NovelToon NovelToon
Benih Rahasia Sang Dokter

Benih Rahasia Sang Dokter

Status: tamat
Genre:One Night Stand / Anak Genius / Dokter Genius / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 5
Nama Author: lala_syalala

Follow IG @Lala_Syalala13

Ashela Safira, seorang gadis yang membanting tulang demi melunasi utang ayahnya, terpaksa merelakan kesucian yang ia jaga selama ini direnggut oleh pria asing.

Merasa harga dirinya telah hancur, ia memilih melarikan diri dan menghilang setelah malam panjang itu. Namun, di tengah pelariannya, Ashela justru mendapati dirinya hamil.

Sementara itu, Elvano Gavian Narendra, seorang dokter berhati dingin, terbangun dan mendapati gadis yang bersamanya telah pergi.

Rasa sesal seketika menghantamnya saat melihat bercak merah di atas ranjang, yaitu sebuah tanda bahwa ia telah menodai seorang gadis asing yang bahkan tidak ia ketahui identitasnya.

Bagaimana kelanjutannya???
YUKKKK GAS BACAAAA!!!

IG @LALA_SYALALA13
YT @NOVELLALAAA

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kau Sangat Dingin

Ia mengambil nampan peraknya, lalu mulai melangkah masuk ke dalam ballroom.

Di antara ratusan orang yang hadir, matanya tanpa sengaja menangkap sosok pria yang berdiri sendirian di dekat balkon dalam ruangan.

Pria itu terlihat sangat berbeda yaitu begitu dingin, begitu asing, namun memancarkan daya tarik yang mematikan.

Pria itu adalah Elvano.

Untuk sesaat, mata mereka bertemu di tengah keramaian. Elvano hanya menatap datar pelayan kecil itu, sementara Ashela merasa jantungnya berdegup sedikit lebih kencang karena intensitas tatapan pria tersebut.

Ashela segera menunduk dan melanjutkan tugasnya, tidak menyadari bahwa pria yang baru saja ia lihat adalah pria yang akan menghancurkan sekaligus membangun kembali seluruh dunianya hanya dalam hitungan jam ke depan.

Malam baru saja dimulai, dan di balik kemewahan ini, sebuah minuman dari orang terdekat Elvano sudah disiapkan.

Sebuah minuman yang sudah dibubuhi sesuatu sedang menunggu untuk diantarkan, dan Ashela, tanpa sengaja, akan menjadi orang yang terlibat di dalamnya.

Malam semakin larut di ballroom Grand Hyatt, namun suasana justru semakin memanas. Denting piano klasik telah berganti dengan alunan saksofon yang rendah dan sensual.

Di sudut meja VVIP, Elvano merasa ada yang tidak beres dengan tubuhnya. Suhu ruangan yang disetel pada 18 derajat Celsius seharusnya membuat siapa pun merasa sejuk, namun Elvano merasa darahnya mulai mendidih.

Ia melonggarkan dasinya dengan kasar. Keringat dingin mulai muncul di pelipisnya. Pandangannya sedikit kabur, dan setiap suara di sekitarnya terdengar seperti dengung yang menjauh.

"Dokter Elvano, Anda baik-baik saja?" tanya seorang kolega bisnis ayahnya.

Elvano hanya mengangguk kaku, tidak sanggup mengeluarkan suara. Ia tahu ini bukan sekadar kelelahan.

Sebagai seorang dokter, ia mengenali gejala ini yaitu jantung yang berdegup abnormal, napas yang memburu, dan sensasi terbakar yang menjalar dari perut bagian bawah ke seluruh tubuh. Ia telah dijebak. Seseorang telah memasukkan sesuatu ke dalam minumannya.

Dengan sisa-sisa kesadaran yang menipis, Elvano beranjak dari kursinya. Ia harus pergi ke kamarnya di lantai atas sebelum ia kehilangan kendali sepenuhnya di depan publik.

Sementara itu, Ashela sedang membereskan baki di lorong sepi yang menuju lift staf. Ia baru saja diminta oleh supervisornya untuk mengantarkan sebotol air mineral dan handuk kecil ke suite nomor 1802 yaitu kamar milik keluarga Narendra.

