NovelToon NovelToon
"CINTA DALAM KODE KESEMPATAN : KETIKA TAKDIR MENULIS ULANG KISAH KITA"

"CINTA DALAM KODE KESEMPATAN : KETIKA TAKDIR MENULIS ULANG KISAH KITA"

Status: tamat
Genre:Penyelamat / Romansa Fantasi / Dunia Masa Depan / Tamat
Popularitas:52
Nilai: 5
Nama Author: Gretha

Di Medan tahun 2026, Rania Putri pendiri startup yang membantu UMKM dengan teknologi data terpaksa bekerja sama dengan perusahaan besar dari Jakarta yang dipimpin oleh Reza Aditya, mantan kekasihnya yang menghilang tanpa kabar sepuluh tahun lalu.

Pada awalnya, mereka hanya fokus pada pengembangan aplikasi "UMKM Connect", namun menemukan kode aneh dalam sistem yang menyimpan jejak masa lalunya. Saat menyelidiki asal usul kode tersebut, mereka mengungkap rahasia mengejutkan, perpisahan mereka dulu adalah rencana jahat dari Doni Pratama, mantan sahabat Rania yang mengambil alih bisnis keluarga dia.

Di tengah penyelidikan yang penuh kejadian lucu dan tantangan bisnis, rasa cinta lama mereka kembali muncul. Setelah berhasil membongkar kejahatan Doni dan mendapatkan dukungan pemerintah, mereka tidak hanya menyelesaikan proyek aplikasi yang bermanfaat bagi jutaan UMKM, tapi juga menemukan kesempatan kedua untuk cinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gretha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22 : KECEWA DAN JANJI BANTUAN

Malam hari yang sepi menyelimuti ruang kerja Rania di kantor UMKM Connect. Lampu meja yang satu-satunya menyala memberikan cahaya hangat pada tumpukan berkas dokumen tentang rencana rahasia Prima Teknologi yang ditemukan beberapa hari lalu. Rania duduk dengan wajah pucat dan ekspresi penuh kesedihan, tangan nya masih menggenggam salinan surat yang menjelaskan bagaimana keluarga nya hampir kehilangan hak cipta resep yang telah diwariskan selama lima puluh tahun lebih.

Meskipun sudah mengetahui bahwa rencana tersebut tidak pernah terlaksana dan keluarga nya telah memaafkan Prima Teknologi, rasa terluka dan kecewa masih terasa sangat mendalam di dalam hatinya. Bagaimana mungkin orang tuanya dan nenek nya tidak memberitahu dia tentang hal ini? Mengapa mereka menyembunyikan sejarah penting ini dari dia selama bertahun-tahun?

“Kenapa mereka tidak bilang padaku?” bisik Rania dengan suara yang hampir tak terdengar, air mata mulai mengucur perlahan di pipinya yang dingin. Dia merasa seperti bagian penting dari sejarah keluarga nya telah disembunyikan darinya, membuat dia merasa seperti orang asing dalam cerita sendiri.

Suara langkah kaki yang lembut mengganggu kesunyiannya. Reza muncul dari arah pintu dengan secangkir teh hangat di tangannya, wajahnya penuh dengan perhatian dan kasih sayang ketika melihat kondisi Rania.

“Kamu masih begadang lagi?” tanya Reza dengan suara lembut sambil mendekat dan menaruh cangkir teh di mejanya. “Saya tahu kamu akan kesulitan menerima semua ini, jadi saya membawakan teh hangat seperti yang kamu suka.”

Rania tidak menjawab, hanya menatap ke arah jendela yang menghadap ke kota Medan yang sudah mulai tenang. Dia merasa terlalu terluka untuk berbicara, terlalu kecewa untuk menunjukkan emosi apa pun selain kesedihan yang mendalam.

“Kamu merasa terluka karena keluarga kamu tidak memberitahu kamu tentang ini, bukan?” ucap Reza dengan penuh pemahaman sambil menarik sebuah kursi dan duduk bersebelahan dengannya. “Saya mengerti perasaanmu, Rania. Rasanya seperti ada bagian penting dari diri kamu yang kamu tidak ketahui.”

