NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Sang Pengawal

Terjerat Cinta Sang Pengawal

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mafia / CEO
Popularitas:8.3k
Nilai: 5
Nama Author: Buna_Ama

Siena Hartmann, gadis keras kepala dan sedikit bar-bar, selalu bisa membuat ayahnya pusing tujuh keliling. Tapi siapa sangka, di balik tingkahnya yang bebas, ada pria yang diam-diam selalu ada saat dia butuh.

Bastian Asher Grayson, muncul di hidupnya sebagai bodyguard baru dikeluarga Hartmann. Dia profesional, dingin, tapi entah kenapa selalu berhasil membuat hati Siena berdebar meski dia menolak mengakuinya.

Hingga skandal di malam wisuda membuat mereka terpaksa berada dalam satu atap, dan keputusan mengejutkan pun diambil. Namun, sesuatu tentang pria itu masih disembunyikan. sesuatu yang bila terungkap, bisa mengubah segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Buna_Ama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE TIGA BELAS

Kediaman keluarga Hartmann..

Braakk!!

"Ssttt!!"

Siena membeku, beberapa detik ia hanya berdiri kaku ditempat tapi pandangan matanya menyisir sekitar memastikan kondisi aman dan tidak ada yang melihat nya.

"Huh nyaris saja". Lirih nya bergumam seraya menghela nafas panjang dan mengelus-elus dada nya.

Waktu sudah menunjukkan pukul sebelah malam dan Siena tak sengaja menyenggol tumpukan buku majalah yang ada diatas meja kaca ruang tamu hingga jatuh berserakan dilantai marmer.

Siena segera berjongkok membereskan buku-buku majalah itu dengan cepat namun juga hati-hati.

Jika sampai ayahnya tahu ia keluar rumah selarut ini, bukan hanya ceramah panjang yang menunggunya. Tapi, nama keluarga Hartmann yang selalu dijaga citranya dengan rapi. Apalagi ia adalah anak tunggal yang tidak pernah diajarkan untuk berkeliaran tengah malam bisa tercoreng begitu saja.

Tapi, memang bukanlah sudah begitu? Tingkah liar Siena mana yang tidak diketahui banyak orang?

seperti malam ini, ia akan pergi ke arena balap motor liar yang diadakan di jalan Deandeles.

Di siang hari, jalan itu terkenal macet dan dihindari banyak pengendara. Namun ketika malam tiba, jalanan panjang itu berubah sepi dan lengang, sering menjadi tempat favorit para remaja yang gemar balap liar.

Dan Siena adalah salah satu penontonnya, tapi ia juga sering turun ikut balapan. Liar sekali bukan?

Setelah, memastikan tidak ada lagi majalah yang tercecer. Siena segera kembali berdiri, ia menarik lagi hoodie hitam oversize yang menutupi kausnya, lalu memasang penutup kepala hingga sebagian wajahnya tertutup bayangan kain gelap itu.

Ia melirik ke arah tangga. Sunyi.

Lampu lantai dua sudah padam sejak satu jam lalu. Itu artinya kedua orang tuanya benar-benar sudah terlelap.

Siena berjalan pelan menuju pintu belakang rumah yang terhubung langsung dengan taman. Setiap langkahnya hati-hati agar tak menimbulkan bunyi dari lantai marmer.

Tangannya memutar gagang pintu perlahan.

Klik.

Ia menahan napas beberapa detik.

Tak ada suara apa pun.

Siena menyeringai tipis. Aman.

Ia menyelinap keluar, menutup pintu tanpa suara, lalu menyusuri sisi pagar belakang rumah. Gerbang utama selalu dijaga satpam dua puluh empat jam. Mustahil ia keluar lewat sana tanpa dicurigai.

Siena menyelinap menuju pintu belakang rumah yang langsung terhubung dengan taman.

Ia sudah memastikan sejak sore pagar kecil di sudut belakang tidak terkunci sempurna.

Satpam selalu berjaga di gerbang utama. Tak mungkin ia melewati mereka dengan santai tengah malam begini.

Begitu keluar, ia menutup pagar perlahan dan berjalan menyusuri tembok samping hingga ke gang kecil di belakang kompleks.

