NovelToon NovelToon
Istri Kedua Mafia

Istri Kedua Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:173.3k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

Satu malam mengubah hidup Keyla selamanya.

Dijebak oleh ibu tirinya sendiri, Keyla kehilangan kehormatan dan masa depannya. Pria yang bersamanya malam itu bukan pria sembarangan—Dominic, mafia berbahaya yang tak pernah tersentuh hukum.

Bagi Dominic, wanita hanyalah alat. Kecuali istri yang amat sangat ia cintai.

Namun tekanan dari ibunya memaksanya mencari seorang pewaris, sementara istrinya menolak memberinya anak.

Saat Keyla muncul dalam hidupnya, sebuah keputusan kejam diambil Dom terpaksa menjadikannya istri kedua.

Tapi siapa sangka, hubungan yang diawali dengan paksaan justru menumbuhkan rasa yang sulit dikendalikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23 Tidak Mau Jadi Miskin!

Setelah sesi pemotretan yang melelahkan, Clara merasa perlu memanjakan dirinya. Baginya, belanja adalah terapi terbaik untuk melupakan sejenak rasa bersalah. Itu sih jika Clara memang masih punya rasa itu karena telah menghabiskan malam bersama Damian.

Clara melangkah anggun menuju pusat perbelanjaan paling mewah di Paris, tempat di mana barang-barang dengan harga selangit dijajakan seperti kacang goreng. Clara berniat membeli sesuatu untuk Dominic dan mertuanya.

Ya, anggap saja sebagai sogokan atau oleh-oleh manis agar kepulangannya nanti disambut hangat. Siska, ibunya yang ambisius, juga tak luput dari daftar belanjanya. Ia yakin wanita itu sedang menunggu kabar darinya dengan tidak sabar.

Di tengah perjalanan menuju butik perhiasan, sebuah pikiran mengusik benaknya. "Aneh, sudah dua hari ini ibu tidak menghubungiku sama sekali. Apa dia baik-baik saja?" gumam Clara sembari merogoh ponsel dari tas branded-nya.

"Meski menyebalkan, dia selalu menanyakan kabarku setiap detik, sudah makan atau belum, sudah beli apa saja. Benar-benar tidak seperti biasanya."

Clara mencoba menghubungi ponsel Siska sembari melangkah masuk ke sebuah toko perhiasan.

"Kok tidak aktif? Masa iya ponselnya mati sampai dua hari?"

Clara berdecak kesal. Ia kemudian mencoba menghubungi telepon rumah, namun hasilnya sama saja. Nada sambung terdengar panjang, tapi tidak ada satu pun pelayan yang menjawab.

"Sebenarnya ibu kemana sih? Apa para pelayan di rumah itu mendadak tuli?" gumamnya.

Perasaan khawatir itu menguap seketika saat matanya menangkap sesuatu di balik etalase kaca yang dijaga ketat. Sebuah kalung berlian dengan mata zamrud berwarna hijau pekat terpampang dengan indahnya.

Clara mematikan sambungan teleponnya, melupakan sejenak kecemasannya pada Siska. Kilauan berlian itu jauh lebih menggoda untuk diperhatikan.

"Aku mau lihat yang ini," ucap Clara dalam bahasa prancis yang fasih.

"Tentu, Nona. Ini adalah salah satu koleksi eksklusif kami tahun ini dan hanya ada dua saja," jawab pelayan toko sembari mengeluarkan kalung itu dengan sarung tangan beludru.

Clara memandangi kalung itu di depan cermin. Hijau zamrudnya sangat serasi dengan warna kulitnya yang putih mulus. Ia tersenyum puas, membayangkan betapa iri teman-teman sosialitanya nanti saat melihatnya mengenakan ini di pesta gala.

Tanpa bertanya harga, Clara langsung menyerahkan kartu hitamnya. "Bungkus ini. Aku ambil sekarang."

Pelayan toko itu mengangguk sopan dan membawa kartu itu ke mesin pembayaran.

Clara menunggu dengan sabar sembari memeriksa riasan wajahnya. Semenit kemudian, pelayan itu kembali dengan raut wajah yang tampak kikuk.

