Rania saraswati seorang mahasiswi jenius, membuat riset tentang mati suri. Gadis periang dan tomboi ini mengalami kejadian yang aneh. Tiba-tiba jiwanya tertukar dengan seorang gadis kaya raya yang tertindas
Rania menolong gadis yang telah di siksa dan di perlakukan tidak manusiawi oleh ibu, paman dan saudara tirinya. Rania yang telah bertukar jiwa dengan gadis bernama Clara berusaha melawan orang-orang yang telah menindasnya.
Masalah tidak sampai disitu, Clara telah di jodohkan oleh pria kaya raya bernama Radit manggala putra, pria dingin dan angkuh. Pria ini sulit jatuh cinta dengan lawan jenisnya bahkan menolak mentah-mentah bila di jodohkan oleh sang kakek. Namun, siapa sangka ia tertarik dengan wanita bar-bar bernama Clara, yang telah bertukar jiwa dengan Rania.
Lalu bagaimana kah kehidupan Clara dan Rania setelah tertukar jiwa?'
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon enny76, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Wajah Clara mirip Rania
Mobil melaju dengan cepat meninggalkan rumah sakit. Keadaan di dalam mobil tampak tegang, tidak ada obrolan satu sama yang lainnya. Ratih duduk di samping Ronald yang sedang mengemudi dengan tenang, sementara Bianca duduk berdampingan dengan Clara. Sesekali Bianca mencuri pandangan untuk melihat ekspresi Clara.
Wanita itu tampak lega, sebab Clara seperti tidak mengingat kejadian malam itu, kalau dirinyalah yang telah menabrak.
"Hey! Apa tempat tinggal kita masih jauh!" tukas Clara tiba-tiba. Membuat semuanya terdiam, Ratih menoleh kebelakang sambil menatap Bianca penuh tanya.
"Apa kamu tidak tahu jalan pulang?" balas Bianca cetus.
Clara menggeleng lemah "Aku lupa jalan pulang, bahkan aku tidak tahu sedang berada dimana?" ucapnya pelan.
Ucapan Clara sontak membuat semuanya terkejut, Ronald menatap wajah Clara melalui kaca spion. Ia Ingin melihat ekspresi Clara yang tampak bingung.
"Clara! Apa kamu benar-benar lupa dengan kejadian kemarin malam?!" tanya Bianca memberanikan diri.
Clara menatap Bianca "Memangnya ada kejadian apa kemarin malam?! Clara balik bertanya.
Seketika tawa Bianca meledak, "Tidak ada, malam itu kamu jadi badut di jalanan."
"Hah? Kau jangan bercanda!" Clara menepuk bahu Bianca keras, membuat wanita itu terpekik.
"Awww..!" sakit bodoh!"
"Hey! kenapa tiba-tiba tenaga mu sangat besar!"
"Awas kau akan aku hajar nanti!" ancam Bianca.
"Kalau aku jadi badut, kenapa berada di rumah sakit dengan banyak luka di wajah dan kepala ku?!
"Ya itu karena kebodohan mu, kau itu di tabrak mobil hingga mengalami kecelakaan!"
"Bianca sudah diam!" bentak Ratih, ia tidak mau anak gadisnya keceplosan dan Clara sengaja mencari tahu. Ia sangat yakin kalau anak sambungnya sedang mengalami amnesia.
"Clara, jangan banyak bertanya lagi. Kamu harus banyak istirahat. Sebentar lagi kita sampai." ucap Ratih.
Mobil berhenti tepat di sebuah rumah mewah berlantai lima. Sekuriti membuka gerbang pintu yang menjulang, lalu mobil masuk kedalam dan terparkir di halaman.
Bianca keluar lebih dulu dari mobil sambil membanting pintu, di ikuti Rania yang juga keluar. Ronald dan Ratih berbincang dengan suara pelan.
"Apa kakak yakin, kalau Clara mengalami gegar otak dan amnesia." tanya Ronald
"Aku rasa begitu, Clara seperti tidak tahu kejadian apapun. Bahkan arah jalan pulang saja dia lupa."
"Baguslah kalau dia amnesia, memudahkan kita untuk kendalikan Clara." tukas Ronald yang terlihat senang.
Ratih mengagguk "Aku percaya kamu bisa atasi Clara, dan segera aset-aset David pindahkan ke tangan ku!"
