NovelToon NovelToon
Istri Kedua Mafia

Istri Kedua Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:36.1k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

Satu malam mengubah hidup Keyla selamanya.

Dijebak oleh ibu tirinya sendiri, Keyla kehilangan kehormatan dan masa depannya. Pria yang bersamanya malam itu bukan pria sembarangan—Dominic, mafia berbahaya yang tak pernah tersentuh hukum.

Bagi Dominic, wanita hanyalah alat. Kecuali istri yang amat sangat ia cintai.

Namun tekanan dari ibunya memaksanya mencari seorang pewaris, sementara istrinya menolak memberinya anak.

Saat Keyla muncul dalam hidupnya, sebuah keputusan kejam diambil Dom terpaksa menjadikannya istri kedua.

Tapi siapa sangka, hubungan yang diawali dengan paksaan justru menumbuhkan rasa yang sulit dikendalikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20 Milikmu Itu Terlalu Besar, Tahu!

"Kau membawa obatnya?" tanya Dominic tanpa basa-basi begitu Marco melangkah masuk ke penthouse. Pakaian asistennya itu sedikit basah karena hujan di luar semakin deras.

Marco menyodorkan kantong plastik putih dengan logo apotek ternama. "Ini, Tuan. Saya membeli obat pereda nyeri, sekalian saya tambahkan obat penurun panas dan vitamin. Takutnya nona Keyla demam setelah insiden basah-basahan dan syok tadi," jawabnya dengan lantang.

Dominic merebut plastik itu dengan kasar. "Dia hanya butuh obat pereda nyeri karena kakinya mungkin terkilir. Bukan obat demam. Jangan sok tahu," balasnya ketus.

Dari sorot matanya, Dom nampak tidak senang melihat Marco yang mendadak jadi sangat perhatian.

Marco menahan senyum, sudut bibirnya sedikit berkedut. "Saya hanya berjaga-jaga, Tuan. Tidak perlu cemburu begitu. Wajar jika seorang asisten mengkhawatirkan keselamatan istri tuannya."

"Siapa yang cemburu?!" Dominic menyambar cerutunya di atas meja, menyalakannya dengan sedikit menahan emosi.

"Masih bertanya? Jelas sekali anda. Bukan saya, kan? Toh, anda suaminya," tantang Marco, sama sekali tidak takut dengan tatapan membunuh tuannya.

Dominic mengembuskan asap cerutu ke udara, menciptakan awan tipis yang mengaburkan wajah tampannya. Ia menatap lurus ke jendela besar yang menampilkan gemerlap lampu kota di bawah guyuran hujan.

"Mulutmu benar-benar semakin lancang, Marco."

"Anda sedang memikirkan apa?"

"Tidak ada!"

"Sayangnya, raut wajah anda tidak bisa berbohong," Marco menyindir lagi. "Cepatlah masuk. Nona Keyla mungkin sangat membutuhkan obat itu atau mungkin membutuhkan kehangatan suaminya."

Dominic terdiam. Pikirannya memang sedang kacau. Ucapan Damian soal menikah tanpa cinta dan pria serakah tadi benar-benar mengusik egonya.

"Bukan urusanmu. Sekarang pergi. Urus Siska dan awasi setiap gerak-gerik Clara di Paris. Pastikan mereka tidak bisa bernapas lega."

"Baik, Tuan. Selamat bersenang-senang," gumam Marco lirih saat Dominic berbalik memunggunginya.

Begitu pintu apartemen tertutup rapat dan terkunci, Marco menyeringai kecil.

Sebenarnya, obat yang Marco berikan tadi bukanlah sekadar pereda panas biasa. Itu adalah ramuan khusus yang diracik oleh Elise, ibu Dominic, yang secara rahasia diberikan pada Marco untuk diberikan kepada Keyla.

Ramuan itu adalah herbal penambah stamina sekaligus pemancing gairah agar rencana memiliki cucu segera terwujud.

"Maafkan saya, nona Keyla. Saya siap menerima hukuman apa pun saat anda hamil nanti," gumam Marco sebelum melangkah pergi.

