NovelToon NovelToon
Hush, My Love

Hush, My Love

Status: tamat
Genre:Konflik etika / Percintaan Konglomerat / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di mata dunia, Michael Brown atau Kay adalah pewaris tunggal Brown Group yang angkuh dan bad boy penggila balap liar. Namun, di balik gelar playboy palsunya, Kay menyimpan rahasia: ia telah lama memperhatikan Paris Desmon, gadis pendiam yang menjadi satu-satunya ketenangan di tengah kepalsuan sekolah elit mereka.
Dunia Kay terguncang saat ia mengetahui bahwa sahabatnya, Luciano Russo, menjadikan Paris sebagai objek eksperimen emosional demi memuaskan rasa penasaran liar Max. Kay terpaksa menyaksikan dari bayang-bayang saat Luciano berbohong telah meniduri Paris hanya demi gengsi, sementara Paris sendiri tetap tulus mencintai Luciano tanpa tahu dirinya sedang dipermainkan.
Terjebak dalam kode etik persahabatan dan rasa sesak melihat gadis yang ia kagumi dirusak secara mental, Kay menghadapi pilihan sulit: Tetap diam sebagai penonton yang dingin, atau menghancurkan reputasi "Tiga Pilar" demi menyelamatkan Paris dari kehancuran yang direncanakan sahabatnya sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

Suara deru mesin motor Kay masih terngiang di telinga Paris saat ia duduk di dalam bus menuju rumahnya. Di New York yang bising, suara itu seharusnya terasa biasa, namun ada sesuatu dalam nada bicara Kay tadi yang membuatnya terusik.

“Hanya... hati-hati di jalan.”

Paris menyandarkan kepalanya di kaca jendela bus yang dingin. Ia mengerutkan kening, mencoba membedah ekspresi Kay di parkiran tadi. Selama Dua tahun di St. Jude’s, Kay adalah sosok yang paling ia hindari. Si mulut pedas yang tak segan melempar hinaan, pewaris Brown Group yang lebih sering terlihat di majalah gosip daripada di perpustakaan.

"Tumben sekali," gumam Paris pelan.

"Apa dia baru saja menabrak sesuatu sampai otaknya sedikit bergeser?"

Dalam benak Paris, Kay adalah personifikasi dari kesombongan Manhattan. Ia merasa kasihan pada Luciano karena harus terjebak dalam lingkaran pertemanan dengan orang sedingin dan seberengsek Kay. Bagi Paris, Kay hanyalah gangguan, seorang playboy yang menikmati kekacauan. Ia merasa sangat beruntung karena Luciano justru memiliki teman lain seperti Max—yang dalam pandangan Paris, jauh lebih hangat, ramah, dan manusiawi.

Paris tidak pernah tahu bahwa "kehangatan" Max adalah api yang siap menghanguskan, sementara "dinginnya" Kay adalah es yang mencoba membekukan kehancurannya.

Getaran di saku roknya membuyarkan lamunan Paris. Ia segera merogoh ponselnya, dan senyum lebar otomatis merekah di wajahnya saat melihat nama pengirimnya.

Mine: Aku baru saja mulai sesi tutor kedua. Rasanya otakku mau meledak, tapi aku ingat senyummu pagi ini tanpa sweater itu. Belajarlah yang rajin, Paris. Jangan biarkan nilai sejarahmu turun hanya karena memikirkanku.

Paris menggigit bibir bawahnya, menahan tawa bahagia agar tidak dianggap gila oleh penumpang bus lainnya.

Kata-kata Luciano selalu terasa seperti oksigen bagi Paris. Di tengah dunianya yang sepi, Luciano adalah satu-satunya orang yang memberinya pengakuan.

Paris: Aku sedang di jalan pulang. Jangan terlalu keras pada dirimu sendiri, Lucian. Kamu sudah jenius tanpa harus belajar sampai kepalamu meledak. Semangat! Aku akan menunggumu di pesan malam nanti.

Paris menatap layar ponselnya hingga meredup. Ia merasa menjadi wanita paling beruntung. Luciano begitu perhatian, begitu menjaga, dan sangat menghargai privasi mereka. Ia menganggap sikap backstreet ini adalah bentuk perlindungan Luciano terhadapnya.

"Sayang sekali," bisiknya lagi pada dirinya sendiri sambil menatap pemandangan jalanan Queens yang mulai kumuh. "Luciano harus punya teman seperti Kay. Laki-laki itu benar-benar tidak punya perasaan. Kenapa orang sepintar Luciano bisa betah berteman dengannya?"

Sesampainya di rumah, Paris langsung menuju meja belajarnya. Ia membuka buku sejarah, namun fokusnya terbagi. Ia teringat kembali pada kejadian di kantin, saat Kay menatapnya dengan tajam sebelum pergi.

