NovelToon NovelToon
Mantan Suamiku Ternyata Sang Pewaris

Mantan Suamiku Ternyata Sang Pewaris

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Identitas Tersembunyi / Cerai
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: DityaR

Hanya karena perbedaan gaya hidup yang kini tak lagi sejalan, Tiffany menceraikan suaminya demi menjaga citra sebagai seorang konglomerat.

Ia bahkan melupakan siapa yang telah berjuang bersamanya dari nol hingga mencapai posisi tersebut.

Hans Rinaldi tidak menyimpan dendam. Ia menerima keputusan itu dengan lapang dada.

Namun, setelah perpisahan mereka, Tiffany tetap menyeretnya ke dalam berbagai masalah. Hingga akhirnya, terungkaplah siapa sebenarnya sosok pria sabar yang selama ini telah ia buang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DityaR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ayah

Begitu Hans memasuki gedung itu, dia langsung bergerak naik sambil menyingkirkan siapa pun yang menghalangi jalannya. Tidak satu pun lawannya mampu menahan serangannya. Dalam hitungan detik, mereka sudah tumbang satu per satu.

“Kamu mau balas dendam, tapi kamu bahkan gak tahu aku siapa?” Hans mendekati Bimbo. Tatapannya dingin sekali.

“Sialan! Jangan deket-deket aku, atau aku tembak!” Bimbo tiba-tiba mengambil pistol dari laci mejanya.

Namun sebelum Bimbo sempat mengangkat tangannya, Hans sudah melesat maju dan mencengkeram ujung laras pistol itu. Dalam sekejap, pistol itu berpindah ke tangan Hans.

Terdengar bunyi logam berderit.

Bimbo membelalakkan mata ketika melihat laras pistolnya sudah terpuntir. Pistol itu terbuat dari besi. Bagaimana mungkin Hans memelintirnya seperti tanah liat?

“Tuan Rinaldi, ini cuma salah paham. Aku janji gak bakal ganggu Kamu lagi kalau Kamu pergi sekarang,” kata Bimbo dengan keringat dingin bercucuran. Dia akhirnya memilih mengalah.

Kekuatan Hans jelas bukan level manusia biasa. Tidak heran orang sebesar Palumbo bisa begitu hormat kepadanya.

“Kamu mungkin gak bakal ganggu aku lagi, tapi aku masih pingin ganggu kamu.”

Hans tiba-tiba mencengkeram bahu Bimbo lalu menariknya dengan keras. Terdengar bunyi retakan tajam ketika lengan Bimbo patah.

“Argh!” Bimbo menjerit kesakitan.

“Berani-beraninya Kamu nyentuh perempuanku.” Wajah Hans tetap datar.

Dia kembali bergerak dan mematahkan lengan Bimbo yang satunya.

Tubuh Bimbo gemetar hebat. Wajahnya pucat pasi. Orang-orang lain di ruangan itu ikut menggigil ketakutan. Tidak ada satu pun yang berani mendekat.

“Sialan! Kamu tahu gak siapa yang backing aku? Jaguar Panjaitan! Salah satu pemimpin Negeri ini. Kalau Kamu bunuh aku hari ini, Tuan Jaguar bakal nyabik-nyabik kamu!” Bimbo mengancam dengan ganas di ambang kematian. Dia mencoba menakuti Hans dengan menyebut nama pelindungnya.

“Itu kata-kata terakhir kamu?”

Hans mengerutkan kening sambil tersenyum tipis. Dia melempar Bimbo ke lantai.

“Kalau gak ada lagi yang mau Kamu omongin, sekarang Kamu boleh mati.”

“Jangan! Jangan bunuh aku! Tolong jangan bunuh aku! Aku punya kekuasaan, pengaruh, dan uang. Apa pun yang Kamu mau, aku kasih. Asal Kamu jangan bunuh aku!” Bimbo memuntahkan darah sambil merangkak di lantai, memohon dengan panik. Dia benar-benar ketakutan.

“Kekuasaan dan pengaruh? Ngomong-ngomong soal itu, aku jadi ingat sesuatu.”

Hans menyapu pandangannya ke sekeliling ruangan, lalu menatap ke sudut. Di sana berdiri seorang pria berpakaian mencolok.

“Kamu pasti anak buahnya, ya? Dari tadi nempel terus di samping dia.”

Pria itu ketakutan. Dia hanya mengangguk tanpa berani menjawab.

“Bagus. Bunuh dia, dan semua asetnya jadi milik kamu.”

Setelah mengatakan itu, Hans menendang pisau yang tergeletak di dekat kakinya ke arah pria tersebut.

Pria itu menatap pisau itu. Dia ragu sejenak, tetapi kemudian matanya berubah tajam.

“Jangan .…”

Bimbo belum sempat melanjutkan kata-katanya ketika pria itu sudah mengambil pisau tersebut dan menusukkannya keras-keras ke dadanya.

Darah langsung memancar dari tubuh Bimbo.

Mata Bimbo membelalak sebelum akhirnya tubuhnya ambruk ke lantai. Bahkan sampai mati pun, dia tidak tahu siapa sebenarnya orang yang sudah dia sakiti.

“Tu—tuan ... saya sudah bunuh dia.”

“Bimbo cukup berpengaruh di kawasan timur. Sekarang dia mati, kamu yakin bisa beresin semuanya?” tanya Hans dengan tenang.

Karena pria itu sudah memilih jalannya sendiri, Hans berniat mengujinya.

“Tenang aja, tuan. Saya yakin bisa nangani semuanya!” jawab pria itu dengan percaya diri.

“Oh? Kedengarannya kamu cukup yakin.” Hans mengernyit, sedikit terkejut. “Aku tanya satu hal. Posisi Kamu apa di Rumble Group?”

Pria itu tidak langsung menjawab. Dia malah menunjuk ke arah Bimbo yang tergeletak di lantai berlumuran darah.

“Dia ... ayah kandungku.”

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!