NovelToon NovelToon
Black Grimoire

Black Grimoire

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Penyeberangan Dunia Lain / Fantasi
Popularitas:74
Nilai: 5
Nama Author: Rafli Ananda

Merlin yang merupakan seorang genius dari dunia bumi mati tewas karena kelelahan dan juga kebosanan di dunia asalnya, dan terlahir kembali ke Avalond yang mana berada di galaksi Andromeda, di sana dia menyadari kalau Avalond telah mengembangkan tehnik sihir yang mana mereka lakukan untuk bertahan hidup dari serangan 10.000 ras monster. Namun bukanya putusasa ataupun bertekad untuk menjadi penyelamat dunia, Merlin malah lebih tertarik untuk mulai meneliti tehnik sihir yang ada di dunia Avalond.

Ini adalah kisahnya seorang peneliti gila yang jenius, yang akan melakukan apapun untuk penelitiannya, baik itu legal maupun ilegal dan akan menghancurkan siapapun yang menghalangi jalannya baik itu manusia, monster, Demon ataupun Dewa itu sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rafli Ananda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 07 Black Grimoire bagian 5

Tehnik sihir yang ada di dalam buku Grimoire terdiri dari level 1 – 10, dan setiap level terdapat beberapa tehnik sihir yang ada di dalamnya, tergantung Girmoire yang di miliki oleh seorang Mage, mereka bisa mendapatkan 2 atau 5 tehnik dalam satu level, namun ada juga yang hanya memiliki satu tehnik dalam satu level tertentu. Akan tetapi untuk menggunakan setiap tehnik sihir yang ada, para Mage membutuhkan bahan-bahan tertentu untuk mengaktifkannya.

Salah satu contohnya seorang Mage yang memiliki Grimoire ber element api, untuk menggunakan tehnik sihir level 1 bola api, dia membutuhkan 5 batang kayu bakar dan pecahan kecil dari inti monster yang mana menjadi sumbu yang dapat membakar setiap musuhnya. Lalu saat ini tehnik sihir milik Merlin, Abyss Gaze sebuah tehnik sihir yang memerlukan mata monster untuk di jadikan pengganti lampu dan inti monster sebagai tenaga yang di butuhkan untuk menyalakannya.

Menggunakan ke dua bahan tersebut, selembar kertas dari Grimoire milik Merlin akan terpotong dan terlepas, kemudian kertas itu akan membalut mata dan inti monster tersebut menjadi sebuah bentuk bola hitam kecil. Semua yang melihat cahaya putih dari bola mata hitam tersebut akan di bawa masuk kedalam dunia ilusi, mata mereka akan menghitam karena tercemar oleh energi kegelapan.

Semua yang masuk kedalam dunia ilusi akan di hadapkan dengan ketakutan terbesar mereka, dan tidak hanya itu, tergantung dengan kekuatan mental korbannya, mereka yang telah masuk kedalam dunia ilusi tidak bisa keluar dengan cepat bahkan dapat kehilangan akal sehat mereka di dalam dunia ilusi tersebut. Akan tetapi Merlin adalah pemiliki dari Grimoire ber element kegelapan tersebut, mengendalikan kegelapan dengan energi force miliknya adalah hal yang mudah baginya.

Dengan mudah Merlin kemudian mulai menarik energi kegelapan yang ada pada tubuh teman sekelasnya tersebut, dan saat itu dengan bantuan dari Luciel “Traas… Taaask…” Merlin membawa para teman sekelasnya ke tempat yang aman. Pada saat itu Luciel dengan sedikit ragu berterimakasih pada Merlin.

“Terimakasih telah menyelamatkanku kawan, tampaknya aku terlalu gegabah kali ini”

“Benar sekali, kau dan rekan-rekanmu sampai melupakan kalau para Goblin Rider itu memiliki tunggangan bersama mereka” balas Merlin.

“Kau sama sekali tidak memikirkan perasaan orang lain saat berbicara, benar-benar… orang sepertimu itu pasti akan memancing banyak musuh” kata Luciel.

“Masa bodoh dengan para musuh itu, jika mereka datang maka akan aku jadikan mereka kelinci percobaan ku” balas Merlin.

Mendengarkan hal itu Luciel hanya tertawa kecil, Luciel kemudian berusaha berdiri dan melihat kearah Anastasya dan rekan-rekannya yang lain, dan dengan nada kecewa dia berkata.

“Yah… nampaknya kami sudah kehilangan harapan untuk menang kali ini”

Namun pada saat itu “Fusshk…” secara tiba-tiba Merlin melemparkan sesuatu kepada Luciel, dan dengan nada dingin Merlin berkata.

“Ambil itu, anggap saja itu bagian kalian karena telah membantuku untuk mengalahkan ke 3 Goblin Rider tersebut”

“Ini… bukannya ini adalah inti monster level 2, kau yakin ingin memberikan item berharga ini untuk kami…??” tanya Luciel.

“Tidak apa-apa, 2 dari 3 Goblin Rider tersebut memiliki inti level 2 di dalam jantung mereka… anggap saja itu adalah buah dari kerja sama kalian” balas Merlin.

