NovelToon NovelToon
MENIKAHI PRIA ASING BERKURSI RODA

MENIKAHI PRIA ASING BERKURSI RODA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Balas Dendam / Komedi
Popularitas:10.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ramanda

Di usianya yang baru 25 tahun, Inayah Putri adalah gabungan sempurna antara kecerobohan, ketomboyan, dan kejeniusan. Ide-ide cemerlangnya sukses mengguncang perusahaan papan atas, melejitkan karier dan gajinya secara instan.

Sayang, sukses di dunia kerja tak sebanding dengan percintaannya. Bertahun-tahun berkorban demi Pasya, Inayah justru menerima kenyataan pahit saat tak sengaja mendengar percakapan Pasya dan ibunya, yang menganggapnya "ATM berjalan". Janji pertunangan dan pernikahan yang diimpikan hanyalah kebohongan belaka.

Dalam keputusasaan di tepi pantai, matanya tertuju pada Abiyan Zimraan, pria misterius berkursi roda yang dikiranya hendak bunuh diri. Tepat ketika ibunya mendesak untuk segera menikah dan Inayah menolak untuk kembali pada Pasya, ia membuat keputusan ternekat dalam hidupnya.

Menatap Abiyan, meski lumpuh tapi memiliki ketampanan memikat, Inayah berpikir: "pria ini seribu kali lebih berharga dibanding pengkhianat seperti Pasya." Tanpa ragu, Inayah melamarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ramanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEMBALI KE RUMAH KECIL INAYAH.

Matahari mulai bergerak condong ke barat saat sore menjelang. Setelah urusan di rumah Nenek selesai dengan kebahagiaan kecil, karena sang nenek akhirnya bersedia dioperasi, mereka pun berpamitan untuk kembali ke kota.

Namun, sebelum beranjak menuju mobil, Abiyan menahan langkah kedua mertuanya di teras rumah. Pria itu menatap Pak Pirman dan Ibu Royani dengan raut penuh kesungguhan.

"Ayah, Bunda... mengenai janji saya soal acara ijab qobul ulang, saya akan menepatinya. Kemungkinan besar akan dilaksanakan minggu depan," ujar Abiyan tenang namun tegas. "Jadi, Ayah dan Bunda tidak perlu terkejut kalau nanti ada agen penyelenggara acara yang datang membawa peralatan pesta. Bunda juga tidak perlu repot-repot masak di dapur, karena semua menu makanan sudah disiapkan oleh tim catering."

Ibu Royani seketika membulatkan matanya, wajahnya berbinar-binar gembira. "Ooh, gitu ya? Istilahnya katering ya, Nak Byan?"

"Iya, Bu. Pokoknya Ibu sama Ayah tidak perlu capek-capek lagi mengurus pesta dari nol, karena semuanya sudah ada petugasnya masing-masing," tambah Abiyan meyakinkan.

Pak Pirman terkekeh lega sambil memukul pelan paha atasnya. "Wah, enak banget kalau kaya gitu mah! Soalnya biasanya kalau di daerah sini ada hajatan, kita harus manggil tetangga buat bantu-bantu masak. Yang ada malah tumpur ngasih makan tetangga mulu dari pagi ketemu pagi!"

"Ya sudah, kami akan menunggu kalian datang lagi ke sini pas akhir pekan nanti, kan?" tanya Pak Pirman.

Inayah menyambar cepat, "Iya dong, Yah! Ya udah, Nayah pamit dulu ya, nanti keburu kemalaman sampai kota. Ayah sama Bunda sehat-sehat di sini. Jangan terlalu capek, nanti asma Ayah kumat lagi. Soal biaya sehari-hari, kemarin udah Naya transfer ya, Yah. Nanti tinggal di cek aja."

"Iya, Nak... Terima kasih banyak ya. Kamu juga sehat-sehat di sana, nurut sama suamimu," tutur Pak Pirman penuh haru.

Setelah berpamitan hangat, Bara dengan cekatan membantu Abiyan berpindah masuk ke dalam mobil mewah mereka. Saat posisinya sudah berada di kursi belakang, Abiyan secara samar berbisik pada Bara.

"Bara, berikan kartu kredit atas namaku pada orang tua Inayah. Buat PIN-nya menggunakan tanggal lahir Inayah," bisik Abiyan amat pelan.

Bara mengangguk patuh. "Baik, Tuan Muda."

Usai memastikan dua bosnya duduk nyaman di dalam mobil, Bara kembali melangkah menghampiri Ibu Royani dan Pak Pirman yang masih berdiri menyisakan lambaian tangan di teras. Dengan sopan, Bara menyerahkan sebuah kartu berwarna hitam mengilap.

