NovelToon NovelToon
Gormod

Gormod

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Dark Romance / Cinta Terlarang
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Penyatuan dua dinasti bisnis raksasa melalui pernikahan mendadak Fank Manafe dan Renata Batistuta memaksa Ezzvaro dan Gabriel terjebak dalam satu atap sebagai saudara tiri.
Namun, di balik status formal itu, tersimpan sejarah kelam: mereka adalah mantan kekasih yang berpisah dengan luka menganga akibat pengkhianatan dan kecemburuan fatal tiga tahun lalu.
Ketika gairah terlarang dan dendam masa lalu mulai membakar batasan moral, mereka terseret ke dalam konspirasi bisnis yang berbahaya.
Di tengah desingan peluru dan pengkhianatan keluarga, Ezzvaro harus memilih antara melindungi wanita yang paling ia benci atau membiarkan dunia menghancurkannya.
Di dunia di mana "cinta adalah kelemahan dan kekuasaan adalah segalanya," kelebihan/melampaui batas akan memaksa mereka menghadapi pilihan tersulit: bersatu dalam kehancuran atau saling menghancurkan demi bertahan hidup 🦋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#3

Cahaya matahari London yang pucat menembus jendela tinggi ruang makan Mayfair Mansion, namun tidak ada kehangatan yang tercipta di sana. Udara justru terasa beku, seolah setiap helaan napas para penghuninya berubah menjadi kristal es yang tajam.

"Selamat pagi, Kak Tharzeo. Kak Ezzvaro," ucap Gabriel.

Suaranya halus, merdu, namun setajam sembilu yang diiriskan ke atas luka lama. Ia melangkah masuk dengan gaun kerja berwarna emerald yang memeluk lekuk tubuhnya dengan sempurna—sebuah pernyataan visual bahwa dia tidak lagi bersembunyi. Kata 'Kak' yang keluar dari bibir ranum itu terdengar seperti sebuah penghinaan verbal bagi Ezzvaro. Itu adalah pengingat konstan bahwa mulai detik ini, menyentuhnya adalah sebuah dosa besar.

Tharzeo mengangguk sopan, wajahnya sedatar permukaan danau yang membeku. Sementara Ezzvaro hanya mampu menatap Gabriel dengan rahang yang mengatup rapat, urat-urat di lehernya menegang menahan gejolak yang berkecamuk di dadanya.

Di sisi kanan Ezzvaro, Renata, Ibu tiri barunya—tersenyum tenang, seolah dia sedang memimpin jamuan teh sore yang damai, bukan sebuah eksekusi mental. Di sisi kirinya, Tharzeo duduk dengan punggung tegak, memotong daging steaknya dengan presisi militer. Denting garpu dan pisau di atas piring porselen menjadi satu-satunya musik yang menemani sarapan mereka.

Ezzvaro berada tepat di hadapan Gabriel. Jarak mereka hanya terpisah oleh rangkaian bunga lili putih yang megah, namun ketegangan di antara mereka begitu pekat hingga bisa dirasakan oleh siapa pun di ruangan itu.

"London akan sedikit lebih ramai mulai besok," suara Fank Manafe memecah kesunyian yang mencekam itu. Ia mengelap bibirnya dengan serbet sutra, aura penguasanya mendominasi meja. "Renata akan mengambil alih yayasan amal kita, dan Gabriel... aku sudah mengatur agar dia mulai bekerja di divisi kreatif pusat."

Ezzvaro meletakkan garpunya dengan denting logam yang tajam dan sengaja. Suara itu bergema di seluruh ruangan.

"Divisi kreatif? Itu wilayahku, Ayah," protes Ezzvaro, suaranya rendah dan penuh ancaman.

"Sekarang itu wilayah kalian berdua," balas Fank tanpa menoleh, matanya tetap tertuju pada berkas saham di samping piringnya. "Kalian adalah keluarga sekarang. Berhentilah bersikap seolah ini adalah invasi. Kerja sama Manafe dan Batistuta harus dimulai dari inti kreativitas perusahaan."

Gabriel menyesap kopi hitamnya perlahan, matanya tidak lepas dari Ezzvaro. Tatapan itu penuh tantangan, seolah dia sedang menelanjangi semua kemarahan Ezzvaro di depan umum.

