NovelToon NovelToon
Mahkota Kedua Adelia

Mahkota Kedua Adelia

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ragan Fian

Selama 15 tahun, Adelia Zuri Latisha mengabdi penuh sebagai istri, melepas karier dan tampil sederhana demi menghemat pengeluaran keluarga. Namun, pengorbanannya dibalas pengkhianatan menyakitkan. Sang suami, Arkananta Ethan Pradana, berselingkuh dengan Clara Selvania, rekan kerjanya yang muda dan menawan. Arkananta menceraikan dan mengusir Adelia tanpa harta sedikit pun, mencapnya "ketinggalan zaman" dan tidak selevel lagi. Dihina oleh mantan mertua, Adelia menolak terpuruk. Mengandalkan keahlian menjahitnya di masa muda, ia bangkit merintis bisnis hingga bertransformasi menjadi pemilik butik ternama yang anggun dan berwibawa. Saat roda berputar, Arkananta bangkrut akibat ulah Clara yang boros. Ketika sang mantan suami datang bersimpuh memohon rujuk, ia harus menelan pil pahit. Adelia telah menemukan kebahagiaan sejati bersama pria mapan lain yang jauh lebih menghargainya, sementara karma instan bersiap meruntuhkan kesombongan mantan mertuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ragan Fian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hati Yang teriris

Irama bip dari monitor jantung di IGD berbunyi cepat dan konstan, menembus bau karbol yang tajam.

Adelia berdiri membatu di depan bilik perawatan, menatap tubuh mungil Kayla yang terbaring lemah dengan selang infus menancap di punggung tangannya. Wajah anak itu pucat pasi, bibirnya kering pecah-pecah.

Kenzie mengusap matanya yang memerah, lalu menggenggam jemari ibunya yang terasa sedingin es.

"Bu, uang simpanan Kenzie dari kedai kopi cuma ada lima ratus ribu. Tabungan Ibu berapa?"

"Cuma ada dua juta, Nak," bisik Adelia dengan suara bergetar parau. Kertas rincian tagihan dari kasir senilai tujuh juta lima ratus ribu rupiah di tangannya makin remuk. "Masih kurang banyak."

"Ibu... jangan bilang Ibu mau telepon Papa?" tanya Kenzie pelan saat melihat jemari Adelia gemetar menatap layar ponselnya.

Adelia memejamkan mata rapat-rapat, menelan saliva yang terasa pahit di tenggorokan. Rasa gengsi dan sakit hatinya berteriak menolak, tapi deru napas Kayla yang berat di atas ranjang medis meruntuhkan segalanya.

"Kayla butuh penanganan malam ini juga,Nak. Papa kamu punya kewajiban atas kesehatan adikmu."

Adelia menekan tombol panggil. Nada dering berbunyi lima kali sebelum akhirnya terdengar suara desahan napas kasar di seberang sana.

"Mau apa lagi kamu, Del?" panggil Arkananta dengan nada dingin tanpa basa-basi. "Ini sudah jam sebelas malam."

Adelia mengepalkan tangannya kuat-kuat di samping paha, berusaha menjaga artikulasi suaranya agar tidak pecah.

"Mas, aku tidak akan telepon kalau tidak terpaksa. Kayla sakit parah, dia kena infeksi tifus akut dan dehidrasi berat. Sekarang ada di IGD Rumah Sakit Medika."

"Kayla sakit?" suara Arkananta terdengar ragu sejenak, namun dalam hitungan detik berubah menjadi kekehan sinis.

"Halah Basi!!, kamu jangan pakai alasan anak buat minta uang sama saya, Adelia! Baru kemarin kamu berlagak sok kaya di pameran depan teman teman saya,dan berani mempermalukan istri saya,sekarang malah mengemis begini!"

"Mas! Ini soal nyawa anakmu!" jerit Adelia pelan, menahan tangis agar tidak terdengar oleh orang-orang di koridor.

"Aku punya bukti kuitansi IGD-nya! Biaya masuk rawat inapnya tujuh juta lima ratus ribu. Aku cuma minta lima juta saja buat pelunasan deposit awal, sisanya nanti aku cari sendiri!"

