Aruna anak keturunan Atmadja juga brata kini menjalani masa remaja nya dengan penuh warna. pertemuan nya dengan seorang pria dewasa mampu membuat pria itu langsung jatuh cinta pada aruna si gadis kecil dan imut
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JK의 할루 아내, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
sleep call
"syukurlah, EZA KQ sudah membereskan masalah kita" ujar paul asisten yudistira
"benar, saya ngga tau bagaimana kalau mereka tidak menerima permintaan kita" ucap yudistira tak kalah senang
"padahal yang saya dengar perusahaan EZA KQ antriannya panjang, dan minimal 3 bulan baru mereka mengerjakan pesanan yang masuk" ucap henry sang ketua IT
"yang bener pak henry..?" tanya paul penasaran
"iya bener pak, apa pak paul ada kenalan orang dalam jadinya perusahaan kita bisa di prioritaskan?"
"ngga... Sama seperti yang lain kita cuma bisa mengirim kan via email yang tak bisa dilacak keberadaan nya" paul menceritakan
"apa... Maaf... boz yudis memberikan bayaran besar?" tanya pak henry mengira-ngira
"tidak juga, kita bayar sesuai tagihan dari mereka dan setelah saya cek tagihannya sama seperti rata-rata orderan dari perusahaan lain yang sudah minta tolong pada mereka"
"berarti kita sedang beruntung pak boz, dan pak boz tau ngga, setelah saya cek sistem keamanan data base kita sudah di upgrade, hanya yang menciptakan yang bisa menembusnya, jadi untuk saat ini kita aman pak.." jelas pak hendry yang sangat kagum dengan hasil kerja EZA KQ "saya sangat berharap suatu saat nanti bisa bertemu dengan orang-orang hebat dan pintar ini"
"sudah-sudah... Pak hendry tolong cek ulang semuanya sebelum kalian pulang saya tidak mau ada kesalahan sekecil apapun" yudis memberikan perintah " paul kita juga pulang, saya lelah sekali hari ini"
"baik pak...." paul menuruti. Memang yudistira 2 hari ini fokus pada masalah perusahaan nya, karena bagaimana pun perusahaan ini di rintis dari nol oleh kakek juga ibu nya, yudis tidak akan membiarkan apapun dan siapapun menghancurkannya
.
Setelah sampai di apartemennya yudistira langsung membersihkan dirinya dan langsung menuju dapur untuk melihat ada bahan apa yang bisa ia jadikan bahan untuk makan malam ini. Tak lama karena dia hanya memasak menu simple untuk makan malam nya, ia menekan ponselnya dan melakukan videocall, yudis meletakkan ponselnya menyandar di depannya sedangkan ia mulai melahap makanannya
"Kak yudis baru makan..?" tanya aruna saat melihat pria dengan piyama nya sedang melahap steak setelah melihat jam dinding yang sudah menunjukan jam 9.30 malam
"iya, baru pulang. Cuma ada daging di kulkas jadi cuma makan ini aja deh" jawab nya
"baru pulang..? Lagi banyak kerjaan..?" Tanya aruna seakan ia amnesia mendadak
"iya ada masalah sedikit di kantor tapi udah selesai. Maaf ya beberapa hari ini kakak ngga hubungin kamu"
"ow.. Gitu... Ga apa-apa selama kakak baik hehe... Jadi ceritanya minta di temenin makan nih..?" tanya aruna sambil merebahkan tubuhnya bersiap untuk tidur
"kalo ngga keberatan, kamu udah mau tidur?" tanya yudis melihat aruna yang merapikan bantal nya dan berbaring disana
"iya, udah malem kan, kalo besok kesiangan bisa di amuk ibu suri... Tapi nemenin kakak makan bisa lah" jawab aruna yang sudah meletakkan ponselnya di dan di senderkan di nakas
"maaf ya, tapi cuma sebentar koq, kamu kalo udah ngantuk banget tidur aja tapi jangan di matiin"
"ow... Sleep call gitu maksudnya" tebak aruna senyum-senyum
"ngga juga, kan kakak lagi makan bukan tidur kaya kamu, besok boleh makan siang bareng..?"
"emm... Liat besok deh kak, besok kakak tanya lagi buat mastiin, aru ngga tau di kasih izin ngga sama kak ethan"
"ok.. Ya udah sudah kamu tidur duluan aja ya... Kakak juga sebentar lagi selesai"
"maaf ya kak, aru ngantuk banget" Aruna memang menguap beberapa kali dari tadi
"iya ga papa.... " yudis masih melahap makan malam nya sambil melihat ke ponsel nya dimana kini aruna sudah memejamkan matanya dan terdengar dengkuran halus dari sebrang membuat yudistira tersenyum melihatnya
"tidur aja cantik... Semoga jalur langitnya tembus ya" batin yudis yang senyum-senyum melihat aruna yang kini sudah terlelap, masih dengan wajah cantik nya
.
"langsung ke kelas..?" tanya ethan pada aruna saat mereka baru saja tiba di sekolah
"iya langsung aja kak" jawab aruna yang kini sudah mengapit lengan sang kakak dan berjalan beriringan sambil menyapa orang-orang yang aruna kenal
"kak, aru mau ke toilet sebentar ya, mau cuci tangan" ujar aruna sambil memberikan tas nya pada ethan
"iya, hati-hati ya..." ethan menerima tas adiknya
Aruna berjalan santai karena masih lumayan lama untuk jam pertama pelajarannya. Namun setelah selesai dan sedang keluar dari kamar mandi aruna di hentikan oleh seorang pria
"aruna boleh bicara sebentar..?" tanyanya
"iya ada apa..?" jawaban dingin dari aruna sambil menyilangkan tangannya di depan dada
"gw cuma mau bilang kalo gw suka sama loe, loe mau ngga jadi pacar gw..?" ucapnya langsung sambil memberikan setangkai bunga mawar dan sebuah coklat bersamaan
"kak aru... Kak aru mau selingkuh ya..?" terdengar suara dari arah samping mereka membuat keduanya menoleh bersamaan
"ghaly...." ujar aruna dan pria bernama keanu yang adalah ketua osis sekaligus adik kelas aruna plus teman basket ghaly
"kak aru ngga jawab pertanyaan ghaly.., mau ghaly aduin ke kak ethan" ancam ghaly membuat aruna memijat keningnya
"ngga usah ngadi-ngadi ya..." kesal aruna " loe juga, loe kenal sama mantan ketua osis sebelum loe kan, mau loe kena bogem dia hah" tak ketinggalan keanu pun kena kekesalan aruna
"g...gw...gw cuma mau jujur aja koq" ucapnya sambil menunduk menatap tangannya yang memegang mawar yang akan ia berikan pada gadis imut nan menggemaskan se sekolah nusantara ini
"tapi liat-liat juga kali keanu, loe tau kan siapa yang deket sama kak aru, dan loe pasti tau orang yang deketin kak aru akan berakhir di mana" ghaly mencoba mengingatkan
"iya... Gw tau gw salah, sorry ya"
"ok.. kali ini gw maafin, tapi inget kalo loe suka sama seseorang coba liat lagi dia masih single apa udah ada pasangan, dan yang paling penting lebih baik loe belajar dulu yang bener. Inget orang tua loe sekolahin loe buat jadi orang sukses bukan buat pacaran. Ya udah gw duluan, ghaly kaka duluan ya" pamit aruna masih gemas dengan adik kelasnya ini