Lalu pada sore hari itu, para siswa yang berpartisipasi dalam tes tersebut di perintahkan keluar dari dalam hutan, dan mereka semua di suruh untuk berkumpul di luar hutan. Para siswa/i yang ada di sana terlihat mengalami banyak luka-luka ringan dan juga ada beberapa diantara mereka yang langsung di larikan ke rumah sakit.

Para siswa/i yang melihat hal itu merasa takut, ngeri, dan juga lega karena mereka dapat keluar dari hutan tersebut dengan luka kecil. Melihat para siswa/i yang merasa lega tersebut, membuat penguji bernomer 67 merasa kesal dan dengan keras dia langsung berteriak kepada para siwa/i yang ada di depannya.

“Dasar orang-orang bodoh… kenapa dengan wajah kalian itu, apa kalian senang melihat penderitaan orang lain atau kalian tenang saat kalian tidak terluka, akan aku beritahu kepada kalian mereka yang terluka tersebut adalah orang-orang yang berani bertarung di garis depan dan akan menjadi seorang Mage yang hebat”

“Kalian semua adalah Mage masa depan para umat manusia, ingatlah perjuangan leluhur kalian untuk mempertahankan tanah kelahiran kita para umat manusia… jangan menjadi pengecut membuat malu para leluhur kalian”

“Sekarang mari kita lihat berapa hasil yang kalian dapatkan”

Para siswa/i tersebut kemudian mulai memperlihatkan hasil perburuan mereka di dalam hutan, kebanyakan dari para siwa/i tidak mendapatkan inti monster sama sekali karena mereka hanya mengincar monster lemah seperti kelinci mata merah. Namun ada juga yang mendapatkan inti monster level 1 dari para monster lemah tersebut, akan tetapi hanya sedikit dari mereka yang mendapatkan inti monster.

Jumlah inti monster yang di dapatkan para siswa/i setelah seharian berburu di dalam hutan sama sekali tidak lebih dari 30 inti monster level 1, hal itu membuat penguji nomer 67 terlihat kecewa.

“Mereka benar-benar hanya memburu para monster lemah di dalam hutan itu, nampaknya aku tidak bisa berharap banyak dari para anak-anak di tahun ini” pikir penguji nomer 67.

Akan tetapi pada saat itu “Traanggs… Traaask…” kelompok Luciel muncul dan mengejutkan semua orang, mereka membawa lebih dari 25 inti monster level 1, 1 inti monster level 2 dari Goblin Rider yang Merlin kalahkan bersama mereka. Dengan senyuman di wajahnya, penguji nomer 67 kemudian berkata.

“Hmm… nampaknya kalian dapat menunjukkan kerja sama yang baik karena mendapatkan hasil seperti ini, akan tetapi dari luka dan raut wajah kalian… nampaknya kalian sempat akan kehilangan nyawa kalian”

“Ingatlah ini para siswa/i, kalian itu masih muda dan ini hanyalah latihan semata… namun kalian telah menunjukkan keberanian dan usaha kalian di tempat ini… kerja bagus”

Lalu pada saat Merlin akan maju ke depan dan menunjukkan hasil buruannya, di saat itu juga Luciel hanya bisa pasrah akan kekalahan yang dia dapatkan. Merlin menunjukkan lebih dari 27 inti kristal level 1 dan juga satu buah inti kristal level 2, melihat hasil tersebut Luciel terkejut dan tidak bisa berkata apapun dengan apa yang dia lihat.

“Hmm… kau berhasil mengumpulkan sebanyak ini hanya seorang diri, namun tetap saja itu adalah hal yang sangat berbahaya… karena di medan perang sesungguhnya, kau harus bisa bekerja sama dengan rekan-rekanmu demi mendapatkan kemenangan”

“Akan tetapi itu cukup bagus karena kau dapat selamat bahkan setelah melawan monster yang memiliki inti level ke 2, bagus sekali kau boleh turun sekarang”

Pada malam itu Merlin kembali ke asrama miliknya, di dalam kamar asrama miliknya dia tinggal sendirian di sebuah ruangan besar yang memiliki ruangan tengah dan juga dapur, berbeda dengan asrama para murid biasa yang tidak memiliki Grimoire, para siswa/i yang terpilih menjadi Mage mendapatkan perlakuan khusus dari Akademi dan tinggal di sebuah asrama besar seorang diri.

Di tempat tidurnya Merlin hanya bisa tersenyum dengan lebar sambil melihat inti monster level 3, inti tersebut berbentuk baru kristal yang memiliki ukuran sebesar telapak tangannya. Jika inti monster level 1 berbentuk batu krikil kecil, maka level 2 memiliki besar sama dengan kelingking.

Dengan penuh rasa penasaran “Zringggs….” Merlin mengeluarkan Grimoire merah darah dari tangan kirinya, Grimoire tersebut mengeluarkan aura yang mencekam dan juga kejam, lalu dengan nada tertarik Merlin berkata.

“Baiklah kalau begitu, mari kita lihat apa yang bisa kau lakukan… Grimoire elemen Demon”

.

.

.

Bersambung…..

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!