"Jangan khawatir, Kak Ezzvaro. Aku tidak berniat mencuri kursimu," ucap Gabriel dengan nada meremehkan yang sangat kentara. "Aku hanya ingin memastikan seleramu tidak terlalu... kuno. Dinasti sebesar ini butuh sentuhan baru, bukan sekadar pengulangan sejarah yang membosankan."

Tharzeo mendongak, matanya yang dingin menatap Gabriel. Sebagai putra sulung yang sangat menjaga marwah keluarga, dia tidak menyukai nada bicara Gabriel.

"Di keluarga ini, kami menghargai tradisi, bukan tren sesaat, Gabriel," sela Tharzeo dingin. "Kasta Manafe dibangun di atas stabilitas, bukan eksperimen yang berisiko merusak citra kami di mata dunia."

Gabriel menyunggingkan senyum miring—senyum provokatif yang dulu selalu membuat Ezzvaro kehilangan akal sehatnya. "Stabilitas terkadang hanyalah nama lain dari perkembangan, Kak Tharzeo. Aku di sini untuk memastikan Manafe tetap bernapas, bukan menjadi museum hidup."

Ezzvaro mengepalkan tangannya di bawah meja. Ia merasa Gabriel sengaja memancingnya, sengaja menginjak-injak otoritasnya di depan sang Ayah.

"Kita lihat saja seberapa kuat napasmu saat kau menyadari bahwa divisi kreatif bukan tempat untuk bermain-main, Gabriel," desis Ezzvaro.

***

Kantor Pusat Manafe Corp – 10.00 AM

Gedung pencakar langit Manafe Corp yang berlapis kaca hitam menjulang tinggi di pusat distrik bisnis London. Di lantai 45, di mana divisi kreatif berada, suasana biasanya sangat sibuk. Namun pagi ini, kesibukan itu berubah menjadi bisik-bisik yang merayap di lorong.

Ezzvaro berdiri di kantornya yang luas, menatap dinding kaca yang memperlihatkan pemandangan kota. Pintu kantornya terbuka tanpa ketukan.

Gabriel melangkah masuk, menjinjing tas desainer mahalnya, dan langsung duduk di kursi di depan meja kerja Ezzvaro seolah dia adalah pemilik tempat itu.

"Keluar, Gabriel. Aku sedang sibuk," ujar Ezzvaro tanpa berbalik.

"Ayah bilang ini kantor bersama kita untuk sementara, sampai renovasi ruanganku selesai," sahut Gabriel santai. Ia mulai mengeluarkan tablet dan beberapa sketsa dari tasnya. "Jadi, mari kita mulai secara profesional, Kakak."

Ezzvaro berbalik dengan cepat. Ia melangkah menuju mejanya dan mencondongkan tubuh ke arah Gabriel. "Berhenti memanggilku dengan sebutan itu saat kita hanya berdua. Kau tahu betapa memuakkannya itu."

Gabriel mendongak, menatap mata Ezzvaro yang membara. "Kenapa? Apa itu mengingatkanmu pada kenyataan bahwa sekarang aku adalah sesuatu yang tidak akan pernah bisa kau miliki lagi? Secara hukum, secara moral... aku adalah 'saudarimu'."

"Kau adalah pengkhianat, Gabriel. Kau berbohong tentang siapa dirimu selama bertahun-tahun, dan sekarang kau masuk ke sini seolah-olah kau punya hak untuk mengatur hidupku?"

"Aku tidak berbohong, aku hanya tidak bercerita," balas Gabriel tenang, namun ada getaran luka di matanya yang coba ia sembunyikan. "Dan jangan lupa, kau yang meninggalkanku di bawah hujan malam itu. Kau yang menyerah pada kita."

"Aku menyerah karena kau tidak pernah mempercayaiku! Kau menuduhku tidur dengan asistenku, dengan teman-temanku... Kau membuatku merasa seperti monster setiap hari!"

"Mungkin karena kau memang terlihat seperti pria yang tidak akan pernah cukup dengan satu wanita, Ezzvaro!" Gabriel bangkit dari kursinya, suaranya meninggi. "Bahkan sekarang, lihat bagaimana kau menatapku. Itu bukan tatapan seorang kakak pada adiknya. Itu tatapan pria yang lapar."

