara jatuh ketangannya. Karena kalau kita mengincar wanita lajang, Saingannya banyak. Namun kalau mengincar istri orang, Saingannya hanya satu. Yaitu suami dari wanita itu sendiri, Hahaha...
"Fadli.. Dasar pria be-go...
Ddrrttt...
"Halo...
"Gue balik...
"Posisi dimana sekarang?
"Biasanya lah Broo .... Kita main-main...
Tanpa mengatakan apapun lagi, Saga segera pergi untuk bertemu dengan sahabatnya yang baru pulang dari negara LA itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Didalam tempat hiburan malam, Saga duduk ditengah-tengah. Sebuah sofa single menjadi tempat ternyamannya untuk duduk saat ini.
Disekelilingnya, Banyak pria wanita bercampur menjadi satu. Terlebih para wanita yang berpakaian seksi atau kurang bahan dengan siap menjadi pendamping pria tampan itu.
Sayangnya, Saga tak pernah tertarik pada mereka. Meskipun dulu pria itu pernah menjadi seorang playboy kelas kakap, Namun semua itu hanya main-main. Yang akan dibuat serius oleh Saga tentu saja hanya seorang Amara.
"Gue kira lo gak bakalan datang kesini Broo.. " Ucap Tiger, Pria yang merupakan sahabat Saga sejak SMP. Diantara para temannya yang lain, Hanya Tiger yang masih bertahan.
Saga terlihat begitu asyik. Dihadapan pria itu terdapat meja bundar yang dimana saat ini dirinya tengah bermain kartu bersama pria paruh baya.
Tak hanya ditemani oleh Tiger, Saga juga ditemani oleh wine yang jangan ditanya harganya. Karena Saga tidak suka barang yang murah..
"Ayo Tuan muda Andriano.. Anda harus menenangkannya kali ini.." Dengan rokok yang diapit oleh dua bibirnya. Saga begitu mahir bermain.
Para perempuan yang duduk disisi kiri kanan pria itu ikut terpesona akan ketampanan Saga yang jelas ada brengsek-brengsek nya.
"Silahkan diminum, Tuan.." Suara itu mendayu. Seorang wanita sewaan menuangkan wine kedalam gelas dan memberikannya pada pria itu.
Saga menerimanya dan hendak meminumnya, Namun setelah mencegahnya. Dengan kesal Saga menoleh..
"Ka.. Kak??
Seorang wanita cantik berhijab dengan tekad masuk ketempat yang penuh hiburan malam itu. Citra, Kakak dari Sagara itu tak peduli akan dirinya yang menjadi pusat perhatian para pengunjung yang ada disana.
Bagaimana tidak? Seorang wanita berhijab masuk ketempat yang seperti itu, Apa tidak aneh?
Saga menelan salivanya dengan susah payah. Kenapa juga ini kakaknya bisa sampai disini, Apa tidak kena omel dia setelah ini.
"Pulang..."
"Tapi, Kak..
"PULANG!!" Saga menghela nafas panjang. Tanpa harus dipaksa, Saga pun langsung bangkit dan pulang.
"Yaaah.. Gak Asyik..."
Banyak yang mengeluh karena Saga pulang. Padahal pria itu menjadi salah satu idola disana.
"Hentikan kebiasaan mu ini? Katanya naksir Ning Amara.. Apa mau Ning Amara sama pria modelan seperti kamu ini?" Omel Citra pada adiknya. Saga hanya tersenyum..
"Kakak.. Kalau aku berhasil mendapatkan Ning yang cantik itu, Aku akan berhenti dan meninggalkan kebiasaan ku ini..
"Berhenti itu mulai dari sekarang..
"Ular saja akan diam kalau ketemu pawangnya.. Akupun juga begitu.. Saat ini, Aku sedang mencoba mendekatinya..." Citra menyentil jidat adiknya itu..
"Aaawws... Sakit kak..
"Ning Amara masih berstatus istri orang.. Jangan coba-coba.." Saga terkekeh. Peduli apa dia tentang istri orang. .
"Memangnya kenapa kalau masih jadi istri orang? Aku akan terobos sampai dapat...
"Saga!!
"Pelakor saja berhasil merebut suami orang.. Masa pebinor tampan sepertiku tidak bisa?
"Istighfar,,Sagaa!!
•
•
•
TBC
dasar tolol bin oon percaya sama pelacur murahan silidia itu
jangan-jangan Sagara membawa Amara ke RS yang akan dituju oleh Fadli juga ya? baguslah biar terbongkar kalau pa Benny itu hanya pura-pura lumpuh