Setelah menaklukkan Turnamen Alam Dewa dan mencapai ranah Ascendant, Zhao Xuan dan raksasa perunggu Long Chen kembali ke Benua Fana Tianyun tempat di mana legenda mereka berdua dimulai. Tujuan utama mereka adalah Lautan Kematian, sebuah wilayah terlarang yang menyimpan artefak legendaris.
Namun, turunnya Kunci Asal telah mengubah keseimbangan Benua Tianyun. Energi kuno yang bocor dari Lautan Kematian memicu kebangkitan berbagai warisan rahasia di benua fana. Para jenius lokal tingkat puncak yang merasa diri mereka tak tertandingi mulai bermunculan. Di saat yang sama, pasukan elit dari "Tujuh Penghancur Surga" diam-diam telah menyusup dan memanipulasi sekte-sekte raksasa benua fana untuk menggali Lautan Kematian.
Bagi Zhao Xuan dan Long Chen, Benua Tianyun kini tak ubahnya seperti taman bermain yang terbuat dari kaca tipis. Mereka harus menekan kekuatan destruktif mereka agar tidak menghancurkan benua tersebut, sambil menghadapi arogansi para jenius fana.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 7
Setelah membunuh siluman beruang itu dengan satu jentikan pedang Qi, kelompok jenius dari Sekte Awan Abadi melangkah keluar dari Kedai Tengkorak Mabuk dengan wajah jijik, seolah udara di tempat itu mengotori paru-paru suci mereka.
Dari lantai dua yang gelap, Zhao Xuan menyesap araknya dengan tenang. Matanya yang sedalam malam mengikuti kepergian mereka.
Di sebelahnya, Long Chen mendengus pelan. Dia merenggangkan otot-ototnya hingga terdengar suara retakan tulang yang luar biasa berat.
Meski kultivasi Qi Long Chen saat ini berada di ranah Soul Transformation Puncak, kekuatan fisik murninya yang ditempa oleh darah Naga Surgawi telah menembus batas nalar, setara dengan kultivator Ascendant Menengah!
Bahkan Zhao Xuan, sang dewa kematian yang berada di ranah Ascendant Awal, tahu betul bahwa jika ia dan Long Chen bertarung habis-habisan tanpa menahan diri, pertarungan itu akan berakhir imbang dan meruntuhkan setidaknya separuh benua. Itulah sebabnya Zhao Xuan menganggap Long Chen bukan sebagai pelayan, melainkan satu-satunya rival dan saudara seperjuangan yang setara di seluruh Tiga Ribu Dunia.
"Mereka menuju ke arah alun-alun bawah tanah, Rajaku," ucap Long Chen, matanya yang tajam mengunci jejak Qi murni milik kelompok Alam Abadi itu. "Aroma harta karun yang sangat pekat menguar dari sana."
Su Qingxue yang berdiri di belakang mereka menunduk hormat. "Itu adalah Pelelangan Tulang Darah, Tuan. Pusat pasar gelap terbesar di Kota Kabut Merah. Kudengar hari ini ada sebuah barang pusaka luar biasa yang akan dilelang, sesuatu yang ditarik dari kedalaman pusaran Lautan Kematian."
Zhao Xuan meletakkan cawan araknya. Senyum tipis yang merendahkan terukir di bibirnya.
"Barang yang ditarik dari pusat pusaran... Tidak heran burung-burung merak dari Alam Abadi itu repot-repot turun ke kota kotor ini," Zhao Xuan berdiri, jubah penyamarannya berkibar pelan. "Ayo. Kita lihat seberapa tebal kantong para 'jenius' ini."
Pelelangan Tulang Darah – Area VIP Bawah Tanah.
Aula pelelangan itu dibangun di dalam rongga gua raksasa yang diterangi oleh kristal lava biru. Ribuan siluman tingkat tinggi dan kultivator bayaran duduk di kursi-kursi batu, sementara ruang VIP yang melayang di dinding gua dikhususkan bagi faksi-faksi raksasa yang memiliki kekayaan mutlak.
Kelompok Sekte Awan Abadi menempati Ruang VIP Nomor 1, memancarkan aura dominasi yang membuat ruang-ruang VIP lain enggan mencari masalah.
Sementara itu, Zhao Xuan, Long Chen, dan Su Qingxue duduk dengan santai di Ruang VIP Nomor 7 yang temaram. Penyamaran mereka menyembunyikan identitas dan fluktuasi Qi mereka dengan sempurna.
Di atas panggung batu di tengah aula, seorang siluman tua ras rubah ekor enam berdiri sebagai juru lelang. Setelah beberapa jam melelang pusaka-pusaka darah dan senjata siluman yang membuat Zhao Xuan menguap kebosanan, tibalah saat yang ditunggu-tunggu.