Paris menghela napas. "Mungkin Kay iri karena Luciano punya seseorang yang tulus," pikirnya sinis. Ia merasa bangga karena ia bisa memberikan ketenangan yang tidak bisa diberikan oleh gadis-gadis koleksi Kay.

Ia kemudian membuka laptopnya, mencari referensi desain untuk membantu tugas produksi ayahnya, namun tangannya justru mengetik nama "Michelle Brown" di kolom pencarian. Berita-berita muncul: Kay Brown terlihat di klub malam, Pewaris Brown Group memenangkan balapan ilegal, Gaya hidup mewah sang bad boy Manhattan.

Paris mencibir. "Benar-benar tipe laki-laki yang akan merusak masa depan siapapun yang dekat dengannya. Untung ada Max yang selalu menyeimbangkan mereka."

Ia menutup tab pencarian itu dengan perasaan puas, seolah ia baru saja mengonfirmasi kebenaran yang ia yakini. Baginya, dunia itu hitam dan putih: Luciano adalah pahlawannya, Max adalah sahabat yang baik, dan Kay adalah antagonis yang harus diwaspadai.

Di tempat lain, di sebuah bar eksklusif yang hanya bisa diakses oleh mereka yang memiliki nama keluarga tertentu, Kay duduk sendirian di sudut yang remang. Segelas scotch yang belum tersentuh berada di hadapannya.

Kata-kata Luciano di kantin tadi siang terus berputar di kepalanya seperti kaset rusak. Dua kali pelepasan.

Kay memejamkan mata erat-erat. Ia ingin tidak percaya. Ia ingin menganggap itu hanya bualan maskulinitas Luciano di depan Max. Namun, ia tahu Luciano Russo. Luciano adalah pria yang presisi. Dia tidak suka melebih-lebihkan data. Jika dia mengatakan sebuah angka, biasanya itu adalah fakta.

"Sialan kau, Luciano," desis Kay, suaranya parau.

Hatinya terasa remuk bukan karena ia merasa memiliki Paris, melainkan karena ia menyayangkan kemurnian yang telah dirampas. Bagi Kay, Paris adalah satu-satunya simbol ketulusan yang tersisa di St. Jude's. Melihat simbol itu kini dicemari oleh eksperimen egois sahabatnya sendiri membuatnya muak pada dunia, dan terlebih lagi, muak pada dirinya sendiri.

Ia membayangkan wajah Paris saat ia menegurnya di parkiran tadi. Wajah yang begitu tulus, begitu polos. Bagaimana mungkin gadis itu menyerahkan segalanya pada Luciano hanya dalam seminggu? Apakah cinta memang sebodoh itu? Ataukah manipulasi Luciano memang sekuat itu?

"Dia benar-benar melakukannya," gumam Kay pelan. Ia percaya pada kebohongan Luciano karena ia tidak pernah membayangkan Luciano akan berbohong soal hal "serendah" itu. Di mata Kay, Luciano terlalu sombong untuk membual tentang sesuatu yang tidak ia miliki.

"Kau terlihat sangat menderita, Kay. Apa karena gadis desainer itu?"

Kay tidak perlu menoleh untuk tahu siapa yang baru saja duduk di kursi sebelah. Max datang dengan senyum kemenangannya, memesan minuman yang sama.

"Kau seharusnya bangga pada Luciano," lanjut Max tanpa peduli pada tatapan membunuh dari Kay. "Dia akhirnya menjadi laki-laki sejati. Dia membuktikan bahwa kecerdasannya bisa digunakan untuk menaklukkan apa saja, termasuk kesucian seorang gadis pendiam."

"Tutup mulutmu, Max," ancam Kay, tangannya mengepal di atas meja.

"Kenapa? Kau merasa kehilangan?" Max tertawa kecil, suara yang kini terdengar seperti suara iblis di telinga Kay. "Jangan bilang kau menyukai bekas Luciano. Itu bukan gayamu, Michael Brown."

Kay berdiri mendadak, membuat kursi berat itu terdorong ke belakang. Ia menarik kerah kemeja Max, mengabaikan tatapan mata para pengunjung bar lainnya. "Jangan pernah sebut namanya lagi dengan mulut kotormu itu. Dan jika aku tahu kau menghasut Luciano lebih jauh, aku tidak peduli dengan persahabatan kita."

Max tidak gentar. Ia justru menatap Kay dengan tatapan mengejek. "Kau terlambat, Kay. Luciano sudah masuk ke sana. Dia sudah merasakan apa yang aku rasakan. Kau hanya penonton yang gagal."