Baru saat itu Rania menoleh dan melihat ke arah Reza, air mata yang sudah menumpuk akhirnya menetes deras. “Mengapa mereka menyembunyikannya dariku, Reza?” tanya dia dengan suara yang bergetar. “Ini adalah sejarah keluarga kita yang penting. Saya seharusnya tahu tentang hal ini sejak lama.”

Reza menjangkau tangan nya dan memegang tangan Rania dengan lembut. “Mereka pasti punya alasan yang baik, Rania. Mungkin mereka tidak ingin kamu merasa khawatir atau terkena beban dari masa lalu. Atau mungkin mereka merasa bahwa masa lalu sudah berlalu dan tidak perlu dibawa ke masa kini.”

“Tetapi ini bukan hanya tentang masa lalu!” ucap Rania dengan suara yang sedikit meninggi, penuh dengan emosi yang sudah menumpuk. “Ini tentang bagaimana keluarga kita hampir kehilangan segala sesuatu yang telah kita bangun selama bertahun-tahun. Ini tentang bagaimana seseorang yang kita kira sebagai teman baik ternyata memiliki niat yang tidak baik. Dan mereka tidak memberitahu saya apa-apa!”

Reza mengangguk dengan penuh pemahaman. Dia tahu bahwa perasaan terluka dan kecewa yang dirasakan Rania tidak bisa dihilangkan dengan kata-kata saja. Dia perlu memberikan dukungan yang sebenarnya dan menunjukkan bahwa dia akan selalu ada untuknya dalam setiap situasi.

“Kamu punya hak untuk merasa seperti ini, Rania,” ucapnya dengan suara yang penuh kasih sayang. “Tidak ada yang bisa menyalahkanmu karena merasa terluka dan kecewa. Tapi percayalah padaku, keluarga kamu pasti melakukan itu dengan niat baik. Mereka hanya ingin melindungimu.”

Rania menghela napas dalam-dalam dan mulai menjelaskan semua perasaan yang ada di dalam hatinya. Dia merasa seperti dia telah menjalani hidup dengan tidak mengetahui bagian penting dari identitas keluarga nya. Dia merasa bahwa semua yang dia lakukan dengan UMKM Connect seolah tidak memiliki dasar yang kuat karena dia tidak tahu tentang perjuangan keluarga nya di masa lalu.

“Saya merasa seperti saya sedang membangun sesuatu yang besar, tetapi saya tidak tahu dari mana saya berasal,” ucap Rania dengan suara penuh kesedihan. “Semua yang saya lakukan sekarang seolah menjadi tidak berarti karena saya tidak mengetahui sejarah yang sebenarnya dari usaha keluarga kita.”

Reza mengeluarkan lengan nya dan membungkus bahu Rania dengan lembut, memberikan rasa aman dan nyaman yang dia butuhkan saat ini. “Itu tidak benar, Rania. Semua yang kamu lakukan dengan UMKM Connect sangat berarti. Kamu telah membantu ribuan usaha kecil berkembang, membawa perubahan positif bagi masyarakat, dan melanjutkan semangat yang dulu dimiliki oleh orang tuamu dan Prima Teknologi.”

Dia melanjutkan dengan suara yang semakin tegas dan penuh keyakinan. “Dan saya berjanji padamu, Rania – saya akan membantu kamu menemukan kebenaran yang sebenarnya tentang apa yang terjadi di masa lalu. Kita akan mencari tahu setiap detail yang mungkin belum kamu ketahui, berbicara dengan semua orang yang terlibat, dan memastikan bahwa kamu mendapatkan jawaban atas semua pertanyaan yang ada di pikiranmu.”

Rania melihat ke arah Reza dengan mata yang masih berkaca-kaca namun mulai menunjukkan sedikit harapan. “Kamu benar-benar akan membantu saya, Reza?”

“Tentu saja,” jawab Reza dengan senyum hangat. “Saya akan selalu ada untukmu, tidak peduli apa yang terjadi. Kita adalah tim, kan? Dan tim selalu saling membantu satu sama lain dalam suka dan duka.”

Mereka duduk bersama dalam diam selama beberapa saat, menikmati kedekatan dan rasa aman yang diberikan oleh kehadiran satu sama lain. Suara angin yang bertiup lembut melalui jendela dan nyala lampu kota yang berkedip-kedip menjadi satu-satunya irama di ruangan yang sunyi.