"Kenapa harus aku? Tugasku kan di bawah," keluh Ashela pelan. Namun, mengingat bayaran tambahan yang dijanjikan, ia hanya bisa patuh.

Ashela berdiri di depan pintu lift khusus tamu. Saat pintu lift terbuka, seorang pria keluar dengan langkah sempoyongan. Tubuhnya besar dan atletis, hampir menabrak Ashela jika gadis itu tidak segera menghindar.

"Tuan? Anda tidak apa-apa?" Ashela bertanya dengan nada khawatir. Ia mengenali pria itu. Itu adalah pria dingin yang tadi sempat menatapnya di ballroom.

Elvano tidak menjawab. Ia hanya mencengkeram bahu Ashela untuk menyeimbangkan tubuhnya. Sentuhan itu seperti sengatan listrik bagi Elvano. Kulit Ashela yang dingin di bawah telapak tangannya terasa seperti oase di tengah padang pasir yang membakar.

Aroma tubuh Ashela ialah perpaduan antara sabun mandi murah yang segar dan wangi alami tubuhnya masuk ke indra penciuman Elvano, merusak pertahanan terakhirnya.

"Kamar... 1802..." geram Elvano dengan suara serak yang sangat rendah.

Ashela, yang melihat pria itu tampak kesakitan, segera memapahnya. "Mari, Tuan. Saya juga akan ke sana. Bertahanlah."

Begitu pintu kamar suite terbuka dan terkunci secara otomatis, suasana berubah drastis. Belum sempat Ashela menyalakan lampu utama, Elvano sudah menyudutkannya ke pintu kayu yang kokoh.

"Tuan? Apa yang Anda..."

Kalimat Ashela terputus. Elvano menerjang bibirnya dengan ciuman yang haus dan menuntut. Itu bukan ciuman yang lembut tapi itu adalah ciuman penuh gairah dari seorang pria yang sedang bertarung dengan insting liarnya. Ashela terkesiap, matanya membelalak kaget. Ia mencoba mendorong dada bidang Elvano, namun pria itu seperti gunung karang yang tak tergoyahkan.

Obat yang bekerja di dalam tubuh Elvano membuat setiap sarafnya menjadi ribuan kali lebih sensitif.

Saat lidah mereka bertemu, Elvano mengerang rendah di sela ciumannya. Tangan besarnya merangkup wajah Ashela, sementara tangan satunya lagi mencengkeram pinggang kecil gadis itu, menariknya hingga tidak ada jarak sedikit pun di antara tubuh mereka.

"Panas... kau sangat dingin..." bisik Elvano di telinga Ashela, suaranya bergetar karena menahan gejolak yang menyiksa.

Ashela merasa otaknya membeku. Ini adalah pertama kalinya seorang pria menyentuhnya seperti ini. Harusnya ia berteriak, harusnya ia lari. Namun, ada sesuatu dari keputusasaan Elvano yang membuatnya luluh. Ia bisa merasakan jantung Elvano yang berdegup kencang di dadanya, seolah pria itu sedang sekarat dan hanya Ashela yang bisa menyelamatkannya.

Elvano beralih ke leher jenjang Ashela. Ia menghujani kulit putih itu dengan kecupan-kecupan basah dan panas.

Setiap sentuhan bibir Elvano meninggalkan jejak kemerahan yang membara. Ashela mendongak, napasnya mulai tersengal. Tangannya yang tadi mencoba mendorong, kini tanpa sadar meremas kemeja mahal Elvano, mencari pegangan karena kakinya terasa lemas seperti jeli.

"Tuan... tolong... berhenti..." rintih Ashela, namun suaranya sendiri terdengar tidak yakin.

Elvano tidak mendengarkan. Ia seperti predator yang telah menemukan mangsanya. Ia membawa Ashela menuju ranjang besar di tengah ruangan dengan langkah yang masih sedikit goyah. Ia membaringkan tubuh mungil itu di atas sprei sutra yang halus.

