Di ulang tahun pernikahan nya yang ke sepuluh, Sarah di minta oleh ibu mertua nya menyusul Gibran yang tinggal di tanah perantauan.
Tapi alangkah terkejut nya Sarah, dia menemukan suami nya sudah menjadi suami dari wanita lain. Bahkan mereka sudah memiliki anak berusia 7 tahun. Hal yang lebih mengejutkan, setiap tahun mertua nya datang ke sana mengunjungi mereka serta memberikan banyak hadiah.
Merasa di khianati, Sarah memutuskan kembali ke kota dan memilih untuk berpisah. Tapi setiba nya di rumah, sebuah fakta baru terungkap. Selama ini suami nya membohongi ibu nya sendiri dan menjual nama Sarah demi wanita itu.
Gibran, suami nya Sarah di dukung oleh ayah nya dan juga wanita yang menjadi selingkuhan dari Ayah nya. Ibu mertua nya mendukung Sarah dan membalas perbuatan anak dan suami nya, 2 orang yang berusaha merampas semua harta nya. Tepat di hari Gibran melakukan resepsi mewah, Ibu nya dan Sarah datang memberikan kejutan yang tak terduga untuk Gibran dan juga ayah nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
13
Sarah pergi ke dapur, dia merasa haus. Sarah ingin mengambil air minum, saat ini suasana rumah sedang sepi. Mungkin semua orang sedang beristirahat di kamar nya masing- masing.
Sarah mengambil air dingin di dalam kulkas, dia meneguknya hingga isi nya gelas nya kosong.
"Kau memang wanita yang tidak tahu malu, yang pernah aku temui di dunia ini!" Tiba - tiba Sarah mendengar seseorang bicara di belakang nya.
Sarah langsung menoleh, dia melihat Santi berdiri tidak jauh dari tempat nya berdiri. Tatapan Santi tampak Sinis terhadap diri nya.
"Sebelum bicara seharusnya kau lihat dirimu sendiri, wanita yang tahu malu tudak akan mau menikah dengan suami dari wanita lain!" Balas Sarah sambil tersenyum.
"Kau,,,, kurang ajar kau!" Santi menunjuk wajah Sarah dengan telunjuk nya.
Santi sangat kesal dengan ucapan Sarah, dulu dia menyangka Sarah adalah wanita lemah yanh hanya akan menangis karena kalah. Tapi kini dia tidak melihat Sarah menangis, bahkan Sarah masih berada di sini dengan senyuman nya.
"Kenapa kau kesal? Karena aku masih ada di sini kan!" Tebak Sarah sambil mengejek nya.
"Kau dan mas Gibran akan segera berpisah, jadi pergi lah dari rumah ini. Aku adalah istri satu - satu nya mas Gibran, jadi aku lah nyonya di rumah ini!" Santi berkata dengan angkuh nya.
"Silahkan saja kau ambil laki - laki tak setia itu, aku tidak mengingin kan nya lagi. Lagi pula, kalian memang pantas bersama. Sampah dan tong sampah!" Jawab Sarah lagi.
"Kau,,,,!" Santi semakin geram saat Sarah menyebut diri nya sebagai tong sampah.
"Sejak awal kedatangan mu ke kampung halaman ku, aku sudah tahu bahwa kau adalah istri nya mas Gibran. Aku sengaja memuji suami ku di depan mu, hanya untuk menunjuk kan bahwa betapa mas Gibran sangat menyayangi ku!" Santi sengaja memanas - manasi Sarah.
"Apa kau yakin mas Gibran masih akan meratukan mu? Saat dia mengetahui kebenaran tentang Kevin!" Bisik Sarah tepat di telinga Santi.
Mendengar ucapan Sarah, sektika wajah Santi langsung menegang. Rahasia yang dia sembunyikan selama 8 tahun ini, tidak ada yang tahu kecuali diri nya sendiri.
"Kau, berani nya kau mengancam ku!" Santi sangat marah pada Sarah.
"Ambil lah laki - laki tak setia itu, dan saat waktu nya tiba, ku harap kau masih bisa mengucapkan kesombongan seperti ini lagi!" Ujar Sarah.
"Terserah, apa yang kau katakan. Yang pasti aku dan mas Gibran akan menikah secara resmi, dan kami akan mengadakan resepsi pernikahan Mewah. Jika kau masih punya nyali, silahkan kau datang dan lihat sendiri bagai mana mewah nya resepsi pernikahan kami nanti!" Santi berkata dengan sombong di hadapan Sarah.
Sarah segera berlalu dari hadapan Santi, dia tidak ingin berlama - lama meladeni wanita itu.
Setelah Sarah masuk ke dalam kamar nya, Santi menjadi takut sendiri. Dia teringat ucapan Sarah tadi, tentang Kevin anak nya.