Juru lelang itu menyingkap sebuah kain sutra hitam dari atas nampan giok. Di atasnya, melayang sebuah gulungan kulit binatang purba yang memancarkan pendaran cahaya abu-abu dan fluktuasi ruang yang sangat kacau.
"Tuan-tuan dan Nyonya-nyonya!" seru juru lelang siluman itu, suaranya menggetarkan aula. "Ini adalah pusaka puncak kita malam ini! Ditemukan di perbatasan pusaran terdalam oleh pasukan Jenderal Ba Tu... Peta Inti Lautan Kematian!"
Seluruh aula menahan napas. Bahkan siluman tingkat Soul Transformation di kursi bawah pun membelalakkan matanya.
"Peta ini secara alami merekam arus dimensi, letak sarang monster purba, dan yang paling penting... anomali energi kosmik di pusat Lautan Kematian!" lanjut sang juru lelang. "Bagi siapa pun yang ingin mencari pusaka surgawi tanpa tersesat di dalam pusaran ketiadaan, peta ini adalah nyawa kedua kalian! Harga awal... Satu Juta Batu Roh Tingkat Tinggi!"
Harga itu adalah kekayaan yang bisa membuat sebuah sekte kecil di benua fana bangkrut. Aula bawah seketika menjadi sunyi. Para siluman biasa hanya bisa menelan ludah, tahu bahwa barang ini bukan untuk kelas mereka.
"Dua juta batu roh tingkat tinggi," sebuah suara arogan dan malas terdengar dari Ruang VIP Nomor 1. Itu adalah suara Wu, pemuda jenius dari Sekte Awan Abadi.
Beberapa penguasa provinsi siluman mencoba menawar. "Dua setengah juta!"
"Tiga juta!"
Mendengar tawaran rendahan itu, terdengar dengusan jijik dari Ruang VIP Nomor 1.
"Serangga-serangga miskin berani bersaing dengan Alam Abadi?" suara wanita dari Sekte Awan Abadi terdengar mengejek. Tiba-tiba, fluktuasi energi yang jauh lebih murni dari batu roh meledak dari ruangan mereka.
"Lima juta batu roh tingkat tinggi... ditambah Seratus Giok Abadi Tingkat Rendah!" deklarasi Wu dengan nada mutlak.
BZZZZZT!
Seluruh aula lelang gempar! Giok Abadi?! Itu adalah mata uang yang hanya digunakan di Alam Dewa dan Alam Abadi, mengandung Qi suci yang bisa memperpanjang umur dan menyucikan meridian! Satu Giok Abadi setara dengan puluhan ribu batu roh tingkat tinggi!
Kaisar Siluman sekalipun akan berpikir dua kali untuk mengeluarkan Giok Abadi sebanyak itu. Ruang-ruang VIP lain seketika bungkam. Keputusasaan melanda para siluman lokal. Keangkuhan kekayaan Alam Abadi benar-benar tidak bisa dilawan.
Di Ruang VIP Nomor 1, pemuda bernama Wu itu mengibaskan kipasnya sambil tersenyum puas, menatap peta itu seolah benda itu sudah berada di tangannya.
Namun, tepat saat sang juru lelang hendak mengetukkan palunya...
Sebuah suara yang serak, datar, dan dipenuhi oleh kebosanan yang tak terukur terdengar dari Ruang VIP Nomor 7.
"Hanya seratus bongkah batu rongsokan... dan kau sudah berani menyebut dirimu berasal dari Alam Abadi? Betapa miskinnya langit kalian."
Kata-kata itu bagaikan tamparan tak terlihat yang bergema di seluruh gua. Seluruh kepala di aula tersentak menoleh ke arah Ruang VIP Nomor 7!
Di Ruang VIP Nomor 1, wajah Wu seketika menjadi merah padam. Matanya memancarkan Niat Pedang yang siap membunuh. "Siapa bajingan rendahan yang berani menghina Sekte Awan Abadi?! Jika kau punya uang, sebutkan tawaranmu! Jika tidak, aku akan mencabut lidahmu!"
Di dalam Ruang VIP Nomor 7, Zhao Xuan masih bersandar santai di kursinya. Su Qingxue menatapnya dengan panik, khawatir mereka baru saja memprovokasi musuh besar. Namun, Long Chen justru tertawa pelan, bersiap menonton pertunjukan favoritnya: sang Tiran menghancurkan mental musuhnya.
Zhao Xuan tidak menjawab ancaman itu dengan kata-kata. Ia hanya mengangkat tangannya dan menjentikkan jarinya ke arah panggung.
Roda Ruangnya berputar. Dari dalam Cincin Spasialnya, sebuah robekan dimensi terbuka tepat di atas panggung lelang.
ZRAAAASH!
Lalu... hujan turun.
Bukan hujan air, melainkan hujan Giok Abadi Tingkat Puncak!