Dalam remang cahaya lampu kota yang masuk dari jendela besar, Elvano menatap Ashela. Gadis itu tampak begitu cantik dan rapuh. Rambut sanggulnya sudah berantakan, jatuh menutupi sebagian wajahnya yang memerah. Elvano membuka jasnya dan melemparkannya ke lantai, lalu mulai membuka kancing kemejanya satu per satu dengan tangan gemetar.

Ia kembali mendekat, merangkak di atas tubuh Ashela. Ia mencium setiap inci wajah gadis itu dahinya, kedua kelopak matanya, hingga turun kembali ke bibirnya.

Tangannya mulai menjelajahi lekuk tubuh Ashela di balik seragam pelayannya yang tipis. Setiap sentuhan tangan Elvano di atas kulit perut dan pinggang Ashela membuat gadis itu gemetar hebat.

"Siapa namamu?" bisik Elvano parau, wajahnya hanya berjarak beberapa milimeter dari wajah Ashela.

"A-Ashela..."

"Ashela..." Elvano mengulang nama itu seolah itu adalah mantra pemujaan.

"Kau... kau adalah obatku malam ini." liriknya lagi.

Elvano kembali mencium bibir Ashela, kali ini lebih dalam dan lebih menggebu. Tangannya mulai menarik lepas ikatan rambut Ashela, membiarkan rambut hitam panjang gadis itu tergerai di atas bantal putih.

Entah apa yang dipikirkan Elvano sekarang, tapi yang jelas ini adalah kenikmatan yang tiada tara, rasa sakit yang menyiksa berganti sebuah sensasi yang luar biasa.

Gairah di dalam kamar itu semakin memuncak, memenuhi udara dengan aroma hasrat yang tak tertahankan.

.

.

Cerita Belum Selesai.....

1
Ari Sawitri
beberapa tahun yang lalu? perasaan menikah blm lama ya? 🤔🤔
Ari Sawitri
bener bingung.. kenapa Asha klu di Sukabumi pakaian pakai kerudung tp klu di JKT tdk memakai kerudung? kok ga konsisten? 🤔
Ari Sawitri
diwal bab dikatanya klu dia janda ya? kok jd kalimat nya ternyata ayah les seorang dokter. agak mengganggu sih tp ya sdh lah .. lanjut bacanya 🤨😅
aryuu
harus Googling apa obat perangsang bisa bikin lupa ingatan🤭
Ari Sawitri
waktu operasi jantung kan harusnya tahu golongan darah Leo .. kok bs kaget gt ibunya🤔🤔 aneh
aryuu: setuju sangat anehhh bu🤭
total 1 replies
Ari Sawitri
pernah baca di bab brp pas di Sukabumi asha pakai kerudung. tp ini kok pakai baju selutut ya?🤨🤨 agak bingung
Ari Sawitri
sebegitu tidak peka nya seorang elvano ke anaknya? dan tdk ada rasa curiga berlebihan dg kemiripan mereka 🤔😕
aryuu
langsung 3 tahun aja 🤭🤭🤭
orang kaya tapi ga mampu cari orang🤣🤣🤣 kasian
aryuu
obatnya bikin ilang ingatan🤭🤭 kaya alkohol gitu obat apa ya yg bisa bikin ilang ingatan sesaat
febby fadila
pasti canggung dan merasa rendah ya asha, semoga kamu bahagia sellu
febby fadila
mending beli satu lahan buat mak esih agar dia nggak kerja lagi di lahan orang
febby fadila
papanya leo jd artis dadakan ya 🤣🤣🤣
febby fadila
papa vano sdah dtang tu leo, karena papamu sdah bucin sama mama kamu 🥰🥰
febby fadila
mending mak asih ikut aja kejakarta
febby fadila
sunggu terharu aku thor, banyak inspirasi dari ceritamu thor 🥰🥰🥰🥰
febby fadila
itu untuk menguji kesetiaan kalian berdua elvano
febby fadila
owww terharu aku 😭😭😭😭
febby fadila
semoga aja nggak ada yg buat leo sakit lagi
febby fadila
alhamdullah semoga selalu bahagia 🥰🥰🥰🥰
febby fadila
aku tadi sempat tegang waktu mama zoya mengajak asha bicara kukira asha mau diancam ee taunya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!