****

Dominic meletakkan segelas teh hangat di atas nakas. Ia memapah Keyla yang masih terbungkus kemeja kebesarannya untuk duduk bersandar.

"Minum tehnya. Mumpung masih hangat," perintah Dom.

Saat Keyla bangkit untuk meraih gelas, selimut tebal yang menutupi tubuhnya melorot ke bawah. Kancing kemeja bagian atas yang terbuka memperlihatkan gundukan indah dan kulit putih pucat yang kontras di balik kain tipis itu.

Dominic hampir tersedak ludahnya sendiri. Ia memalingkan wajah secepat kilat sebelum Keyla menyadari betapa merahnya wajah sang singa Frederick itu sekarang.

"Sekalian minum obat ini. Marco bilang ini untuk meredakan nyeri dan panas tubuhmu," ucapnya sembari menyodorkan butiran obat dari Marco.

Keyla yang masih merasa lemas hanya mengangguk patuh. Ia menelan obat itu dan menghabiskan tehnya. "Terima kasih."

"Masih dingin?" tanya Dom, suaranya sedikit serak.

"Iya, rasanya sampai ke tulang," bisik Keyla sembari merapatkan selimut.

Dominic menghela napas panjang. Ia melepas singlet dan celananya, hanya menyisakan celana pendek kain, lalu menyusup masuk ke dalam selimut besar itu.

Dominic menarik tubuh mungil Keyla ke dalam pelukannya, membiarkan kulit mereka bersentuhan untuk berbagi suhu tubuh.

"Kenapa anda tidak pakai baju? Nanti anda bisa sakit, Tuan," tanya Keyla, kepalanya bersandar di dada bidang Dominic yang hangat.

"Aku terbiasa tidur tanpa pakaian. Sudah, diam dan tidurlah," jawab Dom datar, meski jantungnya berdegup kencang seperti genderang perang.

Satu jam berlalu dalam keheningan yang nyaman.

Tiba-tiba Keyla mulai merasa aneh. Suhu tubuhnya yang tadi sedingin es mendadak naik drastis. Ia mulai bergerak gelisah di dalam pelukan Dominic.

Tangannya yang mungil mulai meraba-raba dada bidang Dom, mencari sensasi dingin untuk meredam rasa panas yang menjalar dari perut bawahnya.

"Apa yang kau lakukan?! Diamlah!" seru Dominic tertahan. Napasnya memburu saat jemari Keyla mulai berkelana turun, melewati perutnya yang berotot.

"Gerah, Tuan, panas sekali. Tolong nyalakan AC-nya," pinta Keyla. Tanpa sadar, ia menyingkirkan kemeja yang dipakainya karena merasa sangat gerah.

Dominic melotot. Bola matanya seakan ingin keluar saat melihat Keyla kini sepenuhnya polos di hadapannya karena pengaruh obat dari Marco yang mulai bekerja brutal.

"Apa yang kau lakukan! Kenapa malah membukanya?!" maki Dom. Ia hendak bangkit untuk mengambil remote AC, tertahan.

Tangan Keyla reflek menggenggam sesuatu yang sangat sensitif di bawah sana dengan erat, seolah itu adalah pegangan tongkat bisbol yang akan membantunya menahan diri agar tidak jatuh.

Dominic membatu. Seketika darahnya berdesir hebat ke satu titik. "Jauhkan tanganmu dari sana," desisnya dengan tenggorokan yang mulai kering.

Keyla yang sedang berada di bawah pengaruh obat dan rasa panas yang tak tertahankan, justru mengusapnya naik-turun dengan gerakan mematikan.

Wajah gadis itu nampak setengah sadar, matanya sayu menatap Dominic.

"Tuan... tolong... ini panas sekali..." rintihnya manja sembari semakin merapatkan tubuhnya ke tubuh Dominic yang sudah tegang sempurna.

"Obat apa yang kau berikan pada istriku Marco sialan?!" geram Dominic dalam hati.

Antara amarah pada Marco dan gairah yang sudah di ujung tanduk, Dominic menatap Keyla dengan tatapan lapar.