Setelah merasa lebih tenang, Rania mulai berbicara lagi. “Saya ingin tahu semua detail yang mungkin belum saya ketahui, Reza. Saya ingin tahu bagaimana ayah saya menghadapi situasi tersebut, apa yang dia rasakan, dan bagaimana dia bisa memaafkan Prima Teknologi dengan begitu mudah.”

“Kita akan mencari tahu semua itu,” janji Reza dengan penuh tekad. “Kita akan berbicara dengan nenekmu lagi, mencari lebih banyak dokumen yang mungkin tersembunyi, dan bahkan bertemu dengan orang-orang yang pernah bekerja sama dengan ayahmu di masa lalu. Kita akan menemukan kebenaran yang sebenarnya, tidak peduli seberapa sulitnya.”

Pada hari berikutnya, mereka mulai menjalankan rencana tersebut. Mereka pertama kali mengunjungi rumah nenek Aminah dengan hati-hati, tidak ingin membuatnya merasa tidak nyaman atau bersalah tentang apa yang terjadi. Nenek Aminah sudah menunggu mereka dengan secangkir kopi panas dan kue tradisional yang sudah jadi khas nya.

“Saya tahu kamu akan datang lagi untuk bertanya tentang hal itu, nak,” ucap nenek Aminah dengan suara penuh kasih sayang ketika mereka memasuki ruang tamu. “Saya sudah tahu bahwa kamu akan merasa terluka dan kecewa karena kami tidak memberitahumu tentang ini. Dan saya minta maaf atas semua itu.”

Rania segera mendekat dan memeluk nenek nya erat-erat. “Saya tidak marah padamu, Nenek. Saya hanya ingin tahu mengapa kamu semua menyembunyikannya dariku.”

Nenek Aminah mengambil napas dalam-dalam sebelum mulai bercerita dengan lebih rinci. “Ketika insiden itu terjadi, kamu masih sangat kecil, Rania. Ayahmu dan saya tidak ingin kamu tumbuh dengan rasa takut atau dendam terhadap orang lain. Kita ingin kamu tumbuh menjadi orang yang baik hati dan mampu memaafkan kesalahan orang lain.”

Dia melanjutkan cerita tentang bagaimana ayah Rania menghadapi situasi tersebut dengan penuh keberanian dan kebijaksanaan. “Ayahmu tahu bahwa rencana tersebut bukan merupakan kebijakan Prima Teknologi secara keseluruhan,” cerita nenek Aminah dengan mata yang mulai berkaca-kaca. “Dia melihat bahwa Pak Budi Santoso adalah orang yang benar-benar ingin membantu usaha kecil, dan dia tidak ingin kesalahan satu orang merusak kesempatan bagi banyak orang lain untuk mendapatkan bantuan.”

Nenek Aminah juga menjelaskan bahwa setelah insiden tersebut, ayah Rania dan Pak Budi Santoso bekerja sama untuk membuat kebijakan baru yang melindungi hak cipta usaha kecil. “Mereka bekerja keras untuk memastikan bahwa tidak ada usaha kecil lain yang akan mengalami hal yang sama seperti yang hampir terjadi pada kita,” ucap nenek nya dengan suara penuh bangga. “Ayahmu selalu bilang bahwa kesalahan adalah bagian dari hidup, dan yang paling penting adalah bagaimana kita menggunakan kesalahan tersebut untuk membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik.”

Rania mendengarkan dengan penuh perhatian, setiap kata nenek nya semakin membuka mata nya tentang kepribadian ayah nya yang dia tidak pernah kenal secara penuh. Dia mulai memahami bahwa keputusan keluarga nya untuk menyembunyikan sejarah ini bukanlah karena mereka tidak mempercayainya, melainkan karena mereka ingin melindunginya dari beban masa lalu dan mengajarkannya untuk melihat kebaikan dalam setiap orang.

“Kamu tahu tidak, nak?” lanjut nenek Aminah dengan suara yang semakin lembut. “Ayahmu selalu mengatakan bahwa kamu akan menjadi orang yang besar yang akan membawa perubahan positif bagi banyak orang. Dia melihat dalam dirimu semangat yang sama seperti yang dia miliki – semangat untuk membantu orang lain dan membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik.”