"Nyonya, ini dari Pak Abiyan. PIN-nya adalah tanggal lahir putri Anda," ucap Bara ramah.

Ibu Royani terperanjat, matanya membulat menatap kartu elegan itu. "Aduh... kok malah repot-repot begini sih, Mas?"

"Tidak apa-apa, Nyonya. Ini bentuk rasa bakti dan tanggung jawab Beliau kepada Anda berdua," pangkas Bara lembut.

Dengan tangan sedikit gemetar, Ibu Royani akhirnya menerima kartu tersebut sambil mengucap rasa syukur tak terhingga. Bara memberikan penghormatan singkat, lalu berbalik kembali ke balik kemudi. Tak lama kemudian, deru mesin mobil menderu halus, melaju perlahan meninggalkan rumah sederhana yang penuh kehangatan itu.

Di dalam mobil yang meluncur mulus membelah jalanan, Inayah menatap Bara dari kaca spion tengah dengan dahi berkerut. "Mas Bara, tadi ngasih apa ke Bunda?"

Bara yang fokus menyetir menjawab jujur tanpa ada yang ditutupi. "Pak Abiyan memberikan kartu kredit untuk orang tua Anda, Nyonya. Agar kebutuhan Beliau berdua selalu terpenuhi."

Mendengar penjelasan polos dari Bara, Inayah seketika menoleh patah-patah ke arah Abiyan yang duduk tenang di sampingnya. Gadis itu langsung mengatupkan kedua telapak tangannya di depan dada, menatap Abiyan dengan mata berbinar drama.

"Terima kasih banyak ya, Pak Presiden yang terhormat! Anda ternyata sangat baik dan berhati mulia pada orang tua saya," ucap Inayah dengan nada dibuat-buat manis.

Abiyan memutar bola matanya malas, meski sudut bibirnya berkedut menahan tawa. "Berhentilah memanggilku seperti itu, Naya. Kupingku sakit mendengarnya."

"Loh, kenapa? Bukankah semua staf dan sekretaris di kantor memanggil Mas begitu?" sergap Inayah heran.

"Karena mereka hanya pekerja," sahut Abiyan dengan nada suara terdengar lebih dalam dan tegas. "Sedangkan kamu adalah istriku. Jadi, jangan memanggilku dengan sebutan kaku seperti itu lagi. Paham?"

Inayah mengedipkan sebelah matanya jahil. "Iye-iye, paham! Ane bakal memanggil Mas Byan lagi deh."

Namun, raut wajah jahil Inayah perlahan melunak. Tatapannya berganti menjadi begitu teduh dan penuh tulus. "Tapi ngomong-ngomong... terima kasih banyak ya, Mas. Terima kasih atas semua kebaikan Mas hari ini. Mulai dari sikap Mas di rumah Ayah, waktu di rumah Nenek sampai Nenek akhirnya mau dioperasi, sampai kartu itu... Nayah beneran makasih."

Abiyan mengalihkan pandangannya ke luar jendela, berusaha menyembunyikan getaran hangat yang mendadak menjalar di dadanya. "Sudahlah. Itu memang sudah menjadi tugasku sebagai suamimu. Jadi kamu tidak perlu berlebihan berterima kasih padaku," sahutnya datar, lalu menoleh kembali pada Inayah. "Sekarang lebih baik kamu istirahat saja. Perjalanan kita masih cukup jauh."

"Siap, Bos!" balas Inayah cepat seraya memberi hormat gaya militer yang konyol. "Gua memang udah ngantuk banget nih..."

Hanya dalam hitungan menit, napas Inayah mulai terdengar teratur dan halus. Gadis itu tertidur lelap dengan kepala yang terkulai lemas ke samping. Melihat itu, dengan gerakan sangat perlahan dan hati-hati, Abiyan merengkuh kepala Inayah, membimbingnya agar bersandar nyaman di atas bahu kokohnya.

Abiyan menyandarkan kepalanya sendiri di atas kepala Inayah, ikut memejamkan mata. Aroma harum manis yang khas dari tubuh Inayah seolah menjadi terapi penenang alami yang selalu berhasil membuatnya mengantuk dengan cepat.

Namun, sebelum benar-benar terlelap, Abiyan membuka matanya sedikit dan bergumam pada Bara. "Bara... apakah proses renovasi rumah Inayah yang di pinggiran kota sudah selesai sepenuhnya?"

"Sudah, Tuan Muda. Semuanya sudah dikerjakan sesuai instruksi Anda," jawab Bara pelan dari kursi depan.

"Kalau begitu, langsung saja kita menginap di rumah Inayah."

"Baik, Tuan Muda."

Usai mendengar jawaban mantap dari pengawalnya, Abiyan akhirnya tertidur pulas dalam posisi merengkuh tubuh Inayah.