"Apa yang di ketahui tentang Kevin? Bukan kah tidak ada yang tahu, hanya aku saja yang tahu kebenaran nya!" Guman Sarah dengan bingung.
"Ah, mungkin dia hanya iri pada ku dan menggertak ku saja. Dia baru mengetahui tentang aku dan mas Gibran satu minggu ini, jadi mustahil dia bisa tahu kebenaran tentang anak ku!" Santi bermonolog pada diri nya sendiri.
"Pernikahan ini harus segera di laksanakan, aku dan mas Gibran harus menikah lagi secepat nya. Dengan begitu, aku bisa menguasai seluruh harta kekayaan orang tua nya mas Gibran!" Bisik Santi lagi.
********
Malam ini, semua orang sudah berkumpul di meja makan. Tidak terkecuali Sarah dan Gibran, mereka duduk berdampingan.
"Bu, aku dan Santi akan menikah secara resmi!" Gibran mulai membuka percakapan di antara mereka.
"Lakukan saja!" Jawab Bu Meri singkat.
"Kami juga akan melakukan resepsi pernikahan secara besar - besaran di kampung nya Santi, kami akan mengundang semua orang!" Kembali Gibran berkata.
"Untuk apa mengatakan semua nya pada ku, bukan kah sudah sejak 8 tahun yang lalu kalian menikah dan tidak melibatkan aku. Lalu kenapa sekarang harus bicara pada ku?" Tanya Bu Meri.
"Bu, semua itu sudah berlalu. Dan sekarang kita harus menata masa depan, jadi tidak ada guna nya mengingat masa lalu!" Ujar bu Meri lagi.
"Masa depan siapa yang kau maksud?" Tanya Bu Meri lagi.
"Bu, aku minta maaf karena telah menyembunyikan semua ini dari ibu selama ini. Aku ingin anak ku mendapatkan pengakuan di negara ini, kami harus menikah lagi!" Gibran berusaha bicara selembut mungkin pada ibu nya.
"Ibu tidak pernah melarang mu untuk melakukan semua itu!" Ucap Bu Meri.
"Jadi ibu setuju, jika kami menikah lagi secara resmi dan mengadakan resepsi mewah?" Tanya Gibran dengan sangat antusias.
Bu Meri menganguk kan kepala nya, Gibran dan Sarah sangat senang mendengar nya. Tiba - tiba bu Meri mendapatkan ide, ide untuk membalas perbuatan Sarah dan keluarga nya nya. Bu Meri akan datang pada saat resepsi itu nanti, dan dia akan membawa hadiah sebagai kejutan untuk mereka semua.
"Bu, aku tidak punya uang untuk biaya resepsi pernikahan nanti. Ibu yang harus membiayai nya!" Kembali Gibran berkata.
"Kalian yang akan menikah, lalu kenapa ibu yanh harus mengeluarkan biaya nya?" Tanya Bu Meri.
"Bu, aku tidak punya uang lagi saat ini!" Jawab Gibran.
"Gibran, kau sudah mengambil uang 5 miliar dari ibu. Uang untuk membeli rumah Sarah, bahkan setiap bulan ibu selalu memberikan uang untuk perawatan rumah itu. Tapi nyata nya rumah itu tidak pernah ada, jadi gunakan saja uang itu untuk biaya resepsi nya!" Jawab Bu Meri lagi.
Gibran dan Santi saling melirik, uang itu sudah tidak ada lagi. Uang itu sudah habis untuk membangun rumah untuk Santi di kampung, saat ini Gibran hanya mengharapkan uang dari ibu nya saja.
"Tapi bu,,,,!"
"Tidak ada tapi - tapian Gibran, jika uang nya tidak ada kau bisa gadaikan rumah kalian yang ada di kampung. Bukan kah kau sendiri yang membangun rumah itu selama bertahun - tahun? Jika kau tidak mau, maka tidak akan ada resepsi pernikahan. Jika pernikahan kalian tidak di resmikan secara hukum di negara ini, maka itu arti nya kalian tidak berhak atas semua harta ku. Semua harta ku akan ku berikan pada Sarah, sebagai kompensasi atas apa yang telah dia lakukan selama ini untuk ku!" Bu Meri berkata dengan tegas.
Gibran dan Santi terkejut mendengar ucapan bu Meri, mereka terancam tidak akan mendapatkan apapun jika mereka tidak menikah secara resmi. Tapi untuk mengadakan pernikahan ulang, mereka tidak punya uang sama sekali. Menggadaikan rumah yang ada di kampung, jelas orang tua Santi tidak akan setuju.
gugat cerai saja Pak Burhan. Depan tanpa sepeserpun di kasih harta. Hidup numpang kok ya banyak tingkah