Setelah berbicara dengan nenek nya, mereka melanjutkan perjalanan untuk mencari lebih banyak informasi. Mereka mengunjungi beberapa orang tua yang pernah bekerja sama dengan ayah Rania di masa lalu, termasuk Pak Sutiono dari Rumah Makan ‘Cita Rasa Asli’ yang juga pernah mengalami situasi yang sama dengan Prima Teknologi.

“Ketika saya pertama kali mendengar tentang rencana tersebut, saya sangat marah dan kecewa,” cerita Pak Sutiono dengan suara penuh kenangan saat mereka duduk bersama di rumah makannya yang sudah mulai sepi. “Namun ketika Pak Budi datang menemui saya dan memberikan maaf secara pribadi, saya melihat bahwa dia benar-benar menyesal dengan apa yang terjadi.”

Dia menjelaskan bahwa setelah insiden tersebut, Prima Teknologi tidak hanya membantu mereka mendaftarkan hak cipta produk mereka, tapi juga memberikan pelatihan tentang bagaimana melindungi kekayaan intelektual mereka dari upaya orang yang tidak bertanggung jawab. “Mereka benar-benar berusaha memperbaiki kesalahan mereka,” ucap Pak Sutiono dengan suara penuh penghargaan. “Dan karena itu, saya tidak bisa tidak memaafkan mereka dan terus bekerja sama dengan mereka.”

Mereka juga bertemu dengan beberapa mantan karyawan Prima Teknologi yang bekerja di sana saat insiden tersebut terjadi. Mereka semua mengatakan hal yang sama – bahwa rencana tersebut adalah tindakan pribadi dari Pak Herman yang tidak mendapat dukungan dari manajemen perusahaan, dan bahwa perusahaan telah melakukan yang terbaik untuk memperbaiki kesalahan tersebut.

“Saya masih merasa bersalah tentang apa yang terjadi,” ucap Bu Sri, seorang mantan karyawan Prima Teknologi yang sekarang bekerja sebagai konsultan untuk usaha kecil. “Kita seharusnya lebih waspada dan melihat tanda-tanda bahwa ada sesuatu yang tidak benar dengan Pak Herman. Tapi saya bisa jamin bahwa seluruh tim Prima Teknologi pada saat itu benar-benar ingin membantu usaha kecil berkembang.”

Setiap cerita yang mereka dengar semakin membuat Rania memahami bahwa apa yang terjadi di masa lalu bukanlah sesuatu yang harus membuatnya merasa kecewa atau terluka, melainkan sesuatu yang harus membuatnya semakin kuat dan tekun untuk melakukan yang terbaik dalam membantu usaha kecil.

Pada malam hari, mereka kembali ke kantor UMKM Connect dan duduk bersama di ruang kerja yang sudah mereka kenal dengan baik. Rania merasa bahwa semua perasaan terluka dan kecewa yang dia rasakan mulai berubah menjadi rasa hormat yang lebih dalam terhadap ayah nya dan semua orang yang terlibat dalam perjuangan tersebut.

“Kamu tahu tidak, Reza?” ucap Rania dengan suara penuh rasa syukur. “Saya sekarang mengerti mengapa keluarga saya tidak memberitahu saya tentang ini. Mereka tidak ingin saya melihat dunia dengan mata yang penuh dengan curiga dan dendam. Mereka ingin saya melihat dunia dengan mata yang penuh dengan harapan dan kemauan untuk membantu orang lain.”

Reza tersenyum dan memegang tangan nya dengan lembut. “Itu adalah hal yang paling indah dari keluarga kamu, Rania. Mereka telah menunjukkan bahwa kebaikan hati dan kemauan untuk memaafkan adalah kekuatan terbesar yang bisa dimiliki seseorang.”

Rania melanjutkan dengan suara yang semakin tegas dan penuh tekad. “Dan saya berjanji bahwa saya akan melanjutkan semangat tersebut dengan UMKM Connect. Kita tidak hanya akan membantu usaha kecil dengan teknologi, tapi juga dengan memberikan perlindungan hukum dan pendidikan tentang pentingnya melindungi kekayaan intelektual mereka.”

