Sebuah pernikahan yang begitu megah, suatu hal yang selama ini diimpikan oleh Devina, tiba-tiba dihancur begitu saja oleh seseorang yang selama ini sangat dia benci.
Bukan hanya pernikahannya, tapi perusahaan keluarganya pun mengalami kehancuran.
"Aku sanggup membuat perusahaan ayahmu kembali berjalan, tapi dengan satu syarat, kamu harus menikah denganku!"
Itulah yang diucapkan oleh Abian Pratama, seorang CEO dingin dan kejam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DF_14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28
Devina merasa ngeri saat melihat Abian membuka celananya, hingga terlihat jelas betapa gagahnya senjata pria itu.
Tapi... apakah malam ini dia benar-benar akan melakukan malam pertama drama Abian? Lalu, bagaimana dengan Eliano yang sampai kini masih berharap ingin kembali padanya?
Jantung Devina berdebar-debar saat Abian memposisikan dirinya berada diantara kedua pahanya.
Devina merasa seharusnya mereka memang tidak melakukannya. Dia harus segera mencegahnya. "Bian, aku..."
Namun, Abian tak ingin mendengarkan protes apapun. Dia membuka lebar-lebar kedua paha Devina, menggesekkan senjatanya pada milik wanita itu.
Saat menyentuh permukaan yang sangat lembut itu, sang jantan langsung berdenyut, membuat gairahnya semakin menggila.
"Mmhhh..." Devina yang hendak protes, dia meremang ketika Abian dengan sengaja terus menggesek-gesekan senjatanya pada milik gadis itu, sehingga akal pikirannya tidak sejalan dengan tubuhnya.
Lama sekali Abian menggesekkan milik mereka berdua, seakan sedang mempermainkan Devina.
"Bianhh..."
Devina tidak mengerti, mengapa dia memanggil nama pria itu dengan suara menggoda. Bahasa tubuhnya seakan memohon untuk segera dimasukan.
Abian tersenyum penuh kemenangan. "Kenapa? Kamu ingin segera penyatuan? Aku akan mengabulkannya."
Abian segera mengarahkan senjatanya ke milik Devina yang sempit itu. Dengan sekali hentakan, dia berhasil menembus sesuatu di dalam sana. Mungkin itu yang dinamakan sela-put dara wanita.
"Arrghhh...!"
Devina menjerit kesakitan. Kewanitaannya seakan telah dirobek, darah keperawanannya telah mengalir membasahi seprai.
Abian merasakan sensasi asing di dalam dirinya, membuat darahnya berdesir hebat, menjalar dengan cepat pada seluruh tubuhnya. Dia menatap langit-langit. Tubuh Devina benar-benar nikmat.
Abian mencium bibir Devina. Dia mulai menggerakkan pinggulnya, awalnya perlahan-lahan, kemudian berubah menjadi hentakan yang kasar, keluar masuk, terus berulang-ulang.
Suara jeritan Devina kini berganti menjadi suara des-ahan. Devina mulai merasakan nikmat saat milik Abian keluar masuk di bawah sana. Tanpa dia sadari, dia telah membalas ciuman pria itu.
Keduanya saling memagut dengan penuh gairah. Tangan Devina memeluk punggung Abian dan mengaitkan kedua kakinya pada pinggang pria itu.
Abian semakin mempercepat gerakannya untuk mengejar kenikmatan yang sedang dia berusaha raih.
Abian melahap payu-dara Devina menghisap pu-tingnya dengan kencang, hingga suara desa-han Devina terdengar sangat indah memenuhi ruangan kamar.
"Ahhh... ahhh... "
Meski tak ada cinta diantara mereka. Keduanya seakan sangat menikmati penyatuan ini.
Abian terus menggenjot tubuh wanita itu. Suara decit ranjang dan suara kecipak gesekan dua kulit basah saling bersahutan memenuhi kamar.
Devina telah beberapa kali merasakan pelepasan, membuatnya tak berdaya. Abian, pria itu benar-benar tahu cara menaklukkannya. Setiap sentuhan yang Abian lakukan mampu menembus batas-batas logika dan menjeratnya dalam dunia penuh gairah, membuat Devina terlena.
...****************...
Besoknya, Eliano menemui ayahnya di lapas. Dia sangat prihatin melihat kondisi ayahnya yang pincang, karena satu kakinya telah diamputasi.
Eliano segera menjelaskan maksud kedatangannya. Dia ingin mencari investor utama untuk Buana Group, agar Devina bisa lepas dari Abian.
Pram berkata, "Aku punya kenalan seorang pengusaha. Saat ini dia merajai bisnis di dunia bawah tanah. Aku yakin dia mampu bersaing dengan perusahaan Pratama."
Eliano tersenyum mendengarnya. "Kalau begitu aku minta alamat atau nomor ponselnya, Ayah."
Hal pertama yang ingin Eliano lakukan saat ini adalah segera melepaskan Devina dari jeratan Abian. Dia tidak akan rela jika sampai pria itu berhasil menyentuh Devina. Jika sampai hal itu terjadi, dia pasti akan memberikan perhitungan pada pria itu.
pasti elian cuma ngaku2 doang....😡