Ezzvaro tertawa sinis, langkahnya semakin mendekat hingga mereka hanya berjarak beberapa senti. Bau parfum mawar Gabriel mulai memenuhi rongga paru-parunya, mengaburkan logika profesionalnya.

"Lapar? Ya, aku lapar akan keadilan, Gabriel. Aku ingin kau merasakan betapa sakitnya diragukan setiap detik."

Tiba-tiba, Ezzvaro mencengkeram pinggang Gabriel dan menariknya merapat. Sketsa-sketsa di atas meja berserakan ke lantai. Napas mereka saling beradu, panas dan penuh dendam. Di ruang kantor yang kedap suara itu, ketegangan profesional mereka hancur berkeping-keping, digantikan oleh hasrat terlarang yang selama ini mereka coba tekan.

"Jangan pernah lupa," bisik Ezzvaro tepat di depan bibir Gabriel, "bahwa aku tahu setiap jengkal tubuhmu lebih baik daripada siapa pun di dunia ini. Nama belakangmu boleh berubah menjadi Manafe, tapi jiwamu tetaplah milikku untuk kuhancurkan."

Gabriel tidak mundur. Ia justru menarik dasi Ezzvaro, memaksa pria itu semakin dekat hingga bibir mereka nyaris bersentuhan. "Kalau begitu hancurkan aku, Ezzvaro. Tapi ingat, saat kau menghancurkanku, kau juga akan ikut hancur. Karena kita adalah Manafe. Kita adalah sesuatu yang melampaui batas, dan kita akan terbakar bersama."

Di balik pintu kaca kantor yang tertutup rapat, dunia bisnis London terus berputar. Namun di dalam sana, dua ahli waris dinasti besar sedang menari di atas api, menyadari bahwa setiap sentuhan mereka adalah pengkhianatan terhadap keluarga, dan setiap ciuman yang tertunda adalah awal dari kehancuran mereka yang tak terelakkan.

Pintu tiba-tiba diketuk dari luar.

"Ezzvaro? Ayah ingin kita segera ke ruang rapat," suara Tharzeo terdengar dari balik pintu.

Ezzvaro melepaskan cengkeramannya pada Gabriel dengan kasar. Gabriel merapikan gaunnya yang sedikit berantakan, mengatur napasnya yang memburu, dan kembali memakai topeng esnya dalam sekejap.

"Ayo, Kak Ezzvaro," ucap Gabriel dengan nada suara yang kembali formal dan dingin, seolah kejadian barusan hanyalah imajinasi. "Kita tidak ingin membuat Ayah menunggu, bukan?"

Ezzvaro menatap pintu yang tertutup, lalu menatap Gabriel yang sudah berjalan menuju pintu. Ia menyadari satu hal: di kantor ini, Gabriel bukan hanya rekan kerjanya. Dia adalah racun yang paling manis, dan Ezzvaro tidak yakin apakah dia ingin mencari penawarnya atau justru meminumnya hingga mati.

🌷🌷🌷🌷

Happy reading dear 🥰

1
winpar
kerennnnn
winpar
pokoknya lnjut thorrrrrt💪💪💪💪
ros 🍂: ma'aciww kak😍
total 1 replies
winpar
hahhahHaa🤣🤣🤣
ros 🍂: Jangan ketawa sendiri kak🙏🤣🤣🤣
total 1 replies
winpar
bener2 seruuuuuuuuuu
ros 🍂: ma'aciww kak🥰
total 1 replies
winpar
yg ditunggu2 akhirny up jg💪
ros 🍂: semoga suka kak🥰🙏
total 1 replies
winpar
lnjut thorrr💪
ros 🍂: siapp kak🥰
total 1 replies
Mifta Nurjanah
cieee junior nya bngun wkwkwk
ros 🍂: Jangan dibongkar disini kak🙏🤣
total 1 replies
Lfa🩵🪽
Semangatt ✨
ros 🍂: Ma'aciww kak🥰
total 1 replies
winpar
thor ceritanya selalu seru🥰😍
ros 🍂: Ma'aciww kak🥰
total 1 replies
@RearthaZ
awal cerita yang bagus thor
ros 🍂: ma'aciww kak🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!