Mereka mulai merencanakan program baru yang akan diintegrasikan ke dalam proyek UMKM Connect – program pelatihan dan pendampingan hukum bagi usaha kecil untuk membantu mereka mendaftarkan hak cipta produk mereka dan melindunginya dari upaya orang yang tidak bertanggung jawab. Mereka juga akan membuat pusat informasi khusus yang menjelaskan tentang hak dan kewajiban usaha kecil dalam hal kekayaan intelektual.

“Kita akan bekerja sama dengan kantor notaris, pengacara, dan akademisi untuk memberikan bantuan ini secara gratis bagi usaha kecil yang bergabung dengan kita,” ucap Reza dengan penuh semangat. “Ini adalah cara kita untuk memastikan bahwa tidak ada usaha kecil lain yang akan mengalami hal yang sama seperti yang hampir terjadi pada keluarga kamu.”

Rania mengangguk dengan penuh kesepakatan. “Dan kita akan menceritakan cerita tentang apa yang terjadi di masa lalu sebagai pelajaran berharga bagi semua orang. Kita akan menunjukkan bahwa meskipun ada kesalahan di masa lalu, kita bisa selalu melakukan yang terbaik untuk memperbaiki diri dan berkontribusi pada kebaikan bersama.”

Mereka bekerja hingga larut malam merencanakan setiap detail dari program baru tersebut. Setiap ide yang mereka hasilkan semakin membuat mereka yakin bahwa mereka sedang melakukan hal yang benar dan penting bagi masa depan usaha kecil di Indonesia.

Pada pagi harinya, Rania bangun dengan rasa lega dan tekad yang semakin kuat. Dia merasa bahwa dia telah menemukan jawaban atas semua pertanyaan yang ada di pikirannya dan bahwa dia siap untuk menghadapi masa depan dengan penuh semangat dan harapan.

Dia langsung menghubungi seluruh tim UMKM Connect dan mengundang mereka untuk berkumpul di ruang rapat. Saat semua orang berkumpul, dia berdiri di depan mereka dengan wajah yang penuh semangat dan mulai berbicara.

“Teman-teman saya,” ucap Rania dengan suara yang jelas dan tegas. “Kita semua tahu bahwa kita telah melalui banyak hal untuk sampai di sini. Kita telah menemukan sejarah yang penting, menghadapi kenyataan yang tidak mudah, dan belajar bahwa setiap kesalahan adalah pelajaran berharga untuk masa depan.”

Dia menjelaskan tentang semua yang dia temukan dan pelajaran yang dia dapatkan dari perjalanan tersebut. Dia juga memperkenalkan rencana program baru yang akan membantu usaha kecil melindungi kekayaan intelektual mereka. Seluruh tim mendengarkan dengan penuh perhatian dan antusiasme, memberikan tepukan meriah ketika dia selesai berbicara.

“Kita akan membuat proyek ini menjadi yang terbaik yang pernah ada di Indonesia!” ucap Reza dengan suara penuh semangat, membuat seluruh tim semakin bersemangat.

Rania melihat ke arah setiap anggota tim dengan rasa syukur yang mendalam. Dia tahu bahwa tanpa dukungan mereka dan tanpa cinta serta pengorbanan dari keluarga nya, dia tidak akan bisa mencapai semua ini. Dia juga tahu bahwa perjalanan mereka masih panjang, namun dengan semangat yang sama dan tekad untuk membantu orang lain, mereka akan mampu mengatasi setiap tantangan yang datang.

Di sudut ruangan, rak-rak arsip Prima Teknologi tetap berdiri kokoh, menyimpan cerita tentang masa lalu yang penuh dengan lika-liku namun juga penuh dengan harapan. Setiap berkas dokumen yang mereka miliki sekarang bukan hanya menjadi sejarah, tapi juga menjadi panduan untuk membuat masa depan yang lebih baik bagi semua usaha kecil di Indonesia. Dan meskipun ada rasa kecewa dan terluka di masa lalu, mereka tahu bahwa semua itu telah membuat mereka semakin kuat dan siap untuk menghadapi apa pun yang datang di masa depan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!