NovelToon NovelToon
Istri Bisu Tuan Penguasa Cacat

Istri Bisu Tuan Penguasa Cacat

Status: sedang berlangsung
Genre:Orang Disabilitas / Mafia / Pengantin Pengganti
Popularitas:27.4k
Nilai: 5
Nama Author: Yulianti Azis

Sejak kecil, Kirana Lin dibuang ke desa karena terlahir bisu. Meski tak mampu berbicara, ia memiliki kecerdasan luar biasa dan segudang prestasi.

Dua puluh tahun kemudian, Kirana kembali ke keluarga Lin untuk menggantikan putri angkat mereka menikah dengan Kendra Wu, penguasa keluarga Wu yang lumpuh akibat kecelakaan.

Semua orang mengira Kirana akan menderita di tangan Kendra. Namun, gadis bisu itu justru berhasil membuat sang penguasa jatuh cinta dan membantunya merebut kembali semua yang telah dirampas darinya.

Yuk simak kisahnya! Yang tidak suka langsung skip!👊👊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yulianti Azis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pembalasan Untuk Keluarga Wu

Kendra sendiri tetap santai. “Perusahaanku baik-baik saja.”

Ucapan sederhana itu membuat meja makan kembali hening. Beberapa anggota keluarga saling pandang, terutama keluarga utama dan keluarga cabang kedua yang sejak tadi berusaha mencari celah untuk menjatuhkan Kendra.

Mereka memang tidak menyukai satu sama lain, tetapi dalam satu hal mereka memiliki kepentingan yang sama.

Selama Kendra masih berdiri sebagai cucu sulung sekaligus cucu kesayangan Tuan Tua Wu, posisi mereka dalam keluarga akan selalu berada di bawah bayang-bayang pria itu.

Richard menyandarkan punggungnya sambil memperhatikan Kendra dengan tatapan penuh perhitungan. Di sampingnya, Selena juga beberapa kali bertukar pandang dengan suaminya, seolah keduanya sedang menyusun langkah berikutnya.

Sementara itu, Elina yang duduk tidak jauh dari Kirana justru mengalihkan pandangan kepada perempuan tersebut. Senyum tipis muncul di wajahnya ketika ia melihat Kirana sedang menikmati makanannya tanpa memedulikan percakapan mereka.

“Kakak ipar sulung,” panggil Elina dengan nada manis yang dibuat-buat. “Aku dengar kau punya pengalaman sama sekali. Bagaimana kau ikut mengurus agar tahu perusahaan sedikit biar tidak bikin malu.”

Kirana mengangkat wajahnya.

Elina langsung melanjutkan pembicaraan dengan istilah-istilah bisnis internasional yang rumit.

Kirana mengerutkan kening tipis. Ia mengambil ponselnya karena hendak mengetik jawaban.

Elina justru sengaja memotongnya. “Ah, aku lupa. Kakak ipar sulung kalau berbicara saja harus menunggu ketikanmu.”

Beberapa orang mulai menahan tawa.

Elina tersenyum semakin lebar. “Kalau dalam rapat bisnis internasional, kesempatan bisnis bernilai miliaran yuan sudah terbang duluan sebelum ketikanmu selesai.”

Harry terkekeh pelan. Ivy menutup mulutnya dengan tangan, berpura-pura tidak ikut tertawa, sementara Richard dan Selena saling melirik dengan wajah puas.

Kirana hanya menatap mereka tanpa ekspresi.

Tangannya masih memegang ponsel, tetapi ia akhirnya menurunkannya. Tidak ada sedikit pun tanda bahwa ia tersinggung.

Tuan Tua Wu yang melihat semuanya langsung mengetukkan tongkatnya ke lantai. “Kalian diam!”

Suasana kembali membeku.

“Apa makan saja tidak membuat kalian diam?” lanjut pria tua itu dengan wajah kesal. “Kalau mulut kalian masih ingin digunakan untuk mengejek orang lain, lebih baik tinggalkan meja makan!”

Elina langsung menundukkan kepala. “Maaf, Kakek.”

“Tidak perlu meminta maaf kepadaku,” balas Tuan Tua Wu. “Belajarlah menghormati orang lain terlebih pada Kirana.”

Kirana kembali mengambil makanannya. Ia tentu akan membalas mereka semua.

Makan malam pun dilanjutkan dalam suasana yang jauh lebih sunyi. Tidak ada lagi yang berani memancing percakapan mengenai Kirana ataupun kondisi Kendra.

Begitu seluruh hidangan selesai, para pelayan mulai membersihkan meja. Beberapa anggota keluarga mengira pertemuan malam itu akan segera berakhir, tetapi Tuan Tua Wu justru tetap duduk di kursinya.

“Jangan pergi dulu,” katanya.

Semua orang kembali menoleh.

Tuan Tua Wu meletakkan kedua tangannya di atas tongkatnya. “Ada satu hal yang ingin Kakek umumkan malam ini.”

Kendra mengangkat pandangan. “Apa itu, Kakek?”

Tuan Tua Wu menatap cucu sulungnya cukup lama sebelum berkata, “Mulai sekarang, sebagian saham milik Kakek akan dialihkan kepada Kendra. Yaitu 55 persen untuk Kendra.”