Di sana, tersembunyi di balik bayangan pohon ketapang, motor sport hitamnya sudah menunggu. Motor yang ia beli sendiri dari hasil jerih payahnya ketika menang saat ikut balapan liar, dan uang nya ia tabung sedikit demi sedikit.

Sejak sore Siena memang sengaja memindahkan motor tersebut dengan alasan “ingin membersihkan”.

Siena segera mengenakan helm full face, menyalakan mesin, lalu melaju pelan menjauh dari kawasan perumahan elit itu.

Semakin jauh dari rumah, semakin cepat juga Siena menarik gasnya. Tapi, tanpa Siena tau jika ada sepasang mata yang melihat dirinya kabur dari rumah.

Dia adalah ayah Alex, pria itu belum tidur karena harus menyelesaikan beberapa berkas penting dan ia tak sengaja mendengar suara gaduh dilantai bawah.

Ketika mengintip keluar dari arah balkon matanya memicing saat melihat Siena pergi mengendap-endap seperti maling.

"Astaga, malam-malam seperti ini mau pergi kemana anak itu?!" gumam Ayah Alex lirih

.

Angin malam menerpa wajahnya saat ia melewati jalan utama kota. Lampu-lampu jalan berderet seperti garis cahaya yang tak ada ujungnya.

Beberapa menit kemudian, suara deru mesin lain mulai terdengar dari kejauhan.

Jalan Daendels sudah terlihat.

Di sisi kanan kiri jalan, motor-motor sport berjejer. Sekelompok anak muda berdiri sambil tertawa, sebagian sibuk mengecek mesin, sebagian lagi memasang taruhan.

Siena memarkir motornya agak jauh dari kerumunan. Ia turun, melepas helm, lalu menggoyangkan rambutnya sebentar sebelum kembali memasangnya setengah terbuka.

Melihat kedatangan Siena, sontak ketiga kedua sahabatnya langsung menoleh dan berjalan cepat menghampiri nya.

Mereka adalah Dena dan Rani, hanya Livia saja yang tidak ikut karena dia tidak suka dengan balapan, tapi juga karena orang tuanya juga sangat galak sekali dan melarang keras gadis itu untuk keluar rumah larut malam. Jika ketahuan semua fasilitas pasti akan langsung di cabut.

Diantara Livia, Dena, Rani dan juga Siena mereka semua adalah putri konglomerat. Dikampus mereka dijuluki dengan “The Golden Girls.”

Empat putri konglomerat dengan kehidupan yang tampak sempurna.

Mobil mewah, tas branded dan liburan keluar negeri setiap semester.

Tapi hanya tiga yang berdiri di sini malam ini, di tepi Jalan Daendels, diantara bisingnya suara knalpot motor dan bau aroma bensin yang menyengat.

"Kamu lama banget, Na. Kami kira kamu tidak jadi datang". Ujar Dena pelan saat Siena berjalan mendekat

"Aku hampir ketahuan". Sahut Siena singkat

Rani yang mendengar itu terkekeh kecil. “Kau benar-benar nekat. Bagaimana jika ayahmu tahu kau berada di sini?”

Siena menggendikkan kedua bahunya singkat. “Ayah tidak akan tahu.”

Dena menghela napas pelan, tetapi tidak membalas lagi. Mereka semua tahu, jika Siena sudah memutuskan sesuatu, sulit untuk menghentikannya.

Sorakan tiba-tiba terdengar dari tengah jalan. Dua motor telah bersiap di garis awal yang ditandai seadanya. Mesin mereka meraung rendah, memecah keheningan malam.

Beberapa orang mulai membuka taruhan. Uang berpindah tangan dengan cepat.

Siena menoleh ke arah lintasan. Tatapan matanya seketika berubah.

“Ada satu slot kosong lagi!” teriak seseorang dari kerumunan. “Siapa yang mau?”

Rani langsung menatap Siena. “Jangan.” Ujar nya seolah tau apa yang akan sahabatnya itu rencanakan.

Siena tersenyum tipis tapi justru senyum itu terlihat tengil dan menantang. “Aku hanya melihat-lihat.”

Saat Siena hendak melangkah, Dena dengan cepat langsung memegang pergelangan tangannya “Jangan mencari masalah malam ini.” Peringatnya dengan tegas

Siena tak menggubris ucapan Dena, ia melepaskan pelan tangan Dena perlahan.