Dua jam kemudian, heningnya malam menyapa. Bara mematikan mesin mobil tepat di depan sebuah rumah sederhana di kawasan pinggiran kota.

"Tuan Muda, kita sudah sampai," bisik Bara membangunkan.

Abiyan membuka matanya. Suasana sekitar begitu sepi, gelap, dan jauh dari pemukiman padat penduduk. Karena situasi aman dan tak ada pasang mata yang mengintai, Abiyan memutuskan untuk tidak menggunakan kursi rodanya. Pria itu keluar dari mobil dengan kedua kakinya yang tegap, lalu perlahan mengangkat tubuh Inayah ke dalam dekapan hangatnya, menggendongnya gaya bridal style.

"Kenapa tubuhnya ringan sekali? Apa gadis ini jarang makan?" gumam Abiyan heran saat merasakan betapa ringannya bobot tubuh sang istri di lengannya.

Dengan langkah tegap dan mantap, Abiyan membawa Inayah melangkah masuk ke dalam rumah.

Rumah itu masih memiliki struktur bangunan yang sama seperti pertama kali Abiyan berkunjung. Namun kini, setelah disentuh oleh tim renovasi kepercayaan Abiyan, rumah itu terasa jauh lebih luas dan nyaman. Ruang tamu tak lagi terasa sempit dan mengimpit. Dapur bersih kini dilengkapi kitchen island atau meja bartender minimalis yang elegan.

Bahkan kamar tidur mereka kini menjadi lebih lapang. Pintu kamar mandi yang dulunya terhalang oleh pinggiran tempat tidur, kini berjarak cukup jauh dan lega.

Abiyan melangkah masuk ke dalam kamar, meletakkan tubuh Inayah yang masih terlelap di atas tempat tidur empuk dengan sangat hati-hati. Ia menarik selimut tebal hingga menutupi dada gadis itu.

Setelahnya, Abiyan melangkah ke kamar mandi baru yang kini dilengkapi sebuah bathtub porselen putih, meski ukurannya tak sebesar yang ada di penthouse miliknya, namun sangat cukup untuk menyegarkan badan.

Usai membersihkan diri dan mengenakan piyama satin yang nyaman, Abiyan berjalan kembali ke sisi tempat tidur. Pria tampan itu membaringkan tubuhnya di samping Inayah. Tanpa ragu, diseretnya tubuh mungil Inayah ke dalam pelukan hangatnya, melingkarkan lengannya di pinggang sang istri.

Bagi Abiyan yang bertahun-tahun disiksa oleh kelelahan mental dan paranoia, kehangatan dari tubuh Inayah kini adalah obat tidur paling ampuh dan mujarab di dunia. Dalam hitungan detik, Abiyan ikut menyusul Inayah ke alam mimpi, tenggelam dalam lelap yang begitu tenang di tengah malam yang dingin.

1
Baek chanhun
nenek sm kakek tempat inayah sj,.agar awet muda
Sribundanya Gifran
lanjut
falea sezi
lanjuttt🤭 q kirim hadiah
Naftali Hanania
keren nayah...🤩 biarpun tetep aja ada kejadian lucu nya 🤭✌️
Baek chanhun
next thourt💪💪
Sribundanya Gifran
lanjut
mama
top mar kotop abiyan gk ad duany pokok ny,sat set gk bakal ngasih celah buat musuh 😄
Teh Fufah
keren nayah nih... udah punya pengawal
Sribundanya Gifran
thor up yg bnyak thor💪💪💪💪💪
Mutiara Nisak
mimpi apa dirimu nay semalam,dpt cincin seharga milyaran,klo hilang belinya kyk beli kerupuk pasir....😄😄😄
Naftali Hanania
wadaw...ini sultan di atas sultan ya...10m klk ilqng tinggal beli lg.....mantabbbb👍👍👍👍
Naftali Hanania
gak dpt mangsa baru..mangsa lama diudak - udak 😎
Naftali Hanania
begitu kalok jodoh kali ya....saling ngelengkapin 😍👍
Naftali Hanania
🤣🤣🤣 kaget kali sm.interaksinya nayah sm nrnek nya....gak pernah gitu ya byan sm nenek nya 😁✌️
Naftali Hanania
kasihtau gak ya....😁✌️🤭
Naftali Hanania
👍👍👍👍
Naftali Hanania
no jaim2 ya inna 🤭
Naftali Hanania
🤣🤣🤣 inna tidurnya sorah...parah 🤣🤣🤣🤣
Naftali Hanania
mendadak jd orang ssuper duper have ya In 🤭👍
Naftali Hanania
inayah.....👏👏👏👏👏👏😁👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!