"Saya nggak ada uang cash!" bentak Arkananta cepat.

"Lagipula, itu salah kamu sendiri! Kamu bawa anak-anak tinggal di Rumah Kumuh begitu, ya jelas saja Kayla jadi sakit! Itu resiko kamu yang sok gengsi tidak mau tinggal sama saya!"

"ini buat Kayla! Dia anak kandungmu!"

"Sudah! Saya malas dengar drama kamu!" pangkas Arkananta kasar. "Kalau tidak punya uang buat bayar rumah sakit, bawa saja dia pulang dan kasih obat tebusan apotek!! Jangan ganggu saya lagi!"

Tut... tut... tut...

Sambungan telepon diputus sepihak. Adelia mematung, ponsel di tangannya perlahan turun ke samping badan.

Dada Adelia bergolak hebat, serasa ditusuk ratusan jarum beracun. Pria yang pernah berjanji menjaga dan menjadi imam yang baik untuk dirinya dan kedua anaknya,nyatanya sekarang dengan tega membiarkan darah dagingnya sendiri terbaring sakit tanpa belah kasih sedikitpun .

Layar ponsel Adelia kembali menyala terang. Sebuah pesan singkat masuk dari nomor yang tak asing.

Clara:Heh mbak Adelia,Tahu diri mbak kamu itu udah dicerai dan dibuang oleh mas arka jadi jangan pernah lagi meminta minta uang suami saya,kamu itu gaada hak,kalau udah gasanggup biayain anak serahin ke panti asuhan,gampang kann!??

Jangan keganjenan sama suami saya lagi dasar nggak punya urat malu!!

Tangan Adelia gemetar hebat membaca pesan itu. Kenzie yang berdiri di sebelahnya ikut membaca layar ponsel ibunya. Rahang remaja itu mengeras, matanya berkaca-kaca menahan amarah yang membakar.

"Biar Kenzie yang datangi rumah Papa sekarang, Bu!" geram Kenzie seraya berbalik hendak melangkah.

"Jangan,Zie!" tahan Adelia cepat, menarik lengan jaket putranya. "Jangan buang energimu buat orang yang sudah tidak punya hati. Kita cari jalan lain."

Adelia berjalan cepat menuju loket kasir di bagian depan IGD. Seorang petugas wanita berseragam putih menatapnya dengan raut wajah formal.

"Mbak, tolong... boleh saya bayar uang mukanya dua juta dulu?" pimpin Adelia dengan mata sembab di balik kaca loket.

"Anak saya harus segera dipindahkan ke ruang rawat inap. Suhu badannya tinggi sekali. Sisa pembayarannya saya janjikan besok pagi sebelum jam sembilan."

Petugas kasir menggeleng pelan dengan ekspresi datar. "Maaf sekali, Bu Adelia. Aturan rumah sakit kami tegas. Untuk pasien non-BPJS dan masuk lewat jalur umum, deposit minimal tujuh puluh persen harus lunas sebelum kamar perawatan dibuka dan obat Drip utama diberikan."

"Tapi ini darurat, Mbak!" pangkas Adelia, air matanya akhirnya menetes membasahi pipinya. Ia menempelkan kedua telapak tangannya di depan dada.

"Saya mohon... anak saya bisa kejang kalau terlambat ditangani. Saya jamin besok pagi uangnya ada!"

"Saya cuma menjalankan prosedur, Bu," sahut kasir itu dingin, mulai memindahkan berkas Kayla ke tumpukan penundaan. "Kalau belum ada uang depositnya, pasien hanya bisa kami tangani seadanya di ruang transit IGD."

"Mbak, tolonglah! Ibu saya sudah memohon-mohon begitu!" potong Kenzie dengan suara serak menahan emosi, memukul pelan kaca loket.

Di sudut koridor utama yang berjarak hanya beberapa meter dari loket kasir, seorang pria tinggi tegap berjas abu-abu gelap menghentikan langkah kakinya. Langkah beberapa staf rumah sakit yang mengekor di belakangnya ikut terhenti seketika.

Faris Zayn El-Amin, pemilik utama jaringan Rumah Sakit Medika yang malam itu sedang melakukan inspeksi mendadak tanpa pemberitahuan, menatap lurus ke arah perdebatan di depan loket.

