NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Pewaris Amazon

Reinkarnasi Pewaris Amazon

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cintapertama / Mengubah Takdir
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: To Raja

Jingga membuka mata, kembali ke masa sebelum tragedi besar menimpa keluarga Amazon.

Kali ini, tidak ada lagi gadis lugu yang mudah dimanfaatkan, matanya penuh dendam dan kebencian.

Hanya ada satu hal, Balas Dendam!

Mari kila mulai permainannya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon To Raja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27. Mengikuti Jingga

Pagi berikutnya, Jingga sudah berpakaian rapi, dia segera turun ke lantai bawah dengan langkah cepat, tidak sabar untuk pergi ke rumah sakit bertemu Farhan.

Saat itu juga tiga orang keluar dari ruang makan, mereka melihat Jingga yang tampak berseri-seri menuju pintu keluar.

"Kau mau ke mana?" Tanya Bryan menghentikan langkah Jingga.

"Aku mau keluar jalan-jalan, ada apa?" Tanya balik Jingga dengan nada suara ketus, pagi yang indah ini dirusak oleh 3 lalat yang bermimpi jadi kupu-kupu.

"Kau tidak diizinkan keluar! Tugasmu itu di rumah mempelajari dokumen yang diberikan padamu, bukan keluyuran tidak jelas!" Kata Bryan kesal.

Tasya menggangguk, berlari kecil menghampiri jingga dan memeluk lengan Jingga sambil berkata, "kalau Kak Jingga kesulitan mempelajarinya, Aku akan menemani Kakak di sini, lagi pula kerjasama dengan keluarga Pratama sangat penting untuk keluarga Amazon kita, tidak boleh ada kesalahan sedikitpun."

"Lihat betapa pengertiannya Tasya memikirkan urusan keluarga, tapi kau hanya tahu menyenangkan dirimu sendiri! Apa sifat seperti ini yang dimiliki pewaris keluarga Amazon?!" Sinder Bryan.

Jingga merasa konyol dengan ucapan Bryan, tapi tidak ada seorang pun yang bisa memaksa cacing meninggalkan kehidupannya di tanah hanya demi melihat matahari.

"Aku sudah menghafalkan dokumennya, sekarang mau pergi cari angin keluar untuk merefresh otak," kata Jingga.

"Tidak mungkin kau menghafal dengan secepat itu! Dokumen itu ada 50-an lembar! Data-datanya juga tidak sedikit, bagaimana bisa kau menghafalnya hanya dalam waktu semalam? Omong kosongmu ini benar-benar membuatku muak!" Tegas Bryan.

"Kalau kalian tidak percaya ya sudah, lagi pula aku ini tidak seperti kebanyakan orang yang hanya tahu memikirkan cara menjatuhkan orang lain jadi tidak bisa fokus pada satu hal penting," kata Jingga.

Bryan kesal, "Kau--"

"Sudah," Arga berbicara dengan tenang, "pergilah jalan-jalan, tapi kau tidak boleh pergi sendirian, Tasya akan ikut denganmu," ucap Arga.

"Baiklah," Tasya tersenyum senang, "kalau begitu aku pergi ganti baju sebentar," ucap Tasya.

"Tidak boleh!" Bryan Menyela, "bagaimana kalau mereka pergi berdua dan Jingga kembali melakukan sesuatu yang konyol untuk melukai Tasya?"

"Eh? Kak Jingga tidak mungkin melakukan hal itu, lagi pula apa yang terjadi terakhir kali itu, Aku sudah memaafkan Kak Jingga, bukan begitu Kak Jingga?" Tasya menatap Jingga dengan mata berbinar-binar.

"Ck..." Jingga berdecak kagum pada sifat Tasya yang luar biasa, "memang kapan Aku melakukan hal yang kau maksud itu? Justru sebaliknya, kaulah yang selalu melakukan apa yang kau tuduhkan padaku. Hari ini aku pergi sendiri! Kalau kalian tidak mengizinkan maka jangan harap aku akan pergi bertemu keluarga Pratama!" Tegas Jingga kemudian berjalan meninggalkan tiga orang di sana tanpa berkata apapun.

"Kak--" Tasya hendak mengejar Jingga untuk kembali membujuknya, tetapi pinggangnya ditahan Arga, "Kau tidak perlu merendahkan dirimu padanya," kata Arga selalu berbalik menatap Bryan, "hari ini kau tidak perlu masuk bekerja, diam-diam ikuti dia, Aku yakin dia punya niat lain," ucap Arga.

"Eh? Memangnya apa yang bisa ia lakukan?" Tanya Bryan bingung, lagi pula Jingga tidak punya teman di luar sana, kalau keluar rumah pun hanya pergi berkeliling di taman atau ke perpustakaan kota membaca buku.

Hari ini juga pasti dia hanya akan pergi ke taman 'kan.

"Ikuti saja kataku, lebih baik berjaga-jaga daripada nanti menyesal," kata Arga.

"Baiklah," ucap Bryan menganggukkan kepalanya lalu bergegas mengikuti Jingga secara diam-diam.

'Dasar merepotkan!' gerutu Bryan dalam hati.

1
Allea
ahhh berarti si jingga ini awalnya bodoh y thor 😁
Soraya
hadir thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!