Ribuan bongkah kristal yang memancarkan cahaya galaksi murni dan energi kosmik yang luar biasa pekat tumpah ruah dari udara kosong, menghantam panggung batu hingga hancur berantakan!
KRAK! KLINTING! TING! TING!
Aroma energi dewa yang sangat murni menyapu seluruh rongga gua, membuat jutaan pori-pori siluman di aula itu terbuka lebar. Beberapa siluman tua bahkan menangis melihat kemurnian energi tersebut.
Itu adalah sebagian kecil dari gunung Giok Abadi yang didapatkan Zhao Xuan sebagai hadiah absolut memenangkan Turnamen Alam Dewa di Pagoda Takdir!
"Sepuluh... Sepuluh Ribu Giok Abadi Tingkat Puncak?!" juru lelang siluman itu menjerit histeris, jatuh berlutut di atas panggung, tidak peduli tertimbun oleh tumpukan harta karun yang nilainya bisa membeli seluruh Provinsi Tulang Layu beserta Kaisar Silumannya!
Di Ruang VIP Nomor 1, kipas giok di tangan Wu terjatuh dan pecah berkeping-keping. Rahangnya nyaris lepas. Wanita di sebelahnya memucat pasi seolah baru saja melihat hantu.
Sepuluh ribu Giok Abadi Tingkat Puncak?!
Kekayaan seperti ini hanya dimiliki oleh Patriark Sekte raksasa di Alam Abadi! Seorang tetua pun tidak akan membawa uang sebanyak ini untuk berjalan-jalan, apalagi untuk membeli sebuah peta usang!
"I-Ini tidak mungkin!" teriak Wu dengan suara pecah, harga dirinya hancur berkeping-keping. "Kau curang! Giok itu pasti ilusi! Siapa kau sebenarnya?!"
Dari Ruang VIP Nomor 7, suara Zhao Xuan mengalun dingin, memancarkan dominasi yang membekukan jiwa.
"Aku adalah orang yang baru saja membeli peta itu dengan uang recehku," ucap Zhao Xuan tanpa belas kasihan. "Jika Sekte Awan Abadi kalian yang miskin itu tidak mampu menawar lebih tinggi... tutup mulut kalian, dan telan kembali ludah kotor kalian."
Penghinaan itu sempurna. Telak. Tanpa ampun.
Aura di Ruang VIP Nomor 1 mendidih. "KAU MENCARI MATI!"
Wu dan ketiga jenius Alam Abadi itu meledakkan aura Soul Transformation Puncak mereka, berniat mendobrak masuk ke Ruang VIP Nomor 7 dan merampoknya secara terang-terangan!
Namun, sebelum mereka bisa melangkah keluar, sebuah tekanan fisik yang luar biasa buas dan primitif meledak dari Ruang VIP Nomor 7.
Itu bukan aura Zhao Xuan, melainkan aura Long Chen!
Tekanan fisik murni yang setara dengan Ascendant Menengah itu menyapu udara layaknya godam kosmik yang tak kasat mata, menghantam Ruang VIP Nomor 1 dengan telak.
KABOOOOOM!
Dinding pelindung Ruang VIP Nomor 1 retak. Keempat jenius Alam Abadi itu terhuyung mundur, dada mereka sesak, dan seteguk darah segar nyaris menyembur dari mulut mereka.
Mata Wu membelalak dipenuhi teror mutlak. Aura fisik macam apa ini?! Ini melampaui batas fana! Di dalam ruangan itu ada monster tua tingkat Ascendant!
Long Chen tertawa pelan dari dalam ruangannya, suaranya terdengar seperti gerusan batu purba. "Jika kalian burung-burung kecil ingin mencoba peruntungan kalian dalam pertarungan fisik... aku akan dengan senang hati mengubah kalian menjadi pasta daging di luar pelelangan ini."
Ancaman itu membuat keempat jenius Alam Abadi itu membeku. Mereka menggertakkan gigi hingga berdarah, menelan kembali keangkuhan mereka karena ketakutan mutlak terhadap kekuatan yang baru saja mengancam mereka. Mereka harus mundur untuk menyusun rencana!
Di atas panggung, juru lelang yang gemetar segera mengemas Peta Inti Lautan Kematian ke dalam kotak giok dan mengirimkannya langsung ke Ruang VIP Nomor 7 menggunakan formasi teleportasi ruangan, tidak berani menunda sedetik pun.
Zhao Xuan menangkap kotak giok itu dengan satu tangan.
"Peta telah didapat," gumam Zhao Xuan, menyeringai iblis. "Dan umpan telah disebar. Rombongan Alam Abadi itu pasti akan mengintai kita di luar untuk merampok harta ini. Sempurna... aku memang berniat membantai mereka untuk mencari tahu siapa yang membocorkan rahasia Kunci Asal ke langit atas."