"Kau sendiri yang memancing singa keluar dari kandangnya, gadis kecil. Jangan salahkan aku jika besok kau tidak bisa berjalan dengan benar," bisiknya tepat di bibir Keyla sebelum akhirnya ia menyerah pada godaan yang membakar akal sehatnya.

"Ah, sakit... pelan-pelan, Tuan!" rintih Keyla dengan mata berkaca-kaca. Meski ini bukan malam pertama mereka, rasanya ia tetap kesulitan beradaptasi dengan ukuran Dominic yang tidak manusiawi itu.

Dominic mendengus dengan keringat bercucuran di pelipisnya. Ia menatap Keyla yang sedang meringkuk di bawahnya dengan tatapan lapar sekaligus gemas. "Bibirmu bilang sakit, tapi tubuhmu malah memelukku erat sekali. Kau ini plin-plan atau memang sedang ingin menggodaku, hah?"

"Tapi ini benar-benar sakit! Milikmu itu terlalu besar, tahu! Seperti habis minum pupuk mutiara!" maki Keyla spontan karena rasa sesak yang menghimpitnya.

Dominic tertawa kecil, sebuah tawa seksi yang justru membuat bulu kuduk Keyla merinding. Ia mengusap pipi Keyla yang merona merah. "Simpan makianmu. Semakin kau mengumpat, aku semakin tidak ingin berhenti."

"Tuan! Aku serius—ah!" kalimat Keyla terputus saat Dominic kembali bergerak.

"Nikmati saja. Marco bilang obat itu untuk kesehatanmu, tapi sepertinya kau malah jadi sangat li-ar malam ini," bisik Dom sembari mengecup leher Keyla.

"Dasar pria tua me-sum!" racau Keyla. Tangannya justru semakin erat mencengkeram bahu kokoh Dominic, pasrah pada permainannya yang mungkin tak kunjung usai.

1
Ipehmom Rianrafa
lnjuut💪💪💪
Uthie
Hahahaa... sekali-kali di tindas oleh keponakan bocil nya dan gadis 19 tahun gpp kan Dok 😜
Riza Afrianti
tinggal aja Dominic itu
mom'snya devadhamian
🤣🤣🤣🤣seorang CEO plus mafia di usir istri 19 tahun dari kamar buat tidur di luar Wkwkwk
olyv
nusuk bgt kata² dominic sabar y keyla
vj'z tri
bodel jadi juru kunci /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ pak tua
vj'z tri
jawaban salah /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
MamDeyh
Keyla jgn baperan dan jgn terbuai dg si Dom Dom.. Jd wanita kuat.
Erna Riyanto
dom kan udah mandi tadi sebelum minta disuapin keila...kok JD melonggarkan dasi..apaan 😄
Senja: Wkwk nanti diedit kak mungkin aku galfok🤣
total 1 replies
Sri Rahayu
kasihannn deh PAK TUA....dikerjain ponakan dan istri kecil nya 🤪🤪🤪
angel
semangat thorrr
ollyooliver🍌🥒🍆
nih siapa yg jadi jodohnya zoey nanti🤭🤣
ollyooliver🍌🥒🍆
terlalu baperan ..cuek.aja. lebih baik jadi wanita seperti itu drpd ujung"nya membuat orng merasa bersalah terus karna mata sembab mu bukan karna menyadari kesalahannya sendiri
ollyooliver🍌🥒🍆
kalau orng yg pernah jatuh cinta sampai bodoh..taulah gimana rasanya.
ollyooliver🍌🥒🍆
belum pandai bicara soal masa depan tapi sdh berani menikah🙃
ollyooliver🍌🥒🍆
wanita tangguh itu gk pusing..cuek aja. yg bakal frustasi itu dominic😌
Dew666
💃💃
Yuyun Yunita
dengar itu dom... papa mu itu sdh bnyk pengalamannya jd kamu hrs bnyk berguru dari nya🤔
Uthie
Keturunan Diego emang selalu menarik 👍😁
Senja: Hehe, nanti leon masih belum kak bakalan ada novel baru
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!