Ruangan seketika membisu. Bahkan Cassia terlihat sedikit terkejut, meskipun ia kemudian tersenyum bangga.

Kendra sendiri hanya diam. Ia sama sekali tidak terlihat terkejut ataupun bersemangat menerima pengumuman tersebut, reaksi keluarga lainnya jauh berbeda.

“Ayah!” Henry langsung berdiri dari kursinya. “Bagaimana bisa?”

Harry ikut bangkit. “Kakek, apakah keputusan ini sudah dipikirkan matang-matang?”

Tuan Tua Wu mengetuk tongkatnya sekali. “Apa maksud kalian?”

Richard maju sedikit. “Ayah, perusahaan utama keluarga Wu membawa nama besar keluarga. Bagaimana mungkin wajah perusahaan itu diwakili oleh orang yang lumpuh dan istrinya yang bisu?”

Kendra mengangkat mata.

Richard tidak berhenti. “Bagaimana mereka mau menghadiri perjamuan bisnis dengan pejabat pemerintah atau investor asing? Bagaimana mereka bisa menjaga hubungan bisnis kalau satu tidak bisa berjalan dan satu lagi bahkan tidak bisa berbicara?”

Kirana tetap diam, jemarinya yang berada di atas meja perlahan berhenti bergerak.

Henry menghela napas panjang. “Ayah, aku sebenarnya tidak ingin mengatakan ini, tetapi Richard ada benarnya.”

Ia menatap Kendra. “Kendra memang putra sulungku, tetapi menurutku saham itu lebih baik diberikan kepada Harry.”

Harry langsung menatap ayahnya dengan mata berbinar.

Richard menyandarkan tubuhnya. “Aku juga setuju. Kendra sudah memiliki perusahaan sendiri. Mengapa masih harus mengambil bagian terbesar dari perusahaan keluarga?”

Selena ikut berbicara. “Benar, Ayah. Kendra sudah kaya raya dan punya jalurnya sendiri.”

Ia kemudian melirik Kendra. “Mengapa masih serakah mengincar warisan keluarga? Berikan saja kepada saudara tirinya atau sepupu lain yang benar-benar membangun bisnis keluarga dari bawah.”

Harry tersenyum tipis mendengar ucapan ibunya.

Keluarga cabang ketiga justru tidak mengatakan apa-apa. Daniel dan Clara hanya saling pandang, sementara Kevin dan Olivia memilih diam karena mereka memang tidak berniat mengambil lebih dari apa yang telah diberikan keluarga.

Sejak awal, Tuan Tua Wu telah memberikan satu perusahaan cabang kepada masing-masing dari ketiga anaknya. Tidak ada alasan bagi mereka untuk terus memperebutkan bagian yang bukan hak mereka.

Tuan Tua Wu tiba-tiba menyentakkan tongkatnya ke lantai.

“Serakah?”

Suaranya membuat seluruh ruangan langsung diam.

“Kalian menyebut Kendra serakah?”

Pria tua itu menatap putra sulungnya. “Henry, bahkan perusahaan yang Ayah berikan kepadamu untuk kau bangun bersama Kendra, justru setelah sukses kau serahkan kepada Harry anak harammu itu!”

Wajah Henry berubah. “Ayah, itu karena Harry juga—”

“Diam!” potong Tuan Tua Wu.

Ia kemudian mengalihkan pandangan kepada Richard. “Dan kau, Richard. Bukankah kau juga sudah memiliki perusahaan sendiri?”

Richard terdiam.

“Putramu juga sudah memiliki perusahaan. Putrimu juga sudah mendapatkan jalurnya sendiri,” lanjut Tuan Tua Wu. “Lalu kalian masih mengatakan Kendra serakah karena menerima bagian yang memang menjadi haknya?”

Henry mengepalkan tangan. “Tetapi selama ini kami juga yang membantu perusahaan utama.”

Richard langsung menyambung, “Benar. Jangan lupa, proyek-proyek yang kami dapatkan juga membawa nama keluarga Wu. Nilainya miliaran.”

Harry mengangguk cepat. “Kami juga sudah bekerja keras untuk mempertahankan reputasi keluarga.”

Tuan Tua Wu menatap mereka satu per satu dengan sorot mata dingin. “Kalian terus membicarakan proyek miliaran yuan seolah-olah hanya kalian yang mampu menghasilkan uang.”

Kendra yang sejak tadi diam akhirnya bersuara. “Marco.”

Marco yang berdiri di belakangnya langsung maju. “Ya, Tuan.”

“Buka berkasnya.”

Marco mengangguk. Ia kemudian mengambil sebuah map tebal dari tas kerjanya dan meletakkannya di atas meja. Beberapa dokumen dikeluarkan satu per satu, kemudian disusun di hadapan Tuan Tua Wu.

Richard mengerutkan kening. “Apa itu?”

Kendra menjawab tenang, “Laporan investasi.”

Henry mengambil salah satu dokumen. Matanya langsung berubah ketika membaca nama perusahaan yang tercantum di sana.

“Ini .…”

Harry ikut mendekat. “Apa?”