Kay melepaskan cengkeramannya dengan kasar. Ia tidak tahan lagi berada di ruangan yang sama dengan Max. Ia butuh udara segar. Ia butuh kecepatan.

Kay memacu motornya menembus jalanan Manhattan yang mulai sepi. Ia melewati lampu merah tanpa peduli, membiarkan adrenalin membakar rasa sesaknya.

Ia terus memikirkan Paris. Bagaimana mungkin gadis itu tetap tersenyum dan menyemangati Luciano, sementara Luciano sedang menertawakannya di belakang punggungnya? Paris yang malang. Ditiduri tanpa cinta, dijadikan bahan uji coba, dan kini menjadi rahasia yang disimpan rapat-rapat agar tidak mempermalukan nama besar Russo.

Kay berhenti di pinggir dermaga Hudson River. Ia melepas helmnya, napasnya memburu. Ia menatap air sungai yang hitam dan dingin.

"Aku membencimu, Luciano," ucapnya lirih. "Dan aku membenci diriku sendiri karena tidak bisa melakukan apa-apa."

Sebagai pewaris Brown Group, Kay tahu bahwa mengungkapkan rahasia ini akan memicu perang antara dua keluarga besar. Ia tahu bahwa Paris mungkin tidak akan percaya padanya, mengingat betapa buruk citra dirinya di mata gadis itu. Paris akan menganggap Kay hanya ingin merusak hubungannya dengan sang "Pangeran Sempurna".

Kay merogoh ponselnya, melihat profil Paris sekali lagi. Ada satu postingan baru di sana—hanya foto pemandangan New York dari jendela kamarnya dengan caption: "Semesta punya cara yang indah untuk menjawab doa."

Kay memejamkan mata. Bukan indah, Paris. Semesta sedang mempermainkan mu dengan cara yang paling kejam.

Malam itu, Kay mengambil keputusan. Ia akan tetap diam, namun ia akan mulai mengawasi setiap langkah Luciano dan Max.

Jika mereka melangkah satu senti saja lebih jauh untuk menghancurkan Paris lebih dari yang sudah terjadi, Kay bersumpah akan menjadi orang pertama yang membakar dunia sempurna mereka, meskipun ia harus ikut hangus di dalamnya.

🌷🌷🌷🌷

Happy reading dear 🥰

.

1
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Pria Sejati hrs sperti ini, cukup 1, Selamanya 👍👍👍
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱: Cama², Ade ❤️🤗😘
total 2 replies
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Yeee, Akhirx, Resmi Smua, Bareng 🥳🥳🥳
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Ikut happy utk 2 pasangan ini ❤️🤗😘
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Skrng, Mreka berdua, manis mlulu, auto diabetes ini 🤭🤭🤭
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Kini saatnya Arthur yg berjuang utk Cinta ny 🙈🙈🙈
ros 🍂: Nah benar Kak 🤭😍
total 1 replies
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Kn adem klo liat gini ❤️🤗😘 ... Apa otw dresmikn aja y, biar gk kburu 🙈🙈🙈
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Mommy Paris, itu Putra mu udh 'nakal' 🙈🙈🙈
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱: Cama², Ade ❤️🤗😘 ... Lnjt Arthur 🤭👍🥳
total 6 replies
Sany Indah
berharap Paris sama Kay meski bermulut pedas tp cintanya ke Paris tulus
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
hi hi licik demi honey, gk pa² deh 🤭🤭🤭
ros 🍂: Hahaha🤣🥰
total 3 replies
winpar
sdih bgt kisah mereka😥
winpar
Thor ceritanya bikin mewekkkk😥😥
lnjut Thor yg bnyk yh 🥰😍
ros 🍂: Ashiaapp 🤭🥰
total 1 replies
Sany Indah
ceritanya menarik
ros 🍂: ma'aciww 🥰
total 1 replies
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Klo Jodoh, pasti ada jalan ny 😔😔😔
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱: Iya, Ade ❤️🤗😘
total 2 replies
winpar
akhirnya nana bertemu jg 🥰😍
winpar
thot knp hri ini upnya dikit bgt. pdhl ceritanya seru bgt?
ros 🍂: Maaf ya kak, Sedang kurang sehat, hehehe🙏
total 1 replies
winpar
smngt thorrrr💪💪💪💪 ceritamu selalu bgus
ros 🍂: ma'aciww kak🥰
total 1 replies
winpar
waw bgmnakh klnjutanya????
winpar
selalu happy akhir ceritanya 😍🥰
ros 🍂: iya kak 🥰🥰🥰
total 1 replies
winpar
ceritanya bgus bangettt😍🥰
ros 🍂: ma'aciww kak 🥰
total 1 replies
winpar
mkin seru
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!