"Maaf, Nona... black card anda ditolak oleh sistem. Sepertinya diblokir."

Clara mengernyitkan dahi, matanya membelalak tak percaya. "Apa? Diblokir? Kau pasti bercanda. Coba cek lagi. Suamiku selalu mengisi saldonya tepat waktu dan limitnya tidak terbatas. Kau pasti salah menggunakan mesinnya."

Pelayan toko itu mencoba kembali dengan mesin yang berbeda, dan hasilnya tetap sama. "Tetap sama saja, Nona. Statusnya ditolak oleh bank penerbit."

Wajah Clara memerah. Ia merogoh tas kecilnya dengan kasar, mengeluarkan semua kartu kredit dan debit yang ia miliki. "Coba kartu yang ini! Dan yang ini!"

Satu per satu kartu itu digesek, dan satu per satu pula mesin itu mengeluarkan bunyi panjang yang menandakan kegagalan.

Semuanya diblokir. Tidak ada satu pun yang bisa digunakan.

"Sialan!" Clara menggigit bibir bawahnya, jantungnya berdegup kencang karena malu yang luar biasa. Ia mondar-mandir di depan etalase, menyadari beberapa pelanggan lain mulai melirik ke arahnya dengan tatapan meremehkan.

Seorang model ternama, ikon gaya hidup mewah, kartunya ditolak di pusat Paris? Mau ditaruh di mana wajahnya?

"Simpan lagi kalung berlian itu! Jangan berani-berani menjualnya pada orang lain!" ucap Clara pada pelayan toko itu, mencoba menutupi rasa malunya. "Aku pastikan akan membelinya nanti setelah aku menghubungi suamiku. Mungkin ada masalah teknis pada server bank di pusat."

Clara melangkah keluar toko dengan tergesa, kepalanya terangkat tinggi meski hatinya sedang mendidih.

Sayangnya, telinga wanita itu masih sempat menangkap bisikan sinis pelayan toko di belakangnya.

"Bilang saja kalau tidak punya uang..." pelayan toko saling berbisik.

*

*

*

Ponsel Dominic bergetar saat ia sedang duduk tenang di ruang kerjanya sembari menatap layar laptop yang menampilkan rekaman terbaru dari Marco.

Dominic menyeringai tipis, sudah menduga panggilan ini akan datang.

"Halo?" suara Dominic terdengar datar dan dingin.

"Dom! Apa yang kau lakukan dengan kartu-kartuku?! Apa kau lupa membayar tagihan bulanannya?" rengek Clara dari seberang sana, suaranya terdengar seperti anak kecil yang kehilangan mainan. "Kata pelayan toko perhiasan di Paris, semua kartuku diblokir! Aku malu sekali, Sayang! Aku jadi tontonan orang tadi!"

"Diblokir?" Dominic pura-pura terkejut, meski tangannya sedang memainkan pena mahal dengan santai.

"Iya! Apa kau yang melakukannya? Padahal aku tadi melihat kalung zamrud yang sangat cantik. Tadinya... tadinya aku ingin membelikannya untuk Keyla sebagai hadiah persahabatan kami," ucap Clara, suaranya dibuat selembut mungkin.

Jauh dalam hati, ia merasa mual luar biasa harus menggunakan nama madunya sebagai alasan.

"Benarkah? Perhatian sekali. Bukankah kau sangat membencinya sampai ingin melenyapkannya?" sahut Dominic dengan nada menyindir.

Clara terdiam, ia lupa kalau Dominic bukan pria bodoh yang bisa selamanya dibohongi. "Sungguh, aku tidak bohong. Aku sudah mulai menerima kehadirannya demi kau, Dom. Kau bisa ke sini dan bertanya langsung pada pelayan toko kalau aku memang berniat membeli hadiah."

"Aku akan mengeceknya besok. Sekarang aku sedang sibuk, ada urusan yang jauh lebih penting daripada sekadar kalung," potong Dominic tanpa perasaan.