Henry tidak menjawab. Tangannya justru terlihat semakin kaku ketika membaca halaman berikutnya.

Richard merebut dokumen itu. Setelah membaca beberapa baris, wajahnya berubah pucat.

“Tidak mungkin.”

Selena langsung berdiri. “Apa yang terjadi?”

Richard menatap Kendra dengan tidak percaya. “Perusahaan ini .…”

Kendra hanya menatapnya datar. “Perusahaan itu milikku.”

Ruangan langsung sunyi.

Harry memandang dokumen di tangannya. Ia baru menyadari bahwa perusahaan mandiri milik Kendra bukanlah perusahaan kecil yang selama ini mereka anggap hanya sebagai bisnis pribadi seorang pewaris yang ingin bermain sendiri.

Perusahaan tersebut merupakan holding company besar yang memiliki investasi di berbagai sektor.

Yang lebih mengejutkan, sejumlah proyek yang selama ini dibanggakan oleh keluarga cabang kedua ternyata mendapatkan suntikan modal dari perusahaan Kendra.

Bahkan beberapa proyek yang hampir gagal milik keluarga Henry juga pernah diselamatkan melalui investasi perusahaan tersebut.

Richard membalik halaman demi halaman dengan wajah semakin tegang. “Jadi selama ini ....”

“Benar,” jawab Kendra singkat.

Henry menatap putranya. “Kendra, kenapa kau tidak pernah mengatakan ini pada Ayah?”

Kendra menatap ayahnya tanpa ekspresi. “Tidak ada kewajibanku untuk memberitahumu.”

Kalimat itu membuat Henry terdiam.

Marco kemudian menjelaskan dengan tenang, “Sebagian besar investasi tersebut dilakukan melalui beberapa anak perusahaan dan perusahaan investasi, sehingga nama Tuan Kendra tidak terlihat secara langsung.”

Erick yang sejak tadi diam langsung bertanya, “Jadi proyek yang kami dapatkan itu?”

“Sebagian modalnya berasal dari holding milik Tuan Kendra,” jawab Marco.

Wajah Erick langsung pucat.nElina yang sebelumnya mengejek Kirana kini bahkan tidak berani menatap perempuan itu.

Kendra menyandarkan tubuhnya pada kursi roda. “Saya tidak pernah tertarik memperebutkan warisan keluarga.”

Tatapannya berkeliling ke seluruh ruangan. “Saya tidak membutuhkan saham Kakek untuk sekadar hidup mewah.”

Semua orang diam.

“Tapi, jika hak saya dicabut hanya karena kalian menganggap saya tidak layak memimpin, maka besok pagi seluruh investasi perusahaan saya di proyek cabang kedua dan cabang pertama akan saya tarik total.”

Richard langsung berdiri. “Apa?”

Kendra tidak bergeming. “Semua.”

Satu kata itu terasa seperti palu yang menghantam meja.

1
syh 03
karma sesuai perbuatan lah 😒
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Kendra blm ngeh kl td Kirana bisa berteriak mengeluarkan suaranya 🤗🤗 sbntr lg Kirana pasti bisa bicara 💪💪
mama_im
sukurin 😤😤😤 temen temen nya juga harus di bantai sih
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
si Meylan msh aja percaya sama si minyak goreng pdhl dah berapa kl ulahnya ke bongkar tp msh blm ngeh 😏😡
Maria Lina
mantap..makasih bnykk"ya thor ud up nya🙏🙏😘😘
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Kendra takut jg ya kl Kirana marah 😂😅
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
karma mu baru berjalan Harry jd tenang aja karna itu blm sbrp 😏😏
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Kendra kamu hrs hati" karna Kirana bnyk yg ngincar untuk dilecehkan jd kamu hrs lenyapkan mereka agar berkurang orang jahatnya 😏😡
teh tubruk
makanya kalau tdk mau anakmu mengalami hal yang sama seperti Kendra jgn jahat2 jadi manusia,,, terima akibat nya sekarang 😂
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
aq suka aku Suak gaya lor deh Kirana
sat set tnpa drama
keren pojok nya
wuih jous gandos
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
apa iya mama nya s diri yg membuatnya
aaahhh mboh lah mumet AQ sweeter
otornya lho bikin penasaran Mulu 🤣🤣🤣
MataPanda?_
semangat trus kak lanjut terus 💪😄😄
Patrish
waahh...sadis juga ya Kirana
Patrish
aku sudah menebak...jarum perak beraksi
Patrish
lhaaahhhh...dasar serigala busuk
Tiara Bella
aku suka cerita nya bangus bngt.....
Tiara Bella
wow thor 6 bab sehari ini aku pdmu pkknya..../Kiss//Kiss//Kiss//Kiss//Kiss/
Maria Lina
mksihhh bnyķk"thor ud up double"🙏🙏🙏😘😘
syh 03
seperti biasa selalu bagus novel authornya
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Yulianti Azis: Kak bantu Komen yang plagiat Guo Mei. Judul plagiat itu "Balas dendam sang Putri"
total 1 replies
Hary Nengsih
wah kirana 👍👍👍ternyata
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!