 “Aku tidak mencari masalah.” Ujar Siena

Ia lalu bergegas berbalik badan berjalan kembali menuju motornya yang terparkir agak jauh dari kerumunan. Motor sport hitam itu berdiri kokoh di bawah cahaya lampu jalan.

Beberapa kepala menoleh ketika Siena mendorong motor nya ke garis awal.

“Seorang gadis?” salah satu pembalap di sampingnya menyeringai.

Siena seketika langsung menoleh menatap tanpa ekspresi. “Apakah itu mengganggumu?”

Pria itu tertawa kecil. “Semoga kau tidak menyesal.”

Siena tidak membalas. Ia segera mengenakan helmnya, mengikatkan tali helm nya hingga berbunyi 'klik'. Baru lah helm full face itu terpasang sempurna menutupi kepala Siena.

Ia segera naik keatas motor lalu menyakan mesin nya. Suara knalpot motor meraung, dalam dan tegas.

Tanpa ada yang tau jika di sisi jalan yang lebih gelap, sebuah mobil hitam berhenti tanpa menarik perhatian. Penumpang menurunkan sedikit kacanya.

Sepasang mata nya yang tajam mengamati lintasan dari kejauhan.

.

.

.

Jangan lupa dukungannya yaa teman-teman..Like, vote dan komen.. Terimakasih ♥️🫶🏻

1
vnablu
wahh apakah jodohnya Han juga akan muncul di cerita ini buna??...aku setuju banget kalau emang iyaa😄😄😄
Buna_Ama 🌺: mau request siapa jodohnya han 😅
total 1 replies
vnablu
ayooo Buna minimal kasihh visual lahh biar nggak kepo aku nya😌😌
Buna_Ama 🌺: besok yaa kapan2 buna kasih visual 🫶
total 1 replies
vnablu
kurang ajar kamu bas🤭😭
Buna_Ama 🌺: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
💝F&N💝
mana up nya hari ini
Buna_Ama 🌺: bentar yaa.. nunggu lulus review 🙏🫶
total 1 replies
vnablu
lanjut bunaa semangat terus 😄😄
Naufal Affiq
lanjut kak
💝F&N💝
soo sweet bingit, kak
ayo lanjut lagi

secangkir kopi susu manis untukmu
sebagai teman up date

ok👍👍👍
Buna_Ama 🌺: terimakasih 🥰🫶🫶
total 1 replies
vnablu
hukumnya cium ak Bas🤭😭
Buna_Ama 🌺: heii antriii, buna duluan yaa 😌🤣
total 1 replies
Naufal Affiq
oh bastian kau yang terbaik untuk siena,buat siena jatuh cinta sama mu bas,aku mendukungmu
Buna_Ama 🌺: 🫶🫶🫶🫶🫶
total 1 replies
Naufal Affiq
lanjut buna
Buna_Ama 🌺: beberapa hari ini buna up nya cuma satu bab dulu aja ya. di rl lagi sibuk 🙏🙏🫶
total 1 replies
💝F&N💝
ayo lanjut lagi yg banyak
tetap semangat yaaaaa
vnablu
ciee yang udah mulai dekat 😄😄🤭
vnablu
kamu pikirr Bastian 🐶 menggonggong 😭
Buna_Ama 🌺: 🤣🤣🤣🤣😭😭😭
total 1 replies
Naufal Affiq
memang yang terbaik kau seina,babang tampan sudah menunggu mu
Buna_Ama 🌺: siena bukan seina😭
total 1 replies
💝F&N💝
good👍👍
lanjut
vnablu
ayoo Bas sebaiknya jujur takutnya nanti Siena salah paham nanti ngira kamu itu mata mata 🤭🤭
vnablu
kira" apa yang penting yaa Emmm 🤔🤔 curiga ak Van sma kamu apa kamu adaa wanita lain di belakang Siena😄😄
💝F&N💝
up lagi dooooooong
Buna_Ama 🌺: sabar ya nunggu lulus review dulu 🙏
total 1 replies
vnablu
kalauuu rindu bilang lahh😄😄
Eliermswati
lnjut q tunggu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!