"Tapi Dom! Aku sudah menyuruh pelayan itu menyimpannya! Urus sekarang juga, ya? Please, buka blokirnya sebentar saja..."

Tut!

Bukannya menjawab, Dominic justru mematikan sambungan secara sepihak. Ia meletakkan ponselnya di meja dan bersandar pada kursi kebesarannya.

"Kau ingin bermain peran sebagai istri yang baik, Clara?" gumam Dominic sembari menatap layar laptopnya yang menunjukkan foto Clara sedang berpelukan dengan Damian di balkon. "Mari kita lihat, seberapa lama kau bisa bertahan hidup di Paris tanpa sepeser pun uang dariku."

Sementara itu...

"Dasar pria menyebalkan! Kau benar-benar ingin mempermalukanku Dom!" jerit Clara sembari mengacak-acak rambutnya sendiri. Napasnya memburu, matanya memerah menahan amarah.

Clara tak menyadari bahwa gembok kemewahannya baru saja dikunci rapat oleh suaminya sendiri.

"Aku tidak mau jadi miskin! Tidak mau!" geramnya dengan tangan terkepal erat. Bayangan hidup merana tanpa black card dan kemewahan dunia membuatnya bergidik ngeri.

"Keyla tidak boleh menikmati apa yang seharusnya jadi milikku! Dia tidak pantas hidup bahagia!" Ia mondar-mandir seperti singa lapar. "Aku harus cari cara supaya Dom tetap mempertahankanku di sisinya. Apa pun caranya, Dom harus tunduk lagi padaku!"

1
Siti Aisyah
cerita nya lumayan bagus...bisa menikmati baca nya cuma sayang ...nyambung🥴
Siti Aisyah
ooh alah...kirain cerita tamat...😤
Siti Aisyah
kasihan sdh menunggu lam malah di cuekin🤣🤣
Siti Aisyah
sayang atuh..jgn di pecahin barang.barang nya apapagi parfum mahal nya...aku jg menampung kok klo dikasih 🤣🤣🤣🤣
Mulaini
Terserah kamu deh Dominic di larang juga percuma.
Dew666
💄💄💄💄
Sri Rahayu
terima kasih up nya Thorr...ditunggu lanjutan nya 😘😘😘
Sri Rahayu
apakah Damian tdk ingat dgn gadis yg sdh dia renggut kesician nya 2th lalu...lanjut Thorr😘😘😘
Ipehmom Rianrafa
lnjuut💪💪💪
Siti Aisyah
bodoh aja kamu mah clara..kepedean..meskipun suami mu mencintai mu tp klo disuruh meniduri wanita lain mana bisa nolak 🤣🤣🤣
Nice1808
huhuy kak@Senja lagi galau nich langsung 4bab sehari🤣
Nice1808: 🤣🤣🤣🤣ya tau lah kak biasa cm 2bab ini sat set 4bab🤭
total 2 replies
Nice1808
nah damian trnyata kirain marco🤣🤣🤣msa lalu 2tahun silam
Siti Aisyah
keangkuhan akan meruntuh kan mu jg carla..gak ada yg gak mungkin semua nya bisa terjadi karena semua berawal dari dirimu sendiri
Siti Aisyah
tanggung jawab penuh itu hanya di dunia novel...kenyataan big no..🥴😤
tinie
penasaran dgn 2thnnlalu
pamanya Valery yg meninggal
tinie: oohh apakah pacarnya,,
aeeh nanti salah lgi nebak nebak
total 2 replies
tinie
good job Damian
Valery hanyalah korban keserakahan Clara
lovely_day
lanjut thor... ttp semangat🤗
Senja: Siappp
total 1 replies
nur aini
thor , kenapa damian yg injak rem🤣bkn nya yg mengemudi marco😄🙏
Senja: wkwkw typo😭
total 1 replies
Nice1808
lanjut kak@Senja seru nih ada apa di antara damian dan valeria, marco🤣🤣dua tahun lalu ada mslh apa ya🤣
Sri Rahayu
ditunggu lanjutan nya Thorr....bikin penasaran nih Authorr😘😘😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!