"Pasti kak, akan aku lakukan demi Kakak, asalkan aku dapat harta itu 40% dari milik David."
"Hey serakah sekali kau! Aku hanya dapat 60% dari seluruh kekayaan David, ini tidak adil bukan?"
"Apanya yang tidak adil kak! Aku hanya meminta bagian 40%, kakak tahu sendiri resiko yang aku hadapi! merusak mobil David hingga ia tewas, dan Clara sudah mengetahui kalau kitalah dalangnya. Makanya Bianca langsung menabrak Clara!"
"Huft!" Ratih mengendus kesal sambil membuka pintu mobil. Ia melihat Clara masih berdiri di depan teras sambil mengedarkan seluruh pandangannya. Ia seperti kagum dengan rumah mewah di depannya.
"Ya Tuhan, rumah ini sangat besar dan mewah. Ternyata gadis pemilik tubuh ini anak orang konglomerat." gumam Rania dalam hati.
"Clara!
Gadis itu menoleh dan tersenyum "Iya mah!"
"Kenapa kamu tidak masuk?"
Rania terdiam sambil menggaruk alisnya, lalu berkata "Bisa mama antarkan aku kedalam kamar ku? Kepala ku sangat sakit, sulit untuk mengingat satu-persatu ruangan yang ada di rumah ini." ucap Rania beralibi.
Ratih tersenyum lebar, hatinya sangat senang. Sebab keinginannya akan segera terwujud. Clara benar-benar sudah lupa ingatan, tanpa ia tahu kalau yang bersemayam di dalam tubuh Clara adalah Rania.
"Baiklah, ayo mama antarkan."
Wanita paruh baya itu berjalan duluan, Rania mengikuti di belakangnya. Ratih menaiki anak tangga yang berukir dan berhenti di salah satu pintu yang tertutup.
"Ini kamar mu, masuk lah!" tukas Ratih sambil membuka handle pintu.
"Terima kasih mah!" ucap Rania
"Sekarang istirahat lah."
Rania mengagguk sambil menutup pintu, Rania tampak takjub dengan kamar mewah milik Clara. Ia yang sangat lelah membaringkan tubuhnya di atas kasur empuk. Tubuhku berguling-guling kekiri dan kekanan, tiba-tiba tatapannya tertuju pada dingin putih di depannya, Rania terkejut dengan bola mata membulat.
"Kenapa ada wajah ku di foto itu?!
Gadis itu beranjak dari atas ranjang dan berjalan kearah dinding, lalu meraih bingkai foto tersebut.
"Tidak mungkin, ini adalah wajah ku!" ucap Rania sambil mengusap wajahnya. Ia berjalan kearah cermin dan menatap wajah Clara dalam cermin. Alangkah terkejutnya Rania saat melihat wajah Clara sangat mirip dengannya. Bingkai foto di tangan Rania langsung terjatuh ke lantai.
"Tidak! Kenapa wajah Clara sangat mirip dengan wajahku!" pekik Rania, ia masih tidak percaya dengan apa yang sudah ia lihat dalam cermin.
"Apakah aku memiliki kembaran?!" Rania menggeleng cepat "Tidak! Ibu tidak pernah bercerita kalau aku memiliki saudara kembar. Mungkin kah wajah kami hanya kebetulan sama."
Rania masih berdiri di depan cermin dan merenungkan nasibnya setelah bertukar jiwa.
Tanpa sengaja Rania melihat sebuah buku diary berwarna pink di atas nakas. Ia yang penasaran mulai meraihnya dan membuka diary tersebut.
"kebetulan sekali aku menemukan diary Clara. Dengan begitu aku bisa tahu kebiasannya dan mengetahui semua perjalanan hidup Clara." ucapnya sambil membaca satu demi satu tulisan yang tertuang di buka diary tersebut.
Ikuti terus kelanjutannya ya All.. Maaf beberapa hari jarang update, sebab sibuk di reality. Mendekati hari Raya idul Fitri, kita punya kesibukan yang menyita waktu, membuat kue kering adalah tradisi orang Indonesia untuk menyambut hari Raya 😍
Jangan lupa like setelah membaca, berikan komentar kalian guysss 😍 🤗
💜💜💜
Terima kasih
lg seru soalnya 🤣🤣😍