Pandangan matanya yang tajam tertuju pada sosok wanita yang berdiri gemetar memegang kuitansi medis.

Faris memiringkan kepalanya sedikit, mengamati wajah Adelia yang basah oleh air mata namun tetap memancarkan keanggunan serta keteguhan seorang ibu yang sedang mempertaruhkan segalanya demi sang anak.

"Ada apa di loket kasir itu?" tanya Faris dengan suara berat dan tenang kepada direktur rumah sakit yang berdiri di sampingnya.

"Ah, itu... sepertinya pasien umum yang kendala biaya deposit awal, Pak Faris," jawab direktur rumah sakit itu canggung sambil menyapu keringat dingin di dahinya. "Sesuai SOP, kami tidak bisa..."

Tanpa menunggu kalimat direkturnya selesai, Faris melangkah lebar mendekati loket kasir. Langkah sepatu kulitnya berdenting nyaring di atas lantai granit.

Adelia yang sedang mengusap air matanya tersentak saat sebuah bayangan tubuh tegap berdiri tepat di sampingnya. Aroma parfum maskulin seketika menyeruak di sekitarnya.

Faris tidak menatap Adelia. Pria itu langsung mengulurkan sebuah kartu hitam berlogo khusus ke dalam celah loket kasir.

"Buka kamar perawatan kelas VVIP sekarang juga untuk anak wanita ini," perintah Faris dengan nada suara yang tenang, dominan, dan tidak bisa dibantah. "Gesek kartu saya untuk seluruh biaya pengobatannya sampai sembuh total."

1
sunaryati jarum
Mantaaap /Good//Good//Good/
sunaryati jarum
Enak saja minta rujuk, setelah melihat Adel sukses coba jika tidak sukses apa minta rujuk
sunaryati jarum
Rasain Arkananta
sunaryati jarum
, Clara dasar orang iri sudah dalam sel ,masih tidak merasa salah
sunaryati jarum
Semoga toko barumu juga banjir pelanggan,Adel.Heran emak yang jalang itu Clara kok neriakin orang lain, sebagai jalang
sunaryati jarum
Memangnya apa yang kau berikan pada istri dan anak -anakmu Arkananta.Mereka kamu usir, anakmu kamu menggelar pesta.Setelah kamu jatuh baru ingat mereka
sunaryati jarum
Selamat menempati rumah barumu Adel
falea sezi
laki g tau diri🤣
sunaryati jarum
Suka
sunaryati jarum
🤣🤣🤣🤣
sunaryati jarum
Selamat Adelia pemeran busana kamu sukses
sunaryati jarum
🤣🤣🤣🤣 itu wanita pilihan kamu, Arkananta.Wanita yang kau puja hingga menelantarkan anak istrimu,bahkan saat putramu dirawat di rumah sakit kamu malah pesta dengan selingkuhan kamu itu.Terima dan nikmati hasil keputusan kamu.
sunaryati jarum
Sudah punya anak remaja tapi Yuri masih muda dan cantik,mungkin dulu nikah muda ,ya.
sunaryati jarum
Istrimu Clara yang kau bela mati- matian itu yang menjual ke perusahaan lain demi gaya hidupnya.
sunaryati jarum
Walau bertolak belakang dari kemanusiaan tindakan kalian sudah benar.Apalagi masih mengungkit tentang balas budi.Istri dan anak itu wajar di rumah suami harus bukan hutang budi.
sunaryati jarum
Selamat Yuri semoga makin berkembang
sunaryati jarum
Sifat iri dengki yang direalisasikan dengan merusak barang milik orang lain harus diganti berlipat ganda.
Semoga usaha butik semakin berkembang dengan dukungan Pak Faris ,Adel
ginevra
kamu ngak ingat ya habis bentak2 anak-anak kamu dan memperlakukan ibunya kasar di depan matanya. begitukah kamu masih mau dipanggil ayah?
Pencari Cerita
baru sebulan udh berasa kan Arkan, udh bagus adelia yang setia.malah cari mafia😄
iorlif
bakalan cepat nih cerai mereka, terus menyesal arkananta menyesal karena menceraikan Adelia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!